[Oneshoot] You Got Me – by bebebaek_

image

by bebebaek_

Main cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : PG Teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

“Hey! Kau berangkat pagi sekali hari ini yunmi-ya” seru seorang pemuda. Merangkulkan lengannya di pundak gadis itu setelah berhasil menyamakan langkahnya.

“Yak! Jongdae-ya! Kau mengagetkan saja” kesal gadis itu menepuk lengan jongdae.

“Mengapa kau meninggalkanku ?” Kata jongdae dengan wajah kesal yang di buat-buat.

“Tidak ada. Aku hanya malas menunggumu di depan rumah. Lagi pula menunggumu hanya akan membuatku terlambat seperti sebelum-sebelumnya” sindir yunmi pada sahabat yang tinggal di kawasan komplek yang sama dengannya itu.

Jongdae tergelak. Pemuda dengan bulu mata lentik itu tersenyum tanpa memperdulikan sindirin gadis di sampingnya.

“Kau meninggalkanku bukan karena kau tidak ingin meminjamkanku buku tugasmu kan ?” Jongdae kembali bersuara setelahnya membuat yunmi mendelik pelan ke arahnya namun pemuda itu kembali menyunggingkan senyumnya.

“Jadi benar” simpul jongdae.

“Yak! Kau seharusnya mengerjakannya sendiri. Itukan tugasmu. Jangan hanya menyalin. Kau ini mau jadi apa jika selalu seperti itu” omel yunmi dengan raut kesalnya.

“Kau ada rencana sepulang sekolah nanti ?” Jongdae bersuara mengalihkan topik pembicaraan membuat yunmi hanya dapat menghela nafasnya putus asa. Kapan pemuda ini pernah mendengarkannya.

“Tidak tahu” jawab yunmi singkat.

“Kalau begitu temani aku jalan-jalan” kata jongdae dan setelahnya pemuda itu mengalihkan lengannya dari pundak yunmi lalu melangkah meninggalkan gadis itu di belakangnya.

Yunmi membuka mulutnya tidak habis pikir. “Yak! Aku tidak mengakatan mau”

“Hey! Kim jongdae!” Seru gadis itu namun tidak di indahkan jongdae. Namja itu hanya menoleh sesaat, tersenyum jahil dan kembali melanjutkan langkahnya.

.

.

.

“Sebenarnya apa yang kau cari ? Kita sudah berkali-kali mengelilingi seluruh toko dan seluruh lantai pusat perbelanjaan ini” keluh yunmi kesal saat kedua kaki terasa begitu pegal.

Berjam-jam mereka mengeliling pusat perbelanjaan ini, memasuki hampir seluruh toko namun pemuda yang memaksa minta di temani itu tidak juga membeli satupun barang.

Entah pemuda itu ingin mengerjainya atau memang tidak menemukan barang yang di carinya yunmi tidak tahu. Yang jelas ia begitu lelah sekarang.

“Apa kau lelah ?” Tanya jongdae menilik ekspresi gadis di sebelahnya.

“Eoh!” Sungut yunmi sembari menepuk pelak salah satu kakinya.

“Kalau begitu kau harus beristirahat” tarik jongdae menggiring yunmi menuju salah satu kursi di tengah sebuah toko pakaian.

“Duduklah” suruh jongdae menempatkan gadis itu untuk segera duduk dengan memegang kedua bahu yunmi.

“Maafkan aku” suara pelan jongdae kembali terdengar. Pemuda itu menundukkan tubuhnya di depan yunmi. Berjongkok memegang kaki yunmi kemudian memijitnya pelan.

Yunmi tersentak. Gadis itu gelagapan tidak tahu harus berbuat apa. Perlakuan tiba-tiba jongdae sukses membuat jantungnya seolah melompat dari tempatnya.

“Jongdae-ya. Apa- yang kau lakukan ?” Suara yunmi terbata.

“Memijat kakimu. Kau pasti merasa pegal” jawab jongdae ramah tanpa menatap yunmi. Pemuda itu hanya fokus pada kedua kaki gadis itu.

“Tidak apa-apa. Nanti juga akan hilang setelah beristirahat sebentar” sergah yunmi tidak nyaman akan perlakuan jongdae padanya. Ya, karena perlakuan seperti itu membuat sesuatu terasa aneh di dadanya.

“Jongdae-ya lihatlah, tumpukan baju di depan itu bertulisan diskon. Apa kau tidak ingin melihatnya”

Jongdae menoleh pelan, menghentikan aktivitasnya pada kedua kaki yunmi membuat gadis itu akhirnya dapat bernafas lega.

“Lihatlah kesana barang kali kau menemukan apa yang kau cari” suruh yunmi kemudian.

Jongdae menurut. Pemuda itu bangkit dan beranjak menuju keranjang tumpukan baju tersebut. Sebenarnya jongdae sendiri tidak tahu apa yang ingin di carinya karena mengajak yunmi menemaninya mencari sesuatu tersebut hanyalah sebuah alasan agar ia bisa pergi bersama. Berdua.

Yunmi memperhatikan setiap gerakan jongdae dari tempatnya. Gadis itu tetap duduk dan sesekali tersenyum melihat tingkah pemuda itu memilah-milah pakaian di dalam keranjang.

“Yunmi-ya! Lihatlah ini” seru jongdae dari tempatnya. Pemuda itu merentangkah sebuah kaos dengan motif jaring-jaring transparan berwarna hitam.

“Bagaimana jika aku mengenakan pakaian ini. Apa aku akan terlihat seksi ?” lanjut pemuda itu meminta tanggapan yunmi.

“Yak! Apa kau sakit jongdae-ya ?” Gelak yunmi menahan tawanya.

“Kenapa ? Ku rasa ini cocok untukku”

“Kau yakin ?” Tanya yunmi setelahnya gadis itu meloloskan tawanya. Kedua tangannya bahkan memegang perutnya yang terasa sakit karena tawanya.

“Kurasa kau akan seperti seorang ahjumma saat mengenakannya” lanjut yunmi dengan sisa-sisa tawanya.

Jongdae memasang wajah kesalnya dan dengan percaya diri pemuda itu bersuara “Tidak aku akan mempesona dengan ini”

Yunmi tidak mengindahkan perkataan jongdae. Gadis itu masih tertawa terpingkal sementara jongdae melangkah kembali mendekatinya dengan membawa pakaian itu di salah satu tangannya.

“Mau taruhan ?” kata jongdae setibanya di depan yunmi.

Yunmi mengerut tidak mengerti. Tawa gadis itu hilang saat mendapati wajah serius jongdae di depannya.

“Jika kau terkesima ketika aku mengenakannya nanti dan kau tidak bersuara dalam waktu tiga detik maka kita berkencan” lanjut jongdae menjelaskan.

“Yak! Bagaimana bisa seperti itu-“

“Kau takut ?” Potong jongdae pada protes yang yunmi layangkan.

“Tidak!” Jawab gadis itu lantang.

“Jadi bagaimana ?” Tantang jongdae kemudian.

“Ok” jawab yunmi cepat namun gadis itu tidak yakin akan ucapannya sendiri.

.

.

.

Satu minggu telah berlalu semenjak hari itu dan jongdae tidak sama sekali membahasnya. Yunmi dapat bernafas lega dan berpikir mungkin saja pemuda itu tidak serius akan ucapannya atau ia lupa tentang hal itu. Namun jika jongdae benar-benar hanya lupa, yunmi berharap jongdae akan melupakan itu selamanya.

Ting tong! Ting tong!

Suara bel rumah yunmi berdering nyaring. Gadis yang tengah berada di depan ruang tv itu segera bangkit meninggalkan tumpukan buku di atas meja dan beranjak menuju pintu.

“Hello!” Sapa jongdae dengan senyum khasnya.

“Masuklah” persilahkan yunmi yang tahu betul akan kedatangan pemuda itu. Ya, beberapa saat yang lalu jongdae memang sempat menelponnya dan berujar meminta tolong yunmi untuk membantunya mengerjakan tugas yang tidak di mengerinya.

Setelah keduanya berada di ruang tv, yunmi kembali bergelut dengan buku-bukunya mengabaikan jongdae yang tengah sibuk membuka tas ranselnya dan sesekali memandang sekeliling.

“Yunmi-ya, kemana bibi ?” Tanya jongdae menanyakan keberadaan ibu yunmi.

“Sedang pergi. Kenapa ?”

“Tidak. Aku hanya merindukan kue buatan ibumu” jawab jongdae kembali menyunggingkan senyum andalannya sementara yunmi mencibirnya dengan mengerucutkan bibirnya.

“Jadi apa yang tidak kau mengerti-” yunmi bertanya to the point.

“Ah! Jadi seperti itu. Wah terasa mudah jika mengerjakannya dengan seorang shim yunmi” kata jongdae setelah berhasil mengerjakan beberapa soal tugasnya.

“Selesai!” Seru pemuda itu senang.

Yunmi hanya tersenyum datar menanggapi setiap perkataan pemuda itu. Gadis itu meneliti setiap pergerakan jongdae yang terlihat begitu antusias mengemas buku-bukunya dan memasukkannya kembali ke dalam tas ranselnya.

“Kau akan pulang sekarang ?” Tanya yunmi memastikan.

“Tidak” sahut jongdae masih dengan kegiatannya.

Yunmi mengerut bingung menatap jongdae yang telah mengalihkan pandangannya membalas tatapan yunmi dengan tatapan hangat.

“Kau masih ingat taruhan kita tempo hari ?” Tanya jongdae mengingatkan membuat yunmi lagi-lagi hanya dapat mengerutkan alisnya.

“Aku akan melakukannya hari ini” lanjut jongdae dan tanpa aba-aba pemuda itu membuka jaket yang di kenakannya menampakkan pakaian yang tempo hari di-

Yunmi membatu di tempat. Gadis itu menahan nafasnya saat meliat bidangnya dada pemuda di depannya itu dengan abs yang mengintip di balik pakaian yang di kenakannya.

Jongdae yang diam-diam memoerhatikan ekspresi yunmi mengulum senyum puas.

“Ehem!” jongdae bedehem pelan berusaha mengalihkan kembali perhatian yunmi.

“Sepertinya kau kalah. ini bahkan lebih dari tiga detik tapi baiklah Aku akan menghitung ulang. Satu. Dua. Ti-“

“Eoh!” sadar yunmi setelah sebelumnya mengabaikan deheman peringatan jongdae. Entahlah kedua bola matanya seakan terkunci pada pemandangan yang kembali membuat perasaan aneh itu muncul di dadanya.

“Bag-” jongdae menutup mulut yunmi cepat tepat ketika gadis itu akan melontarkan protesnya.

“Tiga!” Seru jongdae lantang kemudian menjauhkan tangannya dari mulut yunmi.

“Baiklah nona kita berkencan sekarang” lanjut jongdae dengan senyum kemenangan.

Yunmi membola tidak percaya akan apa yang di lakukan jongdae “yak! itu tidak adil kau curang!” Protes gadis itu setelah berhasil menguasai dirinya.

“Tidak perlu mengelak. Kau jelas-jelas jatuh dalam pesonaku yunmi-ya” kata jongdae penuh percaya diri. Pemuda itu mendekat membuat yunmi kembali menahan nafasnya, kedua bola matanya menatap lurus pada tubuh jongdae di balik pakaian transparan itu.

“Kau milikku. shim yunmi”

fin

Hhaaaaaaa…… apa ini mengapa terlalu banyak abs bertebaran.

Exo’rdium itu apa ? Konser kpop atau sebuah panggung yang menampilkan adegan dewasa dengan setuja pemandangan yang sungguh sangat sulit untuk di hindari dan sayang untuk di lewatkan.

Maafkan mata ini yang selalu fokus sama dada bidang dan absnya akang enchen di balik jaring-jaring itu *ihhhhh ngapain di jaringin sih. Buka aja sekalian buka biar adiks makin kelojotan bang buka! *njir gue ngomongnya pake urat)

Udah ah bebeb lelah

bye bye bye…
:oops:bebebaek_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s