Happy Ending – Epilog of ‘a thousand years’

by bebebaek_

| 1/2 | 2/2 |

Main Cast : Baekhyun & Z.Hera

Genre : Romance

Length : Ficlet | Rating : General.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

‘Akan menyenangkan untuk hidup seperti ini dari awal’

♡♡♡

“Mengapa kau selalu ingin ke tempat ini ?” Suara baekhyun memecah keheningan yang beberapa saat lalu tercipta di antara mereka.

Pemuda itu menoleh ke sampingnya, menatap sosok wanita yang tujuh tahun ini hidup bersamanya. Dapat di lihatnya wanitu itu tersenyum meski fokusnya masih tak teralih pada hamparan air danau yang tenang di depannya.

Seolah selalu terhipnotis akan senyum manis wanita itu, tanpa sadar baekhyun ikut menaikkan sudut bibirnya. Lengan pemuda itu terulur mengambil dan membawa lengan halus wanita yang kini telah menjadi isterinya.

Hera menunduk, tatapannya mengiringi lengannya yang bergerak atas tuntutan seseorang yang dulu selalu ia ikuti meski begitu sulit untuk menggapainya di saat orang itu lupa akan ia dan masa lalu mereka.

Hera ikut tersenyum saat baekhyun menaikkan sudut bibirnya di sela hangat telapak tangannya menggenggam tangan hera.

“Baek-ah” panggil hera membuat pemuda itu menoleh ke arahnya.

“Hmmmm” sahut baekhyun dengan senyum dan tatapan lembutnya.

“Kau tau ? Kata orang-orang, dulu danau ini merupakan tempat pemandian para pangeran” hera berkata dengan tatapan lurus menerawang.

Baekhyun masih mempertahankan senyumnya saat sekelebat bayangan itu kembali muncul di benaknya, bayangan orang yang serupa dengannya tengah mandi bersama dengan beberapa pemuda lainnya.

Baekhyun mengerjapkan kedua matanya berusaha kembali pada waktu nyatanya, ia menoleh menatap hera yang kini telah menatapnya. Baekhyun tahu hera pasti menyadari jika bayangan itu lagi-lagi muncul di benaknya.

Pada awalnya baekhyun memang tidak mengerti akan penggalan kejadian yang selalu membayangi benaknya itu namun sekarang perlahan baekhyun dapat menerimanya. Ya, sekarang ia percaya jika pemuda yang serupa dengannya dalam mimpi maupun bayangan itu adalah sosok lain dirinya di masa lalu, begitupun dengan hera ia percaya jika gadis yang serupa dengan hera itu adalah sosok sang isteri yang juga telah menjadi isteri dari sosok lain dirinya di masa lalu.

Reankarnasi. Sekarang baekhyun percaya akan adanya reankarnasi.

“Yeobo” panggil baekhyun saat masih keduanya saling bertemu tatap.

Baekhyun tersenyum mendapati kedua alis isterinya yang saling bertaut mewakili pertanyaannya.

“Apa hari ini ulang tahun pernikahan kita ?” Tanya baekhyun sembari membawa hera dalam pelukannya.

“Tidak” jawab hera polos.

“Lalu apa hari ini hari ulang tahun eun ?”

“Tidak”

“Hari ulang tahun soon ?”

“Tidak”

“Ulang-“

“Tidak baek-ah, hari ini juga bukan hari ulang tahun so dan hee” potong hera sembari melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.

“Lalu kenapa ?” Baekhyun bertanya sengaja menggantungkan kalimatnya.

Hera lagi-lagi hanya diam dengan tatapan bertanyanya. Mata kecil dan ekspresi itu sungguh membuat baekhyun gemas padanya.

“Jika kau ingin berdua denganku mengapa kita harus ke sini. Kita bisa berduaan di rumah. Bukan kah di sini terlalu terbuka untuk-, awww!” Baekhyun meringis ketika lengan terlatih hera mendaratkan pukulan di lengannya.

“Dasar mesum” pekik hera pelan. Wajahnya memerah dan baekhyun menyadarinya.

“Aku bahkan harus menutup toko peralatan hari ini, kau harus membayar mahal kerugianku hari ini” baekhyun kembali bersuara dengan berusaha menyembunyikan senyumnya.

“Ckckck” hera berdecak kesal. “Aku juga meliburkan kelas bela diriku untuk hari ini! -ishhhh kau benar-benar tidak pengertian!” Lanjut hera kesal. Gadis itu menekuk wajahnya dan membuang pandangannya membelakangi baekhyun.

Baekhyun tersenyum simpul. Pelan-pelan lengannya terulur meraih pundak hera dan menuntunnya membuat keduanya kembali saling berhadapan.

Hera mengerjapkan matanya masih dengan sisa kekesalannya, namun itu tidak bertahan lama karena pandangan lembut dari mata teduh baekhyun padanya selalu ampuh melunturkan rasa kesal hera.
Baekhyun tersenyum. Lengannya perlahan naik menyentuh sisi wajah hera. Pandangan keduanya terkunci. Baekhyun dan hera tenggelam dalam lautan perasaan yang tergambar jelas di manik masing-masing.

Perlahan baekhyun memajukan wajahnya. Memangkas sedikit jarak yang tersisa di antara keduanya dan di saat jarak itu semakin tipis secara bersamaan baekhyun dan hera memejamkan matanya.

“Eomma! Appa!-” suara dua anak kecil menginterupsi baekhyun. Segera dengan berat hati pemuda itu menjauhkan wajahnya yang tinggal beberapa senti di depan hera.

“E-eoh!” Seru hera setelah sebelumnya ia mengerjap beberapa kali untuk sekedar menetralkan detak jantungnya.

Baekhyun dan hera menyambut kedua anak kecil itu dengan senyum mengembang. Satu anak lelaki berusia lima tahun itu menghambur ke dalam pelukan hera sementara anak perempuan berusia tiga tahun enam bulan menghambur ke dalam pelukan baekhyun.

“Kalian dari mana saja eum ?” Tanya hera pada anak lelaki yang merupakan anak sulungnya dan baekhyun.

“Aku dan hee baru saja melihat layang-layang di sana. Salah satu paman di sana menaikkan layang-layang dengan bentuk pesawat. Benar-benar keren appa” suara so menjelaskan dengan mata berbinarnya.

“Benarkah ?” Tanya baekhyun menatap sang putri di depannya.

“Benar appa! Nanti appa harus membuatkannya untuk kami eoh. Kita juga bisa menjualnya di toko” kata hee membenarkan dengan wajah menggemaskannya.

“Kalau begitu apa kita harus membuatnya sekarang ?” Baekhyun kembali bertanya sembari menatap kedua anaknya bergantian.

“Ya!!!” Seru so dan hee bersama. Keduanya begitu antusias.

“Ayo kita pulang, eun dan soon akan kedinginan jika terlalu lama tidur di sini” lanjut baekhyun melihat dua keranjang bayi yang sedari tadi berada di sisi tengah belakang keduanya membuat hera ikut menilik pelan pada dua bayi kecil kembar mereka.

Baekhyun bangkit sembari menggendong hee dan beranjak mendorong satu kereta bayi yang juga di ikuti hera dengan mengambil satu kereta bayi lainnya. Keduanya berjalan sejajar dengan so yang juga melangkah kecil mengimbangi kedua orang tuanya di sisi tubuh hera.

Terasa begitu menyenangkan bagi keluarga kecil baekhyun untuk sekedar menghabiskan waktu bersama.

Baekhyun tidak pernah menyesal akan keputusan terlebih sejak hari itu. Hari dimana hera memberinya sebuah ciuman untuk pertama kalinya di tempat ini.

Ya, sejak kejadian bertahun-tahun lalu hera, gadis itu terus saja menempel padanya, mengikutinya kemana saja. Baekhyun bahkan tidak pernah melihat hera dari jarak yang tak terlihat. Gadis itu selalu mendekat.

Pada awalnya baekhyun memang tidak dapat menerima hera dengan segala keanehan yang terjadi padanya sejak ia bertemu dengan sang gadis. Namun lambat laun kehadiran hera bagai sebuah rutinitas yang wajib baekhyun jalani setiap harinya, gangguan yang hera berikan dengan kepolosannya menyentuh hati baekhyun. Ia terhibur, ya baekhyun selalu tersenyum melihat tingkah pola hera yang kelewat polos.

Kehadiran hera merupakan sebuah gangguan. Ya, baekhyun dengan lantang mengumandangkannya. Namun satu hari saja ia tidak menemukan gangguan itu, baekhyun tanpa sadar mencarinya, baekhyun merindukannya dan baekhyun mengkhawatirkannya.

Suatu hari saat baekhyun sadar akan perasaannya, saat ia berlari mengejar hera yang masih diam di tempatnya menunggu dan menyambut baekhyun dengan sebuah pelukan hangat. Pelukan hangat yang baekhyun berani bersumpah pelukan itu adalah pelukan ternyaman baginya seumur hidupnya.

Sejak memutuskan untuk bersama dan beberapa tahun setelah lulus dari universitas baekhyun dan hera mengambil keputusan besar. Bukan tanpa pemikiran panjang keduanya memutuskan untuk menikah di usia muda, mengabaikan segala keraguan orang sekitar dan memilih percaya jika kebahagiaan akan menyelimuti hidup mereka untuk memulai semuanya dengan cepat.

Dan mereka benar. Tidak pernah sedikitpun terlintas di benak keduanya untuk menyesal meskipun kata mapan mungkin jauh dari keluarga kecil mereka namun cukup bagi mereka untuk hidup berkecukupan dan yang paling penting adalah mereka hidup bahagia. Selalu bersama, saling melengkapi dan saling melindungi.

‘Bukankah akan lebih menyenangkan jika hidup di mulai dengan rasa menyenangkan dan berakhir dengan kebahagian’ -baekhyun.

END

Aaaaaaa~ akhirnya hutang bebeb lunas!!!! Fiuhhh (seka seringat), akhirnya bisa juga wujudin keinginan pangeran eun buat punya anak empat *ngehehe😆😆😆

Maaf ya jika kurang memuaskan. Imajinasi bebeb cuma sebatas ini doang. Cetek emang. Beuhhh payah.

Tapi, tapi- tapi kan yang penting mereka akhirnya hidup bahagia *eaaaakkk😄

-gue juga mati bahagia kali bareng istri. -wangeun😒

😲😲😲😲mampus!! Eun kesindir!

Maapin bebeb eun~ tenang-tenang ya kamu di sana😂

———duh ini paan si. Pamit beb pamit gih.

Yaudah kecup penuh cinta buat eun yang udah mendingin😌😌

😆bebebaek_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s