It This Love – Chapter 1

by bebebaek_

| Prolog |

Main cast : Byun Baekhyun & Z.Hera.

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

-aku yang masih gamon berkelanjutan sama ini couple. Di ambil dari beberapa adegan drama moon lovers : scarlet heart ryeo dan di adaptasi ke zaman modern. Murni imajinasi aku ya, don’t plagiat. Bikin cerita itu susah!-

Happy reading

***

Tok! Tok! Tok!

Terdengar suara ketukan beraturan  dari luar ruang kerja di mana tertulis menteri pertahanan di atas pintu ruangan.

“Masuklah” suara berat pria paruh baya yang duduk di balik meja kerjanya itu mempersilahkan.

Pintu itu terbuka dan menampilkan sosok pria paruh baya lain dengan setelan seragam lengkap. Pria itu memberi hormat.

Setelah hormatnya di terima, ia lantas menunduk kemudian kembali berdiri tegak di depan sang atasan.

“Ada apa kau tiba-tiba datang heejin-ah” tanya tuan byun yang merupakan seorang menteri pertahanan dimana ialah yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan tentang kemiliteran.

“Aku hanya ingin menyampaikan hormatku sebelum aku pergi ke daerah perbatasan” jawab tuan ji ramah.

Tuan byun tertawa pelan. Ya, meskipun dalam hal ini keduanya memiliki hubungan seorang atasan dan bawahan namun tidak bisa di pungkiri pertemanan keduanya sejak menjalani pelatihan bersama masih begitu kental.

“Ku harap kau dan pasukan yang kau ketuai akan pulang dengan selamat” ucap tuan byun tulus. Pria itu kemudian bangkit dari duduknya dan menghampiri tuan ji untuk kemudian merangkulnya duduk bersama di sofa lain ruang kerjanya.

“Soohyun-ah” panggil tuan ji ragu.

Tuan byun hanya menatap temannya itu menunggu tuan ji melanjutkan kalimatnya.

“Eumm, sejujurnya aku datang ke sini untuk-” tuan ji menggantung kalimatnya, berusaha mencari kalimat yang pas untuk ia sampaikan. “soohyun-ah bagaimana jika kita menjadi besan” lanjutnya jelas.

Tuan byun masih terdiam, mencerna apa yang baru saja ia dengar dari sang sahabat.

“Maksudku- bagaimana jika kita menjodohkan anak kita. Baekhyun dan hera” tuan ji tersenyum canggung di akhir kalimatnya.

“Mungkin ini terlalu mengejutkan tapi-“

“Heejin-ah, apa kau yakin ?” Potong tuan byun yang akhirnya angkat suara.

“Huh ?” Kali ini balas tuan ji lah yang diam dengan tatapan bingung penuh tanya.

“Apa kau yakin ingin menjodohkan anakmu dengan baekhyun ? Kau tau baekhyun itu-“

“Aku tahu. Jujur, aku sama sekali tidak yakin.  Tapi hera, anak itulah yang memintaku” jawab tuan ji dengan tatapan menerawangnya.

“Jika memang begitu alasannya, maka tidak ada alasan bagiku untuk menolak niat baik calon menantuku” suara tuan byun membuat tuan ji mendongak. Tatapan ayah tunggal itu seakan tidak percaya. Keduanya kemudian larut dalam tawa bersama. Sebuah tawa yang mengisyaratkan rasa lega dan kebahagiaan.

~

Satu bulan sejak pembicaraan tuan ji dan tuan byun dimana keduanya sepakat untuk menjodohkan anak mereka mengubah hubungan pertemanan itu menjadi sebuah hubungan keluarga.

Malam ini setelah kembali dari daerah perbatasan untuk beberapa hari ke depan. Tuan ji menerima sebuah undangan makan malam dari tuan byun.
Tuan ji bergerak membuka pintu kamar sang putri yang masih duduk di depan meja riasnya tanpa menyadari kehadirannya. “Apa kau sudah siap ?” Suara pria paruh baya itu membuyarkan fokus hera.

Hera berpaling memutar tubuhnya menghadap sang ayah yang entah sejak kapan berdiri di depan pintu kamarnya. Dengan senyum canggung di ikuti rasa gugup yang membuat jantungnya berdebar tidak karuan hera mengukir senyumnya.

Malam ini putri kecil tuan ji itu begitu cantik dengan dress putih dan rambut hitam yang ia biarkan tergerai indah.
“Ayo” tuan ji mengulurkan lengannya sembari tersenyum saat hera mulai melangkah menyambut lengan tegapnya.

Setelah melewati perjalanan kurang dari tiga puluh menit menuju kediaman tuan byun. Hera dan ayahnya akhirnya tiba. Tuan ji keluar lebih dulu setelah sang supir membuka pintu mobil yang kemudian di iringi hera setelahnya.

Tuan ji dan hera melangkah berdampingan ketika pelayan kediaman keluarga byun menyambut keduanya dan menuntun mereka menuju ruang makan dimana tuan byun dan kelurganya telah berada di sana.

“Uuuuu… oppa kau terlihat beda malam ini” goda dahyun setibanya gadis itu di ruang makan keluarga. Sembari menarik kursinya ia terus saja memperhatikan baekhyun yang sudah duduk di sebelahnya.

“Oppa, kau terlihat bersinar malam ini. Woahh ternyata benar ungkapan dari buku yang pernah aku baca katanya seseorang akan terlihat jauh bersinar ketika akan bertemu jodohnya. Yahhh oppa aku benar-benar tidak percaya kau akhirnya menikah juga” lanjut dahyun dengan senyum mengembangnya berbeda jauh dengan sang kakak yang sedang memasang wajah datarnya berusaha mengabaikan setiap kalimat yang keluar dari mulut jahil dahyun.

“Eomma, setelah oppa menikah apa ia akan memiliki anak ? Oppa akan menjadi ayah, eomma akan menjadi nenek dan aku akan menjadi bibi yang cantik” dahyun belum menyerah kini ia beralih menjadikan ibunya sebagai sarana kejahilannya menggoda baekhyun.

“Yak! Apa kau tidak bisa diam” pertahanan baekhyun runtuh. Sungguh untuk berada di tempat ini saja ia merasa begitu tertekan dan adik satu-satunya ini malah menambahkan kekesalannya.

“Ouuuuu.. calon pengantin rumah ini begitu sensitif. Ah! Oppa apa kau gugup ?” Dahyun semakin menjadi-jadi.

“Ku bilang diam atau kau-” baekhyun mengeram penuh emosi, pemuda itu bergerak akan mengarahkan lengannya berusaha menggapai dahyun saat gadis itu dengan sigap berteriak.

“Eomma!”

“Sssttt, ya. Apa kalian tidak bisa diam. Berhenti bertengkar dan jaga sikap kalian” lerai nyonya byun menghentikan gerak baekhyun.

Nyonya byun menatap keduanya bergantian lalu kembali bersuara “Terlebih kau baek-ah, bersikaplah lebih dewasa. Kau akan menemui calan istrimu”

Baekhyun menggerutu pelan. Ia memicingkan bola matanya pada dahyun yang sedang memeletkan lidah sembari terkikik geli karena merasa menang.

Baekhyun masih di selimuti awan tebal rasa kesalnya, ia sama sekali tidak mengalihkan tatapannya dari dahyun. Baekhyun seolah ingin menguliti adiknya itu dengan tatapan tajamnya.

“Eoh, mereka datang” suara dahyun pelan saat tamu undangan sang ayah tiba.

Mendengar ucapan dahyun, baekhyun lantas memalingkan wajahnya. Sejanak baekhyun tertegun melihat sosok dengan senyum cerah itu berjalan mendekatinya.

“Yah.. oppa. Eonni ini sangat cantik, ah tidak tidak. Dia tidak hanya cantik tapi juga manis” bisik dahyun pada baekhyun namun tidak di tanggapinya karena saat ini baekhyun masih tenggelam dalam ketertegunannya.

“Oh. kalian bahkan mengenakan pakaian senada ? Eyyyy ternyata begini yang di namakan jodoh” lanjut dahyun menyenggol pelan lengan baekhyun membuatnya kembali tersadar.

Baekhyun mengerjap beberapa kali, berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya yang melayang beberapa detik karena sosok- . Baekhyun kembali tertegun saat hera kini telah duduk manis di depannya, tersenyum hingga mata kecilnya menghilang. Baekhyun hampir saja ikut mengukir senyumnya jika saja ingatan itu tidak muncul di benaknya.

*flashback on*

“Aku akan menghajarmu baekhyun-ah!!” Suara seorang lelaki kecil dengan bibir bersudutnya.

Mendengar teriakan dari seorang yang seumuran dengannya berdiri di seberang dengan tongkat mainan di salah satu lengannya, bukannya lari menghindari baekhyun justru diam memicingkan matanya mengamati lamat-lamat jongdae yang berlari pasti menuju arahnya.

Jongdae telah mengayunkan tongkatnya bersamaan dengan baekhyun yang siap dalam posisi bertahan.

Bug!

“Awwwwww!” Sesuatu terjadi begitu cepat. Baekhyun tidak tahu pastinya bagaimana, namun saat ini yang ia lihat adalah jongdae yang telah tersungkur di tanah dengan dua tangan menutup hidungnya.

Darah. Bola mata baekhyun membulat saat menyadari darah segar mengucur di sela jari-jemari jongdae. Baekhyun menoleh dan ia menemukan sosok gadis kecil yang tengah berdiri di depan jongdae. Gadis itu memasak wajah menyeramkan, nafasnya berderu dan yang menjadi fokus baekhyun adalah lengan mengepal di sisi tubuhnya di mana di sana terlihat sedikit noda kemerahan.

Darah ? Baekhyun bisa memastikan gadis itulah yang menyerang jongdae hingga temannya itu terjatuh. Gadis itu melukai jongdae dan mengganggu acara main perang-perangan keduanya.
Dengan ekspresi kesalnya baekhyun melangkah menghampiri sang gadis. Baekhyun mendorong tubuh gadis itu hingga terhuyung kebelakang.

“Yak! Apa yang kau lakukan! Kau melukai temanku!” Bentak baekhyun kesal dengan tatapan tajam penuh amarah.

Gadis itu diam. Ia hanya menatap ragu pada baekhyun, lengan mengepalnya telah terurai berganti dengan gerakan kecil khas seseorang yang tengah di landa gugup.

“A-aku hanya in-gin melindungimu” suara gadis itu pelan.

“Apa kau seorang preman ? Pergi sana sebelum aku melaporkanmu pada ayahku!” Suara baekhyun lagi tanpa mendengar kalimat yang terlontar dari gadis di depannya.

Baekhyun segera menuju jongdae menuntun temannya itu bangkit. “Yak, apa kau tidak mendengarku ? Ku bilang pergi!” Baekhyun kembali berteriak mendapati gadis itu tidak juga beranjak dari tempatnya.

“Pergi!” Suara baekhyun lebih keras. Kali ini ia berhasil menyentak gadis yang diam tanpa sepatah katapun itu. Gadis itu mengerjap sesaat lalu pergi dengan langkah setengah berlari.

“Eoh, apa itu tadi hera-” suara minseok setelah tiba di depan baekhyun dan jongdae. Ya, sebelumnya minseok berpapasan dengan hera yang berlari menahan tangisnya.

“Hera ?” Gumam baekhyun dengan alis mengerut.

“Ooo!! Yak! Jongadae-ya apa yang terjadi dengan- yak! Kita harus membawanya ke rumah sakit” kejut minseok setelah melihat keadaan jongdae.

“Bagaimana-“

“Telpon orang tuamu bodoh” minseok memotong kalimat tidak sempurna baekhyun.

*flashback end*

“Apa appa benar-benar ingin membunuhku ? Mengapa ia menjodohkanku dengan seorang preman ?” Baekhyun berkata dalam hati, wajah terkejutnya kini berubah menjadi datar.

“Jika waktu kecil saja ia bisa mematahkan hidung jongdae bagaimana sekarang ? Ia bisa saja-” baekhyun terus saja berujar di dalam hati hingga ia mengabaikan suara ibunya yang tengah memanggilnya berkali-kali.

Baekhyun baru tersadar setelah sang ibu menyenggol lengannya. Baekhyun yang tidak tahu apa-apa melirik sang ibu penuh tanya.

“Bagaimana baek-ah ?” Tanya nyonya byun dengan senyum teduhnya.

“E-eoh ? Ya” jawab baekhyun bingung. Ia tidak mendengar apapun karena terlalu fokus pikirannya sendiri.

Dan baekhyun semakin bingung kala semua orang yang berada di meja makan tersenyum bahagia mendengar perkataannya.

“Baiklah. Karena keduanya telah menyetujui perjodohan ini bagaimana jika kita melangsungkan pernikahannya bulan depan ?” Suara tuan byun sukses membuat bola mata baekhyun membulat sempurna.

“Apa!? Perjodohan ? Menyetujui ? Jadi barusan- ohhh!! Baekhyun kau bodoh! Bodoh!” Jerit baekhyun dalam hati.

“Tidak. Tidak. Bukankah itu terlalu cepat ? Hera masihlah seorang siswa. Bagaimana jika setelah pengumuman kelulusan saja dengan begitu baekhyun juga telah menyekesaikan ujian semesternya” nyonya byun mengemukakan pendapatnya.

Tuan ji tersenyum bahagia “ya, ku rasa aku sependapat dengan istrimu soohyun-ah” suaranya kemudian.

Ketiganya kemudian sepakat dan setuju akan usul nyonya byun sementara hera dan baekhyun hanya diam. Diam dengan perasaan yang berbeda. Jika hera sekarang tersenyum malu-malu hal itu berbanding jauh dengan baekhyun yang diam dengan tatapan dinginnya.

TBC

maaf jika ini gak jelas, masih pemanasan yekan yekan😉

Semoga suka😁😁

🙆bebebaek_

Advertisements

2 thoughts on “It This Love – Chapter 1

  1. Pingback: It This Love – Chapter 2 | BABY BEE

  2. Pingback: It This Love ? – Chapter 3 | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s