Crush On You – Prolog

by bebebaek_

Main cast : Kim Jongdae (EXO) & Shim Yunmi (oc).

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

Happy Reading

***

‘Yunmi-ya, aku ingin melamarmu’

Bagai di terpa hembusan badai angin di tengah-tengah tanah lapang, yunmi merasa jiwanya tidak lagi berada di dalam raganya.

Apa baru saja ia salah membaca atau tiba-tiba saja penglihatannya bermasalah ?. Tidak. Yunmi bahkan telah berkali-kali melihat dan membaca ulang isi dari pesan chat di ponselnya.

Dari seseorang yang tidak asing baginya namun juga tidak terlalu di kenalnya.

Kim Jongdae.

Yunmi tahu pasti siapa pemilik nama itu dan ia juga yakin jika kontak yang mengiriminya pesan tersebut memanglah kontak jongdae yang sebenarnya.

Yunmi memang mengenal jongdae. Keduanya berada di kelas yang sama selama dua tahun semasa sekolah menengah. Keduanya memang tidak begitu dekat. Jongdae dan yunmi hanyalah teman satu kelas yang berinteraksi sebagaimana teman pada umumnya.

Hanya saling menyapa. Selain itu keduanya akan berinteraksi jika itu berurusan dengan tugas dan seingat yunmi itupun hanya satu kali saat keduanya berada di kelompok yang sama dalam pelajaran bahasa asing.

Jongdae hanyalah siswa biasa di ingatan yunmi. Pemuda pendiam dan pintar. Ya, itu terbukti dengan hanya ialah siswa laki-laki satu-satunya yang berhasil memasuki posisi lima besar dalam peringkat kelas.

Ya, yunmi juga ingat jongdae adalah salah satu saingan kuat untuknya meraih posisi juara kelas.

Jongdae tidaklah semenawan sehun yang selalu menjadi pusat perhatian di kelasnya. Tidak selincah baekhyun yang selalu membuat keributan dan tidak juga sebrengsek chanyeol yang selalu mengumbar rayuan kemana-mana.

Jongdae hanyalah siswa biasa. Siswa yang duduk di kursi pojok nomer dua di samping dinding kelas.

Tapi apa ? Apa dia bercanda ? Setelah hampir berbulan-bulan lamanya sejak interaksi keduanya terakhir kali tiba-tiba jongdae mengiriminya sebuah pesan ingin melamar. Apa pemuda itu sedang mabuk atau ia dengan sintingnya mengejek yunmi yang notabene begitu terkenal dengan status jomblo kronisnya.

Ya, siapa yang tidak tahu status yunmi. Predikat jomblo kronis itu telah tersemat pada dirinya sejak ia berada di tahun terakhir masa sekolah dan itu terus berlanjut hingga predikat sebagai dokter ahli bedah tersemat di balik namanya. Karena statusnya yang selalu jadi bahan ejekan itulah yang membuat yunmi selalu berpikir panjang setiap kali ia mendapat undangan reuni sekolah.

Yunmi selalu dilema. Tentu saja, setiap kali ia hadir dalam acara yang di adakan satu tahun sekali itu jika ia hadir maka ia selalu jadi bahan olok-olok temannya. Entah itu pertanyaan kapan menikah ? Pacar ? Atau sekedar menanyakan siapa gebetan yunmi saat ini dan itu sangat memuakkan bagi yunmi.

Tapi, jika ia tidak berhadir. Hal yang sama juga akan terjadi, teman-temannya pasti bertanya alasan mengapa ia tidak hadir. Dan tentu saja mereka tidak akan percaya dengan alasan yunmi jika itu menyangkut pekerjaan. Teman-temannya pasti akan menuduhnya kembali tentang status dan pasangan.

Lalu bagaimana dengan jongdae ? Setahu yunmi pemuda itu juga tidak pernah membawa pasangannya setiap kali mereka mengadakan reuni. Pemuda itu juga tidak pernah memasang foto dengan wanita manapun.

Yunmi ingat jongdae pernah berkata padanya lewat pesan chat sewaktu keduanya baru memasuki dunia kerja. Ya, pemuda itu sempat berujar hanya ingin fokus bekerja dan menyiapkan segala sesuatu untuk masa depannya.

“Apa jangan-jangan……” yunmi bergumam seraya memandang layar ponselnya penuh terawang. Ya, interaksinya dengan jongdae memang tidak terlalu sering. Tiga bulan bahkan enam bulan sekali bisa jadi hanya sekali jongdae menghubunginya lewat pesan chat dan itupun hanyalah chat sapaan layaknya hubungan pertemanan.

Ingatan yunmi melayang pada saat-saat dimana ia akan memasuki masa perkuliahan.

*flashback on*

Yunmi telah selesai merapikan kamar kostnya yang mulai saat ini akan ia tinggali selama ia menempuh perkuliahan di luar kota jauh dari kedua orang tuanya.

Yunmi menyalakan laptopnya berencana akan menonton drama yang ia ikuti satu bulan terakhir. Menunggu layar persegi itu menyala, yunmi bangkit dan meraih ponselnya yang tergeletak di atas tempat tidurnya.
Alis yunmi meengernyit saat menemukan notif pesan chat di ponsel yang tengah ia pasangkan mode hening itu. Tanpa pikir panjang yunmi menyentuh ikon aplikasi chat tersebut.

‘ yunmi-ya, selamat. Kau benar-benar luar biasa. Akhirnya aku mempunyai teman calon dokter ‘ isi pesan chat yang tidak lain dari jongdae.

Tidak ada hal yang mengganjal dari pesan tersebut. Bukankah tidak salah jika seorang teman mengucapkan selamat kepada temannya ?.

‘ ya, terima kasih. Kau juga selamat bisa masuk di jurusan teknik industri. Woaaah itu pasti akan sangat melelahkan ‘ balas yunmi kala itu.

‘ hahaha. Yang pasti mungkin rambutku akan menipis ‘

‘ oh. Sudah dulu ya, aku harus masuk kelas. Siswa baru harus menunjukkan semangatnya bukan ? ‘

‘Ckckck, dasar. Semangatlah’

*flashback end*

Yunmi menggelengkan kepalanya pelan. Ia rasa tidak ada yang salah dengan masa itu. Lalu fokusnya kembali tertuju pada layar ponsel yang berisi pesan tentang lamaran itu.

“Hha! Tidak. Tidak mengapa aku menyentuhnya. Oh astaga aku harus bagaimana ? Jongdae akan tahu jika aku telah membaca pesannya” pekik yunmi panik karena tanpa sengaja ia membuka pesan chat dari jongdae.

“Hmmmm jika semasa sekolah ia biasa-biasa ja dan di awal perkuliahan ia juga terlihat tidak memiliki motif apapun apa mungkin…” yunmi bergumam sembari kembali melayangkan pikirannya pada masa tahun terakhir perkuliahannya.

*flashback on*

Yunmi menghempaskan tubuhnya di atas empuk tempat tidur sepulangnya ia dari kampus yang benar-benar melelahkan. Ya, ia telah berada di akhir smester dan tengah sibuk melakukan revisi untuk hasil penelitiannya.

Yunmi meraih ponsel di dalam tasnya, membukanya lalu mengecek salah satu aplikasi chat dan yunmi menemukan jongdae telah mengganti foto profilnya. Pemuda itu terlihat tersenyum renyah dengan memakai toganya.

Yunmi lantas mengklik untuk mengirim sebuah pesan pada pemuda itu. ‘ Ouchhh senangnya yang sudah terbebas dari segala revisi ‘ tulis yunmi kemudian.

‘ hahaha. Semangatlah. Kau juga akan melewati tahap ini ‘ balas pemuda itu.

Yunmi tersenyum kecut membacanya. ‘ oh ya, selamat telah menjadi juara umum dengan nilai terbaik. Aku benar-benar iri padamu ‘

‘ terima kasih dan aku yakin kau juga akan mendapat nilai terbaik ‘

‘ semoga saja. Jongdae-ya ? Bagaimana perasaanmu setelah lulus ? Dan apa yang akan kau lakukan sekarang ? ‘ tanya yunmi yang tiba-tiba penasaraan.

‘ tidak ada yang berbeda. Hanya merasa lega.  Dan tentang apa yang aku lakukan setelahnya, tentu saja aku akan berkerja ‘

‘ bekerja ? Apa kau sudah mendapat pekerjaan ? Secepat itu ? ‘ tanya yunmi lagi.

‘ ya, aku mendapat beberapa tawaran dari beberapa perusahaan sebelumnya dan sepertinya aku sudah menemukan perusahaan mana yang cocok denganku ‘

‘ woahhh aku benar-benar ini denganmu jongdae-ya. Baiklah karenamu aku jadi semangat untuk mengerjakan revisiku ‘

‘ Ohh semangatlah ‘

Beberapa bulan berselang dan tibalah hari di mana akhirnya yunmi juga dapat mengenakan toganya. Dan seperti apa yang jongdae katakan sebelumnya, benar saja yunmi mampu meraih nilai terbaik sama seperti pemuda itu.

Seharian ini tidak terasa melelahkan bagi yunmi, gadis itu terus tersenyum akan pencapaian yang di perolehnya dan saat kini ia telah berbaring di tempat tidur rumahnya. Yunmi lantas mengambil ponsel dan mengganti fotonya sekedar berbagi kebahagian dengan memasang foto wisudanya.

Ting!

Sebuah notif tiba-tiba masuk tidak lama setelah yunmi memasang fotonya. Maka dengan senyum merekah gadis itu membuka pesan tersebut.

‘ apa kataku, benar bukan kau juga mendapat nilai terbaikmu. Selamat yunmi-ya ‘ pesan jongdae yang semakin membuat senyum yunmi mengembang karenanya.

‘ oh ya, apa yang kau dapatkan dari universitasmu ? ‘ tanya jongdae kemudian.

‘ tidak ada, hanya sebuah tropi dan piagam. Kau ? Apa kau mendapat uang pesangon ? ‘ balas yunmi yang tiba-tiba saja mengerti maksud jongdae. Ya, mereka memang biasa membahas uang pesangon jika meraih juara karena semasa sekolah di sekolah keduanya setiap juara akan mendapatkan uang pesangon.

‘ hahahha, ya. Ternyata tentang itu aku jauh lebih beruntung darimu ‘

‘ yahhh kau benar-benar beruntung ‘

‘ jadi apa kau sudah memikirkan akan bekerja di mana ? ‘ tanya jongdae kemudian.

‘ entahlah, sepertinya tentang hal itu aku juga harus iri kepadamu. Tidak ada rumah sakit yang menawarkan pekerjaan kepadaku ‘

‘ Heyyy tenanglah, kau memilik modal yang cukup bagus. Dengan nilai terbaikmu kau bisa memilih rumah sakit mana yang ingin kau lamar ‘

‘ oh iya, sepertinya aku tahu salah satu rumah sakit yang bagus. Kau bisa mengajukan diri di sana ‘

‘ Ya, ku rasa aku bisa mencobanya ‘

‘ semangatlah, tidak perlu rumah sakit yang bagus untuk menjadi tempat bekerja tapi pengabdianmulah yang akan menentukan suksesmu. Bukan begitu ibu dokter ? ‘

‘ Hahahha. Kau bisa saja. Ya, baiklah. Mulai sekarang aku akan mencari di mana rumah sakit yang benar-benar memerlukan jasaku ‘

‘ nah begitu terdengar lebih baik ‘

‘ terima kasih, jongdae-ya ‘

*flasback end*

Yunmi kembali mengehela nafasnya. Bahkan saat itupun terasa tidak ada tanda-tanda jika pemuda itu tertarik padanya.

“Bahkan setelah itu ia tidak pernah menghubungiku lagi. Yahh bagaimana itu bisa di katakan tertarik” kata yunmi bicara seorang diri.

“Oh! Tidak. Setelah hari itu jongdae pernah menghubungiku lagi ya satu kali walaupun hanya satu kali” ingat yunmi lagi.

*flasback on*

Yunmi terus berjalan menuju ruangannya. Hari ini terlalu banyak jadwal operasi untuknya hingga membuat wajah gadis itu nampak begitu kelelahan.

Yunmi duduk di balik kursinya. Ia lalu merogoh ponsel di saku jas putihnya. Yunmi menekan ikon permainan yang beberapa hari yang lalu sempat ia instal di ponselnya.

Beberapa menit berlalu. Yunmi nampak tersungut-sungut karena kesal terhadap permainan yang akan menjawab segala bentuk pertanyaannya.

Yunmi lalu menscreenshot permainan tersebut lalu iseng ia posting di salah satu jejaring sosialnya. Tidak berselang detik yunmi menemukan notif komen pada postingannya tersebut.

Dari jongdae.

‘ kau juga memainkan permainan ini ? ‘

‘ ya, sekedar untuk melepas penat tapi ternyata permainan ini justru menambah penatku ‘

‘ hahaha. Ya, permaianan ini memang terkenal dengan mengesalkannya. Teruslah bermain maka kau akan semakin kesal ‘

‘ tidak. Aku akan menghapusnya ‘

‘ apa kau sedang istirahat ? ‘

‘ mmmm ya ‘

‘ jangan lupa makan siangmu. Aku harus kembali bekerja ‘

*flashback end*

Ting!

Ting! Ting!

Lamunan yunmi buyar kala bunyi notif mengejutkannya.

Bola mata yunmi terbuka sempurna saat mengetahui dari siapa pesan yang masuk di ponselnya.

‘ yunmi-ya, kau tidak sedang berada di ruang operasi bukan ? ‘

‘ Heyy ‘

‘ yunmi-ya ‘

Gelagapan yunmi mengetik deretan huruf di ponselnya. Gadis itu terlalu bingung harus membalas apa.

‘ tidak ‘ balas yunmi singkat.

‘ kau membaca pesan dariku sebelumnya bukan ? ‘ tanya pemuda itu membuat rasa gugup yang menerpa yunmi semakin menjadi-jadi.

‘ ya ‘

‘ jadi, kapan kau inginku lamar ? ‘

Tubuh yunmi seketika menegang, kedua kakinya terasa lemas. Apa dia benar-benar tidak bermimpi ?. Yunmi merasa pikiran terasa kosong saat ini. Sungguh ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s