Namjachingu ? (Kiss. Kiss. Kiss) – by bebebaek_

By bebebaek_

| Namjachingu? (Choco Kiss) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre :ย romance, school life

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, donโ€™t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Suasana tenang dan bau kertas mendominasi ruangan yang di penuhi rak demi rak di setiap sisinya. Banyak orang-orang di sana, dengan laptop dan beberapa buku di depan mereka. Tidak ada yang bersuara, semua orang sibuk dengan apa yang di kerjakan mereka masing-masing.

Dan salah satu di antara orang-orang yang di berada di perpustakan kampus itu. Nana duduk di kursi deretan rak kedua dari ujung ruangan seorang diri. Laptop yang menyala di depannya dan buku-buku yang terbuka di sisi laptopnya, nana terlihat serius menarikan jemari-jemari kecilnya di atas keyboard laptopnya.

Headset yang terpasang di kedua telinga nana semakin melarutkannya dari orang-orang di sekitarnya. Nana benar-benar fokus pada apa yang ia kerjakan.

Nana tersentak saat sebotol minuman dingin seseorang letakkan di depannya. Gadis itu mendongak mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang entah telah berapa lama ia pandangi.

“Eoh! Baek-ah” seru nana ketika senyum manis pemuda itulah yang ia lihat pertama kali saat ia mengalihkan tatapannya. Ya, baekhyunlah orang yang meletakkan minuman dingin itu di depan nana.

“Ujianmu sudah selesai ?” Tanya gadis itu kemudian. Nana ingat betul tadi malam pemuda itu berkata padanya jika siang ini ia memiliki ujian.

“Belum di mulai” jawab baekhyun santai sembari mengambil kursi di samping nana dan mendudukinya.

Nana mengerutkan alisnya, bertanya tanpa bersuara kepada pemuda di sampingnya itu.

“Masih ada waktu, ujianku di mulai 15 menit lagi” jawab baekhyun pada akhirnya. Ya, baekhyun benar-benar tidak tahan jika nana telah mengeluarkan tatapan intimidasi itu kepadanya.

“15 menit lagi ?” Tanya nana memastikan dan baekhyun hanya mengangguk sebagai jawabannya.

“Oh! astaga baek-ah, 15 menit lagi ujianmu akan di mulai dan kau masih di sini ? Yaa, jarak antara perpustakaan ini dengan kelasmu begitu jauh. Kau bisa terlambat” panik nana bersuara tanpa mengingat di mana dirinya saat ini.

Nana terdiam saat banyak pasang mata menatap tajam ke arahnya. Ya, ia melakukan sebuah kesalahan. Nana membungkuk kikuk meminta maaf sebelum kemudian ia kembali mendelik tajam kepada baekhyun.

“Apa yang kau tunggu baek-ah, cepat pergi ke kelasmu” suara nana lagi kali ini dengan nada rendah seakan ia berbisik kepada baekhyun.

“Sebentar lagi” jawab baekhyun dengan senyumnya. Pemuda itu masih saja menatap lekat nana di sampingnya.

“Yaaa, kau bisa terlambat” kata nana lagi, gadis itu mengguncangkan kedua lengan baekhyun.

“Tidak apa-apa nana-ya, sebentar lagi. Aku hanya ingin melihatmu sebentar lagi” baekhyun tersenyum lembut. Meraih kedua sisi wajah nana dengan telapak tangan hangatnya.

“Kau tau ? Aku ingin melihatmu sebelum ujianku karena setelah melihatmu aku akan bersemangat mengerjakan semua soal-soal itu” kata baekhyun berujuar sembari menatap lekat manik gelisah nana.

“Kau bisa menelponku tanpa harus berlari ke sini ?” Jawab nana rendah.

Baekhyun menggeleng pasti. “Tidak. Itu berbeda dengan melihatmu secara langsung” kata baekhyun menjauhkan kedua tangannya dan beralih mengelus pelan puncak kepala nana.

“Baiklah aku akan kembali” lanjut baekhyun setelah melihat jam tangan yang melingkar di lengan kirinya.

“Eummm” nana mengangguk mengiyakan.

“Tapi- ” baekhyun menggantungkan kalimatnya. Di raihnya satu buku yang terbuka di depannya dan-

Kedua manik jernih nana membola saat begitu cepatnya baekhyun mendaratkan bibir tipisnya pada bibir pink nana. Sebuah buku yang sebelumnya di raih baekhyun di jadikan pemuda itu untuk menutupi apa yang tengah ia lakukan dari banyaknya orang-orang yang berada di perpustakaan itu.

Hanya sebuah kecupan ringan. Baekhyun menarik kembali wajahnya, sembari tersenyum simpul pemuda itu meletakkan kembali buku itu di atas meja.

Bug!

Satu pukulan ringan mendarat di lengan baekhyun. Wajah nana terlihat bersemu namun ekpresi gadis itu jelas menunjukkan rajukkannya yang sumpah demi apapun semakin membuat baekhyun gemas dan tidak ingin beranjak pergi.

“Jangan marah kepadaku nana-ya” rengek baekhyun menilik wajah semerah tomat nana.

Nana tidak menjawab. Gadis itu mengalihkan pandangannya dari baekhyun.

“Baiklah, aku akan tetap di sini hingga kau berhenti marah kepadaku. Biarkan saja ujianku terlewat” kata baekhyun kembali.

“Yaaa” suara nana kembali menatap baekhyun. Bola mata gadis itu terlihat memerah dan baekhyun tahu jika ia harus berhenti sekarang.

“Baiklah aku akan pergi. Tapi sebelum itu tersenyumlah” pinta baekhyun dengan wajah memelasnya.

“Lebih nana-ya”

Nana tersenyum lebar kepada baekhyun. Namjachingunya ini terkadang memang begitu suka menggodanya.

“Kau sudah tidak marah padaku ?”

“Tidak. Karena itu cepatlah pergi, kau akan benar-benar terlambat” dorong nana pada kedua lengan baekhyun.

“Baiklah. Baiklah. Karena itu berikan suntikkan semangat kepadaku” kata baekhyun sembari mengerucutkan bibirnya meminta sebuah suntikkan semangat yang nana pasti mengerti apa maksudnya.

“Tidak sebelum ujianmu selesai” jawab nana tanpa berpikir panjang.

Baekhyun lantas bangkit dari duduknya. Dengan kedua manik berbinar pemuda itu menatap nana. “Kau sudah berjanji kepadaku eoh!” Kata baekhyun penuh penekanan pada akhir kalimatnya.

Nana mengangguk ragu namun karena waktu yang terus berlalu gadis itu akhirnya hanya mengiyakannya.

“Baiklah. Aku pergi”

“Pulang nanti aku akan menjemputmu. Tunggu aku di kelasmu eoh!” Suara baekhyun lagi saat ia berada di depan pintu perpustakaan.

Nana lagi-lagi harus membungkuk kikuk saat kembali banyak pasang mata menatap tajam ke arahnya. Baekhyun. Pemuda itu benar-benar.

Nana menggelengkan kepalanya pelan tidak habis pikir akan hal-hal yang di lakukan oleh namjachingunya itu. Namun sejurus kemudian gadis itu tersenyum karenanya. Ya, baekhyun memang tidak pernah berubah.ย  Selalu ada saja hal-hal baru yang di lakukan pemuda itu. Bagi nana baekhyun selalu punuh akan sebuah kejutan.

Fin

#happybaekhyunday ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜—๐Ÿ˜—๐Ÿ˜™๐Ÿ˜š yeowlaaaaa gak kerasa bebeb gak update ini series setahun. Huhuhu๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข gak ada yang kangen gitu ???? *ngarep

Okay! Berhubung hari ini ayangnya bebeb si ayangbeb ultah. Bebeb kadoin satu ff yang sungguh sangat gaje. *maafin bebeb kalau hasilnya gek sefeel karya dulu ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ

Doanya buat ayangbeb moga sukses segala projectnya. Baik bareng exo, cbx, duet, solo, drama (please main drama lagi please?๐Ÿ˜ถ)

Makin semok, makin gak bisa diem, makin sering live instagram *ngeheh๐Ÿ˜†

Terakhir. Semoga suka ya๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

๐Ÿ™ˆbebebaek_

 

It This Love – Chapter 2

by bebebaek_

Prolog | Chapter 1

Main cast : Byun Baekhyun & Z.Hera.

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

-aku yang masih gamon berkelanjutan sama ini couple. Di ambil dari beberapa adegan drama moon lovers : scarlet heart ryeo dan di adaptasi ke zaman modern. Murni imajinasi aku ya, don’t plagiat. Bikin cerita itu susah!-

Happy reading

***

“Jadi kau akan di jodohkan dengan gadis penyerang itu ?” Kata jongdae yang kini bangkit dari posisi berbaringnya di atas sofa panjang studio musik kampus mereka.

“Hera, namanya hera” tekan minseok yang sedikit risih akan nama panggilan yang di sematkan kedua sahabatnya itu pada anak salah satu kenalan ayahnya itu.

Jongdae tersenyum miring “ya kurasa namanya cukup unik seperti orangnya” jongdae berujar sembari melirik kecil ke arah baekhyun namun baekhyun tetap diam tidak mengindahkan sedikitpun perkataan jongdae.

“Tapi baek-ah, ku rasa kau orang yang cukup beruntung” timpal minseok menepuk pundak baekhyun.

Baekhyun mendelik, menatap tidak suka minseok di depannya. Baekhyun mendengus kesal “beruntung ? Kau bilang aku beruntung akan menikah dengan seorang preman ?”

“Heyy aku tidak berkata seperti itu. Maksudku- bukankah sejak dulu hera menyukaimu ?”

“Menyukaiku ? Dengan mengganggu semua aktifitas dan merusak hariku. Yak dia lebih pantas di sebut seorang penguntit!” Kata baekhyun kesal namun sukses mengundang delak tawa jongdae dan minseok.

Ya, selama ini hera memang selalu menjadi bayangan gelap bagi hari-hari baekhyun. Baru saja setahun belakangan baekhyun bisa bernafas lega setelah ia berstatus mahasiswa, dimana hera tidak bisa mengikutinya. Tapi ternyata bayangan hera semakin menakutkan terlebih setelah kesepakatan perjodohan itu.

“Tenanglah bro. Kau bisa memberikannya kepadaku jika kau tidak suka” jongdae berujar dengan senyum menyebalkannya entah itu senyum mengejek atau berusaha menghiburnya.

“Sialan! Apa kau ingin gadis itu mematahkan lagi hidungmu ?” Celetuk baekhyun lagi-lagi membuat tawa jongdae pecah.

~

Hari yang tidak di harapkan baekhyun akhirnya tiba. Jika saja bisa baekhyun benar-benar ingin menghapus hari ini dari kalender tahunan. Ya, hari ini adalah hari pernikahannya. Segala sesuatunya telah di siapkan begitu sempurna oleh sang ibu.

Nyonya byun begitu antusias akan pernikahan ini, terlihat jelas dari segala usahanya untuk membuat acara ini semeriah mungkin. Kegigihan nyonya byun tidak perlu di ragukan lagi terbukti dengan berhasilnya ia memboyong baekhyun untuk menghandiri upacara kelulusan hera meski dengan segala upaya.

Dan sepertinya hari ini nyonya byun juga harus berusaha keras karena sejak semalam baekhyun sama sekali tidak keluar dari kamarnya. Pemuda itu hanya diam dan mengurung diri di kamarnya. Ia sama sekali tidak mengindahkan panggilan dari siapapun termasuk dari tuan byun.

Nyonya byun menghela nafasnya berat saat berdiri di depan pintu kamar baekhyun yang masih tertutup rapat sementara semua orang telah siap dan acara akan di mulai kurang dari tiga jam lagi.

“Apa oppa belum keluar juga eomma ?” Tanya dahyun yang baru saja tiba di sisi ibunya.

Nyonya byun menoleh dan menatap dahyun dengan ekspresi wajah berusaha memberi ketenangan. “Duluanlah masuk ke mobil dan temani appamu”

Dahyun mengangguk patuh lalu berbalik tapi sebelum melangkah gadis itu menyempatkan dirinya menyeletuk tajam “dasar tukang merepotkan” sindir dahyun pada pemilik kamar di depannya.

Nyonya byun lagi-lagi menghela nafasnya berat. Lengannya terulur pasti mengetuk pintu kamar baekhyun yang ia yakini dengan pasti baekhyun berada di dalam sana dan mendengar segalanya.

“Baek-ah, keluarlah” suara nyonya byun lembut.

Tidak ada jawaban dari baekhyun.

“Baek. Nak. Keluarlah, kita akan terlambat jika tidak berangkat sekarang” nyonya byun kembali bersuara di balik pintu.

“Appa dan dahyun sudah berada di mobil. Baek. Dengarkan eomma baik-baik-” lanjut nyonya byun tidak menyelesaikan kalimatnya.

“Baiklah baek-ah, eomma mengerti. Kau pasti bimbang saat ini. Tapi setidaknya bicaralah dengan eomma. Buka pintunya eoh.”

“Baek-ah” lirih nyonya byun.

“Tolonglah. Eomma mohon-”
Sret~

Pintu kamar baekhyun terbuka, memberi sedikit celah pada nyonya byun untuk mengintip putranya di dalam sana. Nyonya byun tidak menyelesaikan kalimatnya saat jemarinya kini menyentuh daun pintu itu dan bergerak lebih dekat.

“Baek-ah, apa eomma boleh masuk ?” Suara nyonya byun lembut.

Masih tidak ada suara dari baekhyun. Nyonya byun lalu melangkah pelan memasuki kamar baekhyun. Hembusan nafas lega terdengar samar saat nyonya byun menemukan sosok baekhyun duduk termangu di tepi tempat tidurnya. Bagaimanapun ia lega karena baekhyun telah mengenakan setelan pengantinnya.

Nyonya byun meraih pundak baekhyun dan duduk tepat di samping putranya itu.
“Eomma tahu kau begitu ragu akan hal ini” suara nyonya byun lembut sembari menyentuh sisi wajah baekhyun dan membawanya hingga kini keduanya saling bertemu tatap.

“Eomma mengerti baek-ah. Karena itu eomma mohon-, eomma mohon agar kau juga mengerti. Hal ini adalah sesuatu yang besar bagi appamu, keluarga kita dan begitupula bagi keluarga hera”

“Kau tidak ingin membuat appamu malu bukan ? Kau tidak ingin keluarga kita kehilangan kehormatan bukan ?”

“Baek-ah, eomma yakin hari ini tidak akan menjadi sebuah penyesalan untukmu. Percaya pada eomma” bujuk nyonya byun dengan tatapan teduhnya.

Dan nyonya byun lagi-lagi berhasil. Sekarang baekhyun telah berada di dalam mobil bersama dengan ayah, ibu dan dahyun yang duduk mengapitnya.

Setelah melewati perjalanan yang cukup memakan waktu menuju sebuah gereja dengan interior klasik dimana ayah hera dan ibu hera menikah dulu. Ya, ini adalah salah satu permintaan hera. Ia ingin menikah di tempat yang sama dengan ayah dan ibunya. Mungkin hera memang tidak pernah bertemu dengan ibunya namun gadis itu begitu mengidolakan sosok itu di hatinya.

“Baek-ah, dalam pernikahanmu ini ada suatu hal yang berbeda. Ayah hera tidak akan mengantarkan hera menuju depan altar kepadamu tapi kaulah yang akan berjalan bersama dengan hera menuju altar” suara nyonya byun mengingatkan baekhyun setibanya keduanya di sebuah ruangan kecil di dalam gereja itu.

Alis baekhyun mengernyit bingung dan nyonya byun yang melihatnya tersenyum tipis sebelum kembali berujar. “Hera tidak ingin ia atau ayahnya menangis di hari bahagia ini. Bagaimanapun kau harus mengerti mereka hanya hidup berdua” jelas nyonya byun.

“Nah sekarang kau temuilah calon istrimu di ruangannya. Ia pasti telah menunggumu. Eomma percaya padamu baek-ah” kata nyonya byun kembali menepuk pundak baekhyun menginterupsi pemuda itu untuk segera beranjak menuju pintu yang menghubungkan ruangan ini dengan ruang tunggu mempelai wanita.

Baekhyun sama sekali tidak bersuara, ia hanya menunduk sopan pada ibunya sebelum merajut langkahnya perlahan menuju pintu di ujung ruangan tersebut.

Perlahan baekhyun membuka pintu itu dan segera setelahnya ia menemukan sosok hera tengah berdiri membelakanginya dengan gaun pengantin yang terurai panjang hingga menutupi mata kakinya.

Hera lantas berpaling saat derap langkah baekhyun terdengar jelas di telinganya. Senyumnya mengembang menghilangkan raut cemas yang sebelumnya memenuhi dirinya. Ya, sebelumnya hera takut jika mungkin saja baekhyun pergi dan tidak akan datang mengingat pemuda itu tiba begitu terlambat dari waktu acara yang telah di tentukan.

“Mari menikah” suara baekhyun berat. Pemuda itu mengulurkan tangannya meski dengan wajah yang terkesan tidak bersahabat. Tapi hera menyambutnya dengan bahagia, senyumnya lagi-lagi merekah di depan baekhyun.

Sejenak baekhyun larut dalam lamunannya. Tidak bisa di pungkirinya, hari ini tampilan hera begitu berbeda. Ia terlihat- cantik.

“Apa aku yakin dengan apa yang ku lakukan sekarang ?” Benak baekhyun berujar gelisah.

Lamunan baekhyun buyar saat dua orang wanita membuka pintu ruangan tersebut yang menandakan keduanya harus segera memasuki altar pernikahan. Lengan baekhyun bergerak mengambil lengan hera menuntun lengan kecil itu mengamit lengannya.
Hera sedikit tersentak akan perlakuan baekhyun yang bisa di katakan hanyalah sebuah perlakuan kecil namun begitu berarti bagi hera. Gadis itu menoleh menatap wajah datar baekhyun di sampingnya.

Keduanya berjalan beriringan menuju altar di saksikan beberapa undangan dari keluarga terdekat tuan byun serta tuan ji. Tuan ji begitu tersentuh saat melihat sang putri berjalan melewatinya.

Setelah selesai mengucapkan janji suci, keduanya kini berdiri saling berhadapan. Baekhyun menatap dingin hera yang tengah menunduk malu di depannya. Baekhyun tahu betul prosesi apa yang harus ia lakukan setelah ini, sekilas ia mengedarkan pandangan pada semua orang yang hadir.

Mata baekhyun kini tertuju pada ibunya di mana wanita itu tengah mendekap kedua tangannya dan mengepalkannya erat penuh permohonan di depan dada.

Baekhyun menghembuskan nafasnya berat. Ia lalu berangsur mendekat mempertipis jarak diantaranya dan hera. Baekhyun menggerakkan kepalanya ke sisi kiri wajah hera. Terlihat seperti ia akan mencium pipi gadis itu. Para undangan mengira mungkin baekhyun memang melakukannya tapi nyatanya pemuda itu hanya berbisik tepat di depan daun telinga hera.

“Jangan pernah berharap aku akan melakukan apa yang tengah kau dan orang lain pikirkan di tempat ini” bisik baekhyun lalu kembali menarik wajahnya. Dapat di lihatnya dengan jelas raut kecewa di wajah hera namun baekhyun tidak peduli.

Suara tepuk tangan meriah mengalihkan fokus baekhyun. Ia kembali menatap sang ibu yang sekarang terlihat tersenyum lega.

Setelah menyelesaikan upacara pernikahan dan resepsi di tempat yang sama. Sekarang baekhyun dan hera telah berada di kamar baekhyun. Ya, hera yang sejak beberapa jam lalu telah sah menjadi istri dari seorang byun baekhyun mengikuti suaminya itu tinggal bersama di kediaman keluarga byun.

Ayah hara telah kembali menuju perbatasan segera setelah acara berakhir. Sedih ? Tentu saja namun hera tidak begitu terlarut karena sekarang ia tidak lagi tinggal sendiri. Hera telah memiliki keluarga baru dan ia tidak akan membuat ayahnya khawatir akan hal itu lagi.

Hera tengah duduk di depan meja rias yang baru saja menghuni kamar baekhyun, gadis itu melepas aksesoris di kepalanya dengan canggung karena ya, baekhyun sedang berada di belakangnya, duduk diam di tepi tempat tidur dengan pandangan kosong menerawang.

“Ehem!” Canggung baekhyun membuka suaranya.

“Yak” panggil baekhyun menginterupsi kegiatan hera.

“Dengar baik-baik” suara baekhyun kembali setelah hera berpaling dan kini duduk menghadap padanya.ย  “Kita mungkin menikah. Tapi aku tidak menganggapmu sebagai istriku. Aku akan hidup sama seperti sebelumnya. Jangan coba-coba mengomel ataupun bersikap mengaturku” lanjut baekhyun dengan ekspersi angkuhnya.

“Apa kau paham ?”

Hera hanya diam, menunduk tanpa membuka suara.

“Aku bertanya padamu. Jawablah!” Suara baekhyun mulai meninggi.

“Kau amat menyebalkan. Sejak dulu kau memang menyebalkan. Tidak ada yang berubah. Tidak akan. Hehh” gumam baekhyun pelan namun dapat dengan jelas hera dengar.

“Kita sudah menikah. Sebagai seorang istri aku akan menuruti semua perkataanmu dengan begitu rumah tangga kita akan bertahan” jawab hera dengan nada pasti.

“Apa katamu ?ย  Omong kosong. Kau dapat dimana kalimat itu ?” Tanya baekhyun tidak suka akan jawaban hera.

“Ini adalah tempat tidurku, sejak dulu sampai sekarang tempat tidurku adalah milikku. Aku menempati seluruhnya” baekhyun berujar kemudian berbaring di tengah-tengah tempat tidur tanpa memberi tempat kosong sedikitpun.

Hera masih duduk diam di tempatnya, tatapan hera masih tidak lepas pada baekhyun yang kini telah memejamkan matanya rapat. Wajah gadis itu sedikit murung akan sikap baekhyun yang sama sekali tidak berubah walaupun mereka telah menikah.

Tapi hera tidak begitu memikirkannya asalkan sekarang ia bisa selalu bersama dengan baekhyun maka semua itu tidak ada artinya. Hera bangkit dan bergerak mendekati baekhyun yang telah terlelap dalam mimpinya.
Hera duduk meringsut di lantai keramik kamar baekhyun, memperhatikan wajah tidur baekhyun yang terlihat begitu damai. Sebuah senyum lantas terukir di bibir pink hera, ia kemudian berbaring di dinginnya lantai keramik. Perlahan mata lelah hera mulai tertutup menghilangkan sosok baekhyun yang sedari tadi menjadi pusat fokusnya dan beralih memasuki alam mimpi.

~

Malam berganti hari dan pagi ini hera bangun terlambat, kemarin adalah hari yang melelahkan baginya karena harus berdiri dengan memasang senyum dan menyapa setiap undangan yang memberikan ucapan selamat untuk pernikahannya.

Hera yang telah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian beranjak menuju dapur dimana semua anggota keluarga barunya telah berkumpul mengelilingi meja makan di ruang itu.

Nonya byun adalah orang pertama yang menyadari kehadiran hera, sembari tersenyum wanita itu melambaikan tangannya “hera-ya, kemarilah kita sarapan bersama” suara nyonya byun setelahnya.

Hera mengangguk canggung, bagaimanapun ia malu karena bangun terlambat di hari pertamanya tinggal sebagai anggota keluarga byun.

“Tidak. Tidak- kau tidak boleh duduk di sini” suara nyonya byun menginterupsi hera ketika ia akan duduk di kursi kosong di sebelah nyonya byun.

“Ini kursiku eonni, kursimu di sana” tunjuk dahyun setibanya ia dari meja pantri.

Hera menatap ragu kursi kosong di seberangnya yang berada tepat di sebelah baekhyun. Pemuda itu tengah menyantap sarapannya tanpa memperdulikan hera, ibunya dan dahyun.

“Duduklah hera-ya” suara tuan byun menyentaknya. Beberapa kali hera mengerjap sebelum akhirnya ia melangkah pelan dan duduk di sebelah baekhyun dengan kikuk.

Tuan dan nyonya byun serta dahyun memperhatikan gerakan canggung hera. Mereka tersenyum geli melihat tinggah kedua pengantin baru itu.

“Ini makanlah, kau harus mengisi tenagamu” suara nyonya byun menyodorkan roti panggang kepada hera.

Hera mengangguk sopan dengan senyum tipisnya lalu mulai menyantap sarapannya.

“Bagaimana hera-ya, apa kau tidur nyenyak ?” Tanya nyonya byun tiba-tiba.

“Ya ?” Jawab hera sedikit tersedak.

Nyonya byun tersenyum jahil. “Apa tubuhmu sakit ? Apa baekhyun kasar padamu ?” Lanjut nyonya byun dengan senyumnya sembari melirik baekhyun yang sepertinya sama sekali tidak terusik.

Hera terdiam. Gadis itu menghentikan aktifitas mengunyahnya. Kedua alisnya mengernyit bingung. “Ah tidak. Aku tidur dengan baik eo-mma” jawab hera polos.

“Eyyyy, eonni kau terlalu jujur” goda dahyun tersenyum jahil dan itu membuat nyonya dan tuan byun tidak lagi dapat menahan tawa geli mereka.

“Emmm bagaimana apa kalian sudah memiliki rencana bulan madu ?” Tanya nyonya byun lagi yang kali ini berhasil membuat baekhyun menghentikan aktifitas makannya.

“Kemarin eomma tidak mengatur acara bulan madu kalian karena takut jika itu tidak sesuai dengan keinginan kalian. Lagipula kalian masih libur sepertinya bulan madu adalah pilihan tepat untuk mengisi waktu libur kalian bukan ?” Kata nyonya byun panjang lebar.

Hera memasang wajah antusiasnya. Bagaimanapun ia begitu senang mendengar kata liburan. Ya, selama ini hera tidak pernah tahu bagaimana cara menghabiskan waktu liburnya selain berdiam di rumah.

“Tidak eomma, aku tidak bisa pergi jauh saat ini, lagipula hera juga harus menyiapkan diri untuk ujian masuk universitas” baekhyun akhirnya membuka suaranya.

Semua orang di meja makan itu menatap baekhyun tidak percaya. Tuan dan nyonya byun serta dahyun tidak percaya akan kalimat yang baru saja keluar dari mulut baekhyun. Sedangkan hera, gadis itu semula kecewa karena seperti biasanya ia sepertinya memang boleh merasakan apa itu liburan. Tapi rasa kecewa itu sirna saat hera menemukan sedikit makna peduli di akhir kalimat baekhyun.

“Uuuuuuu… oppa ternyata tipe suami yang begitu perhatian” dan dahyunlah yang akhirnya membuka suara untuk pertama kalinya membuat tuan dan nyonya byun kembali tersenyum sementara hera menunduk malu olehnya.

Ketiganya tertawa lepas, terlebih saat baekhyun menatap kesal pada mereka dan pergi meninggalkan meja makan.

TBC

Yeyyyyyy!!! baekhera udah sah (lagi).

Bebeb masih gamon kronis nih. Moga yang ngidap penyakit ini gak cuma bebeb ya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

๐Ÿ™ˆbebebaek_