[Oneshoot] n.i.p.p.l.e – by bebebaek_

by bebebaek_

Main cast : Park Chanyeol (EXO), Nam Hyejin (oc).

Genre : romance.Length : Ficlet |

Rating : General.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Chanyeol yang tengah duduk di kursi kerjanya tiba-tiba melepaskan bolpoin hitam itu dari genggaman jari jemarinya. Pemuda itu memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.

Chanyeol menghela nafasnya dalam. Sejenak pemuda itu melirik jam dinding yang menempel di dinding ruangan bernuansa putih tulang itu.

Pukul 23:09. Satu nama itu lantas kembali menjadi pusat fokusnya. Lengan pemuda itu sigap meraih ponselnya di sisi kiri tubuhnya mengusap layarnya kemudian membuka salah satu aplikasi chat.

‘Kau akan pulang ?’ Tulis chanyeol pada layar benda persegi itu.

‘Eumm’ satu balasan masuk sukses membuat chanyeol mengukir senyumnya mengabaikan tumpukan berkas yang sejak tadi membebaninya.

‘Mau ku antar pulang ?’ Tulis pemuda kembali.

‘Kau juga akan pulang ?’ Senyum chanyeol menguap. Entahlah, perasaan bersalah tiba-tiba menyerang rulung hatinya. Bola mata bening pemuda itu menatap kembali tumpukan berkas di depannya.

‘Kau masih berkerja’ sebuah pesan kembali masuk. Mengalihkan pandangan chanyeol kembali pada layar ponselnya.

‘Kau sudah makan ?’ Tulis chanyeol tidak menjawab pertanyaan itu.

‘Sudah. Kau ?’

‘Jangan terlalu fokus pada pekerjaanmu hingga melupakan makan’

‘Ah! Aku akan pulang sekarang’

‘Sampai bertemu di rumah. Chanyeol-ah. Love you’ chanyeol kembali mengukir senyumnya. Ya, wanitanya itu selalu tahu apapun sesuatu yang chanyeol ingin sembunyikan darinya.

Wanita itu bernama hyejin. Gadis yang dulu di sukainya sejak tahun pertama keduanya berada di sekolah menengah. Selama tiga tahun chanyeol hanya memendam perasaannya, mengamati pemilik senyum indah itu tanpa berani mengunggakapkannya.

Hingga akhirnya keduanya lulus. Chanyeol kehilangan jejak sang gadis, yang chanyeol tahu hanyalah hyejin dan keluarga pindah ke ibu kota.

Waktu terus berlalu bahkan ketika gelar itu telah di raihnya chanyeol masih tidak dapat melepaskan sosok itu dari hatinya. Dan ketika sebuah panggilan pekerjaan dari seoul menghampirinya, sebuah harapan kembali melambung dalam diri chanyeol.

Seolah terlahir sebagai seorang yang suci, chanyeol merasa keajaiban menghampirinya. Pagi itu saat ia keluar dari apartemennya berbarengan dengan seseorang yang tinggal di sebelah kamarnya.

Keduanya saling menatap di depan pintu masing-masing. Merasa tidak asing. Dan oh! Tuhan benar-benar menyayangi pemuda itu. Jantung chanyeol seolah merosot ke dasar perutnya saat senyum itu kembali dapat di lihatnya. Gadis itu mendekat dan menyapanya hangat.

Semua berlalu begitu saja. Bagai air mengalir, hubungan keduanya semakin hari semakin erat dan chanyeol tidak ingin mengulangi hal yang sama. Pemuda itu bukan lagi seorang remaja yang merasa gentar akan percintaan.

Chanyeol menyatakan perasaannya dan perasaan itu bersabut. Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Melalui hari bersama. Tersenyum, saling berbagi dan menjauhkan apapun bentuk kesedihan. Keduanya hanya ingin bersama dan bahagia.

Lalu setelah satu tahun berkencan, keduanya memutuskan untuk hidup bersama. Melangsungkan pernikahan dalam kesederhanaan. Ya, Chanyeol hanyalah seorang kariyawan di sebuah perusahaan swasta.

***

Hyejin memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil di sisi tubuhnya. Gadis itu kemudian mengganti heel yang di kenakannya dengan sepatu flat yang tersimpan di dalam lokernya.

Hyejin adalah seorang sales promotion girls di salah satu koto sepatu dengan brand yang cukup terkenal. Mengingat tempat kerjanya menjual produk yang menjanjikan kualitas tinggi membuat gadis itu harus rela berdiri dan memberikan pelayanan dengan mengenakan heel sepanjang hari.

Meski telah berganti status sebagai seorang yang bukan lagi single, hyejin tetap bersikukuh ingin bekerja. Memberi keyakinan kepada chanyeol yang beberapa kali mengajukan permintaan agar sang istri berhenti dari pekerjaannya.

Bukankah berada seharian di dalam apartemen seorang diri itu membosankan ? Ya, hyejin merasa waktunya akan terbuang sia-sia jika ia hanya berpangku tangan tanpa mengerjakan apa-apa.

Hyejin berjalan dari dapur menuju ruang tv. Lengan gadis itu membawa mug yang masih mengepulkan asap hangatnya. Hyejin meletakkan susu cokelat buatannya itu di atas meja sementara ia menghempaskan tubuh lelahnya di atas sofa.

Hyejin menaikkan satu kakinya yang terasa begitu pegal ke atas sofa, pelan-pelan wanita itu memijit kakinya.

Terlalu fokus pada kegiatan memijitnya, hyejin tidak sadar jika pintu apartemennya terbuka dan menampakkan sosok tinggi itu berjalan menuju arahnya.

Senyum chanyeol perlahan terukir menenggelamkan gurat lelah akibat pekerjaannya seharian ini.

Chanyeol menghentikan langkahnya tepat di belakang sisi sofa, manik hitam pemuda itu menatap lekat sosok istrinya yang tengah sibuk memijit kakinya dengan handuk yang masih melilit di kepalanya. Kemudian, tanpa aba-aba pemuda itu duduk di sisi hyejin. Mengambil kaki wanita itu hingga berada di pangkuannya. Chanyeol mengambil alih kegiatan memijit itu, membiarkan lengan besarnya mengusir pegal yang berani bersarang di sana.

“Eoh! Kau sudah pulang?” Suara hyejin terkejut akan kehadiran tiba-tiba suaminya itu.

“Hmmm kau tidak menyadari kedatanganku karena terlalu fokus pada kakimu” jawab chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari sepasang kaki di pangkuannya.

“Apa kau begitu lelah hari ini ?” Pemuda itu balas bertanya.

“Hmmm, hari ini toko mengadakan diskon dan pelanggan benar-benar berdatangan, ramai. sangat ramai ” aku hyejin membenarkan.

“Karena itu berhentilah berkerja” suara chanyeol menghentikan kegiatan tangannya. Pemuda itu menoleh menatap hyejin serius.

Hyejin tersenyum. Lengan wanita itu kemudian terangkat menyentuh pundak chanyeol. “Mandilah kau pasti juga sangat lelah” Suara hyejin lembut.

“Kau lembur hari ini ?” lanjut hyejin bertanya.

Chanyeol meraih lengan hyejin di pundaknya dan membawanya dalam genggamnanya. “Ya bos ku menunjukku untuk bergabung dalam sebuah proyek baru” jelas chanyeol dengan senyumnya.

“Benarkah ? Whoaa itu berita bagus!” Seru hyejin berbinar.

“Kau senang ?”

Hyejin mengangguk pasti, dengan senyum yang masih setia terukir di bibirnya. Gadis membalas tatapan dalam pemuda di depannya.

Tiba-tiba chanyeol memutuskan pandangan keduanya. Masih tersenyum pemuda itu mengusap gemas puncak kepala hyejin, kemudian bangkit dari duduknya.

“Kau akan mandi ?” Tanya hyejin mendongak menatap pemuda tinggi itu.

“Karena istriku yang menyuruhku untuk mandi” jawab chanyeol tersenyum jahil.

Hyejin masih menatap chanyeol. Menanggapi perkataan chanyeol dengan ekspresi datarnya. Lalu sejurus kemudian kedua bola mata hyejin menangkap sebuah pemandangan aneh.

“Chanyeol-ah, kau mengenakan kemeja tanpa mengenakan kaos dalam ?” Tanya hyejin fokus pada pemandangan aneh pada diri chanyeol.

“Hmmm kenapa ?” Tanya chanyeol dengan menatap bingung kepada hyejin.

“Yak! Liatlah ada sesuatu yang menonjol di sana” hyejin bangkit kemudian menunjukkan jari telunjuknya ke arah dada chanyeol.

Chanyeol menunduk mengikuti arah jemari hyejin dan menilik pada tubuhnya.

“Apa kau tidak malu ? Bagaimana jika rekan kerjamu menyadarinya”

“Kenapa aku harus malu. Lagi pula ini wajar bukan ?” Chanyeol mengelak dengan memasang wajah tanpa dosanya.

“Apanya yang wajar ? Kau aneh. Mana ada seorang pria yang putingnya terpampang jelas sepertimu bahkan binaragawan sekalipun tidak seperti itu” lagi hyejin menunjuk bagian tubuh chanyeol itu.

“Ini semua salahmu”

“Yak. Mengapa kau menyalahkanku ?”

“Itu karena kau selalu memelintirnya saat kau senang, merasa malu, kesal ataupun marah padaku” kata chanyeol sukses membuat hyejin kehilangan kata-kata.

“It-, itu. itukan karena-“

“Tapi tidak mengapa hyejin-ah, karena aku menyukainya” chanyeol memotong perkataan hyejin kemudian tersenyum konyol.

“Chanyeol-ah, ku rasa sebaiknya kau mengenakan bra sepertiku agar itu tidak terlihat terlalu jelas” hyejin kembali bersuara berniat menggoda sang suami.

“Boleh juga” sambut chanyeol masih dengan ekspresi konyol yang sumpah demi apapun pemuda itu terlihat seperti seorang autis karenanya.

“Tapi sebelum aku mengenakan bra sepertimu bagaimana jika sekarang kau saja yang sepertiku. Tidak mengenakan bra” lanjut chanyeol. Kali ini pemuda itu memberikan seringaiannya.

Chanyeol melangakah pelan memangkas jarak diantara keduanya. Dengan tatapan tajamnya pemuda itu meraih kedua pundak hyejin dan merengkuhnya dalam satu tarikan.

“Y-ya, apa yang-g kau lakukan ?” Suara hyejin tiba-tiba dilanda kegugupan.

Chanyeol tidak menjawab. Namun, lengan pemuda itu seolah menjawab pertanyaan hyejin. Pemuda itu mengangkat kemudian menggendong hyejin.

“Cha- chanyeol-ah”

“Turunkan aku”

“Yak! Turunkan aku”

“Chanyeol-ah!” Suara hyejin tinggi namun tidak di hiraukan olehnya. Pemuda itu hanya memberi sebuah seringaian membahayakan bagi hyejin.

Chanyeol beranjak membawa tubuh hyejin dalam gendongannya menuju kamar dengan pintu cokelat di tengah ruangan itu.

Chanyeol membuka pintu kamar keduanya dengan satu lengannya lalu kembali menutupnya dengan menggunakan satu kakinya dan pintu itu kembali tertutup rapat.

“Yak! Apa yang kau lakukan ?”

“Chanyeol-ah, yak! Aku tidak bisa”

“Berhenti yak!”

“Tidak. Jangan”

“Chan-“

Fin

Yayayaya ini sangat sangat dan sangat gaje. Oke mungkin ini sangat telat. Tapi di buang sayang. Hahahaha.

Kalian semua pasti tau ini idenya dapat dari mana ? Yup. Tepat sekali. Exordium thai sama jepang. Tuhan! Kok pada nyeplak semua sih. Tiap konser bikin mata gue makin tajem aja. Wkwkek.

Btw dancing king. Hahahahhaha sumpah ya lucu. Lucu. Pokoknya lucu.

Udah.

Dadah

By

bebebaek_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s