{Yun-Dae Couple} Naugty Fingers – by bebebaek_

image

by bebebaek_

Good Man |

Main cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Yunmi menggeliat kecil, kedua mata tertutupnya mengerjap pelan kemudian terbuka meneliti sekitar. Gadis itu mengangkat kepalanya yang sedari tadi menelungkup di atas meja ruang tengah apartemen namjachingunya.

Yunmi menoleh dan mendapati jongdae yang masih terlelap dengan kepala menelungkup di atas sofa.

Ya, keduanya tertidur setelah bosan belajar bersama untuk persiapan masuk universitas mereka. Baik yunmi maupun jongdae memang sepakat untuk belajar bersama selain efektif untuk saling bertanya jika ada beberapa materi yang tidak di mengerti salah satu diantara keduanya, belajar bersama juga mampu menekan bosan mereka walaupun pada akhirnya keduanya akan terlelap seperti yang kembali terjadi sekarang.

Yunmi membereskan buku-buku miliknya dan jongdae yang masih berserakan tidak beraturan. Gadis itu menyusun rapi buku milik jongdae di atas meja dan memasukkan buku miliknya ke dalam tas ranselnya.

“Chagi-ya, chagi. Bagun” panggil yunmi menepuk pelan pundak jongdae.

“Chagi-ya, hey. Ini sudah sore”

“Chagi~” panggil yunmi lagi.

“Hmmmm” sahut jongdae setelah terpanggil dari alam mimpinya.

“Bangun. Ini sudah sore. Aku pinjam kamar mandimu eoh”

“Hmmmm”

“Ckckc, dasar kerbau” gerutu yunmi. Gadis itu kemudian bangkit, membawa paperback berisi pakaian ganti miliknya menuju kamar mandi.

Tidak lama yunmi kembali memasuki ruang tengah dengan pakaian yang telah berganti. Seragam sekolah gadis itu telah di tanggalkannya setelah membersihkan diri. Yunmi kini mengenakan kaos santai berwarna biru dan hotpans berbahan jins.

Yunmi melangkah mendekati jongdae yang kembali tertidur dengan posisi yang telah berubah, namja itu kini berbaring di atas sofa panjang ruang tengah tersebut.

“Chagi-ya” panggil yunmi kembali membangunkan jongdae, gadis itu duduk di tepian sofa dan menepuk pelan pundak jongdae.

Tidak ada tanggapan dari namja yang masih setia memejamkan matanya itu membuat yunmi menghela nafasnya pelan, lengan gadis itu terulur mengelus helaian rambut hitam jongdae yang berantakan.

“Chagi, ayo bangun” suara yunmi lagi, namun tetap tidak ada respon dari namja itu.

Yunmi mengerucutkan bibirnya putus asa, gadis itu kemudian bangkit beranjak dari sisi jongdae dan kembali mendudukkan tubuhnya di atas sofa kecil sisi kanan jongdae.

Yunmi menyalakan telivisi di depannya, gadis itu kembali melirik jongdae yang tidak bergerak sama sakali.

“Chagi-ya, bangun” suara yunmi kembali.

“Yak! Sudah sore, mandilah”

“Chagi~”

“Chagi-ya”

“Hmmmmm” gumam jongdae akhirnya menjawab panggilan yunmi setelah usaha panjang gadis itu membangunnya.

“Bangun. Dasar pemalas” cibir yunmi.

Jongdae bangkit dari posisi berbaringnya, namja itu mengerjap beberapa kali untuk menemukan fokusnya. Rambut berantakan dan wajah kusut khas bangun tidur tergambar jelas padanya.

Jongdae berdiri dan mengambil langkahnya berniat menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci wajahnya.

Jongdae melangkah sempoyongan beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi, namun beberapa langkah namja itu berjalan kakinya tersandung kaki meja kaca di depan sofa membuat keseimbangannya goyah dan ambruk menimpa yunmi yang tengah duduk menyaksikan televisi di depannya.

Dua bola mata yunmi terbuka sempurna saat menyadari tubuh jongdae menimpanya dan gadis itu lebih membola lagi saat menyadari dua tangan jongdae bersarang di dadanya.

Jongdae yang juga akhirnya menyadari dimana dua tangannya mendarat mengerjap pelan dan menelan salivanya samar.

Hening sesaat.

“Yak! Kim jongdae! Apa yang kau lakukan?!” Teriak yunmi setelahnya. Menghancurkan keheningan canggung yang sempat tercipta diantara keduanya.

Jongdae dengan serta merta menarik tangannya kembali, setelah gadis di depannya menghujaninya dengan pukulan-pukulan keras pada tubuhnya menggunakan bantal di tangannya.

“Yak, yak, yunmi-ya. Hentikan”

“Aku tidak sengaja”

“Maafkan aku” suara jongdae di sela kegiatannya mengelak dari pukulan gadis itu.

“Dasar mesum!”

“Kau tau apa yang kau sentuh!”

“Yak! Aku membencimu!” marah yunmi tidak mengindahkan perkataan jongdae dan masih saja menghujani namja itu dengan pukulan membabi butanya.

“Chagi-ya” panggil jongdae.

“Jangan panggil aku chagi”

“Kau benar-benar”

“Mengapa kau menyentuhnya!”

“Aku tidak sengaja yunmi-ya”

“Maafkan ku” suara jongdae lirih.

Yunmi menghentikan pukulannya, gadis itu melempar bantal di tangannya asal. Yunmi mengatur nafasnya yang memburu karena marah sekaligus malu terkait insiden yang baru saja di alaminya.

“Chagi. Mengapa kau sebegitu marahnya ? Kenapa aku tidak boleh menyuntuhnya ? Bukankah suatu hari nanti benda itu juga akan jadi milikku ?” jongdae kembali membuka suaranya. Bertanya dengan wajah polos tanpa menyadari gadis di depannya kembali mendelik tajam menahan amarahnya.

“Yak! Kim jongdae!” Pekik yunmi kembali membuat jongdae terjengkit kaget dan berlari menjauh darinya.

“Mau kemana kau, dasar namja mesum” kesal yunmi mengejar jongdae yang berlari mengelilingi sofa.

“Kau-, kemari kau”

“Aku akan membunuhmu”

“Kim mesum! Yak!”

“Maaf chagi-ya, aku hanya bertanya”

“Maafkan aku”

Yunmi tidak menjawab. Gadis itu tetap mengejar jongdae yang terus melangkah menghindarinya.

Entah sudah berapa kali putaran keduanya mengelilingi sofa panjang di ruang tengah tersebut yang jelas kali ini yunmi benar-benar marah. Gadis itu tidak tahan mendengar kalimat yang terlampau menggelikan bagi telinganya. Tepatnya gadis itu malu karena ucapan jongdae.

“Maafkan aku. Ku mohon”

“Aku tidak akan mengulanginya”

“Chagi-ya”

“Yunmi-ya”

“Maafkan aku” kata jongdae terus menerus karena terlalu lelah untuk terus menghindar.

Yunmi menghentikan langkahnya, gadis itu kemudian mendudukkan kembali tubuhnya di atas sofa tempat semula gadis itu duduk. Dengan raut kesalnya yunmi duduk menatap telivisi kosong dengan dua tangan terlipat di depan dadanya.

Jongdae yang juga telah berhenti melangkah, perlahan mendekat memposisikan tubuhnya duduk di sofa berbeda di sisi kiri yunmi.

“Chagi-ya, maafkan aku heum” suara jongdae lembut.

“Chagi” panggil jongdae lagi karena tidak mendapat respon dari sang gadis.

“Yunmi-ya. Sayangku. Maafkan jongdaemu eoh. ” rayu jongdae.

“Tuan putri, maafkanlah pangeran. Ku mohon” gigih jongdae.

“Aku tidak akan memaafkanmu” ketus yunmi tanpa melirik jongdae sedikitpun.

“Chagi-ya, ku mohon” kata jongdae menyentuh pundak yunmi dan mengguncangnya lembut.

“Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat” suara yunmi kemudian.

“Apa ? Aku akan melakukannya. Asal yunmi-ku memaafkan-ku” jawab jongdae antusias.

“Buatkan ramyeon untukku. Aku lapar” kata yunmi masih dengan nada kesalnya.

“Baiklah. Siap laksanakan tuan putri” suara jongdae dan setelahnya namja itu beranjak menuju dapur meninggalkan yunmi yang kini menahan senyum gelinya.

Tidak memerlukan waktu lama bagi jongdae untuk sekedar memasak dua cup ramyeon pedas. Kini dua cup ramyeon itu telah tersaji di depan meja makan kecilnya.

Jongdae melangkah pendek menelengkan kepalanya di depan dinding pembatas dapur dan ruang tengah apartemennya.

“Tuan putri, ramyeon pesanan anda telah siap. Apakah tuan putri ingin makan di sana. Saya akan mengantarkannya” suara jongdae di buat-buat bak seorang pengawal kerajaan.

“Tidak. Aku akan makan di sana” sahut yunmi bangkit dan melangkah menyusul jongdae di dapur apartemen.

Keduanya terdiam, duduk saling berhadapan di depan meja makan dengan fokus pada ramyeon masing-masing.

Sesekali jongdae mencuri pandang yunmi yang tengah sibuk dengan ramyeonnya. “Chagi-ya” panggil jongdae canggung.

“Hemmm” sahut yunmi tidak mengalihkan fokusnya.

“Kau sudah tidak marah padaku ?”

“Emmmm”

Jongdae mengerjapkan matanya berkali-kali, merasa kesal dengan yunmi karena menjawab pertanyaannya hanya dengan sebuah gumaman.

“Chagi. Bagaimana ? Apa ramyeonnya enak ?” Tanya namja itu lagi.

“Emmmm” jawab yunmi masih dengan gumaman.

“Benar. Aku juga merasakannya. Enak. Rasanya kenyal dan lembut. Benar-benar pas dengan ukuran tanganku” lanjut jongdae sembari menahan senyumnya.

Yunmi perlahan menghentikan aktivitas mengunyahnya saat mendengar deretan kalimat yang kembali membuat telinganya memanas hingga berefek pada wajahnya yang berubah menjadi merah padam. Yunmi meletakkan cup ramyeonnya keras di atas meja saat jongdae menyudahi kalimatnya.

“Yak! Kim jongdae! Apa yang kau pikirkan!”

“Dasar mesum!”

“Chagi-ya, jangan menyalahkanku. Ini salah jemariku yang terlalu pandai mencari tempat untuk mendarat” goda jongdae.

“Yak! Berhenti membahasnya. Kemari kau. Aku benar-benar tidak akan melepaskanmu” suara yunmi bangkit dari kursinya beranjak akan menghampiri jongdae namun namja itu telah melesat terlebih dahulu.

“Kim jongdae!”

“Maafkan aku chagi!”

“Yak! Aku tidak akan memaafkanmu”

“Tapi itu benar-benar nyaman chagi-ya. Ku rasa jemariku ingin mencobanya lagi!”

“Yak! Hentikan”

“Kim jongdae!”

“Rasanya kenyal dan-“

“Jongdae!”

“Lembut. Sangat-“

“Chen!”

Fin

Bahahahhhaha (tertawa setan) asli ini khayalan liar banget. Garing kan apa coba jongdae-jongdae meminta maaf tapi ujung-ujungnya menggoda lagi, gak tau apa yunmi bener-bener malu.

Okay! Maaf ya kalau ada yang gak suka karena ceritanya ngaur. Penuh dengan teriakan-teriakan dan ending yang gaje. Hahahaha.

Gak ada adegan so sweet and romantice di series kali ini (emang biasanya ada ?) *ngak tau ah.

Moga pada suka. Terima kasih.

bebebaek_ (^^)

Advertisements

One thought on “{Yun-Dae Couple} Naugty Fingers – by bebebaek_

  1. Pingback: {Yun-Dae Couple} Sweet Orange – by bebebaek_ | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s