Is This Love ? – Prolog

by bebebaek_

Main cast : Byun Baekhyun & Z.Hera.

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

-aku yang masih gamon berkelanjutan sama ini couple. Di ambil dari beberapa adegan drama moon lovers : scarlet heart ryeo dan di adaptasi ke zaman modern. Murni imajinasi aku ya, don’t plagiat. Bikin cerita itu susah!-

Happy reading

***

‘Jika aku menikah, aku hanya ingin menikah dengannya’

“Hera-ya, bagaimana dengan ujianmu hari ini ?” Tanya seorang pria paruh baya pada anak semata wayangnya. Hera sedang mengeluarkan buku-buku dari ranselnya dan mencari beberapa buku mata pelajaran yang di ujikan besok untuk ia pelajari kembali.

Hera berbalik menghadap ayahnya, satu-satunya keluarga yang ia punya. Dengan senyum merekah hera menghambur ke dalam pelukan sang ayah. Ya, hera memanglah hanya memiliki ayah, ibu-nya telah lama meninggalkannya bahkan sebelum ia sempat melihatnya.

“Membosankan appa” suara hera dalam pelukan hangat ayahnya yang merupakan seorang perwira tertinggi berbintang tiga Angkatan Darat Republik Korea. “Tapi aku akan berusaha. Aku tidak akan mengecewakan appa” lanjut gadis itu kembali tersenyum hingga mata kecilnya menghilang.

“Apa appa akan memberiku hadiah ? Liatlah kantung mataku menghitam appa. Appa tahu betul bagaimana kemampuan akademikku” hera kembali bersuara sembari melepas pelukannya dan menunjukkan jari telunjuknya pada kedua kantung matanya.

Ayah hera terkekeh. Tingkah manis putrinya tidak pernah berubah meski kini ia telah beranjak dewasa. Baginya putri kecilnya dulu masih tetaplah kecil yang harus ia lindungi terus, terus dan terus.

“Baiklah, appa akan memberimu hadiah. Kau ingin apa heum ?” Tanya ayah hera sukses membuat sang gadis berbinar.

“Benarkah !?” Pekik hera antusias. “Aku hanya ingin appa bersamaku di akhir tahun ini” lanjutnya masih dengan binar bahagia sementara raut sang ayah perlahan berubah. Hera menyadarinya.

“Apa tidak bisa ? Apa appa akan pergi lagi ?” Tanya hera kembali dengan suara merendah.

Ayah hera menghela nafasnya berat. “Hera-ya, bagaimana jika ayah menjodohkanmu dengan seorang pemuda” suaranya kemudian terdegar berat namun berwibawa.

Hera yang beberapa saat lalu menunduk kecewa mengangkat wajahnya dan menatap sang ayah bingung. “Ap-a?” Tanyanya menuntut penjelasan.

“Appa sudah memikirkan hal ini sejak lama. Bagaimana jika kau menikah-“

“Kenapa ? Kenapa appa tiba-tiba ?” Potong hera tidak mengerti.

“Appa hanya ingin ada seseorang yang menjagamu” jawab ayah hera lembut.

“Bukankah ada appa yang selalu menjagaku ?”

Ayah hera tersenyum hangat “Ya, tapi sayang ayah sudah berumur kau memerlukan seseorang yang tidak hanya bisa menjagamu maksud appa seorang yang juga selalu bersamamu dan menemanimu”

“Kenapa ayah bicara seakan-” hera tidak menyelesaikan kalimatnya. Kedua bola mata kecilnya menatap dalam sang ayah. Kegelisahan nampak begitu kentara di wajahnya. “Appa akan kembali bukan ?” Suaranya kembali lolos meski terdengar rendah.

“Appa akan menepati janji appa untuk kembali seperti biasanya kan ?” Tuntut hera lagi.

“Ya, appa pasti kembali. Appa hanya tidak ingin kau kesepian. Appa ingin melihatmu-“

“Eummm” hera lagi-lagi memotong perkataan ayahnya dengan bergumam di ikuti anggukan. Setitik bulir bening itu lolos dari sudut matanya namun cepat-cepat di sekanya.

“Aku akan mengikuti apapun yang appa inginkan” lanjut hera tersenyum hangat yang pada akhirnya juga menular pada sang ayah.

“Tapi appa bolehkah aku memilih orang itu sendiri ?”

Kedua alis ayah hera mengernyit “apa kau sudah memiliki seorang kekasih ?” Tanya sang ayah penasaran.

Hera menggeleng “tidak. Tapi aku pernah berdoa. Aku hanya ingin menikah dengannya” suara hera tersipu.

“Siapa orang beruntung yang masuk dalam alunan doa putri appa heum ?” Tanya ayah hera bak sebuah godaan.

Hera memajukan tubuhnya mendekatkan wajahnya pada salah satu telinga sang ayah dan berbisik.

Ekpresi wajah ayah hera berubah, raut pria paruh baya itu terlihat begitu terkejut setelah hera membisikkan sebuah nama kepadanya.

“Hera-ya. Apa kau yakin ?” Tanyanya meragukan apa yang hera katakan sebelumnya.

“Apa kau tidak ingin appa jodohkan dengan jisoo ? Appanya sangat dekat dengan appa dan kalian berada di kelas taekwondo yang sama” ayah hera berusaha mengajukan pendapatnya. Ya, ia ingin yang terbaik untuk putrinya. Dan setahunya putra dari mayor jendral itu bisa di andalkan.

“Tidak appa. Jisoo sudah aku anggap sebagai teman ah tidak, tapi sahabat” tolak hera tegas.

“Lalu bagaimana dengan lee junki ? Kau tahu dia sedang berada di akademi militer sekarang ?”

“Junki oppa ? Tidak appa, jika aku menikah dengannya tidak ada yang akan berubah, ia akan selalu pergi seperti appa dan jujur aku bosan dengan dunia militer appa” lagi-lagi hara memiliki alasan yang tepat untuk menolak tawaran ayahnya.

“Bagaimana dengan kang haneul ? Kau juga pernah bertemu dengannya”

Hera menghela nafasnya pelan. Ayahnya ini memang tidak pantang menyerah. “Anak presiden kang ? Oh! Appa itu sama saja dengan mengurungku lebih dalam” tolak hera dengan alasan cemerlangnya. Ingat mereka adalah anak dan ayah bagaimanapun sang ayah tidak pantang menyerah maka sang anak akan lebih tidak pantang menyerah lagi.

Kali ini ayah hera lah yang menghela nafasnya berat “kau yakin ingin ayah jodohkan dengan putra mentri pertahanan itu. Kau tidak ingin memikirkannya lagi” tanya ayah hera masih berusaha.

“Hera-ya, kau tau putra keluarga byun itu begitu manja, ia sama sekali tidak memiliki keterampilan- yak! Bagaimana ia akan menjagamu nantinya”

“Aku yang akan menjaganya appa” suara hera tanpa ragu.

Ayah hera diam dan itu membuat hera kembali meraih pundak ayahnya dan memeluknya. “Tenanglah appa” suara gadis itu terdengar lembut di rungu sang ayah.

“Apa kau jatuh cinta padanya ?” Ayah hera kembali bertanya.

Hera tersenyum simpul “entahlah. Hanya saja” jawab hera dalam pelukan ayahnya.

Ayah hera membalas pelukan putrinya penuh sayang.

‘Hera-ya, appa masih ragu akan keingiananmu’

~

‘Bisakah aku memilih siapa jodohku ?’

“Yak! Byun baekhyun! Kau kemana kan mobilku!” Teriakan memekik seorang gadis mengeluar nyaring dari dalam sebuah kamar.

Dengan wajah bertekuk gadis itu keluar dari kamarnya dan berhenti tepat di sebuah pintu kamar yang masih tertutup tepat di sebelah kamarnya.

“Oppa! Yak! Keluarlah. Oppa di mana mobilku!” Teriaknya lagi namun tidak juga mendapat respon dari pemilik kamar.

Gadis itu mendengus. Dengan kasar ia membuka pintu yang semula tertutup kemudian membantingnya keras.

“Oppa bangun!” Teriaknya lagi saat mendapati sang pemilik kamar masih bergemul dengan selimut tebalnya.

“Ouch! Ya. Oppa kau mabuk ?” Tanyanya memelan saat mencium aroma menyengat saat ia mendekat.

“Huemmmm berisik” suara baekhyun parau sembari berbalik memalingkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya di balik bantal.

“Heol! Baiklah kalau begitu aku akan mengadukan oppa pada appa” ancamnya lalu sedikit menjauh.

“Appa! Baekhyun oppa ma-“

“Yakkk! Diam kau” potong baekhyun bangkit dari tebal selimut yang semula menutupi separuh tubuhnya. Penampilan pemuda itu sangat kusut dengan wajah membengkak dan rambut yang acak-acakkan.

“Kau akan mati jika kau mengadukanku dahyun-ah” lanjut baekhyun dengan kedua mata memicing tajam.

“Oh ya ? Aku tidak takut. Kita liat saja siapa yang akan mati di antara kita” balas gadis itu percaya diri.

“Kau mau apa ?” Tawar baekhyun akhirnya. Ia tahu ia akan kalah dengan adiknya itu jika berurusan dengan pengaduan perilakunya pada sang ayah.

“Aku ingin mobilku”

“Eoh. Aku akan mengembalikannya besok” jawab baekhyun tenang lalu kembali berbaring.

“Yak! Oppa aku ingin sekarang aku memerlukannya” rengek dahyun mendekat dan mengguncang-guncangkan tubuh baekhyun dengan kedua tangannya.

“Kalau begitu ambil saja di rumah jongdae. Jongdae yang membawanya pulang kemarin” baekhyun berkata sembari kembali memejamkan matanya. Ya, kepalanya masih begitu berat. Semalam ia minum terlalu banyak hingga tidak bisa menyetir untuk pulang.

“Kalau begitu aku akan menggunakan mobil oppa saja. Sini mana kuncinya” dahyun mencoba solusi lain.

“Mobilku ? Ckckc” baekhyu terkikik. Ambil saja di rumah minseok. Ia meminjamnya lusa.

“Aissshhhh oppa! Kau benar-benar”

“Eomma! Eomma lihatlah kelakuan oppa-” dahyun kembali bersuara nyaring sembari keluar dari kamar baekhyun.

Mendengar derap langkah sang adik menjauh baekhyun dengan sigap bangkit dan melangkah lebar menyusul dahyun. Bukannya berhasil menahan dahyun dan membuat kesepakatan dengan adik cerewetnya itu baekhyun justru mendapat tatapan tajam dari ibunya yang kini berdiri di samping dahyun yang sedang memeletkan lidahnya mengejek. Menyebalkan! -oh! Dan jangan lupakan ayahnya juga berada di tempat yang sama, terus membaca koran dengan secangkir kopi yang masih mengepulkan asap di depannya tanpa mengindahkan kehadirannya.

“Yak! Anak nakal! Kau kemanakan mobilmu juga mobil adikmu ? Mengapa kau selalu menyusahkan eoh ?” Bentak sang ibu setibanya baekhyun di ruang makan keluarganya itu.

Ibunya telah berubah. Dulu ibunya selalu menyayangi dan memanjakannya tapi tidak sekarang. Setelah baekhyun menjelma menjadi seorang pemuda yang bersikap bak anak-anak yang masih meretas masa pubertas ibunya telah kehilangan kesabaran menghadapi baekhyun yang selalu bertindak sesukanya.

“Eoh~ eomma aku tidak menghilangkan ataupun menjualnya. Aku hanya meminjamkannya pada temanku. Temanku membutuhkan mobil eomma. Bukankah eomma selama ini mengajarkanku untuk selalu berbuat baik ? Aku berbuat baik eomma tapi mengapa eomma memarahiku ?” Kilah baekhyun bersuara dengan nada manja dan itu cukup membuat ibu dan ayahnya memejamkan mata menahan amarah.

“Lagipula aku tidak lagi memberikan mobil kepada gadis dan teman-temanku. Hanya meminjamkannya saja. Apa itu juga salah” lanjut baekhyun kali ini bergumam rendah namun ayah dan ibunya dapat mendengar gerutuan baekhyun itu dengan jelas.

Ibu baekhyun menghela nafasnya berat. Sembari membuka matanya wanita itu bersuara “baek-ah kapan kau akan berubah nak ?” Tanyanya terdengar putus asa.

“Berubah ? Mengapa aku harus berubah eomma. Aku tidak perlu melakukan oprasi plastikkan ? Aku sudah begitu tampan begini” jawab baekhyun tersenyum sementara dahyun yang mendengarnya hanya mencibir tanpa suara.

“Maksud eomma menjadi dewasa baek-ah, kau tidak lagi seorang pelajar. Kau sudah berada di smester ketiga perguruan tinggi. Apa kau masih akan bersikap seperti ini ?”

“Eomma-“

“Ehem!” Deheman dari pria paruh baya yang semula hanya diam itu menginterupsi ketiganya, baekhyun tidak lagi melanjutkan kalimatnya.

Keenam pasang mata di ruang makan itu memperhatikan pada gerik sang kepala keluarga yang sedang melipat kembali koran yang semula ia baca.

“Baekhyun. Appa sudah mengambil keputusan besar untukmu” suaranya setelah meletakkan koran yang telah terlipat itu di samping gelas kopinya.

Baekhyun tidak menjawab. Ia hanya diam di tempat membeku tanpa berani membuka suara. Bagaimanapun wibawa ayahnya tidak pernah mampu baekhyun taklukan, ia sama sekali tidak berani bertingkah aneh di depan sang ayah meski baekhyun tahu ayahnya itu mengetahui segala seluk beluk perilakunya.

“Appa akan menjodohkanmu dengan putri dari staff appa” lanjut tuan byun berpaling dan menatap putra pertamanya itu.

Baekhyun membuka mulutnya tanpa sadar, baekhyun terkejut akan apa yang baru saja ia dengar. Tidak jauh berbeda ekpresi ibu dan dahyunpun sama. Ibu baekhyun menutup mulutnya yang sempat menganga sementara dahyun menatap tidak percaya pada sang ayah juga prihatin pada kakaknya.

“Ta-pi appa, aku masih terlalu muda untuk me-“

“Kau tau baekhyun. Aku tidak selamanya bisa seperti ini, saat aku berdiri tegak banyak pasang mata yang berharap aku terjatuh dan menyumpahiku untuk segera lengser dari jabatanku” potong tuan byun saat belum selesai kalimat baekhyun akan memprotes keputusannya.

“Bukan hanya bekerja untuk pemerintahan, aku juga membangun sebuah perusahaan dimana kaulah pewarisnya tapi kau tau pasti syarat untuk mengambil alih perusahaan yang telah aku buat dengan jerih payahku itu tidak hanya karena kau anakku ataupun telah berusia dewasa. Kau tau satu syarat lainnya bukan ?” Tanya tuan byun menatap baekhyun yang kini menundukkan kepalanya.

“Menikah. Ya, kau harus menikah untuk mewarisinya” lanjut tuan byun. “Aku tidak mau perusahaan yang ku bangun dari nol itu jatuh ke tangan paman-pamanmu yang siap untuk mencakarkan kuku-kuku tajamnya setelah aku jatuh nantinya”

“Yeobo” panggil nyonya byun ketika topik yang di bawa suaminya itu begitu sensitif.

“Kau tidak ingin membiarkan eomma dan dongsaengmu menderita bukan ?” Tuan byun tetap melanjutkan kalimatnya tanpa memperdulikan peringatan dari nyonya byun.

“Appa sudah beumur baekhyun-ah, berubahlah untuk keluargamu. Tidak mengapa jika kau tidak ingin terjun kedunia politik ataupun kemiliteran. Appa hanya berharap kau bisa mempertahankan apa yang appa buat untuk kalian” lanjut tuan byun bangkit dari duduknya sesaat ia menatap teduh dua wanita terkasihnya di balik meja konter dapur lalu kembali pada baekhyun.

Tuan byun menepuk pundak baekhyun. “Kau hanya perlu mencobanya” suara tuan byun tak terbantahkan. Pria paruh baya itu lantas berlalu menuju pintu utama dan berangkat menuju kantornya membiarkan baekhyun, ibunya dan dahyun diam menatap punggung tegas itu menjauh dan hilang di balik daun pintu rumah mereka.

TBC

Holla!! Akhirnya menetas egen~

Bagaimana penasaran kah ?

Duhhh bebeb masih ragu nih bikin ff baekhera dan ninggalin oc kesayangan bebeb. Hahahah *curcol

Kritik dan saran selalu di tunggu. Lebih lebih baekhera moment lagi ughhhh bebeb terima banget banget lah…😋😋😋

Thanks

😗bebebaek_

Advertisements

5 thoughts on “Is This Love ? – Prolog

  1. Pingback: It This Love – Chapter 1 | BABY BEE

  2. Pingback: It This Love – Chapter 2 | BABY BEE

  3. Pingback: It This Love ? – Chapter 3 | BABY BEE

  4. Pingback: It This Love ? – Chapter 4 | BABY BEE

  5. Pingback: It This Love ? – Chapter 6 | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s