{Yun-Dae Couple} Sweet Orange – by bebebaek_

image

by bebebaek_

Naugty Fingers |

Main cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : 16.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Yunmi tengah duduk santai di atas sofa dengan membalik-balikkan lembar majalah di tangannya.

Sejak beberapa menit yang lalu setelah tiba di apartemen jongdae, gadis itu belum juga melihat batang hidung namjachingunya itu. Hanya gemericik air di dalam kamar mandi yang memberi jawaban kepada yunmi bahwa jongdae tengah membersihkan diri di dalam sana.

Yunmi menolehkan kepalanya ketika mendengar derap langkah seseorang beranjak keluar dari kamar pemilik apartement.

“Kau sudah selesai ?” suara yunmi ketika namja itu berada dalam pandangannya.

“Chagi-ya!” seru jongdae setelah langkahnya terhenti oleh kalimat yunmi.

“Kau sudah kembali ?” tanya jongdae sembari merajut langkahnya cepat menghampiri yunmi dan duduk tepat di sebelahnya.

“Aku merindukanmu” lanjut jongdae memeluk yunmi yang masih duduk di tempatnya.

“Yak, yak. Jongdae-ya rambutmu masih basah” omel yunmi berusaha menjauhkan jongdae yang sudah menempel padanya.

“Kau tega sekali, meninggalkanku begitu lama” suara jongdae melepas pelukannya kemudian memautkan kedua bibirnya lucu.

“Lalu kau ingin aku tinggal ?”

“Hmmm” angguk jongdae dengan wajah polos yang di buat-buat.

“Kau gila. Kau ingin aku di pukul dan di seret paksa appa ?”

“Aku akan datang dan menyelamatkanmu”

“Ckckc, gila”

“Ya aku gila karena sangat mencintaimu” jongdae tersenyum lebar.

Yunmi memandang jongdae yang juga tengah memandangnya dengan senyum khas andalannya, gadis itu kemudian meraih handuk kecil yang tersampir di pundak jongdae.

Yunmi mengambil handuk tersebut kemudian membantu mengeringkan rambut jongdae yang masih setengah basah.

Sementara yunmi dengan telaten mengusap rambutnya jongdae hanya diam menikmatinya dengan wajah bahagia di sertai senyum yang mengembang lebar.

“Maafkan aku, kau tau sendiri aku harus ikut mengunjungi nenek”

“Hmmmm, aku tahu. Aku hanya bercanda” jawab jongdae lembut.

“Tapi aku tidak bercanda tentang aku merindukanmu” lanjut jongdae menatap lekat manik yunmi.

Yunmi tersenyum dan mengangguk tulus “hmmm aku tahu”.

“Ahhh rasanya aku ingin memelukmu seharian ini” jongdae mengambil tangan yunmi di sisi kepalanya, menggenggamnya kemudian menuntun lengan gadis itu untuk melingkar di pinggangnya.

Lagi jongdae memeluk yunmi hangat, namja itu memejamkan matanya di pundak yunmi menghirup aroma gadis yang selalu di sukainya itu.

.

.

.

Hening tercipta. Hanya ada suara tv yang menyala sementara yunmi sibuk memotong kuku-kuku jemari jongdae. Namja yang tengah duduk dengan berbantalkan paha gadisnya itu diam, fokus pada acara di layar datar di depannya.

“chagi-ya, jika kita menikah nanti. Kau ingin memiliki berapa anak ?” Celetuk jongdae memecah keheningan.

Yunmi menghentikan pergerakan tangannya. Wajah gadis itu menatap jongdae yang di balas namja itu dengan senyum tanpa dosa.

“Kalau aku.. aku ingin kita memiliki banyak anak 10, 14 atau 21” lanjut jongdae mengulum senyum.

“Yak apa yang kau bicarakan ?” Yunmi membuka suaranya, merasa tidak nyaman dengan pembicaraan yang tengah di angkat jongdae.

“Aku membicarakan masa depan kita” jawab jongdae mengabaikan ketidak nyamanan yunmi.

“Hey chagi-ya, jangan berbicara terlalu jauh. Kita bahkan baru lulus shs” jelas yunmi menyadarkan.

“Eummmm” jongdae menggeleng.

“Tidak. Semuanya harus di rencanakan. Waktu akan terus berlalu. Jadi tidak lama lagi hari itu pasti datang” Jongdae memiringkan posisi berbaringnya, membenamkan wajahnya di perut datar yunmi dan melingkarkan kedua lengannya di pinggang gadis itu.

“Ckckc” yunmi berdecak. “Yak, dari pada memikirkan hal yang terlalu jauh lebih baik pikirkan tentang perkuliahan yang sebentar lagi akan kita lewati” yunmi bersuara mengalihkan pembicaran keduanya yang di anggap gadis itu terlalu jauh.

Jongdae mendongak. Namja itu merenggangkan pelukannya. Menatap yunmi dengan raut bingung kemudian bersuara.

“Perkuliahan ? Kenapa ? Kau mengkhawatirkan sesuatu ?”

Yunmi mengangguk.

“Apa ? Kau mengkhawarikan apa ?” Tuntut jongdae ingin tahu.

“Kau. aku mengkhawatirkan kau” jawab yunmi menatap jongdae langsung.

Jongdae mengulum senyumnya. “Kenapa ? Kau takut aku akan-“

“Eoh. Aku takut kau akan melirik gadis lain dan berpaling dariku. Di kampus pasti banyak gadis manis, cantik, seksi, baik, dan sebagainya” potong yunmi menyambar kalimat menyelidik dari jongdae.

Lagi-lagi jongdae tidak dapat menahan senyumnya. “Tenanglah. Karena di mataku gadis yang cantik, seksi, baik, dan manis di dunia ini hanya satu yaitu gadis di depanku saat ini” suara jongdae menatapa yunmi dengan tatapan dalam. Senyumnya bahkan tidak pernah hilang terukir di bibirnya.

“Dasar gombal” yunmi menepuk permukaan dada jongdae memutus kontak mata keduanya. Ya, yunmi tidak tahan terlalu malu akan segala perkataan jongdae yang selalu saja berefek panas di wajahnya.

Jongdae kembali tersenyum melihat gadis di depannya merona kerananya. Namja itu kemudian bangkit, duduk mendesak di sisi yunmi.

“Jadi apa kita bisa memiliki banyak anak ?” Lagi jongdae mengembalikan arah bicaranya.

“Mengapa kau ingin memliki banyak anak ?”

“Karena semakin banyak anak. rumah kita nanti akan semakin ramai”

“Bukankah kau suka keramaian ?”

“Tidak. aku tidak suka”

“Eoh. Ya, aku lupa. Kau adalah orang yang suka membuat keramaian. Bukan berada di keramaian” celetuk jongdae menggoda.

“Yak!” marah yunmi merasa tersindir.

Jongdae tersenyum bangga. Berhasil menggoda yunmi benar-benar membuatnya senang. Namja itu mengangkat satu lengannya mencubit gemas ujung hidung yunmi membuat gadis itu lagi-lagi memekik kesal kepanya.

“Kau ingin jus ?” Suara jongdae setelahnya.

“Eum” yunmi mengangguk cepat.

“Kajja. Temani aku membuatnya”

“Kau akan membuatkan yang manis dan segar untukku ?”

“Ya. Tentu saja. Untuk yunmiku”

“Kajja” jongdae bangkit kemudian menarik lengan yunmi.

“Aku malas melangkah chagi-ya..” rengek yunmi membiarkan lengannya dan lengan jongdae menggantung di udara.

Jongdae menggoyang-goyangkan lengan keduanya, menatap yunmi gemas. “Sini naiklah ke punggungku” kata namja itu kemudian melepaskan lengan yunmi, berbalik dan sedikit menekuk tubuhnya.

Yunmi tersenyum puas. Gadis itu dengan segera bangkit. Mengambil posisi paling nyaman menggantung di punggung hangat jongdae.

Yunmi melingkarkan lengannya di leher jongdae. Tersenyum saat perlahan namja itu mengangkat tubuhnya.

“Apa aku berat ?” Tanya yunmi dengan sedikit memiringkan kepalanya untuk menilik wajah jongdae.

“Tidak. Kau seringan kapas” jawab jongdae balas menatap yunmi dengan sedikit menelengkan wajahnya.

“Benarkah ?”  suara yunmi dengan senyum manisnya.

“Heum” jongdae hanya mengangguk meyakinkan. Namja itu kemudian memiringkan tubuh yunmi yang tengah berada di gendongannya.

Yunmi memekik saat jongdae memiringkan tubuhnya. Gadis itu mempererat rangkulannya pada leher jongdae. Pandangan keduanya bertemu.

Hening. Jongdae menatap dalam pada manik indah yunmi, mengunci pandangan gadis itu kemudian perlahan jongdae mendekatkan wajahnya pada wajah yunmi.

Bibir keduanya bertemu setelah jongae berhasil mengecup singkat bibir tipis yunmi. Hanya sebuah kecupan. Setelahnya jongdae kembali menarik wajahnya dan melangkah menuju dapur dengan senyum yang masih tersungging di wajahnya.

Jongdae menurunkan tubuh yunmi, mendaratkan gadis itu di atas meja pantri. Membiarkan yunmi duduk di sampingnya sementara ia menyiapkan beberapa peralatan untuk membuat jus.

“Eoh, jeruk ?” Suara yunmi ketika manik gadis itu menangkap sekotak jeruk tidak jauh dari tubuhnya.

“Ya, kemarin aku melihatnya dan karena kita sama-sama menyukai jeruk jadi ku putuskan untuk membelinya” jawab jongdae masih fokus pada beberapa perabotan di depannya.

“Tunggu sebentar dan jus jeruk cinta akan siap untukmu” lanjut namja itu menatap yunmi dengan senyum andalannya.

Yunmi balas tersenyum. Memperhatikan setiap gerakan jongdae yang tengah sibuk menyiapkan jus untuknya.

Jongdae menuangkan jus jeruk buatannya dari dalam  blander ke dalam gelas. Kemudian dengan santai namja itu menyerahkan gelas di tangannya kepada yunmi.

Dengan senyum yang masih terukir manis di bibir tipis miliknya, yunmi menerima gelas yang berisi jus dari jongdae dan tanpa pikir panjang gadis itu segera meminumnya.

“Bagaimana ?”

“Manis ?” Tanya jongdae penasaran.

“Eum” yunmi mengangguk pasti, gadis itu kemudian mendongak menatap jongdae  yang kini menahan senyum gelinya.

Kedua alis yunmi bertaut bingung bahkan ketika jongdae terus melangkah mendekat kearahnya. Namja itu menempatkan dirinya di antara kedua kaki yunmi.

“Kenapa kau minum seperti anak kecil saja” suara jongdae menatap lekat pada bibir yunmi.

“Eo-h ?” Yunmi mengerjap. Refleks gadis itu mengangkat satu lengan bebasnya berniat menyentuh sudut bibirnya.

Belum sempat lengan yunmi menyentuh bibirnya, jongdae lebih dulu membersihkannya. Namja itu mengecup sudut bibir yunmi lembut. Melumatnya membuat kedua kelopak mata yunmi tertutup perlahan.

Kedua tangan jongdae menangkup pipi yunmi, mengelusnya lembut dan memperdalam ciumannya.

Jongdae menggigit bibir bawah yunmi melesakkan lidahnya kemudian menggerakkan benda tak bertulang itu aktif di dalam sana, membuat dada yunmi semakin berdesir tak menentu.

Tangan yunmi mencengkram erat gelas berisi jus seiring ciuman jongdae yang di rasa semakin memanas.

Setelah beberapa saat, jongdae menarik wajahnya kembali memberi sedikit jarak membiarkan ujung hidung keduanya bersentuhan.

“Manis” suara jongdae menundukkan pandangannya menatap bibir yunmi yang memerah karenanya.

“Tidak salah jika aku sangat menyukai jeruk” lanjut namja itu kemudian mendaratkan sebuah kecupan kembali.

Jongdae mengukir senyumnya setelah namja itu menarik sekali lagi wajahnya. Menatap yunmi menyalurkan kehangatan di dalam senyumnya. Keduanya saling berbagi senyum sebelum akhirnya jongdae merengkuh tubuh yunmi dalam dekapnya, memeluk gadis itu erat dan membenamkan wajahnya di cerukan leher yunmi.

“Ahh~ ku rasa. Rasa jeruk memang yang terbaik”

Fin

Advertisements

One thought on “{Yun-Dae Couple} Sweet Orange – by bebebaek_

  1. Pingback: {Yun-Dae Couple} Call Me Daddy – by bebebaek_ | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s