a thousand years [2\2] – by bebebaek_

by bebebaek_

[1/2]

Main cast : Baekhyun & Hera.

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Akhir pekan memang selalu menyenangkan bagi siapapun untuk pergi keluar rumah tidak terkecuali baekhyun. Pemuda yang tinggal seorang diri itu juga selalu pergi keluar di akhir pekannya. Tidak peduli jika ia hanya berjalan seorang diri. Baginya tetaplah menyenangkan melihat orang-orang berlalu lalang menghabiskan waktu bersama. Ya, hitung-hitung obat rindu baginya yang tinggal jauh dari kedua orang tuanya.

Setapak demi setapak langkah baekhyun membawa pemuda itu melewati sebuah gereja dimana keramaian memenuhi halamannya.

Ada sebuah pernihakan di sana. Baekhyun dapat melihat jelas sepasang pengantin dengan setelan rapi dan gaun yang menawan menjadi pusat perhatian di depannya.

Sudut bibir pemuda itu melengkung dengan sendirinya, seolah energi di sekitarnya mengajaknya untuk ikut berbahagia.

Masih dalam posisinya. Berdiri tegak di sekitar kerumunan itu tiba-tiba.

Bug!

Seseorang menabrak punggungnya keras. Baekhyun sedikit terhuyung kebelakang. Beruntung ia mampu menyeimbangkan tubuhnya dan tidak terjatuh.

“Maafkan aku. Maaf” suara seorang gadis yang baekhyun yakini adalah tersangka yang menabraknya.

Baekhyun kembali pada posisinya menatap gadis yang masih menunduk dengan komat kamit permintaan maafnya itu.

Baekhyun terdiam. Membeku tanpa suara saat menyadari gadis itu adalah-

“Eoh! Bukankah kau pemuda di belakang kampus itu ?” Suara sang gadis sesaat setelah ia mendongak dan mengenali baekhyun.

Baekhyun masih diam. Entahlah ia tidak sepenuhnya sadar saat ini. Gadis ini. Gadis ini selalu membuatnya tertarik dalam bayangan yang baekhyun sendiri tidak tahu itu sebuah mimpi atau kenyataan.

“Apa kau salah satu teman dari kedua mempelai ?” Tanya gadis itu kemudian.

“Heyy. Kau mendengaku ?” Lanjutnya karena baekhyun masih diam di tempatnya.

“Heyy!” Gadis itu menepuk pundak baekhyun membuat pemuda itu sedikit terlonjak.

“E-eoh. Ap-a ?” Suara baekhyun terbata.

“Mengapa kau selalu bengong saat bertemu denganku ?” Tanya gadis itu penasaran.

“Tidak. Aku tidak apa-apa ?” Jawab baekhyun gelagapan. “Kalau begitu aku pergi” lanjutnya ingin mengambil langkah.

“Tunggu” cegah gadis itu menginterupsi langkah baekhyun.

Baekhyun memejamkan matanya. Ingin sekali ia segera menghilang saja dari hadapan gadis itu. Berada di dekatnya benar-benar membuat perasaan baekhyun terasa aneh.

“Kenapa kau pergi ? Kau belum memberi selamat kepada kedua mempelai” suara sang gadis meski baekhyun sama sekali tidak berbalik menatapnya.

“Aku bukan teman atau rekan mereka. Aku hanya lewat saja” jawab baekhyun sembari curi-curi menilik gadis di belakangnya.

“Ahh.. kalau begitu kau bisa menemaniku” gadis itu bersuara sembari melangkah menghampiri baekhyun dan menarik lengan pemuda itu mendekati kedua mempelai.

“Yak! Apa yang kau lakukan ?”

“Mengajakmu menemaniku”

“Heyy aku bahkan tidak mengenalmu”

“Kita akan berenalan setelah ini”

Perdebatan keduanya berakhir saat kini di depan mereka sepasang pengantin tersenyum ramah pada keduanya.

“Hera-ya! Kau datang ?” Suara mempelai wanita menyambut hangat kedangan gadis yang ternyata bernama hera itu dengan memeluknya.

“Eoh kau datang tidak sendiri. Siapa dia ? Apa ini calonmu” goda gadis itu pada here.

Hera tersenyum sementara baekhyun tersenyum kikuk di depan ketiganya.

Baekhyun menatap ketiganya yang terlihat begitu dekat saat tiba-tiba sebuah bayangan kebali terlintas di benaknya.

Baekhyun mengerjapkan matanya. Bayangan itu terlihat jelas. Upacara pernikahan dengan beberapa orang ikut makan bersama dengannya. Baekhyun ? Ya, sepertinya ialah mempelainya.

“Maaf hana-ya, aku tidak bisa lama. Kami harus pergi” hera kembali bersuara.

“Baiklah. Bersenang-senanglah” jawab gadis itu tersenyum ramah.

“Kajj- hey. Ya. Kau melamun lagi ?” Kata hera mendapati baekhyun diam dengan pandangan kosongnya.

“Ya? Ahh-“

“Ayo pergi” ajak hera kemudian.

“Eoh ya-. Eumm. Selamat atas pernikahan kalian” kata baekhyun kikuk kemudian mundur permisi dari depan kedua mempelai.

~

“Kau mau pergi kemana ?” Suara hera akhirnya memecah keheningan setelah beberapa saat keduanya berjalan menjauhi kawan gereja tanpa suara.

“Emmm entahlah” jawab baekhyun menggaruk tengkuknya.

“Baiklah. Kalau begitu ikut aku” hera bersuara lantang.

Baekhyun menghentikan langkahnya. Bagaimanapun hatinya merasa aneh, mendapati gadis ini memperlakukannya semena-mena tetap saja itu membuatnya kesal.

Hera ikut menghentikan langkahnya saat ia menyadari baekhyun tidak lagi berjalan di sampingnya.

“Kenapa berhenti ?” Tanya hera menatap baekhyun penuh tanya.

Baekhyun membalas tatapan gadis itu untuk pertama kalinya. Tatapan yang sedikit ragu namun juga penuh tanya dan kekesalan.

“Ahh aku lupa. Tadi aku berjanji akan berkenalan bukan” hera memulai kalimatnya dengan melangkah mendekati baekhyun.

“Aku hera. Mahasiswa seni bela diri di kampus  yang sama denganmu” hera memperkenalkan diri dengan senyum yang mengambang indah di wajahnya.

Baekhyun hanya diam menatap hera tidak berniat balas memperkenalkan dirinya.

Hera tersenyum manis “kau baekhyun kan ? Mahasiswa seni rupa dua tahun di atasku”.

“Kau- bagaimana kau tahu tentangk-“

“Tentu saja. Aku bahkan sudah mengenalmu ribuan tahun sebelumnya” hera bergumam pelan namun dapat di dengar jelas oleh baekhyun.

“Ya ? Maksudmu ?” Bingung baekhyun. Tidak bisa di pungkiri pemuda itu juga sedikit terkejut.

“Tidak. Tidak. Aku hanya bercanda” jawab hera sembari tertawa.

“Jadi apa kau benar-benar tidak punya acara ?” Tanya hera mengalihkan pembicaraan saat baekhyun masih menatapnya penuh tanya.

“Tidak. Kenapa ?” Jawab baekhyun sedikit ragu.

“Ikutlah denganku” ajak hera lagi-lagi tersenyum.

“Kemana ?” Baekhyun bertanya. Jelas terukir di wajahnya jika pemuda itu penuh keraguan namun juga penuh dengan rasa penasaran.

“Ke sebuah tempat yang kau sukai”

“Apa jauh ? Maksudku apa tidak di waktu ini ?”

Hera menoleh bingung “waktu ini ?”

“Tidak. Maksudku kita tidak melakukan perjalanan waktu bukan ?” Baekhyun bertanya penuh minat

“Hahahaha!” Tawa hera meledak.

“Tentu tidak. Kau fikir kita berada di zaman apa sekarang ? Lagipula aku bukanlah seorang doraemon yang memiliki pintu kemana saja” lanjutnya masih dengan sisa-sisa tawa.

Baekhyun menyunggingkan senyum canggungnya. Mungkin pertanyaannya barusan benar-benar terdengar konyol.

~

“Taraaaaa! Bagaimana kau menyukainya ?”

“Di sini indah bukan ?” Hera berseru bangga setibanga keduanya di tepi sebuah danau dengan hamparan rumput hijau yang mengelilinginya.

Baekhyun mengernyit melihat tingkah hera di sampingnya. Memangnya apa istimewanya pemandangan danau ? Bukannya setiap danau memang memiliki pemandangan seperti ini.

Hera masih dengan senyum manisnya lantas duduk di tepi danau itu tanpa menghiraukan dress putihnya akan kotor setelahnya.

“Duduklah” pinta hera menepuk tempat kosong di sampingnya.

Baekhyun menurut. Entahlah nalurinya tidak dapat menolak setiap perkataan dari sang gadis meskipun sebenarnya yang ia lakukan ini bukanlah sikapnya yang sesungguhnya.

“Mau main balap perahu ?”

“Ya ?”

“Kau mahasiswa seni rupa kan ? Membuat sebuah perahu pasti gampang bagimu. Bagaimana dengan membuatnya dari dedaunan ini”

Sejenak baekhyun terdiam. Ragu. Jujur ia sama sekali tidak ingin melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu.

“Kau tidak mau ?” Hera bertanya dengan mimik sedihnya.

Baekhyun di landa perasaan serba salah.

“Eoh! Ya akan ku buat!” Serunya sedikit kesal.

Hera tersenyum bahagia. Gadis itu menatap dalam baekhyun yang tengah serius membuat dua buah perahu dari beberapa lembar daun yang telah jatuh itu.

‘Bakatmu sama sekali tidak berubah’

“Selasai! Ini milikmu dan ini milikku” seru baekhyun membuyarkan lamunan hera. Gadis itu masih tersenyum saat menerima perahu itu di tangannya.

“Mau balapan ?” Ajak hera lagi.

Baekhyun menaikkan alisnya. Oh! Ini bahkan sudah sangat kelewatan.

“Tidak balapan seperti yang kau pikirkan. Hanya meletakkan di danau dan membiarkan dia mengikuti arus” jelas hera mengerti maksud baekhyun.

“Sepertinya aku akan terus kalah” gumam hera fokus pada dua perahu yang telah larut mengikuti arus danau di depan mereka.

Baekhyun ikut menatap dua perahu itu dengan tenang saat kembali bola matanya mengerjap gelisah. Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

Bayangan itu datang lagi. Terasa mimpi tapi ia tidak sedang tidur saat ini. Bayangan berbeda dengan orang yang sama. Dengan di kelilingi air dan duduk di tepiannya sama seperti ia saat ini hanya saja itu bukanlah sebuah danau.

Baekhyun membatu saat bayangan bak penggalan klise itu berlalu cepat dan berhenti pada sebuah adegan di mana- ia merasakan benda kenyal itu menempel di permukaan bibirnya.

Bukan sebuah bayangan. Ini adalah kenyataan. Bola mata baekhyun membulat sempurna saat ia sadar heralah pemilik bibir lembut itu. Wajah gadis itu terlihat damai memejamkan matanya tepat di depan mata baekhyun. Dan entah karena alasan apa perlahan baekhyun juga memejamkan matanya.

‘Kau pasti kebingungan akan penggalan ingatan masa lalu itu. Sama-, sama halnya denganku dua tahun yang lalu’

‘Aku mengingatmu. Itu bukanlah sebuah mimpi’

‘Terima kasih karena tidak membiarkan aku pergi sendiri’

Perlahan hera membuat jarak diantara keduanya. Sayu gadis itu menatap baekhyun dan tersenyum saat mendapati baekhyun diam membatu dengan kedua alis yang terangkat. Tatapannya kosong.

‘Sama seperti hari itu. Kau sama sekali tidak berubah’

“Aku menyukaimu” suata hera rendah.

“Cinta pertamaku”

Fin

Okay! Gaje ya… maafin.. tapi jujur bebeb masih gamon bangett…

Galau mau bikin ini beneran twoshoot apa minichapter.

Tapi liat ntar ya tergantung eps selanjutnya lah moonlover eun-soondeok bakal hadir lagi gak.

Tapi pengen bikin paling gak satu lagilah mau wujudin keinginanya pangeran eun punya anak empat, dua cewek, dua cowok. Duuuuh emessssh…

🤗bebebaek_

Advertisements

3 thoughts on “a thousand years [2\2] – by bebebaek_

  1. Pingback: Happy Ending – Epilog of ‘a thousand years’ | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s