There Was Nothing [#2]

image

by bebebaek_

Prolog | chapter 1 |

Main cast : Park Chan Yeol (EXO), Nam Hye Jin (oc).

Addicional Cast : Oh Se Hun (EXO), Kim Jong In (EXO), Jung Soo Jung (f(x)), Kim Seol Hyun (AOA).

Genre : family, marriage life, sad, romance.

Length : Chaptered | Rating : PG 16.

Hasil khayalan murni, don’t plagiat.

Sorry Typo-.-

.

.

.

“Jadi aku harus bagaimana ?” Keluh hyejin untuk kesekian kalinya. Gadis itu mengaduk-aduk jajangmyeon di depannya tanpa minat. Ya, nafsu makannya telah hilang begitu mengetahui fakta tentang pria mesum yang ternyata adalah pemilik hotel tempatnya berkerja.

“Soojung-ah, aku harus bagaimana eum ?” Hyejin lagi-lagi mengulang pertanyaannya. Di sentuhnya satu lengan soojung yang sibuk dengan makan siangnya kemudian menggoyang-goyangkannya risau.

Soojung menghela nafasnya kasar, gadis itu memutar bola matanya jengah menatap kesal sang sahabat di depannya.

“Hyejin-ah, apa kau yakin pria di kamar itu adalah tuan muda park ?” Tanya soojung ragu.

“Aku yakin soojung-ah, sangat. Ya walaupun malam itu penerangan di kamar itu kurang tapi aku yakin”

“Lalu mengapa katamu saat kau menamparnya, ia berekspresi seolah tidak mengetahui apa-apa ?” Selidik soojung.

“Entahlah. Mungkin ia malu atau- ya, ia seorang CEO bersifat kurang ajar dan seolah lupa tentang hal itu adalah wajar bukan ? Ckcck, benar-banar”

“Ku rasa tuan park tidak bersifat seperti itu” sergah soojung sembari menyantap kembali jajangmyeonnya.

“Yak! Sebenarnya kau sahabat siapa dan membela siapa eoh !?” Hyejin memekik kesal. Namun hanya di abaikan oleh soojung.

“Soojung-ah” suara hyejin kembali memelas.

“Sebaiknya kau tanyakan saja kepadanya ?”

“Yak! Kau gila. Lalu aku harus bersikap bagaimana kepadanya setelah itu. Dan bagaimana jika benar itu adalah ia. Lalu- aku akan kembali- di- ahhhh tidak soojung-ah aku tidak mau. Itu sama saja dengan aku menyerahkan diriku di kandang harimau”

Soojung mendelik. Gadis itu begitu tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya satu ini.

“Emmmmm bagaimana dengan meminta maaf. Ya, kau harus meminta maaf karena telah menamparnya atas alasan yang kau sendiri tidak mengetahui benar tidaknya”

“Tidak soojung-ah, aku yakin itu adalah dia. Aku tidak ingin meminta maaf”

“Ya sudah kalau begitu tidak ada jalan lain untukmu selain menghindar dan menunggu surat pemberhentianmu” suara soojung acuh sementara gadis di depannya memasang ekspresi putus asa dengan kedua bahu yang melorot.

.

.

.

Di sebuah ruangan kerja yang di dominasi warna cream itu chanyeol tengah duduk di kursinya. Pemuda itu di sibukkan dengan banyaknya tumpukan berkas yang mengantri untuk di periksanya.

Lembar demi lembar kertas putih itu chanyeol lihat, mata pemuda itu terlihat kosong saat sebuah ingatan kembali terbersit di kepalanya.

Chanyeol mengangkat satu lengannya mengelus sisi wajahnya yang beberapa saat lalu sebuah bekas tamparan bersarang di sana.

Kedua alis chanyeol bertaut bingung, mengingat tingkah aneh gadis itu dan alasan di balik mengapa ia menamparnya.

“Tuan muda” suara manager lee membuat chanyeol tersentak dari lamunannya.

“E-eoh. Ah manager lee kau di sini ?”

“Ya, sepertinya anda memikirkan sesuatu”

“Ah tidak. Ada apa ?”

Manager lee menyerahkan sebuah map berisi berkas kedepan chanyeol.

“Anda harus memandatanganinya segera” kata manager lee setelahnya.

Chanyeol membuka berkas tersebut membacanya sesaat kemudian tanpa ragu pemuda itu mencoretkan tintanya di atas tulisan nama lengkapnya.

“Terima kasih tuan” suara manager lee setelah menerima berkas yang chanyeol ulurkan kembali kepadanya.

“Kalau begitu, saya permisi” kata manager lee sebelum berbalik dan akan melangkah pergi. Namun, baru saja tungkainya akan bergerak suara chanyeol kembali mengenterupsi.

“Manager lee. Kau tau siapa gadis yang tempo hari bersamamu di lobby hotel ?”

“Gadis ? Maaf tuan tapi ada-” manager lee menggantungkan pertanyaannya mengingat hari itu ada dua gadis yang tengah bersama dengannya.

“Gadis yang mengenakan kemeja putih” jelas chanyeol. “Apa dia juga karyawan di sini ?”

“Ah. Nam Hyejin. Ya, dia adalah seorang room attendant. Beberapa waktu yang lalu saya pernah menyuruhnya untuk membersihkan kamar tuan”

“Kamarku ?” Tanya chanyeol mengerutkan kedua alisnya.

“Ya, apa ada sesuatu yang buruk ? Apa dia melakukan kesalahan ?” Tanya manager lalu takut jika staffnya itu melakukan sesuatu yang melanggar aturan.

Chanyeol diam. Pemuda itu nampak berpikir sejenak dan tidak lama setelahnya sebuah senyum misterius tercetak di wajah sempurnanya.

“Manager lee, apa aku boleh meminta sesuatu darimu ?” Chanyeol kembali membuka suaranya.

“Tentu saja tuan”

“Aku ingin hanya ada satu room attendant yang membersihkan kamarku dan karena gadis itu kau perintahkan tempo hari maka aku ingin dia yang membersihkan kamarku kembali di lain waktu”

“Baiklah tuan” manager lee membungkuk hormat, berbalik kemudian pergi meninggalkan chanyeol yang diam dengan sisa-sisa senyum misterius di wajahnya.

.

.

.

“Eoh. Baiklah, aku akan menunggumu” suara pemuda berkulit eksotis itu dengan seseorang di seberang sana lalu mematikan sambungannya.

Setelah memarkirkan mobilnya di kawasan parkir hotel. Tanpa ragu pemuda itu turun dan melangkah masuk dengan penuh percaya diri.

Pemuda itu menghampiri bagian resepsionis di lobby hotel dan tepat ketika petugas lobby itu mengangkat kepalanya setelah membungkuk menyapa, pemuda itu tertegun sesaat, mulutnya bahkan sedikit terbuka merekam lekuk indah seseorang di depannya.

“Ada yang bisa saya bantu tuan” suara gadis itu bak lantunan nada indah menyapa gendang telinga jongin.

Jongin melongo, diam dan tersenyum. Senyum yang terlihat aneh bagi gadis di depannya.

“Maaf tuan. Ada yang bisa saya bantu ?” Ulang gadis itu dengan ekspresi ramahnya.

“Tuan” panggil gadis itu lagi setelah tidak juga mendapat jawaban dari pemuda itu.

“Eoh!” Sadar jongin “ahh-” pemuda itu melanjutkan kalimatnya dengan senyum kikuk sembari membenarkan tatanan rambutnya yang sama sekali tidak berantakan.

“Aku ingin meminta kunci kamar atas nama park chanyeol” kata jongin kembali.

“Tuan muda park chanyeol ?-” suara gadis itu dengan nada menyelidik.

“Ya, park chanyeol. Pewaris hotel ini” jelas jongin sembari lagi-lagi menyunggingkan senyum yang ia rasa adalah senyum paling menawan miliknya.

Jongin menelan senyumnya saat menangkap pandangan meneliti itu tidak juga hilang dari raut indah sang gadis.

“Ah. Kau pasti bingung siapa aku hingga meminta kunci kamar boss-mu”

“Kalau begitu perkenalkan, aku kim jongin. Sahabat sekaligus rekan kerja park chanyeol. Pemasuk properti di hotel ini” ucap pemuda itu bangga.

Jongin mengerutkan alisnya karena gadis itu sama sekali tidak memberikan reaksi yang berarti dari penjabarannya.

“Ehem!” Dehem pemuda itu berusaha keluar dari zona tidak nyamannya. “Tadi aku sudah menelponnya dan ia bilang, ia masih ada urusan karenanya aku di suruh menunggu di kamarnya” jelas pemuda itu kembali.

“Ngomong-ngomong, nona siapa namamu ? Bukankah aku tadi sudah memperkenalkan diriku” lanjut jongin dengan senyumnya.

Gadis itu tersentak kaget. Buru-buru ia mengambilkan kunci yang di maksud dan menyerahkannya kepada pemuda aneh di depannya itu.

“ini tuan kunci kamar tuan muda, kamar beliau terletak di lantai 8” suara gadis itu setelahnya.

Jongin menerima kunci tersebut dengan senyum yang masih mengambang di wajahnya.

“Baiklah, terima kasih nona jung” suara jongin dengan menunjukkan jemarinya pada nametag di sebalah kanan gadis itu. Dan perkataan itu sukses membuat soojung tersentak lagi dan lagi. Terlebih senyum itu begitu-.

“Maaf membuatmu lama menunggu” suara seseorang membuat jongin mengalihkan pandangannya dari pemandangan di luar jendela kamar sahabatnya itu.

“Eoh. Kau sudah datang ?” suara jongin menghadap ke arah chanyeol.

“Yahhh… sekarang kau benar-benar terlihat seperti seorang boss sungguhan” lanjut pemuda itu menggoda.

Chanyeol hanya tersenyum singkat menanggapinya. Pemuda itu kembali melangkah kemudian duduk di salah satu sofa yang berada di sisi kiri ruangan.

“Jadi bagaimana proses pemasokannya ?” Kata chanyeol tho the point.

“Semuanya berjalan lancar, properti-properti yang kau inginkan telah masuk ke hotel ini. Aku bahkan mengawasinya langsung”

“Ya. Kau memang rekan bisnis yang dapat di andalkan” puji chanyeol.

“Tentu saja. kau lupa siapa aku ? Yak! Aku kim jongin.” jongin berbicara percaya diri.

“Yahh kamar mu ini luar biasa. Aku berpikir ingin memiliki satu. Apa itu mungkin ?” Lanjut jongin dengan menatap sekeliling ruangan.

Chanyeol mengernyitnya kedua alisnya “kau. Tidak biasanya-“.

“Yak. Yak! Kau tidak pernah bercerita jika kau memiliki seorang resepsionis yang begitu menawan” potong jongin tidak tahan akan tatapan menyelidik chanyeol.
“Ckckck, sudah ku duga. Kau tidak mungkin dengan tiba-tiba ingin memiliki kamar di sini tanpa suatu alasan”

“Yak, kali ini benar-benar berbeda. Aku merasa telah jatuh dalam pesonanya-“

“Kau sama saja” kali ini chanyeol menyela.

“Terserah kau saja. bagaimana apa aku boleh ?”

“Atur semaumu”

“Juga dengan karyawanmu ?”

“Ckckc” chanyeol menggelengkan kepalanya sementara jongin tersenyum puas di depannya.

“Chanyeol-ah” panggil jongin setelahnya.

“Eum ?” sahut chanyeol menatap jongin menunggu pemuda itu melanjutkan kalimatnya.

“Apa kau bertemu sehun ?” tanya jongin dengan nada hati-hati.

Chanyeol terdiam. Raut wajah pemuda itupun seketika berubah. Senyum yang tadi sempat bersarang di bibirnya telah hilang bersama dengan datangnya ekspresi kosong dari ke dua sorot matanya.

Jongin menghela nafasnya pelan. Pemuda itu kemudian menepuk satu pundak chanyeol dan berkata “tidak apa-apa. Kau perlu waktu untuk menenangkan dirimu”

Chanyeol mendogak pelan, sedikit merasa nyaman setelah mendengar apa yang baru saja di katakan jongin. Keduanya terdiam sesaat.

Masih dengan suasana di liputi kecanggungan tiba-tiba pintu kamar chanyeol terbuka, menampakkan seorang gadis yang tengah membawa perlengkapan kebersihan.

Chanyeol dan jongin bersama-sama menatap pada sosok gadis di depan mereka.

Setelah menutup pintu dan pintu itu kembali tertutup, gadis itu beranjak berpaling dan betapa terkejutnya gadis itu saat mendapati dua pasang mata telah menatapnya dengan tatapan-.

“Maafkan saya-” suara hyejin setelah sembat membatu beberapa saat.

“Saya tidak tahu jika ruangan ini-, kalau begitu saya permisi” lanjut hyejin akan meninggalkan kamar.

“Tunggu” suara chanyeol menginterupsi langkah hyejin. Perlahan gadis itu kembali berbalik menghadap sang pemilik kamar.

“Aku memang memanggil layanan pembersihan kamar, kau bisa mengerjakan tugasmu” lanjut chanyeol.

“Jongin-ah, ayo. Kita bicara di ruang kerjaku saja” suara chanyeol lagi yang hanya di beri anggukan bingung dari pemuda itu.

Chanyeol bangkit dari duduknya kemudian beranjak menuju pintu dengan di ikuti jongin di belakangnya. Dan tepat setelah keduanya melewati hyejin yang masih berdiri di tempatnya. Chanyeol berbalik.

“Ah! Aku hampir lupa. Kau tunggu aku kembali jangan pergi bahkan setelah pekerjaanmu selesai. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu” suara chanyeol cukup membuat hyejin kesusahan bahkan untuk menelan salivanya.

Chanyeol menampilkan senyum miringnya sesaat, kemudian pemuda itu kembali merajut langkahnya melewati pintu dan hilang di baliknya.

“Yaah! Kau ternyata memiliki banyak kariyawan mempesona park chanyeol” suara jongin setelah keduanya meninggalkan kamar chanyeol.

“Aku benar-benar terlambat menyadarinya” lanjut jongin membuat chanyeol lagi-lagi hanya dapat mengukir senyumnya mendengar lontaran berlebihan sang sahabat.

.

.

.

Lima jam berlalu begitu lama dan membosankan bagi hyejin. Gadis itu duduk termenung di atas karpet yang baru di bersihkannya. Alat pembersihpun berada tidak jauh darinya.

Kepala hyejin menoleh saat mendengar gerakan pintu terbuka. Gadis itu mendongak menatap pemuda tinggi yang baru saja masuk melewati pintu itu.

Hyejin bangkit dari duduknya. Berdiri kemudian menunduk hormat kepada sang CEO. Sementara gadis itu menunduk hormat, kedua bola matanya menangkap sinyal tidak bersahabat dari pandangan pemuda di depannya.

Dengan pandangan dingin dan wajah yang begitu datar chanyeol melipat kedua tangannya di atas dada. Pemuda itu menatap tajam hyejin. Membuat gadis itu hanya dapat menunduk diam.

“Mulai hari ini kau menjadi room attendant tetap kamarku” suara chanyeol dingin namun tetap mampu membuat hyejin mendongak dan melontarkan tatapan bertanya kepadanya.

Drrrrrttttt….

Terdengar suara getaran dari ponsel. Suara yang berasal dari saku hyejin.

“Itu adalah nomer kontak-ku. Jadi kau tidak perlu menunggu perintah dari manager lee karena aku yang akan menghubungimu langsung” lanjut chanyeol setelah mematikan sambungan yang membuat ponsel hyejin bergetar sebelumnya.

Hyejin hanya diam. Tidak tahu harus berkata apa. Gadis itu membatu dengan ekspresi terkejutnya.

“Ahh, dan kau harus tahu aku paling membenci dua hal yaitu tidak disiplin dan kamarku berantakan. Jadi, kau harus benar-benar merapikan kamarku dan kau harus cepat mengangkat telepon dariku”

“Terlambat tiga detik saja maka kerjaanmu akan bertambah dan jika kau tidak mengangkatnya maka kau harus lembur” kata chanyeol panjang lebar.

Pemuda itu melangkah maju memangkas jarak yang tercipta di antara keduanya. Chanyeol mencondongkan tubuhnya, mendekatkan kepalanya pada daun telinga hyejin dan berbisik.

“Bukankah, ini lebih ringan di bandingkan dengan di pecat. Nona ?” Kata chanyeol di sertai smirk liciknya.

Hyejin membeku di tempatnya. Kedua bola matanya bahkan enggan berkedip. Rahangnya hampir saja melorot mendapat serangan bertubi-tubi dalam sekejap.

“Harusnya aku menghindar!” Batin hyejin.

“Jadi mengapa kau menamparku ? Hyejin-ssi” tanya chanyeol kemudian.

Hyejin kembali tersentak mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut chanyeol. Gadis itu tidak tahu harus menjawab apa. Mulutnya seakan di rekati lem super. Hyejin bungkam seribu bahasa berbeda dengan batinnya yang masih bisa berkoar bebas di dalam dirinya.

“Kau lupa ? Apa sedang berpura-pura lupa ?”

“Yak! Kau hampir saja memperkosaku. Di sini. Bodoh!”

“Baiklah. Jika kau tidak ingin menjawab pertanyaanku” suara chanyeol menginterupsi pergulatan batin hyejin.

“Besok datanglah pukul 10.00. Aku tidak menerima keterlambatan beserta alasan. Mengerti ?” Lanjut chanyeol tajam.

“Eoh ?” Suara hyejin akhirnya lolos. Gadis itu menatap ragu chanyeol di depannya.

“Bagus” Sahut chanyeol dengan mengangkat kedua alisnya. Pemuda itu kemudian melangkah menjauhi hyejin.

“Hyejin-ssi, besok siapkan air hangat untukku dan siapkan sarapan sebelum aku berangkat kerja” kata chanyeol kembali setelah menginterupsi langkahnya dan menoleh tanpa berbalik.

“Y-ya, tuan” jawab hyejin terbata.

Chanyeol tersenyum penuh kemenangan. “Kau boleh pergi” kata pemuda itu setelahnya.

“Baik. Tuan” jawab hyejin kemudian menunduk dan bergegas meninggalkan tempatnya.

.

.

.

Langkah demi langkah berat hyejin ayunkan menyusuri lorong menuju kamar vvip.

Masih dengan setengah tidak percaya. Hyejin berharap kejadian kemarin hanyalah mimpi buruk yang muncul di dalam tidurnya.

Hyejin menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah kamar tanpa nomer itu. Hyejin menghela nafasnya berat, bola matanya bergerak menatap sebuah keranjang yang di bawanya.

Hyejin kemudian meyakinkan dirinya. Dengan pasti gadis itu meletakkan sebuah kartu di depan pintu dan dengan seketika pintu terbuka. Meski dengan ragu-ragu hyejin akhirnya masuk kembali ke dalam kamar tersebut.

Baru saja hyejin akan memasuki ruang tengah kamar tersebut tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara bising dari dalam sana.

“Oppa! Maafkan aku”

“Kau tau aku hanya menyukaimu. Kau tau sebesar apa aku menyukaimu”

“Aku tidak bersalah. Sehun lah yang menggodaku”

“Oppa” seolhyun mengambil satu lengan bebas chanyeol dan menggenggamnya.

Tidak berselang detik chanyeol segera menghempaskan genggaman gadis itu hingga terlepas.

Chanyeol menyunggingkan senyum meremehkannya.

“Yahh kau memang luar biasa. Seharusnya kau jadi seorang aktris. Aktingmu benar-banar bagus”

“Oppa, aku- aku sungguh-“

“Lalu jika bukan kau. Jika semua ini adalah ulah si brengsek itu. Kemana saja kau selama ini ?” Potong chanyeol.

“Ahh kau pasti baru mengetahuinya. Kau baru tahu jika aku tau semuanya dan kau. Bukankah sehun baru-baru ini pergi menetap di busan?” Lanjut chanyeol menatap tajam gadis di depannya itu.

“Kau benar-benar gadis yang tidak ingin rugi”

“Oppa-“

“Hentikan seolhyun-ah, aku sudah tidak ingin melihatmu lagi. Pergilah sebelum aku bertindak lebih jauh” potong chanyeol lagi. Pemuda itu kemudian meninggalkan gadis yang masih diam menunduk di tempatnya.

“Seolhyun ?” Gumam hyejin yang sedari tadi diam membatu di tempatnya. Bukan bermaksud ingin mendengar apa yang seharusnya tidak di dengarnya. Hanya saja- entahlah kedua kakinya terasa berat untuk beranjak.

“Seolhyun” lagi hyejin bergumam pelan dan sebuah ingatan kembali melintas di kepalanya. Benar nama itu tidak asing baginya. Malam itu-, ya bukankah seseorang memanggilnya dengan nama itu.

Genggaman tangan hyejin pada keranjang di depannya semakin mengerat. Tatapan gadis itu menerawang ke depan. Ya. Sekarang hyejin yakin. Pemuda kurang ajar malam itu, pemuda yang hampir saja membuatnya-.

“Jadi benar dia-“

TBC

Hai hai hai…

Masih adakah yang menunggu lanjutan ff gaje bebeb ini ?

Duhhh maaf ya akhir-akhir ini bebeb emang gak produktif banget. Ya gitu deh, dunia lama bebeb balik lagi alias drama korea. Astaga kenapa pada seru semua coba ? Ku tak bisa melewatkan mereka. Doctors, W, Unconrollably Fond, Cinderella and four knights, Let’s fight ghost terus new list drama bebeb si bee baekhyun scarlet heart : goryeo sama Moonlight Drawn by Clouds. Ya ampun gak tau kapan bisa balik produktif lagi. Gegara drama yang kadang bikin bebeb mikir ini nanti gimana ? Ini masalahanya apa ? Duh romantis ? Astaga gemes? Ya ampun minta gampar ? Dan bla bla bla ini kayaknya bikin ide semuanya bubarrrr di kepala.

So, yuk yang suka drama.
Wajib di ikutin juga ya list wajib loh… (hehehhe)

bebebaek_ 💜

Advertisements

2 thoughts on “There Was Nothing [#2]

  1. Pingback: There Was Nothing [#3] | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s