It This Love ? – Chapter 6

by bebebaek_

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5

Main cast : Byun Baekhyun & Z.Hera.

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

-aku yang masih gamon berkelanjutan sama ini couple. Di ambil dari beberapa adegan drama moon lovers : scarlet heart ryeo dan di adaptasi ke zaman modern. Murni imajinasi aku ya, don’t plagiat. Bikin cerita itu susah!-

Happy reading

***

Baekhyun keluar dari kelasnya yang kini telah usai. Ia berdiri sejenak di depan pintu kelas saat sebuah senyum terlukis samar di bibirnya. Baekhyun beranjak berniat menyusul hera di kelasnya dan mengajak gadis itu untuk pulang bersama.

Langkah baekhyun terhenti. Tatapan mata pemuda itu menajam saat ia menemukan keberadaan hera yang tengah berbicara dengan seorang pemuda. Tidak hanya berbicara mereka bahkan tertawa bersama.

Tanpa di sadari oleh baekhyun kedua tangan di sisi tubuhnya mengepal erat sebelum akhirnya ia memutuskan untuk berbalik dan pergi.

“Apa itu, bukankah dia sudah berjanji untuk tidak- ckckc dasar”

“Tidak bisa di percaya”

“Yak! Pemuda itu bahkan tidak ada apa-apanya jika di bandingkan denganku”

“Hahh! Apa dia buta”

Baekhyun menendang kaleng kosong di depannya, mengakhiri segala gerutuan di dalam hatinya. Wajah baekhyun masih bertekuk saat ia membuka pintu rumahnya dan menutupnya asal.

Baekhyun tidak mengindahkan sapaan nyonya byun ketika ia melewati ruang tv dan terus saja berlalu menuju kamarnya.

Ceklek.

Hera membuka pintu kamarnya yang terlihat gelap tanpa satupun pencahayaan. Gadis itu beranjak menuju pojok dinding kemudian menekan sakelar lampu.

Semua lampu menyala mengusir gelap yang semula menghilangkan segala sesuatunya dari pandangan hera. Manik hera kini menangkap sosok baekhyun yang telah berbaring di atas tempat tidurnya.

Baekhyun tidak tidur. Hera tahu karena jelas sekali pemuda itu tengah memandang kosong dinding di depannya dengan mata terbuka. Hati kecil hera khawatir. Apa sesuatu yang buruk terjadi pada baekhyun ?. Ya, tadi setibanya ia di rumah nyonya byun sempat bertanya tentang sikap baekhyun yang terlihat berbeda saat ia pulang.

“Baek-ah” panggil hera pelan seraya bergerak mendekati baekhyun.

“Baek-ah, apa terjadi sesuatu-” hera menggantungkan kalimatnya ragu. Hera masih berdiri di sisi tubuh baekhyun. Tersirat jelas kilatan khawatir di bening matanya.

Tidak ada jawaban. Baekhyun masih diam tidak bergeming di tempatnya membuat hera semakin di landa kebingungan.

“Apa karenaku ?, apa aku membuat sebuah kesalahan ?, bukankah semalam- bahkan tadi pagi dia baik-baik saja ?” Batin hera bertanya.

“Apa kau sakit ?” Suara hera mengulurkan tangannya ingin memeriksa baekhyun.

Namun, belum juga lengan hera tiba baekhyun lebih dulu bangkit dan beranjak pergi meninggalkan hera dengan segala pertanyaan di benaknya.

Hari terus beganti dan selama empat hari sejak hari itu baekhyun dan hera tidak lagi bertegur sapa. Jarak yang semula di rasa hera telah mendekat baginya dan baekhyun kini terasa kembali menjauh. Ya, baekhyun menjauhinya.

Hera tidak tahu apa salahnya dan apa alasan baekhyun menghindarinya. Pemuda itu selalu mengunci bibirnya saat hera bersuara, bertanya dan menyapanya. Hera telah terlalu lelah berusaha mendekati baekhyun, meraih baekhyun untuk sekedar bisa seperti dulu.

Hera terus berjalan menyusuri lorong kampusnya dengan tatapan kosong dan pikiran yang tidak di tempatnya. Apa ia harus menyerah pada baekhyun ? Ya, mungkin memang tidak ada kesempatan untuknya. Hanya ia yang mencintai baekhyun dan tidak sebaliknya.

Bug!

Tubuh hera terhuyung saat seseorang menabraknya. Hera kembali pada pikirannya dan dengan gerakan refleksnya yang begitu baik gadis itu menemukan kembali keseimbangannya.

“Maaf- maafkan aku” suara seseorang sembari membungkuk di depan hera.

Hera tersenyum kikuk. “Ah. Tidak apa-apa, aku juga minta maaf, aku berjalan dengan pikiran melayang” jawab hera kemudian.

Gadis itu ikut tersenyum. “kau ?-“

“-hera ?” Suara gadis itu ragu-ragu ketika berhadapan dengan hera di depannya.

Kali ini balas hera yang memasang wajah bingungnya. Seingatnya iya tidak pernah bertemu dengan gadis di depannya ini sebelumnya.

“Kau hera, istri baekhyun bukan ?” Tanya gadis itu lagi kali ini dengan senyum manisnya.

“E-eoh” hera mengangguk enggan.

“Ah- perkenalkan aku suzy teman kolaborasi baekhyun” suara gadis itu mengulurkan lengannya.
Hera menyambut uluran tangan suzy sembari ber ah ria. Manik hera meneliti gadis di depannya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Cantik. Ya, ia memang cantik. Wajar saja baekhyun-“

“Ternyata benar apa yang baekhyun katakan istrinya memang begitu manis” suzy kembali bersuara setelah ia menarik kembali lengannya.

“E-oh ?” Kejut hera. Ya, ia tengah sibuk dengan pikirannya saat suzy ? Apa dia tidak salah dengar. Hera kembali menatap suzy penuh tanya.

Suzy yang mengerti arti dari tatapan hera kepadanya kembali tersenyum. “Akhir-akhir ini baekhyun sering menceritakan tentang istrinya kepadaku. Aku bahkan tidak percaya jika ia benar-benar telah menikah dan ah- beberapa minggu yang lalu ia sempat memperlihatkan foto pernikahan kalian. Karena itulah aku bisa mengenalimu” jelas suzy kemudian.

“Ahh-” hera hanya dapat ber ah ria. Ia tidak tahu harus berkata apa karena sejujurnya hera bahkan tidak percaya akan apa yang di katakan suzy ? Benarkah baekhyun-

“Sepertinya baekhyun begitu mencintaimu. Dia selalu tersenyum bahagia saat menceritakanmu” lanjut suzy semakin membuat hera diam dalam ketidak percayaannya.

“-Aku harus pergi. Aku sudah terlambat masuk kelas” kata suzy lagi setelah melirik jam tangan yang melingkar di lengan kirinya.

Hera hanya mengangguk pelan. Ia masih belum sadar sepenuhnya.

“Kalau begitu sampai jumpa” pamit suzy sebelum ia berlalu dengan senyum yang tidak pernah hilang dari bibir merahnya.

Beberapa menit berlalu namun hera masih terdiam di tempatnya, pikiran hera terus berkecamuk. Hera masih tidak percaya jika baekhyun- pemuda itu bercerita tentangnya kepada suzy. Gadis yang dengan terang-terangan di sukai baekhyun. Tapi hera juga tidak bisa menahan kebahagiaannya akan hal ini. Apa baekhyun telah menerimanya ? Atau mungkinkah baekhyun juga menyukainya ?.

Hera kemudian tersenyum lebar. Gadis itu tidak lagi bisa menahan bahagianya. Hera berlalu mengambil langkah dengan sedikit berlari meninggalkan kampus. Hera ingin bertemu baekhyun. Ya, ia ingin melihat pemuda itu sekarang.

Hera membuka pintu kamarnya dengan tidak sabaran. Senyum di bibirnya semakin merekah kala ia menemukan sosok baekhyun yang tengah berdiri di depan jendela kamar mereka. Dengan cepat hera berlari dan berakhir dengan mendekap punggung baekhyun erat.

Baekhyun tersentak. Pemuda itu terkejut akan pelukan hera yang tiba-tiba. Baekhyun mengerjap salah tingkah saat di rasanya pelukan hera semakin erat.

“Yak, kau. Apa-“

“Terima kasih” potong hera tidak membiarkan baekhyun menyelesaikan kalimatnya.

Baekhyun mengangkat lengannya ingin melepaskan diri dari pelukan hera saat hera kembali mendekapnya erat.

“Sebentar lagi. Ku mohon tetap seperti ini sebentar lagi” suara hera membenamkan wajahnya di punggung hangat baekhyun.

Baekhyun menurut. Ia tetap diam membiarkan hera memeluknya. Hati baekhyun menghangat karenanya.

Baekhyun tersenyum tipis. Ia bahkan lupa jika ia tengah mendiamkan gadis yang masih memeluknya itu.

“Apa sesuatu yang baik terjadi padamu ?” Suara baekhyun lembut dan itu membuat hera kembali mengukir senyumnya. Ya, hera akhirnya dapat mendengar kembali suara itu.

Hera mengangguk di punggung baekhyun. “Kau adalah satu-satunya hal terbaik dalam hidupku” suara hera pelan namun dapat di dengar baekhyun dengan jelas.

Baekhyun mengernyitkan kedua alisnya. Lengannya mengambil lengan hera yang melingkar di depan perutnya. Baekhyun berbalik membuat keduanya berdiri saling berhadapan.

“Maksudmu-” baekhyun menatap hera penuh tanya. Pemuda itu nampak begitu serius berbeda jauh dengan hera yang kini tersenyum semakin lebar.

“Eoh! Baek-ah kau sudah berhenti puasa bicara ?” Celetuk gadis itu merusak suasana. Tatapannya seketika berkilat mengingat beberapa hari terakhir baekhyun selalu menghindarinya.

Baekhyun tersadar. Gelagapan pemuda itu melepas segera lengan hera yang sebelumnya ia genggam. “S-siapa bilang aku puasa bicara!?” Suara baekhyun gugup namun ia berusaha menekannya.
“Kau- bukankah beberapa hari ini kau puasa bicara ? Karena itu kau tidak bicara pada siapapun. Tidak menjawab sapaan siapapun dan selalu pergi jika di tanya siapapun” jelas hera pada keyakinannya.

“Bodoh. Itu bukan karena puasa bicara tapi karena aku marah padamu” gumam baekhyun pelan.

“Marah padaku ?” Tanya hera yang mendengar gumaman pelan baekhyun.

“Eoh! Kau sudah melanggar janjimu. Yak! Setidaknya tidak perlu berjanji jika kau tidak bisa menepatinya” suara baekhyun kembali meninggi.

“Janji ? Aku tidak melanggar janji apapun” elak hera polos karena ya, ia tidak merasa telah melakukan sebuah kesalahan.

“Eohhh kau ingin mengelak. Ckck, kau tidak bisa mengelak karena aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Jelas sekali kau berbicara dengan seorang pemuda. Kalian bahkan tertawa bersama. Apa itu menyenangkan ?” Kata baekhyun membuat hera sedikit mengerti mengapa pemuda itu diam berhari-hari.

“Kau tidak bisa mengelak bukan ? Kau ingat kau pernah bejanji padaku jika kau-“

“Aku tidak akan memeluk sembarang pria selain kau dan appa” potong hera melanjutkan kaliamat yang akan baekhyun katakan. “Tapi itu memeluk baek-ah bukan berbicara dan tertawa” lanjut hera polos.

Baekhyun terdiam. Ia menelan saliva samar sekedar untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak mengering. Mengapa ia lupa akan isi janji itu. Baekhyun merutuki kebodohannya dalam hati.

“Itu sama saja! Apapun yang berhubungan tentang pemuda lain kau tidak-“

“Baiklah. Aku berjanji” potong hera lagi dengan senyum manisnya.

Baekhyun kembali terdiam. Untuk beberapa detik ia terjebak dalam manik bening hera yang mampu mengunci tatapannya.

“Itu- tadi pelukan- mengapa ?”

Hera tersenyum samar. Ia lalu mendekati baekhyun dan kembali memeluk pemuda itu. “Karena aku ingin memeluk pria lain yang bisa aku peluk” suara hera setelahnya.

Baekhyun mengulum senyumnya. Perlahan lengannya terangkat mengelus pundak hera membalas pelukan gadis yang entah sejak kapan selalu menjadi pusat pikirannya.

~

Baekhyun mengerjapkan bola matanya kala sinar matahari menyapa kulitnya. Perlahan baekhyun membuka matanya dan menggeliat sebelum kemudian ia bangkit duduk di atas tempat tidurnya.

Baekhyun menoleh dan menatap lekat hera yang tengah sibuk memasukkan beberapa pakaian ke dalam tas ranselnya.

“Eoh. Kau sudah bangun ?” Tanya hera kepada baekhyun.

“Kau mau kemana di pagi minggu begini ?” Tanya baekhyun bangkit dan mendekati hera.

“Aku ingin pergi berenang. Bolehkan ?”

“Berenang ?”

“Ya, aku ingin belajar berenang bersama teman-temanku. Kau mengizinkanku kan ?” Tuntut hera meminta izin.

Baekhyun tidak menjawab. Ia terdiam beberapa saat. Sekilas bayangan teman-teman hera terlintas di benaknya. Jisoo, minseok, jongdae dan pemuda waktu itu-

“Baek-ah” panggil hera menyadarkan baekhyun dari lamunanya.

“Aku pergi eoh ?” Kata hera siap dengan ransel di punggungnya.

“Tunggu” suara baekhyun menginterupsi keinginan hera untuk melangkah. Hera berpaling menatap baekhyun dengan senyum yang masih setia bertengger di bibir pink miliknya.
“Aku akan ikut” lanjut baekhyun kemudian sukses membuat hera membuka mulutnya tidak percaya.

“-Kau yakin ?” Tanya hera kemudian.

“Eoh” jawab baekhyun mantap.

“Tapi- jika nanti teman-temanku tau tentang hubungan kita bagaimana ? Bukankah kau tidak ingin pernikahan kita di ketahui-“

“Kata siapa ? Kapan aku bilang aku tidak ingin pernikahan kita di ketahui. Aku tidak pernah berbicara seperti itu, lagi pula bukankah mereka sudah mengetahuinya” Potong baekhyun cepat.

“Sstmmm tapi ku rasa kau pernah-“

“Tidak. Ayo kita pergi” potong baekhyun mengambil lengan hera.

Suanasa seketika menghening saat baekhyun dan hera tiba di kediaman hana, teman hera dimana di rumah hanalah mereka sepakat untuk berkumpul dan berenang bersama.

Hana tertegun menatap baekhyun yang berdiri di samping hera dengan ekspresi seolah tidak ada hal apapun yang mengganggunya.

“Hera sudah datang ?” Suara salah satu dari dua gadis lain yang baru saja keluar dan berdiri tepat di belakang hana.
“Hera-ya, eoh baekhyun sunbae-?” Suara gadis lainnya memelan saat menyadari kehadiran baekhyun.

“Hemm. Hai, jieun-ah, kijoo-ah” suara hera menyapa canggung.

Tidak ada yang bersuara. Semuanya terdiam  dan menatap hera dengan tatapan meminta penjelasan. Sementara hera hanya bisa menyunggingkan senyumnya.

Hana yang tidak lagi tahan akan situasi canggung itu lalu menarik lengan hera membawa gadis itu masuk meninggalkan baekhyun di tempatnya.

“Yak- kau kenal dengan baekhyun sunbae ?” Tanya hana pelan setibanya keduanya di kamar hana.

“Ahh itu-” hera lalu menjelaskan segalanya, status dan mengapa baekhyun bisa ikut dengannya.

“Apa! kau istrinya!” Pekik hana saat tahu hubungan hera dan baekhyun yang sebenarnya. Gadis itu bahkan menutup mulut dengan kedua tangan untuk meredam suaranya.

“Tapi hera-ya, walaupun kalian suami istri, emmm bagaimana aku mengatakannya. Maaf hera-ya, ku rasa kau harus membawa pulang suamimu. Kita di sini berenang dan belajar berenang hanya untuk sesama perempuan. Maksudku-“

“Ya aku mengerti” potong hera mengerti. Hera tersenyum menatap hana yang menunjukkan rasa penyeselannya. Hera mengerti lalu ia beranjak keluar menghampiri baekhyun.

Sepanjang jalan setelah hera dan baekhyun keluar dari rumah hana, keduanya berjalan berdampingan. Tidak ada yang membuka suara. Hera terus melangkah gontai dengan wajah lesunya, sesekali hera bahkan menghela nafasnya berat.

Baekhyun tahu hera pasti begitu ingin berenang bersama teman-temannya. Baekhyun merasa bersalah. Ia terus saja memperhatikan hera menatap gadis itu dan ragu-ragu ingin membuka suaranya.

“Aishhh ini pasti karenaku. Tapi- heyy tidak. Ini bukan penenuhnya salahku. Ia sama sekali tidak mengakatan jika acara itu hanya untuk para gadis” suara baekhyun dalam hati.

“Eummm- ya, kau marah padaku ?” Kata baekhyun membuka suara yang di tanggapi hera hanya dengan gelengan lemah.

“Yak, ini bukan salahku. Sebelumnya kau tidak bilang jika teman-teman yang kau maksud-“

“Ya, ini salahku” sahut hera lemah.

“Lalu mengapa kau murung seperti itu. Kita bisa pergi ke tempat lain. Bagaiamana ? Kau ingin jalan-jalan ?” Usul baekhyun dengan senyumnya.

Hera lagi-lagi menggeleng pelan. “Tidak. Aku tidak ingin pergi kemana-mana. Ayo pulang”

Baekhyun menghentikan langkahnya dan terdiam sesaat menatap punggung gontai hera yang sekarang berjalan mendahuluinya.

“Apa kau benar-benar ingin berenang ?” Tanya baekhyun membuat hera menghentikan langkahnya dan berbalik menengok pemuda itu.

Kali ini bukan sebuah gelengan yang hera berikan sebagai jawabannya. Gadis itu mengangguk pelan membenarkan pertanyaan baekhyun.

“Kenapa ? maksudku-” baekhyun menggantungkan kalimatnya. Ia kemudian mengambil langkah menghampiri hera hingga keduanya berdiri saling berhadapan.

“Jangan katakan jika kau- tidak bisa berenang” lanjut baekhyun setelahnya.

Hera kembali mengangguk, ia bahkan menenggelamkan wajahnya rendah. Entahlah, hera rasa suasana hatinya begitu sensitif hari ini.

“Aneh. Bukankah di rumahmu ada kolam renang besar ?” Tanya baekhyun dengan alis berkerut.

“Ya, appa memang membuatnya untuk mengajariku berenang tapi dari ku kecil hingga sekarang appa tidak memiliki waktu untuk mengajariku” jawab hera semakin menunduk dalam.

Baekhyun menatap hera yang masih tertunduk dengan perasaan bercampur aduk lalu hati baekhyun menuntun lengannya untuk bergerak menyentuh pundak hera lembut membuat sang gadis mendongak. Manik keduanya bertemu dan tatapan teduh baekhyun mampu mengunci manik hera untuk tidak berkedip beberapa saat.

“Kalau begitu ayo kita ke rumahmu, aku akan mengajarimu berenang” kata baekhyun masih dengan senyum hangatnya.

~

Sudah beberapa menit sejak keduanya tiba di kediaman hera dan ayahnya. Baekhyun dan hera telah berada di dalam kolam renang. Baekhyun terus saja mengoceh berbagai teknik dan cara bagaimana hera harus memposisikan tubuh dan gerakannya untuk belajar berenang.

“Kau mengerti ?” Tanya baekhyun di akhir kalimatnya.
Hera mengangguk ragu.

“Cobalah, aku akan mengawasimu” lanjut baekhyun sembari mengulurkan tangannya dan hera menyambutnya. Dengan tangan hera yang mencengkram kuat tangan baekhyun hera berusaha keras menyeimbangkan tubuhnya agar dapat mengapung di dalam air.

Beberapa menit kembali berlalu. Sedikit demi sedikit hera mulai bisa menguasai apa yang sebelumnya di ajarkan baekhyun.

Baekhyun tersenyum bangga. Keduanya berdiri saling berhadapan di salah satu sisi kolam renang. Lalu baekhyun beranjak berenang meninggalkan hera dan berpindah ke sisi lain di seberang hera yang masih tetap di tempatnya.

“Ke sinilah” ujar baekhyun melambaikan tangannya antusias.

Hera mengernyit ragu. Bagaimanapun ia masih merasa tidak yakin bisa berenang menghampiri baekhyun di seberang sana tanpa pengawasannya di sisi hera.

“Ke sini. Aku akan mengawasimu” suara baekhyun meyakinkan.

Hera tersenyum samar. Ia akhirnya menyelam dan berenang menghampiri baekhyun setelah mengambil nafasnya dalam.

Hera telah melewati lebih dari setengah kolam saat baekhyun mengawasi keseimbangan tubuh gadis itu tidak lagi stabil. Secepat kilat baekhyun menyelam menghampiri hera yang terlihat akan tenggelam.

Baekhyun mencengram bahu hera kuat. Membawa gadis itu muncul ke permukaan dengan wajah khawatirnya. Hera nampak terengah mengambil nafas banyak-banyak sementara baekhyun terus memperhatikannya.

Hera mendongak saat di rasanya nafasnya telah kembali teratur. Namun, hera kembali membatu saat mengetahui jarak di antara keduanya begitu dekat. Hera bahkan dapat merasakan deru nafas baekhyun menyapa kulit wajah dinginnya.

Baekhyun yang beberapa saat lalu juga membatu terkunci akan tatapan manik hera tersentak. Gelagapan pemuda itu mengalihkan pandangannya namun itu tidak berlangsung lama, entahlah baekhyun tidak bisa mengabaikan kondisi keduanya. Manik baekhyun kembali menatap hera, dengan gerakan canggung dan salah tingkah, ragu-ragu baekhyun menggerakkan kepalanya sedikit demi sedikit memangkas jarak untuk semakin dekat.

Hera tidak tahan dengan situasi tidak mengenakkan diantara keduanya jantungnya terlalu berdebar tidak karuan. Hera menoleh tepat saat sedikit jarak tersisa di antaranya dan baekhyun.

Baekhyun mengerjap canggung sembari menarik kembali wajahnya, pemuda itu juga melepaskan cengkramannya di pundak hera. Keduanya masih di selimuti kecanggungan saat hera beranjak dan bersuara “sepertinya cukup untuk hari ini, aku akan membersihkan diri” ucap hera tanpa menatap baekhyun.

~

Hera keluar dari kamarnya dan menghampiri baekhyun yang menonton tv di ruang tengah. Baekhyun menoleh saat menyadari kehadiran hera. Ia tersenyum canggung kepada hera saat gadis itu duduk di sampingnya.

Baekhyun masih tidak bisa melupakan kejadian beberapa jam yang lalu, ia tidak tahu harus membuka suara apa untuk menghilangkan kecanggungan diantara keduanya.

Hera tengah sibuk dengan tas ranselnya saat baekhyun mencuri-curi pandang kepadanya. Baekhyun akhirnya menghembuskan nafasnya berat menyerah karena ia sama sekali tidak tahu harus berkata apa.

“Apa tuan muda dan nona akan pulang sekang ?” Suara seorang wanita paruh baya akhirnya memecah keheningan di antara hera dan baekhyun.

“Eoh. Bibi jung!” Seru hera antusias. Ia tersenyum berbinar saat mengetahui kehadiran wanita yang telah merawatnya sejak kecil itu.

“Ya, kami akan pulang” lanjut hera sembari menghambur menghampiri bibi jung.

“Makan malam lah dulu sebelum kalian pulang” tawar bibi jung penuh harap.

“Eumm- itu” hera menatap baekhyun bertanya dan senyum bahagia itu muncul saat baekhyun yang mengerti arti tatapan hera mengiyakannya dengan senyum menawannya. Hera lalu mengangguk antusias kepada bibi jung.

“Kalau begitu tunggulah sebentar, bibi akan menyiapkannya untuk kalian” lanjut bibi jung akan beranjak menuju dapur. Namun belum juga langkah bibi jung di mulai hera lebih dulu menginterupsinya.

“Aku akan ikut” suara hera mengamit lengan bibi jung. Lalu keduanya pergi bersama.
Hera mengangguk ragu.

“Cobalah, aku akan mengawasimu” lanjut baekhyun sembari mengulurkan tangannya dan hera menyambutnya. Dengan tangan hera yang mencengkram kuat tangan baekhyun hera berusaha keras menyeimbangkan tubuhnya agar dapat mengapung di dalam air.

Beberapa menit kembali berlalu. Sedikit demi sedikit hera mulai bisa menguasai apa yang sebelumnya di ajarkan baekhyun.

Baekhyun tersenyum bangga. Keduanya berdiri saling berhadapan di salah satu sisi kolam renang. Lalu baekhyun beranjak berenang meninggalkan hera dan berpindah ke sisi lain di seberang hera yang masih tetap di tempatnya.

“Ke sinilah” ujar baekhyun melambaikan tangannya antusias.

Hera mengernyit ragu. Bagaimanapun ia masih merasa tidak yakin bisa berenang menghampiri baekhyun di seberang sana tanpa pengawasannya di sisi hera.

“Ke sini. Aku akan mengawasimu” suara baekhyun meyakinkan.

Hera tersenyum samar. Ia akhirnya menyelam dan berenang menghampiri baekhyun setelah mengambil nafasnya dalam.

Hera telah melewati lebih dari setengah kolam saat baekhyun mengawasi keseimbangan tubuh gadis itu tidak lagi stabil. Secepat kilat baekhyun menyelam menghampiri hera yang terlihat akan tenggelam.

Baekhyun mencengram bahu hera kuat. Membawa gadis itu muncul ke permukaan dengan wajah khawatirnya. Hera nampak terengah mengambil nafas banyak-banyak sementara baekhyun terus memperhatikannya.

Hera mendongak saat di rasanya nafasnya telah kembali teratur. Namun, hera kembali membatu saat mengetahui jarak di antara keduanya begitu dekat. Hera bahkan dapat merasakan deru nafas baekhyun menyapa kulit wajah dinginnya.

Baekhyun yang beberapa saat lalu juga membatu terkunci akan tatapan manik hera tersentak. Gelagapan pemuda itu mengalihkan pandangannya namun itu tidak berlangsung lama, entahlah baekhyun tidak bisa mengabaikan kondisi keduanya. Manik baekhyun kembali menatap hera, dengan gerakan canggung dan salah tingkah, ragu-ragu baekhyun menggerakkan kepalanya sedikit demi sedikit memangkas jarak untuk semakin dekat.

Hera tidak tahan dengan situasi tidak mengenakkan diantara keduanya jantungnya terlalu berdebar tidak karuan. Hera menoleh tepat saat sedikit jarak tersisa di antaranya dan baekhyun.

Baekhyun mengerjap canggung sembari menarik kembali wajahnya, pemuda itu juga melepaskan cengkramannya di pundak hera. Keduanya masih di selimuti kecanggungan saat hera beranjak dan bersuara “sepertinya cukup untuk hari ini, aku akan membersihkan diri” ucap hera tanpa menatap baekhyun.

~

Hera keluar dari kamarnya dan menghampiri baekhyun yang menonton tv di ruang tengah. Baekhyun menoleh saat menyadari kehadiran hera. Ia tersenyum canggung kepada hera saat gadis itu duduk di sampingnya.

Baekhyun masih tidak bisa melupakan kejadian beberapa jam yang lalu, ia tidak tahu harus membuka suara apa untuk menghilangkan kecanggungan diantara keduanya.

Hera tengah sibuk dengan tas ranselnya saat baekhyun mencuri-curi pandang kepadanya. Baekhyun akhirnya menghembuskan nafasnya berat menyerah karena ia sama sekali tidak tahu harus berkata apa.

“Apa tuan muda dan nona akan pulang sekang ?” Suara seorang wanita paruh baya akhirnya memecah keheningan di antara hera dan baekhyun.

“Eoh. Bibi jung!” Seru hera antusias. Ia tersenyum berbinar saat mengetahui kehadiran wanita yang telah merawatnya sejak kecil itu.

“Ya, kami akan pulang” lanjut hera sembari menghambur menghampiri bibi jung.

“Makan malam lah dulu sebelum kalian pulang” tawar bibi jung penuh harap.

“Eumm- itu” hera menatap baekhyun bertanya dan senyum bahagia itu muncul saat baekhyun yang mengerti arti tatapan hera mengiyakannya dengan senyum menawannya. Hera lalu mengangguk antusias kepada bibi jung.

“Kalau begitu tunggulah sebentar, bibi akan menyiapkannya untuk kalian” lanjut bibi jung akan beranjak menuju dapur. Namun belum juga langkah bibi jung di mulai hera lebih dulu menginterupsinya.

“Aku akan ikut” suara hera mengamit lengan bibi jung. Lalu keduanya pergi bersama.
Hera melangkah cepat memasuki ruang tengah untuk memanggil baekhyun mengajak pemuda itu beranjak menuju ruang makan dimana segalanya telah tersaji di siapkan olehnya dan bibi jung.

“Baek-ah, ayo mak- ouchh!” Kalimat hera tidak selesai. Ia meringis kesakitan karena tanpa sengaja kakinya menabrak ujung meja di depan sofa.

“Yak! Kau tidak apa-apa ?” Tanya baekhyun melihat hera.

“-kakimu berdarah” lanjut pemuda itu setelah mendapati lutut hera mengeluarkan cairan berwarna merah itu.

Baekhyun menghampiri hera menuntunnya untuk duduk di atas sofa. “Tunggu. Aku akan mengambil kotak obat” ujar pemuda itu setelahnya.

Tidak lama baekhyun kembali dengan membawa kotak berwarna putih di salah satu tangannya. Dengan telaten pemuda itu membuka dan mulai mengobati luka hera.

Hera meringis pelan merasakan perih di lukanya sebagai efek dari desinfektan yang di oleskan baekhyun di lukanya.

“Tahan sedikit. Ini tidak akan meninggalkan bekas luka” kata baekhyun di tengah kegiatannya mengobati luka hera.

“Kenapa kau begitu ceroboh. Lain kali berhati-hatilah, seorang gadis cantik tidak boleh memiliki luka di kakinya” lanjut baekhyun tanpa mengalihkan fokusnya.

Hera terdiam. Gadis itu merasa dejavu. Memori itu kembali terlintas di benaknya. Seorang pemuda kecil bergegas mencari kotak obat di ranselnya dan membantu mengobati hera kecil yang kakinya terluka karena terjatuh di taman bermain.

“Selesai” kata baekhyun membuyarkan lamunan hera. Hera menatap baekhyun dalam. Tatapan yang beribu kali membuat jantung baekhyun berdegup lebih kencang.

Baekhyun ikut terdiam. Sejurus kemudian logikanya menemukan alasan mengapa hera menatapnya seperti itu.

“Ah- itu, aku tidak bermaksud-” kata baekhyun gelagapan menyangkal kalimatnya terdahulu.

“Gadis cantik, kau- bukan- ey, bagaimanapun bekas luka tid-” kalimat baekhyun terpotong oleh lembut benda yang kini menempel sempurna di permukaan bibirnya. Bola mata baekhyun membola, otaknya seakan lumpuh tidak bisa berpikir apapun. Baekhyun begitu terkejut akan tindakan hera.

Sementara itu hera yang semula memejamkan matanya, membuka kedua matanya cepat kala kesadaran kembali merasuki pikirannya. Segera hera melepaskan tautannya. Hera tidak percaya akan apa yang telah ia lakukan. Gadis itu menatap baekhyun yang masih mematung di depannya.

Hera tidak tahan untuk melihat baekhyun lebih lama lagi, lengan gadis itu menyentuh bibirnya lalu dengan langkah tergesa hera beranjak meninggalkan baekhyun yang belum juga terdasar dalam keterkejutannya.

“Ouch! Apa yang ku lakukan”

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s