Is This Love ? – Chapter 5

by bebebaek_
Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4

Main cast : Byun Baekhyun & Z.Hera.

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

-aku yang masih gamon berkelanjutan sama ini couple. Di ambil dari beberapa adegan drama moon lovers : scarlet heart ryeo dan di adaptasi ke zaman modern. Murni imajinasi aku ya, don’t plagiat. Bikin cerita itu susah!-

Happy reading

***
Hera menggeliat kecil saat sinar matahari menelusup mengusik tidurnya. Gadis itu membuka matanya perlahan mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya ia terdiam mematung. Bola mata hera membulat sempurna saat kini maniknya terpaku pada wajah damai baekhyun yang masih terlelap di sampingnya.

Perlahan hera menaikkan lengannya ingin menyentuh wajah baekhyun. Ragu-ragu ia menggantungkan tangannya di udara saat kedua kelopak mata baekhyun bergerak menandakan pemuda itu telah kembali dari alam mimpinya.

Dengan cepat hera menarik kembali lengannya. Hera kembali memejamkan matanya tepat sebelum baekhyun membuka matanya.

Tidak jauh berbeda dari apa yang terjadi kepada hera sebelumnya. Saat ini baekhyun tengah menikmati pemandangan yang baru pertama kali ini ia lihat. Pemandangan yang begitu indah tepat di depan matanya ketika ia baru saja membuka mata.

Tidak pernah baekhyun sadari jika hera ternyata begitu manis saat kedua matanya tertutup seperti saat ini.

Hening. Hanya ada deburan ombak dan deru angin yang menjadi satu-satunya sumber suara yang menghiasi ruang kamar. Baekhyun masih betah memandangi wajah hera yang entahlah, menurutnya gadis itu terlihat berbeda pagi hari ini.

Sementara keheningan masih menyelimuti kamar hotel yang keduanya tempati. Hera yang sedari tadi kembali menutup matanya tidak juga merasakan gerakan dari baekhyun di sisinya.

“Apa mungkin baekhyun kembali terlelap ? Atau ia sama sekali belum bangun” benak hera lalu perlahan ia membuka kembali matanya.

Dua pasang mata itu akhirnya bertemu. Dengan ekspresi sama-sama terkejut, baik baekhyun maupun hera terdiam, bisu dan membatu di tempatnya.

Baekhyunlah akhirnya orang pertama yang memutuskan kontak mata keduanya. Ia tidak tahan. Sungguh jika saja ia tidak segera memalingkan wajahnya mungkin sekarang jantung baekhyun telah meledak karena ya, tepat saat manik bening itu menatapnya seolah tatapan itu memerintah setiap aliran darah baekhyun dan memompanya begitu kuat hingga jantungnya berdegup begitu cepat.

Baekhyun berbalik mengubah posisi tubuhnya menjadi telentang dan meletakkan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang terasa memanas. Baekhyun merutuki tindakannya karena telah begitu terhanyut akan wajah damai hera namun sejurus kemudian senyum simpul merekah di bibir tipis pemuda itu.

“Ehem!” Baekhyun berdehem memecah suasana hening dan kecanggungan di antara mereka.

“Bersiap-siaplah kita akan pergi ke perkebunan jeruk hari ini” suara baekhyun sebelum ia pergi menuju kamar mandi dengan langkah terburu-buru.

“Manis” suara hera di sela aktifitas mengunyahnya. Hera dan baekhyun berjalan berdampingan menyusuri kebun jeruk bersama. Entah sudah berapa jam mereka berada di sana, memetik dan sesekali mencicipi jeruk yang menjadi salah satu kebanggaan pulau jeju itu.

“Tentu saja. Kau tau aku begitu pandai dalam memilih jeruk mana yang manis dan yang tidak” jawab baekhyun membanggakan dirinya.

“Eum” hera mengangguk antusias. “Kau memang hebat. Jeruk pilihan baekhyun selalu memiliki rasa manis” lanjut hera dan itu berhasil menerbitkan senyum baekhyun.

“Tapi- apa ini cukup untuk kita bawa pulang”  kata hera sembari menilik keranjang berisi jeruk hasil petikan mereka.

“Cukup. Dan harus cukup. Lagi pula membawa jeruk terlalu banyak akan menyusahkan” jawab baekhyun sembari membalas tatapan hera padanya.

Keduanya telah keluar dari area perkebunan jeruk saat baekhyun menatap pada langit yang mulai menjingga.

“Mau melihat sunset ?” Tawar baekhyun dengan senyumnya.

Belum sempat hera mengangguk untuk sekedar memberi jawaban. Tangan hera telah di raih baekhyun untuk mengikuti langkah lebarnya.

“Woahhh!” Seru hera sesaat setelah keduanya menghentikan langkah. Mata hera menatap takjub pada hamparan luas laut biru di depannya.

Indah. Sangat indah. Baekhyun menurunkan pandangannya beralih pada hera yang masih berdiri di sampingnya. Senyum baekhyun kembali terukir saat mendapati hera menutup matanya menikmati semilir angin menyapa kulit wajahnya.
“Kau tidak kedinginan ?” Tanya baekhyun setelah beberapa menit mereka berdiri di tempat.

Hera menggeleng pelan. “Apa kita benar-benar akan melihat sunset ?” Tanya hera kemudian.

“Ya”

“Di sini ?” Tanya hera lagi dengan mata berbinarnya.

“Eum” angguk baekhyun memastikan.

“Woah! Daebak! Aku benar-benar akan melihat sunset. Nghhhe” kata hera antusias.

“Yak, kau hanya akan melihat sunset. Mengapa berlebihan seperti ini ? Apa kau tidak pernah melihatnya ?” kata baekhyun kemudian.

“Ya, aku memang tidak pernah melihatnya” respon hera lemah dan itu membuat baekhyun menatapnya tidak percaya namun juga merasa bersalah.

“Ahh aku-”

“Tidak apa-apa, lagi pula kita akan melihatnya” potong hera kembali cerita.

“Kemarilah” kata baekhyun sebelum ia kembali meraih lengan hera dan membawa gadis itu duduk di atas pasir putih. Keduanya duduk saling berdampingan, menatap langit sore menunggu sang raja hari kembali keperaduannya.

“Baek-ah, apa kita tidak bisa bermain air ?” Tanya hera dengan wajah polosnya.

“Tidak. Sekarang musim dingin. Kau bisa membeku jika menyentuh air. Lagi pula sekarang berangin berbahaya jika kita bermain di pantai dan kau- kau lupa kau terkena demam semalam” jawab baekhyun berujar serius.

Hera diam, tidak membantah baekhyun sama sekali. Keduanya kembali di landa keheningan beberapa saat sebelum-

“Ahh ini -untukmu” kata hera membuka suaranya kembali setelah ia mengambil sesuatu di dalam tas kecilnya dan menyodorkannya kepada baekhyun.

Alis baekhyun mengernyit saat hera menyodorkan sebuah pulpen kepadanya.

“Tadi sebelum kita pergi ke kebun jeruk, aku melihatnya di sebuah toko di pinggir jalan. Ini indah pulau jeju terlukis seutuhnya di badan pulpen ini. Dan- baekhyun suka menulis lagu baik itu musik ataupun lirik” hera memberi jeda pada kalimatnya dan menyempatkan diri untuk melirik baekhyun sesaat.

“Setelah ini kau bisa menggunakannya. Ku- harap” lanjut hera lemah.

Baekhyun meraih pulpen tersebut. “Bagus” suara pemuda itu menatap pulpen di tangannya.

Hera tidak bisa menahan senyumnya kala baekhyun berujar memuji pulpen pemberiannya. Gadis itu mengalihkan pandangannya kembali pada ujung lautan di mana matahari telah mulai turun.

“Hera-” panggil baekhyun membuat sang empunya nama meneloh kepadanya.

Bola mata hera menatap terkejut saat baekhyun mengangkat satu lengannya ke udara membiarkan sebuah gantungan kunci teddy bear terselip di jari-jemarinya.

“Kau begitu menginginkannya bukan ?” Kata baekhyun menyerahkan gantungan kunci tersebut di atas telapak tangan hera.

“Bagaimana kau tahu ?” Tanya hera tidak percaya.

“Siapa yang tidak tahu. Kau menatapnya penuh minat kemarin” jawab baekhyun kembali meluruskan kepalanya dan tersenyum tipis.

Hera masih menatap baekhyun. “Terima kasih” suaranya pelan membuat baekhyun kembali menoleh padanya.

“Eoh ?” Suara hera saat baekhyun menunjukkan jari telunjuknya ke depan. Hera menurut. Ia menoleh dan takjub saat menyaksikan salah satu pemandangan yang luar biasa indah di depannya.

Sang raja hari telah kembali keperaduannya. Gelap mulai mengelilingi mereka namun biasan jingga itu terasa begitu menghangatkan pandangan mereka.

“Indah”

~

Baekhyun dan hera telah kembali ke seoul. Keduanya keluar dari pintu kedatangan. Baekhyun berjalan sembari mendorong troli berisi tumpukan koper dan beberapa barang bawaan mereka.

“Sini biar ku bantu” kata hera yang berjalan di samping baekhyun. Gadis itu akan mengambil kopernya saat-

“Ssstttt biar aku saja” cegah baekhyun tidak terbantahkan namun di iringi senyum ramahnya.

Hera menarik kembali lengannya. Gadis itu ikut tersenyum lalu mengalihkan lengannya merangkul lengan baekhyun tanpa ia sadari.

Sesaat baekhyun sempat terkejut akan rangkulan lengan hera di lengannya, tapi itu tidak bertahan lama karena setelahnya baekhyun mengulum senyumnya sembari terus mendorong trolinya dalam diam.

Baekhyun dan hera menghentikan langkah mereka bersamaan saat keduanya melihat nyonya byun dan dahyun berdiri di depan keduanya.
“Uuuuu eomma, seperti bulan madu oppa dan eonni berjalan lancar. Lihatlah mereka masih saling merangkul” goda dahyun tepat ketika manik jelinya menemukan suatu pemandangan yang jarang ia temukan.

Nyonya byun tersenyum lebar sementara hera segera melepas rangkulannya pada lengan baekhyun. Hera menunduk malu dan baekhyun hanya diam tanpa reaksi.

“Bagaimana ? Apa perjalanan kalian menyenangkan ?” Tanya nyonya byun yang hanya di jawab hera dengan senyumnya.

“Jadi kalian membuat ponakan untukku ? Benar-benar membuatnya ?- oukhhhh oppa kau seorang lelaki sejati” timpal dahyun mengambil tempat di sisi baekhyun.

“Apa menyenangkan oppa ? Kau membuatkan ponakan untukku lelaki atau perempuan ?” Lanjut dahyun semakin menjadi-jadi.

“Ouchhh kau masih kecil tapi otakmu ouchh menjijikkan” suara baekhyun dengan ekspresi tidak tahannya. Pemuda itu segera mengambil langkah beranjak lebih dulu meninggalkan dahyun dengan gerutuan kesal namun puas karena telah berhasil menggoda kakaknya.

Dahyun ikut mengambil langkahnya, berusaha mengejar baekhyun untuk kembali melancarkan aksinya.

“Kajja” nyonya byun meraih lengan hera, merangkul lengan menantunya itu untuk ikut melangkah menyusul baekhyun dan dahyun.

Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk kecil yang tersampir di kedua pundaknya. Ia sibuk mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah.

Baekhyun menghentikan aktifitasnya saat ia melihat hera menggelar selimut tebal di bawah sisi tempat tidurnya.

Baekhyun harusnya tidak perlu bertingah berlebihan. Bukankah ia sudah sering melihat hera melakukannya ? Entahlah. Sejak kejadian di pulau jeju itu, saat ia melihat hera kesakitan baekhyun merasa bersalah.

Baekhyun melangkah pelan mendekati tempat tidur dan berhenti tepat di sisi hera yang masih sibuk menyiapkan tempat untuknya tidur.

“Apa tidak apa-apa kau tidur di lantai ?” Tanya baekhyun dengan nada khawatir yang tidak bisa ia sembunyikan.

Hera menghentikan aktifitasnya. Ia lalu mendongak dan tersenyum lembut kepada baekhyun.

“Tidak apa-apa, aku memiliki mereka” kata hera tersenyum sumringah menunjukkan selimut, bantal, guling dan alas untuknya tidur.

Baekhyun menaikkan bahunya acuh “terserah kau-” suara pemuda itu lalu menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuknya.

Baekhyun kembali berbalik, pemuda itu terus saja bergerak gusar. Entah sudah berapa kali ia terus berbalik mengubah posisi berbaringnya. Baekhyun mendongak menilik pelan hera yang sudah terlelap di bawah sana.

Baekhyun menghela nafasnya berat, ia lalu meraba tempat kosong di sisi tempat tidurnya. Untuk beberapa saat pikiran baekhyun melayang.

Buru-buru baekhyun menggeleng keras berusaha menyingkirkan pikiran aneh di kepalanya. Baekhyun lalu berbalik dan membenamkan wajahnya di empuknya bantal miliknya dan berusaha untuk tidur.

~

Libur smester telah berakhir dan perkuliahan kembali di mulai. Baekhyun terus melangkah menyusuri gedung kampusnya. Ia tidak tahu harus kemana karena memang ia belum mendapat jadwal perkuliahan.

Langkah baekhyun terhenti saat seseorang berdiri menghalangi langkahnya. Baekhyun menatap pemuda itu sinis.

“Yak, mau sampai kapan kau menatapku seperti itu ?” Jongdae membuka suaranya.

“Ahhh, kau marah padaku karena kejadian tempo hari” lanjut jongdae mengingat-ingat. “Yahhh ternyata seorang byun baekhyun bersikap seperti ini jika cemburu” jongdae beujar dengan senyum lebarnya.

“Siapa yang cemburu hah!?” Balas baekhyun dengan suara meninggi.

“Lalu jika tidak cemburu mengapa kau menatapku dengan tatapan seolah kau ingin membunuhku. Heyy kau tidak perlu mengelak padaku. Jelas sekali kau telah jatuh cinta pada gadis itu”

Baekhyun terdiam. Apa benar kata jongdae ? Apa dia telah jatuh cinta pada hera. Apa mungkin-

“Tenanglah kawan. Aku tidak akan merebut gadis sahabatku. Kecuali jika kau memberikannya” kata jongdae dengan senyum menyebalkannya. Membuat baekhyun kembali mendelik tidak suka pada pemuda bersuara cempreng itu.
“Oh ya. Apa kau mengikuti mata kuliah guru park tahun ini ?” Tanya jongdae setelahnya.

“Ya”

Jongdae tersenyum miring. “Ku rasa kau harus bersiap dari sekarang karena barusan aku mendengar guru aneh itu akan memberikan tugas berat untuk mahasiswanya”

Baekhyun menaikkan kedua alisnya. Seberat apapun itu bukankah tahun lalu ia selalu berhasil menyelesaikan tugas dari guru park. Namun di luar hal itu baekhyun tetap penasaran tentang tugas yang akan di dapatnya.

“Ku dengar guru park akan membuat dua mahasiswa untuk berkolaborasi membuat lagu dan menyanyikan lagu itu bersama untuk penilaian tengah smester nantinya”

“Benarkah ?” Tanya baekhyun. Ia sedikit merasa tertantang akan tugas yang di jelaskan jongdae. Bagaimanapun membuat lagu bersama tidaklah mudah. Terlebih jika pasangan duetmu tidak sepemikiraan.

“Kau bisa memegang perkataanku karena informanku jelas selalu benar” kata jongdae memuji bakat minseok.

Dan benar saja. Di hari selanjutnya tepat di jam perkuliahan guru park. Baekhyun mendapat tugas seperti apa yang di katakan jongdae tempo hari. Tapi satu hal yang baekhyun sungguh tidak pernah menyangkanya. Teman kolaborasi baekhyun adalah suzy.

Siapa yang tidak mengenal suzy di angkatan mereka. Gadis bersuara merdu dengan rupa menawan. Apa baekhyun pernah menyelamatkan negara di masa lalunya, ia bahkan tidak pernah bermimpi sekalipun bisa mendapat kesempatan luar biasa itu.

Baekhyun memasuki kediaman keluarga byun dengan langkah ringan dan senyum yang setia terpampang di wajahnya. Hari ini lagi-lagi pemuda itu pulang terlambat karena harus mengerjakan tugas yang dari sekarang ia dan suzy cicil.

Baekhyun meletakkan ranselnya sembarang. Sembari bersiul gembira pemuda itu melepas jaketnya dan mengambil pakaian bersih untuk mengganti pakaiannya.

“Sepertinya kau bahagia hari ini- apa latihannya menyenangkan ?” Suara hera dari meja belajarnya. Manik gadis itu mengekori setiap gerakan baekhyun dengan tatapan ingin tahu.

“Ya, sangat menyenangkan! Kau tau aku pernah bercerita padamu jika di hari pertama aku memuji betapa cantiknya suzy” kata baekhyun mulai bercerita setelah ia mendudukkan dirinya di sisi tempat tidur.

“Di minggu kedua aku tau dia gadis yang cerdas dan sekarang aku lagi-lagi terkejut oleh suara merdunya” lanjut baekhyun dengan mata berbinar.

“Yahhh ku rasa hatiku meleleh saat mendengarnya bersenandung”

Hera tersenyum kecut. Ya, selama ini baekhyun memang selalu bercerita tentang pasangan tugasnya itu bahkan saat baekhyun mengetahui siapa temannya heralah orang pertama yang menjadi saksi kebahagiaan baekhyun.

Hera ikut bahagia jika pemuda itu bahagia, namun hari demi hari hera merasa iri pada gadis itu, seperti gadis itu hera juga ingin baekhyun memujinya, baekhyun senang karenanya dan baekhyun memperhatikannya. Ya, hera cemburu.

“Oh ya, hera-ya apa kau tau hadiah yang bagus untuk di berikan kepada suzy. Ya, aku ingin memberinya hadiah karena telah menerimaku sebagai pasangan tugasnya. Kau kan juga seorang gadis, kau pasti tau hadiah yang tepat” kata baekhyun kembali membuka suara.

“Eumm bagaimana dengan gantungan kunci” aju hera ragu-ragu.

“Hahhh” baekhyun tersenyum sumbang. “Yang benar saja. Usulmu benar-benar. Mana mungkin aku memberikan benda tidak berharga itu padanya-” lanjut baekhyun tanpa memperhatikan hera.

Hera memalingkan wajahnya, kedua tangannya menggenggam erat gantungan kunci taddy bear yang di berikan baekhyun kepadanya.

“Ya sama sepertiku, benda ini tidak berharga bagi baekhyun” batin hera tersayat.

~

Harapan untuk melewati akhir pekan yang menenangkan bagi baekhyun hari ini sepertinya harus ia relakan. Pasalnya bukan berbaring di atas kasur empuk ataupun bersantai di sofa ruang tv baekhyun justru berakhir di depan kemudi mobil yang ia lajukan.

Setelah memarkirkan mobilnya baekhyun turun mengikuti langkah antusias dua gadis yang telah turun mendahuluinya. Dengan wajah datarnya baekhyun terus melangkah tanpa minat. Ya, jika saja ia tidak di paksa oleh ibunya, baekhyun bersumpah ia tidak akan mau berada di tempat ini sekarang.
Apa tenaga dua gadis di depannya ini tidak ada habisnya ? Mengapa mereka seolah tanpa lelah berjalan mondar-mandir, masuk dan keluar setiap toko di dalam pusat perbelanjaan ini.

Baekhyun menggeleng pelan saat menyaksikan adiknya dan istrinya yang berperilaku bagai anak TK saat melihat jejeran pernak pernik di salah satu toko aksesoris.

Setelah berjam-jam lamanya akhirnya baekhyun dapat menghembuskan nafas leganya saat dahyun dan hera keluar dari salah satu toko pakaian dan berencana untuk mencari makan.

“Hera-” suara seseorang memanggil nama hera.

Hera menghentikan langkahnya yang kemudian di ikuti dahyun dan baekhyun. Gadis itu lalu berbalik pada sumber suara di belakang mereka.

Senyum hera mengembang sumringah saat mendapati siapa yang baru saja memanggilnya. “Oppa!” Pekik hera setelahnya. “Jisoo oppa, kau juga di sini ?” Lanjut hera sembari melangkah mendekati pemuda bernama jisoo itu.

Jisoo tidak diam di tempatnya, ia juga melangkah mendekati hera dengan senyum tidak memikat. Jisoo segera merengkuh punggung hera saat gadis itu berada di jangkauannya. Ya, jisoo memeluk hera. Pelukan erat yang siapapun tau pelukan itu sarat akan kerinduan.

“Yah, aku tidak menyangka aku akan bertemu denganmu di sini. Ku kira kita tidak akan bertemu lagi” suara jisoo setelah ia melepas pelukannya.

“Sudah berapa lama sejak kau tidak lagi ikut latihan- yak, kau memberiku kabar tentang pernikahanmu begitu mendadak” lanjut jisoo.

Sementara hera dan jisoo sedang asik bercengkrama bahkan keduanya mungkin lupa jika di sana ada dua orang yang sedari tadi menatap keduanya tanpa berani bersuara.

“Ehem!” Dehem baekhyun menyadarkan hera akan di mana mereka saat ini.

“Ah. Oh-ya oppa ini baekhyun oppa” kata hera memperkenalkan baekhyun canggung.

“Suamimu ?” Tanya jisoo dengan ekspresi yang sumpah demi apapun baekhyun ingin menyobek pemilik wajah sok di depannya ini.

“Y-ya” jawab hera malu-malu.

“Lalu ? Eum-” jisoo mengangkat alisnya sembari menatap hera dan dahyun bergantian.

“Aku dahyun- adik ipar hera eonni” sahut dahyun mengerti. Gadis itu serta merta mengulurkan lengannya yang tentu saja di sambut jisoo dengan senyum tampannya.

“Eonni, kau memiliki teman yang begitu tampan” celetuk dahyun dengan senyum tertahan.

“Apa kalian ingin pergi ?” Tanya jisoo lagi.

“Kami ingin mencari makan” jawab dahyun cepat yang di balas senyum mengiyakan dari hera.

“Ah kalau begitu kebetulan, aku juga ingin mencari makan. Apa aku boleh bergabung ?” Tanya jisoo kemudian.

“Ya, tentu saja” dahyun mengiyakan cepat.

Dahyun, jisoo dan hera lalu berjalan berdampingan mengabaikan baekhyun yang sedari tadi tanpa ketiganya sadari memasang wajah tidak sukanya.

Baekhyun menutup pintu mobilnya keras setibanya ketiganya kembali di halaman rumah kediaman keluarga byun. Tanpa mengindahkan hera dan dahyun yang membawa barang belanjaan mereka baekhyun terus melangkah masuk.

Dug!

Lengan baekhyun menabrak ujung meja makan saat ia beranjak menuju lemari es untuk mengambil minuman dingin.

“Yak! Siapa yang menggeser meja ini” kesal baekhyun dengan wajah bertekuknya. Pemuda itu menutup kembali lemari es dengan kasar dan menjauh dengan langkah uring-uringan.

“Tidak ada yang menggeser posisi meja makan” jawab nyonya byun terheran-heran dengan sikap baekhyun yang uring-uringan setibanya ia di rumah.

“Apa yang terjadi padamu ?” Tanya nyonya byun saat hera dan dahyun juga berada di sana.

Tidak ada jawaban dari baekhyun. Pemuda itu hanya meminum minumannya tanpa suara lalu menarik kursi dan duduk di balik meja makan yang beberapa saat lalu di tabraknya.

Hera mendekati baekhyun dan mengambil kursi di sebelahnya. “Apa ada yang sakit ?” Tanya hera peduli dengan wajah khawatirnya.

Baekhyun masih tidak bersuara. Pemuda itu mendelik kesal pada hera sesaat namun setelahnya baekhyun menaikkan lengannya dan menunjukkan sikunya yang memerah kepada hera.

Hera mendekatkan wajahnya meniup pelan siku baekhyun.

Hening.

Wajah baekhyun sedikit berubah. Ia tidak lagi terlihat kesal, tatapan baekhyun melembut seiring teduh wajah hera menghiasi maniknya.
“Oppa cemburu eomma. Tadi kami tidak sengaja bertemu dengan teman eonni. Woahhh dia benar-benar tampan eomma” cerita dahyun mengembalikan petikan kekesalan di hati baekhyun.

Baekhyun menarik lengannya kasar. Ia lalu beranjak cepat menuju kamar dan membanting pintunya keras setelahnya.

“Woahh. Oppa benar-benar cemburu” gumam dahyun tidak percaya. Ketiganya mendongak takjub ke arah atas menatap pintu cokelat yang baru saja menimbulkan deburan nyaring itu.

Nyonya byun menyentuh pundak hera sembari tersenyum hangat. “Susulah dia” suaranya yang tidak di jawab hera namun gadis itu dengan segara gadis itu beranjak menuju kamarnya.

Hera membuka pintu kamarnya perlahan. Gadis itu mendudukan dirinya pada kursi  rias di sudut ruangan. Dapat hera lihat dengan jelas baekhyun menekuk wajahnya duduk menunduk di ujung tempat tidur.

“Ada apa baek-ah?” Tanya hera lembut.

“Kau marah padaku? Apa aku melakukan suatu kesalahan?” Lanjut hera kembali bertanya.

“Ckckc, tentu saja kau salah dan kau masih bertanya ?” Suara baekhyun tersenyum masam.

Hera diam. Ia bingung karena sama sekali tidak merasa telah membuat suatu kesalahan.

“Yak! kau berpelukan dengan seorang pria lain di depan suamimu. Kau juga tersenyum manis padanya” ungkap baekhyun mengeluarkan kekesalannya.

“Kau bahkan lupa jika aku juga di sana” lanjut baekhyun dengan suara pelan.

Hera masih terdiam. Namun, sejurus kemudian gadis itu mengulas sebuah senyum di bibirnya. Entahlah hatinya terasa menghangat mendengar penuturan yang keluar dari mulut baekhyun.

“Apa kau menyukai pria itu? Atau apa dia cinta pertamamu ? Mantanmu?” Tanya baekhyun ingin tahu.

“B-bukan dia hanya sahabatku. Kami berada di kelas taekwondo yang sama sebelum kita menikah” jelas hera setelahnya

“Ahhh”

“Baek-ah apa kau cemburu pada jisoo oppa?” Tanya hera hati-hati.

“Hahh!” Baekhyun tertawa sumbang. “Aku cemburu? Tentu saja tidak. Ya lagi pula untuk apa aku cemburu” elak pemuda itu berlebihan.

“Ahhh ku kira kau cemburu seperti aku cemburu pada gadis yang selalu kau ceritakan padaku” Hera berujar lemah.

Baekhyun terdiam. Ia merasa tertohok dalam. Sejenak ingatan tentang ia yang selalu bercerita tentang seseorang terlintas di benaknya.

“Suzy ?” Tanya baekhyun kemudian.

Hera mengangguk pelan. Baekhyun nampak terkejut tapi itu tidak lama sebelum kemudian pemuda itu menahan senyum simpul di wajahnya.

“Kau tidak perlu cemburu padanya. Aku lupa bercerita padamu. Aku baru saja patah hati” kata baekhyun menatap hera lembut.
Hera mendongak menyambut lembut tatapan baekhyun dengan tatapan bertanyanya.

Baekhyun senyum “ternyata suzy sudah memiliki seorang tunangan dan tunangannya begitu tampan juga tinggi” jawab baekhyun tersenyum kecut setelahnya.

“Jadi kau tidak perlu lagi cemburu padanya”

Hera mengangguk.

“Tapi- ya, apa kau baru saja mengaku jika kau cemburu padaku ? Hhhh kenapa kau baru bilang sekarang ?”

“Itu. Itu- karena”

“Tidak apa-apa” potong baekhyun bangga. “Tapi berjanjilah mulai sekarang kau tidak boleh berpelukan dengan sembarang pemuda ?”

“Kenapa ?”

“Yak! Bisakah kau tidak perlu bertanya alasannya. Hanya bilang saja iya, apa itu susah ?” Jer baek salah tingkah.

“Maaf” hera menunduk

“Yak. Aku tidak bermaksud-”

“Iya” kata hera mengangguk.

“Eoh ?”

“Ya, aku berjanji tidak akan berpelukan dengan sembarang orang lagi kecuali appa dan kau” lanjut hera malu-malu.

Baekhyun tidak lagi dapat menahan senyumnya. Pemuda itu tersenyum simpul, ia tersenyum sembari menatap kelain arah. Membiarkan hera juga tersenyum dengan senyum yang ia sembunyikan. Hera menekan dalam kepalanya. Malam ini entah karena apa suasana kamar mereka menjadi terasa lebih hangat dari biasanya.

TBC

Advertisements

One thought on “Is This Love ? – Chapter 5

  1. Pingback: It This Love ? – Chapter 6 | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s