{Yun-Dae Couple} The War – by bebebaek_

by bebebaek_

| New Hair |

Main  cast : Kim Jongdae (EXO) & Shim Yunmi (oc)

Genre : romance

Rating : General

Don’t plagiat!!!

Sorry typo bertebaran and happy reading.

***

“Ya tuhan! Sampai kapan aku harus selalu berperang dengan diriku sendiri”

***

Drrrrttt…

Drrrrt. Drrrrt.

Ponsel berwarna rose gold milik yunmi terus saja bergetar. Entah sudah berapa puluh kali catatan panggilan tidak terjawab itu mengisi notif pada ponsel yang tergelak di atas tempat tidur sang empunya.

Drrrrrt…

Ponsel yunmi kembali bergetar sementara yunmi baru saja keluar dari kamar mandi. Yunmi menghampiri tempat tidurnya kemudian meraih dan menjawabnya.

“Oh. Chagi-ya” suara yunmi setelah sebelumnya ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya.

“Ya, mengapa baru menjawab panggilanku ?”

“Eoh ? Aku baru saja selesai mandi. Kenapa ?” Jawab yunmi polos tanpa merasa bersalah.

“Ahh, begitu ? Pantas saja”

“Memangnya ada apa ? Apa ada hal penting ?”

“Ya. Ini sangat penting. Cepatlah bersiap-siap. Kita akan piknik”

“Piknik ?” Ulang yunmi bingung.

“Ya, kita akan piknik tapi chagi-ya. Maaf-“

“Maaf ? Kenapa ?” Tanya yunmi semakin kebingungan.

“Eumm- aku tidak bisa menjemputmu, jadi bisa kah kau pergi seorang diri ?” Tanya jongdae hati-hati.

“Kenapa ?” Tanya yunmi kali ini dengan rasa penasarannya.

“Ada beberapa hal yang harus aku urus sebelumnya” jawab jongdae beralasan.

“Yak! Kim jongdae. Jika ada hal yang perlu kau urus lalu mengapa kau mengajakku piknik ?” Bentak yunmi kesal. Ya, tentu saja. Siapa yang tidak akan kesal jika sang pacar dengan tiba-tiba mengajak piknik namun di saat itu juga mengatakan jika ia tidak bisa menjemputnya.

“Karena aku merindukanmu” jawab jongdae lembut namun penuh penekanan.

Yunmi terdiam di tempatnya. Entahlah, kalimat yang di lontarkan jongdae terasa begitu menyentuh hatinya.

“Maafkan aku” suara yunmi kemudian.

“Ya, mengapa kau harus meminta maaf” jongdae bersuara dengan nada cerianya.

“Bagaimana ? Kau bisa menyusulku seorang diri ?” Lanjut jongdae kembali.

“Tentu saja, memangnya kau ingin piknik dimana ?”

“Di belakang bukit tidak jauh dari sekolah kita dulu. Kau ingat ?”

“Eoh, ya”

“Baiklah kalau begitu aku tunggu di sana chagi-ya”

“-tunggu, chagi” tahan yunmi saat jongdae akan mengakhiri panggilannya.

“Hmmmm, ada apa ?”

“Kau tahu piknik bukan hanya tentang pergi menyusulmu tapi kita memerlukan berbagai perlengkapan-“

“Ahhh itu, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Pangeranmu sudah menyiapkan segalanya. Kau percaya padaku bukan ?”

“Ahhh! Tentu saja” seru yunmi antusias.

“Jadi- cepatlah tuan putri datang. Jangan biarkan pangeranmu ini menunggu lama”

Yunmi tersenyum di sela panggilannya. “Baiklah, aku akan berangkat sebentar lagi”

“Hmmmm, aku menunggumu”

“Hmmm. Akan ku tutup panggilannya”

“Eoh. Baiklah. Hati-hati chagi-ya”

“Eoh-“

Klik.

Panggilan keduanya terputus. Yunmi segera beranjak dari tempatnya, memilah-milah pakaian di dalam lemarinya untuk bersiap.

Tidak lebih dari tiga puluh menit yunmi telah siap dengan pakaian casualnya. Kemeja berwarna biru muda yang di padukan dengan jeans berwarna biru gelap.

Yunmi tersenyum melihat penampilannya di balik kaca besar di kamarnya. “Baiklah, aku akan pergi sekarang” gumam gadis itu seorang diri.

Yunmi segera beranjak dari kamarnya menuju tempat dimana saat ini jongdae telah menunggunya di sana.

Yunmi turun dari bus yang membawanya menuju arah sekolahnya dulu. Gadis itu melangkah menaiki tanjakan kecil bukit dimana saat sekolah menengah dulu ia dan jongdae sering pergi ke sana.

Lama yunmi berjalan dengan senyum yang setia terukir di bibirnya. Ingatan akan masa lalu saat ia dan jongdae berada di bangku sekolah menengah terasa begitu menyenangkan saat kembali terlintas di kepalanya.

Yunmi berhenti saat menyadari ia telah berada di bawah pohon besar yang saat dulu belumlah sebesar ukurannya saat ini. Gadis itu mendongak menatap rimbunnya dedaunan yang menghalangi dirinya dari sinar matahari. Sejenak yunmi menghirup dalam udara di sekitarnya.  Tidak ada yang berubah, tempat ini tetaplah menjadi tempat dengan udara segar di tengah ibu kota yang begitu padat.
Entah berapa waktu yang di lewati gadis itu sendiri sampai akhirnya ia kembali meneruskan langkahnya. Namun, baru beberapa langkah yang yunmi ayunkan gadis itu kembali berhenti saat di lihatnya sebuah pemandangan tidak jauh di depannya.

Seorang pemuda yang berbaring di atas tikar piknik dengan sebuah keranjang piknik tidak jauh dari tubuhnya. Jongdae memejamkan kedua matanya dan hal itu adalah sebuah pemandangan yang menyilaukan bagi yunmi.

Yunmi kembali menghentikan langkahnya ketika lagi-lagi pandangannya menangkap sebuah objek yang tidak biasa. Sebuah mobil berwarna biru gelap dengan atap terbuka terasa asing bagi yunmi. Ya, ini kali pertama ia melihat mobil itu.

Yunmi mengalihkan pandangannya kembali pada jongdae yang masih menutup matanya dengan ekspresi damainya.

“Ouhhh, apa dia tertidur” gumam yunmi mendalami pandangannya pada wajah jongdae.

“Oh. Yak,mengapa pemuda itu selalu mengenakan kemeja putih” protes yunmi seorang diri saat ia menyadari pakaian yang sedang di kenakan jongdae.


“Dia semakin bersinar dengan kemeja itu terlebih dengan rambut barunya. -yah, harusnya aku tidak mengatakan jika kemeja putih itu berbahaya saat di kenakan olehnya”
gerutu yunmi dalam hatinya.


“Lihatlah, ia selalu mengenakan kemeja berwarna putih dan aku- ouhhh mengapa aku harus selalu berperang batin di saat melihat penampilan seperti sekarang”

“Chagi-ya!” Panggil jongdae membuat yunmi tersentak dari lamunannya sendiri.

Yunmi menatap pemuda yang tengah menampilkan senyum merekah kepadanya. “Ouchhh ia bahkan tidak mengancing pakaiannya dengan benar. Apa dia begitu suka menggodaku sekarang ?”


“Tidak. Yunmi-ya tidak, kali ini kau tidak boleh kalah lagi. Jadilah gadis yang kuat dan jangan tergoda”
batin yunmi mantap.

“Ya, chagi-ya. Mengapa terus berdiri di sini ?” Suara jongdae setelah pemuda itu beranjak menghampiri yunmi.

“Ah, eo-h. Tidak-” jawab yunmi galagapan.

Jongdae tersenyum manis sebelum kemudian di rengkuhnya tubuh yunmi ke dalam pelukannya. Jongdae memeluk yunmi erat.

“Kau tau aku begitu merindukanmu” suara jongdae di sela pelukannya.

Yunmi membalas pelukan jongdae dengan mengusap pelan punggung pemuda itu. “Apa gadis jepang tidak ada yang mendekatimu” celetuk yunmi kemudian membuat jongdae merenggangkan pelukannya.

“Tidak ada yang secantik tuan putriku di sana” jawab jongdae dengan senyum andalannya.

“Ckckck” yunmi terkekeh geli karenanya.

“Ayo-” suara jongdae lembut sembari menggandeng halus tangan yunmi dan menuntun gadis itu menuju tikar piknik yang telah di siapkan olehnya.

Jongdae dan yunmi tengah duduk bersama di atas tikar lipat berwarna jingga. Sementara yunmi tengah sibuk membuka satu demi satu kotak bekal yang berada di dalam keranjang yang juga di siapkan oleh jongdae sebelumnya, jongdae justru terus saja menatap yunmi tanpa teralihkan barang sedetikpun.

“Apa kau begitu merindukanku hingga terus menatapku seperti itu” suara yunmi tanpa mengalihkan pandangannya dari kegiatannya.

Jongdae tersenyum lebar. “Eummm aku begitu merindukanmu. Tapi mengapa kau hanya sibuk dengan bekal itu” jawab jongdae kemudian.

Yunmi menghentikan aktifitasnya. Gadis itu berbalik dan menatap jongdae membuat keduanya duduk saling berhadapan.

“Karena aku begitu menghargai apa yang pangeranku siapkan untukku” jawab yunmi kemudian mengambil satu buah sandwich dan mengigitnya.

Jongdae tersenyum bahagia. “Kau menyukainya ?” Tanya pemuda itu kemudian.

“Tentu saja. Aku selalu menyukai masakan namjachingu-ku ini”

“Bagaimana ? Enak ?” Tanya jongdae lagi dan yunmi hanya mengangguk antusias sebagai jawabannya.

“Aigoo… lihatlah cara makanmu” kata jongdae membersihkan sudut bibir yunmi dari remah roti. Jongdae menatap yunmi sesaat sebelum ia menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah yunmi dan menariknya.

Jongdae mendaratkan banyak kecupan di wajah gadisnya itu. Dari bibir, kening, kedua sisi pipi, ujung hidung dan kembali ke bibir yunmi kembali.

“Hmmmm, -yak” suara yunmi setelah jongdae mendaratkan ciuman bertubinya.

“Sudahku katakan aku begitu merindukanmu” jawab jongdae dengan wajah tanpa dosanya.
“Ckckc, kau mencuri ciumanku” gerutu yunmi dengan wajah kesal di buat-buatnya.

Jongdae tertawa. “Itu karena sedari tadi kau tidak menciumku. Apa kau tidak merindukanmu ?” Tanya jongdae kemudian.

“Hmmmm- entahlah ku rasa-“

“Kau pasti sangat. Sangat. Sangat merindukanku” potong jongdae merebahkan kembali punggungnya. Pemuda itu kemudian merentangkan kedua tangannya.

“Kemarilah peluk aku” suara jongdae lagi.

“Hmmmm, cham- dasar” gumam yunmi sebelum kemudian ia menghambur kepelukan jongdae.

“Hhaaa begini lebih terasa nyaman bukan ?” Suara jongdae mendekap erat tubuh yunmi yang jauh lebih kecil darinya.

“Yak, bukankah ini memalukan ?” Tanya yunmi kemudian.

“Kenapa ?”

“Tidak. Hanya saja- terasa memalukan”

“Eyyy tidak ada seorangpun orang lain di sini”

“Yak, apa yang kau katakan ?” Suara yunmi bersemu membuat jongdae lagi-lagi mengeluarkan tawanya.

“Chagi-ya ?” Panggil yunmi kemudian.

“Hmmmm”

“Bagaimana urusanmu di jepang, apa berjalan lancar ?”

“Tentu saja harus berjalan lancar” jawab jongdae membuat yunmi mengangkat kepalanya dan menatap jongdae dengan tatapan bertanyanya.

“Karena jika semuanya tidak lancar maka aku akan semakin lama di sana dan semakin lama memendam rinduku” jawab jongdae membenturkan kening keduanya.

Ada jeda hening diantara keduanya sebelum kemudian tangan bebas yunmi tanpa sengaja menyentuh dada jongdae yang tidak tetutup karena kemeja yang tidak di kancingkannya sepenuhnya.

“Yak, mengapa kau berpakaian seperti ini ?”

“Hmmmm seperti ?”

“Mengapa tidak mengancingkan kemejamu dengan benar ?” Kata yunmi lagi sembari bangkit yang juga di ikuti oleh jongdae kemudian.

“Sekarang musim panas chagi-ya”

“Walaupun musim panas tetap saja-, apa kau mau gadis di luar sana juga melihatnya ?”

“Yahhh, kau cemburu ? Aku begitu lama tidak melihatmu cemburu. Ahhh bahagia rasanya melihatmu kembali cemburu”

“Tidak. Aku tidak- cemburu”

“Eyyy, katakan saja” goda jongdae kembali menautkan kedua lengannya di pinggang yunmi. Jongdae kembali mendaratkan ciuman kilatnya di bibir yunmi.

“Yak!” Suara yunmi kesal.

“Itu karena kau tidak juga memberiku ciuman sedari tadi” suara jongdae sembari merengut manja.

“Chagi-ya, kau ingin pergi kemana malam ini ?”

“Kenapa ?”

“Aku akan mengantarmu kemana saja. Kau tidak lihat itu” jawab jongdae menunjuk ke arah mobil di depan keduanya.

“Apa itu mobilmu ?”

“Yak, pertanyaam macam apa itu ?” Tanya jongdae sembari terkekeh geli.

“Tentu saja itu mobilku. Kau tau ? Pangeranmu tidaklah pangeran berkuda putih tapi pangeran dengan sebuah mobil dark bluenya” kata jongdae bangga.

“Ckckk, dasar-“

“Karena itu berikan aku ciumann” desak jongdae kemudian.


“Tidak. Tidak. Yunmi-ya, kau harus kuat” batin yunmi kembali bersuara.

“Chagi-ya”


“Tidak. Aku harus kuat”

“Chagi…”


“Ouchhh mengapa aku harus berperang dengan diriku sendiri”

“Chagi”

Chu~

Jongdae lagi-lagi mengecup satu sisi pipi yunmi dan itu semakin membuat yunmi gelagapan seorang diri.

“Eoh. Eoh. Chagi-” desak jongdae tanpa pitus asa.


“Oh. Astaga! Ya, jongdae-ya mengapa kau selalu membuatku harus berperang batin seperti ini”
batin yunmi dalam.

“Chag-“

Jongdae tidak lagi dapat melanjutkan suaranya karena belum selesai kalimat yang akan di ucapkannya lolos bibir pemuda itu lebih dahulu di bungkam oleh yunmi.

Ya, pada akhirnya yunmi kembali menyerah. Gadis itu lagi-lagi kalah dalam peperangan melawan dirinya sendiri. Entahlah, sebulat apapun tekadnya untuk tidak tergoda tapi jongdae pemuda bersinar di depannya saat ini selalu menyilaukannya.


“Persetan dengan peperangan itu. Aku kalah. Ya, aku selalu kalah akan kilau yang selalu keluar darimu setiap harinya”

Fin

Hahahhaha😂 bebeb kembali hadir lagi-lagi karena efek dari blondenya chen.

Oh astaga! Kenapa tiser dia so sekseh sih… kemeja putih. Kancing terbuka. Mata meremnya. Sudut bibirnya. Ughhhh siapa yang gak lemah coba.

Silau! Kalau kata seseorang sih😄😄

Gimana kalian silau gak ??

Semoga suka ya.

bebebaek_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s