{Yun-Dae Couple} Surprice! – by bebebaek_


by bebebaek_

| It’s You |

Main cast : Kim Jong Dae (EXO), Shim Yun Mi (oc).


Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : General.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Weekend kali ini benar-benar membosankan bagi yunmi. Sedari pagi gadis itu hanya berbaring di atas tempat tidurnya, begerak bosan dan sesekali berguling membenamkan wajahnya pada guling ke sayangannya.

Lengan yunmi kembali meraih ponsel di sisi tubuhnya. Gadis itu kembali membuka aplikasi pesan chat di dalamnya.

Tidak ada hal yang baru. Yunmi tahu itu hanya saja iya ingin melihatnya. Rumah yang sepi karena di tinggal kedua orang tuanya keluar kota dan tidak adanya sosok pemuda itu benar-benar membuat hari liburnya terasa panjang dan membosankan.

Drrrrrrt…..

Ponsel di tangan yunmi bergetar. Dengan antusias gadis itu bangkit mengubah posisi berbaringnya menjadi tengkurap.

Gadis itu tersenyum lebar kala melihat nama jongdae lah yang tengah menyambungkan video call itu.

Tanpa pikir panjang lagi gadis itu segera menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.

“Ohhh… chagi-ya. Aku merindukanmu” suara yunmi segera setelah di lihatnya wajah pemuda itu dari layar ponselnya.


Jongdae tersenyum lebar. Senyum andalan yang selalu mampu menularkan kebahagian bagi yunmi.

“Kau merindukan ku ?” Tanya pemuda itu memastikan.

“Eummm” yunmi mengangguk sembari memautkan bibirnya. Lucu.

“Benarkah ? Ooo… shim yunmi kau mencintaiku ?” Ucap pemuda itu kembali menggoda.

“Sangat” jawab yunmi cepat. “Kau masih di rumah nenekmu ? Kapan kau kembali ? Eoh. Kau sedang berada di dalam mobil ? Apa kau akan pulang ?” Lanjut gadis itu melancarkan pertanyaan bertubi-tubi.

“Mungkin aku akan pulan dua minggu lagi. Kau harus menahan rindumu chagi-ya” jongdae bersuara dengan tetap mempertahankan senyumnya.

Wajah yunmi berubah. Senyumnya perlahan pudar. Gadis itu membenamkan separuh wajahnya ke permukaan bantal yang sedari tadi menjadi topangannya.

“Lalu kau mau kemana ?” Tanya yunmi mengingat pemuda itu tengah berada di dalam mobil atau mungkin taxi.

“Aku ingin ke pasar, eomma menyuruhku membeli sesuatu” jawab pemuda itu tanpa rasa bersalah.

“Yunmi-ya, sudah dulu eoh. Aku sudah sampai. Nanti ku hubungi lagi. By. Tetap rindukan aku” ucap pemuda tersenyum lalu sambungan itu terputus.

Yunmi menghela nafasnya kasar. Belum sempat ia bercerita tentang akhir pekan membosankannya dan pemuda itu telah memutuskan sambungannya. Oh! Yunmi benar-benar kesepian sekarang.

Gadis itu kembali membenamkan wajahnya, kali ini seluruh wajahnya terbenam sempurna di balik bantal berwarna biru muda itu. Yunmi menutup tubuhnya dengan selimut berharap ia akan terlelap dan akhir pekan membosankan ini akan berlalu.

Alis yunmi mengernyit saat di rasanya sebuah lengan menepuk pundaknya pelan. Mata gadis itu enggan terbuka meski baru beberapa detik ia menutupnya.

“Chagi-ya, kau tidak bangun ? Kau bilang kau merindukanku” suara seseorang merambat masuk ke dalam indra pendengan yunmi.

Suara itu. Yunmi tersentak. Segera gadis itu bangkit dan benar senyum menenangkan itu menyambutnya.

Gadis itu terdiam. Apa ini mimpi ? Apa aku bermimpi ? Tadi bukankah aku ingin tidur ? Ya, sepertinya aku bermimpi. Benak yunmi berbicara pada dirinya sendiri.

Jongdae mengangkat alisnya mendapati gadis di depannya itu menatapanya diam tanpa berkedip.

“Kau mengira ini mimpi ? Ahh lucunya” ucap pemuda itu mengusap puncak kepala yunmi membuat gadis itu tersentak.

“Ini bukan mimpi ?” Tanya yunmi menatap jongdae dengan saksama.

Pemuda itu hanya tersenyum. “Aku akan ke dapur. Kau pasti belum makan apapun dari pagi kan ?” Tanya jongdae berbalik dan melangkah menuju pintu.

“Turunlah dan pakailah bajumu” lanjut pemuda itu dengan senyumnya sesaat sebelum menutup kembali pintu kamar yunmi.

Yunmi mengernyit dan astaga-, gadis itu melihat dirinya sendiri. Hanya mengenakan tank top putih dan hot pants dengan warna senada. Astaga jongdae melihatnya sepeti ini ? Oh my!. Wajah gadis itu memerah dengan sendirinya.

Setelah sepenuhnya sadar dan yakin jika saat ini ia tidaklah sedang bermimpi. Yunmi bangkit turun menuju dapur setelah sebelumnya mengambil cardigan berwarna abu-abu sepanjang lutut untuk di kenakannya.

Kedua bola mata yunmi segera menangkap pemudanya itu setelah ia memasuki dapur rumahnya. Jongdae dengan telaten memotong-motong sayur di depannya.

Sudut bibir yunmi naik dengan sendirinya dan entah pemikiran dari mana tiba-tiba gadis itu membuka aplikasi ponselnya, memencet tombol camera dan-

“Ya. Kau diam-diam ingin mengambil fotoku” suara jongdae menangkap basah apa yang akan di lakukan yunmi.

“Eummm” yunmi bergumam sembari mendekat menghampiri jongdae yang berdiri di belakang meja pantrinya.

“Baiklah, ayo ambil foto bersama” suara pemuda itu kembali, membuat yunmi lagi-lagi terdiam menatapnya.

“Kau tidak mau ?” Jongdae bertanya.

“Eoh! Ay-yo” suara yunmi kemudian mengarahkan camera itu di depan keduanya dan ‘cekrek!’ Satu foto telah terabadikan.


Yunmi tersenyum geli saat melihat hasil foto keduanya. Jongdae, pemuda itu memasang wajah lucunya. Oh bahkan dengan ekspresi seperti itu yunmi menyukainya.

“Ayo kita makan. Aku akan menata meja makan sebentar” suara jongdae mengalihkan fokusnya.

Yunmi menatap pemuda yang berlalu dengan membawa semangkuk sup di kedua lengannya.

Yunmi beranjak dari tempatnya, mengekor langkah jongdae pelan. Yunmi memperhatikan setiap gerakan pemuda yang tengah menata meja makan untuknya itu.

Senyum yunmi kembali terukir di bibir pinknya dengan pasti gadis itu berbalik dan kembali mengarahkan camera di depannya berusaha mengabadikan dirinya dan jongdae di belakang sana.

Lalu saat gadis itu akan memencet tombol pada ponselnya tiba-tiba pemuda itu menghampirinya memeluknya dengan melingkarkan satu lengannya di leher yunmi. Jongdae menyandarkan kepalanya pada pundak gadis itu, tersenyum lebar dan ‘cekrek’ satu foto kembali terabadikan.


“Aigoo… ayo makan dan simpan dulu sifat narsismu itu” suara jongdae sembari menarik lengan yunmi lembut menuntun gadis itu untuk duduk di balik meja makan yang telah ia siapkan.

“Kau tidak makan ?” Tanya jongdae saat mendapati yunmi yang belum menyentuh makanannya. Gadis itu hanya diam memperhatikan jongdae di depannya.

“Kau tidak lapar ?” Lanjut jongdae bertanya.

Yunmi menggeleng pelan. “Lalu, apa- kau begitu merindukanku ?” Jongdae kembali betanya dengan ekspresi menelitinya.

“Eummm” angguk yunmi sembari tersenyum malu dan itu membuat jongdae tidak bisa menahan senyumnya. Pemuda itu bangkit dan mengahampiri yunmi.

Yunmi mendongak menatap jongdae yang kini berdiri di sisi kiri tubuhnya.

“Aku juga begitu merindukanmu” suara jongdae sesaat sebelum gadis itu merasa sebuah benda hangat dan lembut itu menempel di permukaan bibirnya. Mengecupnya lembut lalu melumatnya perlahan.

Jongdae menjauhkan kembali wajahnya. “Sekarang makanlah. Sisanya kita lanjutkan nanti” suara pemuda itu lagi mengusap puncak kepala yunmi gemas kemudian kembali duduk di kursinya.

Yunmi mematung. Belum juga sadar dari keterkejutan akan lembutnya benda itu. Yunmi mengerjap pelan menatap jongdae dengan raut kosongnya. Jongdae telah kembali pada aktivitas mengisi perutnya.

Lalu mata jongdae menatapnya kembali menangkap basah gadis yang tengah menatapnya itu.Jongdae tersenyum manis kemudian mengedipkan satu matanya.

Yunmi tersentak. Jantungnya seolah bertabuh di dalam sana. Oh! Namjachingunya ini selalu bisa membuatnya terkejut, terdiam dan memerah.

Fin

Ouuuuuuuh!!!!!! Pasti tau dong sama berita semalem. Astaga, gue kaget! Tapi gak tau kenapa jadi senyum-senyum liat fotonya.

See dong. Di situ chen keliatan bahagia banget. Senyumnya yeowlaaa adem, lebar, manissss banget.

Bebas sih kalian mau berpendapat apa ? Mungkin hanya gue yang senyam senyum liatnya dan mungkin banyak di antara kalian yang ngerasa di khianati ples sakit hati.

But. Yuk mari mikir bersama. Heyy… chen juga manusia kali. Yang biarpun idol gitu ia jua manusia sis, wajar dong kalau punya pacar. Sayang-sayangan, minta di sayang, peluk-peluk. Lah kita aja di di sini pengen punya pacar yang real gimana sama chen yang seorang lelaki pada usianya dengan budayanya disana. Wajar dong ya. Wajar!.

Bebas sih kalian mau nanggepinnya gimana. Gue gak larang, mau menggurui atau apapun itu. Tapi yuk (lagi) jadi fens yang pinter. Jan cuma gegara ini gumpat segala kebun binatang beserta kotorannya di bawa-bawa buat ngejelekin chen. Gitu-gitu beberapa menit yang lalu lo pernah sayang, ngebiasin, muji dan koleksi segalanya tentang dia.

Jadi yuk tetap dukung apapun rumornya. Jangan biarin senyum chen ilang. Jangan biarin yang dulu kejadian sama bebeb gue (baekhyun) terulang lagi. Ingat dong dulu baekhyun pernah kehilangan senyumnya. Pernah gak petakilan lagi di konser dan lo pada jadi kangen terus pengen dia balik senyum. Duhh yang cem gini nih gue gemesnya kek jilat ludah sendiri.

Okay! Kok gue bawa-bawa luka lama sih. Hiks kit ati/abaikan/.

Udah ah. Guyss buat pendingin hati. Anggap aja ini semua fiction yang sering lo rankai sendiri. Anggap itu muka blur siapapun yang pernah lo khayalin sama chen. Kek gue anggapnya itu yunmi. *bhaaaaqq!

Apasih😒. Kecup sayang buat chen dari bebeb 😘

💜bebebaek_

Advertisements

One thought on “{Yun-Dae Couple} Surprice! – by bebebaek_

  1. Pingback: {Yun-Dae Couple} Everytime – by bebebaek_ | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s