There Was Nothing [#3]

by bebebaek_

 

Prolog | chapter 1 | chapter 2 |

Main cast : Park Chan Yeol (EXO), Nam Hye Jin (oc).

Addicional Cast : Oh Se Hun (EXO), Kim Jong In (EXO), Jung Soo Jung (f(x)), Kim Seol Hyun (AOA).

Genre : family, marriage life, sad, romance.

 

Length : Chaptered | Rating : PG 16.

 

Hasil khayalan murni, don’t plagiat.

 

Sorry Typo-.-

.

.

.

Dentuman keras musik dan hentakkan lautan manusia menari bersama meliukkan tubuh di bawah kelap kelip lampu merupakan sebuah pemandangan biasa di dalam ruangan itu.

Adalah chanyeol yang memilih duduk di atas kursi pojok bar dengan gelas minuman di depannya. Entah sudah berapa tegukan air yang memberi efek terbakar pada tenggorokannya itu di tenggaknya.

Chanyeol tidak tahu harus berbuat apa yang ia inginkan saat ini adalah mengalihkan semua pikirannya dari gadis murahan yang telah berhasil mempermainkannya itu.

Ya, jujur saja kedatangan seolhyun pagi ini ke hotelnya membuat amarah itu kembali membara di dadanya. Terlebih tanpa tahu malu gadis itu datang dan memintanya kembali. Apa dia benar-benar tidak punya urat malu ? Lalu bagaimana dengan si brengsek itu. Jika dia kembali bukankah dia tidak ada bedanya dengan sehun.

“Akkkkhhhhhh!!!!” Teriak chanyeol dengan menghempas keras gelas di tangannya. Chanyeol mengacak-acak kasar rambutnya.

Bagaimana ini bisa terjadi. Bukankah selama ini dia sering mengabaikan gadis itu. Tapi mengapa setelah melihatnya dengan sehun yang notabene adalah sahabatnya sendiri, chanyeol merasa di khianati dan tikam dari belakang.

Ya, sedari kecil chanyeol memanglah seorang yang protektif pada apapun kepunyaannya. Ia akan marah jika miliknya di ambil ataupun di pegang orang lain.

Chanyeol meracau tidak jelas, seringaian kejipun tercetak di pahatan sempurna wajahnya. Satu lengan chanyeol meraih botol minuman yang terletak di depannya. Dengan sedikit sempoyongan chanyeol mengambil dan menatap botol itu dengan mata sayu yang telah memerah.

Chanyeol kembali menenggak minuman itu langsung dari botolnya lalu menghempaskannya.

“Brengsek!”

.

.

.

“Seolhyun ? Ya ku rasa telingaku masih cukup baik. Aku ingat betul ia menyebutku dengan nama itu waktu itu” hyejin bergumam seorang diri di sela kegiatan bersih-bersihnya.

Hyejin sedang membersihkan kamar dari sang pemilik hotel. Tugas utamanya yang baru beberapa hari ini di dapatnya. Entah hyejin harus bersyukur atau menganggapnya sebagai sebuah kesialan, yang jelas hyejin sama sekali tidak nyaman jika harus bertemu setiap hari dengan pemuda yang hampir saja-

“Ouhhhhh! Aku benar-benar pusing memikirkannya” pekik gadis itu frustasi.

Hyejin menghentikan aktifitasnya. Sejenak gadis itu diam dan kembali mengingat kejadian yang di lihatnya pagi ini.

“Mereka berdua bertengkar hebat. Apa karena itu ia mabuk-mabukkan dan hampir saja- ah tidak! Tidak! Bukankah tadi aku mendengar gadis itu berselingkuh ? Jadi apa dia di campakkan ?” Hyejin berbica di dalam hatinya. Gadis itu memasang wajah ibanya ada sedikit rasa kasihan saat mengingat akan apa yang di ucapkan chanyeol saat itu.

“Ouchhhh! Bodoh! Untuk apa aku kasian pada orang seperti itu. Yak! Ingat hyejin kau hampir diapakan olehnya” hyejin kembali bersungut ria dengan pemekirannya. Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda.

Braaaakkkk!!!

Hyejin terperanjat. Baru beberapa menit ia kembali fokus pada pekerjaan tiba-tiba pintu kamar itu di banting keras hingga menimbulkan suara yang begitu nyaring.

Hyejin segera berbalik menatap seseorang yang telah berdiri di ambang pintu. Aroma alkohol tercium tajam darinya. Hyejin tahu sang pemilik kamar itu sedang mabuk.

Dengan langkah sempoyongan chanyeol beranjak masuk dan lagi-lagi hyejin terperanjat saat ia melihat pemuda itu ambruk. Tubuh chanyeol tersungkur di atas lantai keramik kamarnya.

Hyejin yang melihat chanyeol terjatuh di depannya hanya diam mematung di tempatnya, gadis itu menatap chanyeol ragu. Jujur ia ingin menolong tapi meningangat kejadian tempo hari membuat hyejin mengurungkan niatnya.

Chanyeol berusaha bangkit seorang diri, dengan langkah pendek tidak seimbang pemuda itu perlahan mendekat. Chanyeol mencetakkan cegiran merendahkan di bibirnya seraya terus menatap tajam sosok hyejin di depannya.

Hyejin mundur perlahan saat langkah chanyeol semakin mendekat dan mendesaknya.

“Tuan m-muda” suara hyejin pelan.

“J-angan mendekat” lanjut gadis itu sarat akan rasa takut yang telah menyelimutinya.

Chanyeol sama sekali tidak mengindahkan setiap kalimat yang keluar dari bibir bergetar gadis di depannya. Chanyeol terus melangkah memperpendek jarak diantara keduanya.

“A-aku bukan seolhyun. A-ak-“

“Aku tahu” potong chanyeol, pemuda itu menyentuh pipi mulus hyejin ketika gadis itu tidak lagi dapat mundur untuk menghindar.

“Tapi kau menyebut namanya. Kau tau betapa aku membencinya ?” Kata chanyeol nyalang.

Manik mata chanyeol menggelap. “Kau tau aku tidak pernah serius dengan wanita. Aku selalu mencampakkan mereka tapi dia begitu berani melakukan hal itu padaku!” Teriak chanyeol tidak terima.

Hyejin terpaku. Tubuhnya benar-benar membatu meski hatinya bergetar ketakuatan. Hyejin tahu chanyeol tidak sepenuhnya sadar. Pemuda di depannya itu sedang dalam pengaruh alkohol.

“Karena itu aku membutuhkanmu. Aku ingin membalasmu-” lanjut chanyeol mendekatkan wajahnya.

Hyejin merendahkan wajahnya menghindar tepat ketika jarak diantara keduanya tersisa hanya beberapa centi.

Chanyeol kembali mengangkat wajahnya. Pemuda itu menyeringai, meremehkan namun sarat akan amarah.

“Kau berani menolakku ?” Suaranya penuh penekanan.

Chanyeol mengangkat tangan hyejin kasar. Memaksa hyejin untuk tidak menghindar darinya. Chanyeol hampir saja berhasil mendaratkan ciumannya jika saja hyejin tidak memberontak keras. Chanyeol terhuyung akan dorongan keras hyejin pada tubuh limbung pemuda itu.

Tapi chanyeol tidak menyerah. Ia kembali mendekat dengan tatapan yang semakin menakutkan. Gerakan gontai tidak seimbang tubuh yang di pengaruhi alkohol itu semakin membuat hyejin di landa ketakutan.

Chanyeol kembali mencengkram lengan hyejin. Maniknya menatap penuh minat pada bibir tipis gadis itu. Lagi-lagi chanyeol mendekatkan wajahnya berusaha menggapai apa yang di inginkannya.

Plak!

Sebuah tamparan keras kembali mendarat mulus di wajah tampan chanyeol.

Chanyeol terperanjat. Separuh kesadarannya telah kembali. Perlahan pemuda itu menaikkan lengannya menyentuh bekas jejak lengan hyejin yang masih terasa pedas di sana.

Chanyeol terkikik sebelum kemudian sebuah tawa meledak.

“Dua kali” chanyeol membuka suara setelah menelan kembali tawanya.

“Sudah dua kali kau menamparku” lanjut pemuda itu mengalihkan fokusnya kembali pada hyejin.

“Kau-“

“Maafkan aku” potong hyejin saat chanyeol akan kembali bersuara dengan tatapan penuh amarahnya.

“Maaf ? Kau pikir siapa dirimu ? Berani sekali kau menampar boss mu. Kau ingin di pecat !?” Kata chanyeol mengintimidasi.

“Ti-dak. Ta-pi-” hyejin benar-benar bingung saat ini. Di satu sisi ia merasa sangat ketakutan tapi di sisi lain ia juga tidak ingin kehilangan pekerjaannya.

Ya, di kota besar seperti ini bukankah sulit mencari pekerjaan. Terlebih dia bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi.

“Tapi apa heum ? Apapun alasanmu tet-“

“Itu karena kau hampir memperkosaku!” hyejin berucap lantang.

Chanyeol kembali terperangah. Kemudian sekelebat bayangan itu merasuki benaknya. Tubuh chanyeol limbung, kedua kakinya terasa melemah.

Chanyeol terdiam. Duduk di tepian tempat tidur dengan bola mata yang bergerak gusar sementara hyejin masih memperhatikannya dengan kewaspadaan penuh.

Hening tercipta. Tidak ada yang membuka suara sebelum akhirnya hyejin mendengar suara isakan menyapa rungunya.

Dan chanyeollah pemilik isakan itu. Pemuda itu menangis, punggungnya berguncang teratur. Hyejin yang sedari tadi hanya menatap dari tempatnya perlahan mendekat. Entahlah, nuraninya tersentuh. Tanpa alasan pasti hyejin yakin pemuda itu sedang terpuruk jauh.

Perlahan lengan hyejin terulur, meski masih di landa keraguan gadis itu akhirnya mendaratkan lengannya di punggung chanyeol. Menepuknya pelan sekedar memberi dukungan dan kekuatan agar chanyeol tidak merasa seorang diri.

Cukup lama keduanya bertahan dengan posisi tersebut sebelum kemudian chanyeol berbalik dan memeluk hyejin membuat gadis itu kembali terkesiap.

Hyejin terkejut. Bola matanya bahkan terbuka sempurna. Ketakukan kembali merambat di hatinya. Tapi sikap chanyeol jauh berbeda dari sebelumnya. Pemuda itu masih terisak dan hyejin tidak memiliki pilihan lain selain membalas pelukan chanyeol.

.

.

.

Terik matahari dan hamparan langit biru menjadi atap indah di pagi hari kali ini.

Cuaca kota seoul benar-benar cerah hari ini secerah senyum yang terpatri di bibir seorang pemuda yang tengah berjalan memasuki lobby hotel.

Dengan menggunakan pakaian yang santai namun tidak meninggalkan aksen kerennya. Pemuda itu dengan percaya diri melenggang melalui kerumunan setiap wanita yang berbisik-bisik memujanya.

Jongin hanya tersenyum tanpa mengindahkan setiap kalimat pujaan yang menyapa indera pendengarannya dan senyum itu semakin mengembang kala ia tiba di depan meja resepsionis.

“Selamat pagi nona jung” sapa jongin dengan mengedipkan sebelah matanya genit.

Soojung menunduk hormat sebelum ia menyadari jika orang yang tengah menyapanya itu adalah pemuda yang belakangan ini sering mengganggunya. Soojung diam, ia membuang mukanya acuh.

“Nona jung kau benar-benar cantik hari ini” suara jongin dengan senyum merekah.

“Kau lihat ? Cuaca hari ini begitu cerah dan ku rasa akan semakin cerah jika kau tersenyum padaku” lanjut pemuda berkulit gelap itu menggoda.

Soojung memutar bola matanya malas. Entahlah cara pemuda di depannya ini mendekatinya begitu terlihat kampungan.

“Apa tuan mau mengambil kunci kamar tuan muda ?” Tanya soojung mengabaikan tatapan menggelitik jongin.

“Tidak. Hari ini aku datang untuk menemuimu” jawab jongin masih dengan senyum andalannya.

Helaan nafas terdengar berat. Soojung mendengus kesal kemudian bersikap acuh mengabaikan jongin dan sibuk dengan pekerjaannya.

“Jika anda tidak memerlukan apapun. Bisakah anda menyingkir ? Mungkin pelanggan lain memerlukan layanan resepsionis” kata soojung profesional.

“Aku memerlukanmu-” jongin berujar dengan nada manja dan itu sungguh menjijikkan di telinga soojung.

Soojung diam tidak mengindahkan jongin yang berusaha menggodanya. “Baiklah, aku memerlukanmu untuk memeriksakan kamarku ?” Lanjut jongin yang kali ini terdengar serius.

“Kamar ?” Soojung mengernyitkan alisnya.

“Ya, kamar. Aku sudah memesannya atas namaku” lanjut jongin kembali tersenyum.

“Ah baiklah. Tunggu sebentar” jawab soojung kemudian sibuk dengan pekerjaannya.

“Kamar anda berada di lantai 9 no.227” soojung kembali bersuara setelah menemukan kamar atas nama kim jongin.

“Ahhh baiklah. Terima kasih soojung-ssi” jongin berujar sembari menerima card yang di serahkan soojung kepadanya.

“Apa kau ingin menemaniku ?” Lanjutnya yang kemudian mendapat tatapan membunuh dari gadis itu.

Jongin menyeringai kemudian berbalik akan melangkah namun sebelum lebih jauh ia buru-buru kembali berbalik dan bersuara “jika kau ingin mampir jangan sungkan untuk datang. Aku dengan senang hati akan membukakan pintu kamarku untukmu” kerlingnya lagi lalu berlalu meninggalkan soojung yang diam tidak tahu harus berkata apa.

.

.

.

Matahari telah naik begitu tinggi menelusupkan bias cahayanya di balik jendela kamar yang di dominasi warna cream itu.

Chanyeol mengerjap pelan, kepalanya terasa begitu berat. Ya, semalam setelah amarahnya tidak lagi ia pendam sendiri chanyeol tertidur dengan sisa isakan dalam sebuah pelukan hangat seseorang.

“Aishhhh” chanyeol mengeluh dengan mata terpejam setelah ingatan itu merambat perputar di kepalanya. Chanyeol mengusap wajahnya dengan lengan besarnya membiarkan wajahnya tertutup untuk beberapa saat.

“Aku begitu mabuk. Ya! Aku mabuk! Akhhhh mau aku letakkan di mana wajahku jika bertemu dengannya” keluh chanyeol menyadari apa yang di lakukannya semalam adalah sebuah hal memalukan baginya.

Setelah beberapa saat gusar akan kejadian semalam. Chanyeol yang sebelumnya melirik jam yang tergantung di bawah pintu kamarnya segera beranjak menuju kamar mandi.

 Tidak memerlukan waktu lama bagi chanyeol untuk membersihkan dirinya, kepalanya masih terasa pening namun sebuah meeting harus di hadirinya maka dengan setelan rapi dan tatanan rambut yang di naikkan chanyeol keluar dari kamarnya menyusuri lorong panjang menuju lift yang akan membawanya turun ke lantai dasar.

Di tengah perjalanan menuju lift tanpa chanyeol kira apalagi di inginkannya, ia berpapasan dengan gadis yang membuatnya resah sejak ia membuka matanya pagi ini.

Chanyeol melirik gadis itu di sela langkahnya mendapati manik teduh itu juga tengah memperhatikannya. Chanyeol berlalu begitu saja tanpa sepatah katapun. Ya, chanyeol bingung ia tidak tahu harus bersikap seperti apa setelah semua rahasianya ia bongkar sendiri tanpa paksaan.

“Eoh, ada apa dengan dia ? Tidak biasanya ia tidak memerintahku untuk melakukan ini itu” suara hyejin terpaku mendapati chanyeol yang terus melangkah mengabaikannya.

“Apa ia masih marah padaku ?”

“Ouch!!!!! Apa dia marah karena aku menamparnya lagi” panik hyejin setelah menyadari kejadian yang terjadi tadi malam.

“Aku harus benar-benar siap menerima surat pemberhentian” lanjut gadis itu lemah dan dengan langkah gontai ia beranjak menuju kamar chanyeol untuk melakukan pekerjaannya dan tanpa hyejin sadari chanyeol berbalik tepat diambang pintu lift. Pemuda itu menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

TBC

AAAAAA!!!! LAGI-

#HAPPYCHANYEOLDAY

Astaga maaf telat update sumpah ini tu hilang feel. Kalian ngerti gak sih chap ini ? Moga ngerti ya walau sebenarnya bebeb ragu.

Kemaren bebeb ngerayain ultah si caplang raksasa cuma di ig dan wattpad -bukan cerita TWN ya). Karena jujur ini chap tu belum ready samsek. Cuma ya ngerasa bersalah aja. Berasa ada yang ngeganjel gitu kalo gak update wp di hari dan moment spesial kek gini. Apalagi tahun lalu bebeb update cerita khusus. But mianhae~~~~~ tahun ini gak. Bebeb mandek semandek mandeknya. Ide gak ada yang bagus padahal mah kerjaan cuma gegulingan di kasur😣😣😣

Okay! Stop curhatnya! Back to chanyeol!!!!! Whyyy nangis sayangku ???? -baru liat updatean ig sehun. Kamu nangis bahagia apa sedih ? Kalau sedih sini aku bahagian -💣💣💣

Jan sedih elah😆 orang sudah ganteng, berbakat, terkenal, sukses, tinggi, gede kek gitu juga. Apanya yang kurang sih ? -kurang cinta sama gue sih🔪🔪🔪🔪😵

Doa dedeq -asique dedek cuyyy😊😋 ). Moga abang makin hitz, makin bangsaddhh kegantengannya, makin makin, makin plus plus 😘😘😘 sehat terus. Jangan sakit-sakit. Soalnya kalo abang sakit yang nyakitin aku siapa -😨😨😨😨😨 najis!

Udah ah makin ngelindur gue tengah malam beginian. Hohohoho.

Tetap setia nungguin bebeb update ya. Jangan kemana mana di situ aja ntar kalau jauh-jauh bebeb takut kangen… kalau kangen bebeb nyarinya kemana ?

Kemana kemana kemanaaaaaa~

-lah ? Bebeb tingting😂😂😂

Fix by

🙆bebebaek_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s