{Yun-Dae Couple} we are married – Love You Again

image

by bebebaek_

Memories |

Main cast : Kim Jong Dae (EXO), Shim Yun Mi (oc), Kim Da Eul (Lee Daeul).

Genre : romance, marriage life, family.

Length : Ficlet | Rating : 17.

Hasil dari mimpi dan imajinasi murni dari diri sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

“Chagi-ya~, bangunlah” suara lembut itu mengalun memasuki indera pendengaran jongdae yang masih setia memejamkan matanya meski jiwanya telah kembali dari alam mimpinya.

“Yeobo~” suara yunmi lagi. Gadis itu mencondongkan tubuhnya mendekati jongdae dan membiarkan daeul yang baru selesai di mandikan dan di ganti pakaiannya berbaring di sisi tubuh sang ayah.

“Chagi-ya”

“Yeobo”

“Jongdae-ya”

“Chen” panggil yunmi dengan berbagai sebutan yang di lontarkannya tepat di depan telinga jongdae sembari menepuk dan mengelus lembut sisi lengan namja itu.

Jongdae masih tidak bergeming. Tetap memejamkan mata berakting seolah dirinya masih terlelap.

“Daeul-ah, lihatlah appa-mu. Dia benar-benar pemalas, kau. Kau jangan menurut sifat susah bangunnya itu eoh ?” Suara yunmi mengadu pada jagoan kecilnya yang tengah berbaring dan menghentak-hentakkan kedua kakinya sebagai respon yunmi yang tengah mengajaknya berbicara.

Yunmi tersenyum bahagia melihat sang malaikat kecil mengerti di ajak berbicara. Daeul, bayi itu juga tersenyum membuat mata kecilnya hilang dan merentangkan kedua tangan kecilnya.

Yunmi kembali mendekati putranya, mengangkat tubuh bayi berusia delapan bulan itu dalam dekapannya. Yunmi membawa tubuh kecil daeul mendekatkannya pada jongdae dan membiarkan daeul menyentuh lengan sang ayah.

“Appa, appa bangunlah. Aku ingin bermain” suara yunmi menirukan suara anak kecil seolah daeul-lah yang sedang berbicara.

“Appa, kau sudah berjanji akan menemani daeul dan membantu eomma di hari minggu ini” lanjut yunmi masih dengan suara kecilnya.

“Appa~” panggil yunmi lagi mendekatkan wajahnya putranya pada jongdae.

“Hmmmm” gumam jongdae, namja itu menggeliat kecil merubah posisinya menjadi telentang.

Jongdae tersenyum meski dengan wajah yang masih membengkak namja itu membuka matanya, mengelus pipi chubi daeul di depannya.

“Appa, cium. Daeul sudah wangi” kata yunmi kembali.

Jongdae kembali tersenyum lembut, namja itu kemudian mengangkat kecil kepalanya mencaratkan ciumannya pada bibir mungil daeul.

Jongdae bangkit, duduk dan mengambil alih daeul dari tangan yunmi menempatkan bayi kecil itu di atas pangkuannya, tersenyum kepada yunmi kemudian meraih tengkuk wanita itu dan mendaratkan kecupan dalam di atas kening istrinya itu.

“Cucilah wajahmu dan setelahnya tolong temani daeul. Aku akan memasak hari ini” suara yunmi memandang jongdae dan daeul bergantian.

Jongdae mengangkat wajahnya, menatap yunmi dengan tatapan bertanya.

“Wae ? Kau tidak percaya ?” Kata yunmi mengerti maksud tatapan jongdae padanya.

“Bukan begitu, tapi apa kau yakin chagi ?” Tanya jongdae hati-hati.

“Emmmm, aku yakin. Sangat” jawab yunmi pasti.

“Kajja! chagi-ya” yunmi kembali mengambil daeul, gadis itu kemudian tersenyum manis dan menggerakkan kepalanya pelan menginteruksi jongdae untuk pergi ke kamar mandi.

Dengan senyum tertahannya jongdae bangkit dan berlalu menuju kamar mandi meninggalkan yunmi dan daeul yang masih berada di tempatnya menatap jongdae hingga punggung namja itu hilang di balik pintu kamar mandi.

Yunmi meletakkan daeul di atas box bayi jagoannya itu sementara dirinya merapikan kembali tempat tidurnya.

Tidak lama jongdae keluar dari kamar mandi. Namja itu mendekati yunmi yang masih merapikan tempat tidur mereka dan memeluk istrinya itu dari belakang.

“Eoh, kau-” kata yunmi terkejut.

“Kau sudah selesai ?”

“Hmmmm” angguk jongdae di antara cerukan leher yunmi.

“Kau yakin akan memasak hari ini ?” Tanya jongdae kemudian.

Yunmi mengangguk antusias. Gadis itu kemudian melepaskan lingkaran lengan jongdae di atas perutnya, berbalik menghadap jongdae dan menatap suaminya itu tepat di maniknya.

“Eyyy kau masih meragukanku” suara yunmi memautkan bibirnya.

“Tidak, aku tidak pernah meragukan seorang kim yunmi” elak jongdae dengan binarnya.

“Chagi-ya, kau ingat. Kita akan pergi jalan-jalan hari ini. Karena itu cepatlah memasak, ku rasa aku sudah mulai lapar” lanjut jongdae menyentil ujung hidung yunmi.

Yunmi mengulum senyumnya “tentu saja aku ingat, kalau begitu tolong temani daeul eoh, appa daeul” yunmi menekankan suaranya pada kata terakhir kalimatnya.

Jongdae mengusap gemas puncak kepala yunmi dan setelahnya bergerak mendekati box bayi daeul menggendong jagoan kecilnya itu dan kembali menghadap ke arah yunmi.

“Percayalah pada appa, eomma. Eomma memasaklah, appa akan sangat lapar jika eomma memasak lama” kata jongdae turut mengubah suaranya membuat yunmi tergelak geli mendengarnya.

“Baiklah, eomma akan memasak eoh ?”

“Emmm, eomma fighting!” Seru jongdae mengangkat satu lengan kecil daeul.

Yunmi tersenyum bahagia, wanita itu lantas melangkah mundur dan berbalik di depan pintu, keluar menuju dapur mereka.

.

.

.

Yunmi tengah fokus menata hasil masakkan buatannya diatas meja makan. Dengan telaten wanita itu menyusun setiap piring-piring sajian yang di buatnya.

Omelet dengan sayuran sebagai isian, tahu berbumbu kecap, nasi putih yang dicampur dengan kacang merah dan hitam buatannya di sajikan bersama Kaktugi (kimchi dari lobak yang dipotong kotak-kotak) kiriman dari sang mertua.

Yunmi menatap puas pada tatanan sarapan buatannya, sarapan pertama mereka yang kali ini benar-benar di buat seorang diri olehnya. Gadis itu tersenyum, melepas apron yang melekat di tubuhnya meletakkannya kembali di sisi pantri.

Yunmi bergerak menuju lemari es, mengambil sekotak susu kemudian kembali menutupnya. Wanita itu kembali bergerak mendekati meja makan dan terkejut saat mendapati jongdae yang tengah berdiri di depan dinding pembatas dengan melipatkan kedua tangannya di depan dada.

“Eoh. Cha-gi-ya. Kau di sini ? Daeul ?” Tanya yunmi bingung karena daeul tidak bersama jongdae.

“Daeul ? Dia tertidur”

“Tertidur ? Jam berapa sekarang bukankah ini masih pa-” yunmi tidak menyelesaikan kalimatnya saat matanya menatap angka jam dinding yang menempel di atas layar televisi.

“Astaga! sudah jam 13:51 ?” Pekik yunmi membola.

Jongdae tersenyum geli, namja itu mengambil langkah santainya mendekati yunmi dan berlalu kemudian duduk di kursinya.

“Kajja! Kita sarapan” suara jongdae menahan senyumnya.

“Aku menghabiskan waktu hampir empat jam hanya untuk memasak sarapan” gumam yunmi masih di tempatnya.

Jongdae tersenyum geli di tempatnya, namja itu kembali bangkit setelah menelan tawanya menghampiri yunmi dan menuntun wanita itu duduk di kursinya.

“Akhh! Keliatannya enak” suara jongdae setelah kembali duduk di kursinya.

“Boleh aku memakan sarapanku chagi ?” Tanya jongdae menatap yunmi di depannya.

“Jangan meledekku. Ini bukan lagi sarapan tapi makan siang” suara yunmi datar.

Jongdae tidak lagi bisa menyembunyikan tawanya, namja itu kembali berusaha menelannya saat mendapati wajah lesu sang istri.

“Maafkan aku. Kajja, kita makan. Nanti terlanjur dingin” suara jongdae lembut.

Yunmi hanya diam menatap bisu pada jongdae.

“Wae chagi-ya ?” Tanya jongdae.

“Akulah yang seharusnya minta maaf, aku sudah begitu yakin tapi tetap saja-” aku yunmi lemah.

“Gwenchana, ini sudah sangat mengesankan chagi-ya” potong jongdae meraih lengan yunmi dan mengusap punggung tangan itu lembut.

“Paling tidak kau sudah tidak lagi menghancurkan dapur kita” lanjut jongdae meneliti dapur mereka yang masih terlihat rapi.

“Ckckc” decak yunmi kesal, gadis itu melepaskan pegangan tangan jongdae pada lengannya kemudian tersenyum.

“Jadi apa sekarang aku boleh makan ? Aku sudah sangat lapar. Dan bukankah kita akan segera pergi ?” Tanya jongdae lagi.

“Emmm kita akan pergi. Makanlah” suara yunmi kembali ceria.

Jongdae tersenyum, meraih sumpitnya dan menyantap makanan buatan istrinya itu. Suapan demi suapan lolos di dalam mulut namja itu, membuat yunmi yang melihatnya ikut tersenyum senang.

“Bagaimana ? Apa masih tidak memiliki rasa ?” Tanya yunmi hati-hati.

“Tidak. Ini enak chagi” jawab jongdae dengan mulut penuhnya membuat yunmi lagi-lagi menyunggingkan senyum puasnya.

Jongdae telah selesai dengan menu sarapannya, dengan telaten namja itu menumpukkan piring-piring di depannya dan berniat bangkit menuju wastafel.

“Tidak chagi-ya, kau tidak perlu melakukannya. Ini tugasku sekarang” potong yunmi mengambil alih tumpukan piring di depannya.

Wanita itu meletakkan piring-piring kotor itu ke dalam wastafel dan dengan hati-hati mencuci setiap piringnya.

Jongdae mengamati setiap gerakan dari sang istri, perlahan sudut bibir namja itu kembali terukir menyaksikan betapa gigihnya usaha yunmi untuk membuatnya terkesan. Jongdae perlahan bangkit dari duduknya beranjak mendekati yunmi dan berdiri di belakang wanita itu.

“Astaga! Chagi-ya, kau mengagetkanku” seru yunmi terkejut ketika berbalik dan mendapati jongdae di depannya.

Jongdae menarik pinggang yunmi dengan satu lengannya membuat wanita itu mendekat kearahnya.

“Kau sudah berkerja keras hari ini” kata jongdae membenarkan letak anak-anak rambut yunmi kemudian melingkarkan lengannya pada pinggang istrinya.

“Benarkah ?” Tanya yunmi tersipu.

“Eoh, kau sudah berusaha dengan baik. Aku sangat terkesan”

“Kau yakin ?”

“Hmmm. Ya, aku yakin. Walaupun setiap harinya aku memang selalu terkesan dengan istri cantikku ini” suara jongdae sembari tersenyum dan mengangkat tubuh yunmi, jongdae mempertahankan posisinya membiarkan yunmi dalam gendongannya.

Yunmi tergelak, wanita itu tertawa dengan ronanya.

“Gumawo. Kau sudah berkerja keras” ungkap jongdae tulus dan hanya di balas yunmi dengan senyum tersipunya.

“Akhhh! Ku rasa aku kembali jatuh cinta” suara jongdae lantang.

“Jatuh cinta ?” Tanya yunmi bingung menatap jongdae di matanya yang sedikit lebih rendah karena tingginya gendongan jongdae.

“Eoh, aku jatuh cinta lagi dengan seorang kim yunmi yang pandai memasak”

“Hmmmm, apa kau selama ini diam-diam belajar memasak ?” teliti jongdae memicingkan matanya.

Yunmi meloloskan tawanya “tentu saja” jawab wanita itu lantang.

“Jadi apa aku harus menciummu karena pengakuan cintamu ?” Tanya yunmi dengan wajah meronanya.

“Kau tau kau harus melakukannya” jawab jongdae dengan senyum merekah.

Yunmi tersenyum, mendekatkan wajahnya dan menyentuh lembut rahang tegas suaminya, mempertemukan bibir keduanya yang masih setia menyunggingkan senyum.

Yunmi mengecup singkat bibir jongdae, kemudian menarik wajahnya kembali.

“Satu ciuman atau dua ciuman ?” Tanya yunmi kembali masih dengan senyumnya.

“Dua selalu yang terbaik” jawab jongdae tertawa.

Yunmi kembali mendekatkan wajahnya dengan menahan tawanya gadis itu kembali mempertemukan bibir keduanya, mengecupnya dan kembali menarik wajahnya.

“Akhhh! Aku benar-benar jatuh cinta dengan istri yang selalu memberiku ciuman manis” seru jongdae mengeratkan gendongannya dan tersenyum menatap yunmi.

“Apakah aku harus-“

Yunmi tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, bibir wanita itu terlanjur di bungkam oleh bibir lembut jongdae, namja itu mengecup pelan bibir yunmi, melumatnya pelan dan menyapunya hangat. Ciuman dari namja itu bukan sekedar kecupan singkat tapi sebuah ciuman dalam yang selalu berhasil membuai yunmi.

“Saranghae” kata jongdae setelah mengakhiri ciumannya dan melepas tautan keduanya.

Jongdae menurunkan tubuh yunmi, menatap gadis itu di depannya itu dalam dan bersuara.

“Kajja! Kita harus bersiap-siap untuk pergi”

“E-eoh, ya. Aku harus mandi dan kau ? Kau bisa membangunkan daeul kan chagi ?”

“Kau bisa mengandalkanku” kata jongdae meraih bahu yunmi dan merangkul wanita itu menuju kamar mereka.

“Nado saranghae” suara yunmi di sela langkah keduanya membuat jongdae tersenyum dan mengusap lembut puncak kepala sang istri.

Fin

Kali NO cuap-cuap karena bebeb bingung mau ngomong apa. Hahahahaa

Intinya sih semoga tetap ada yang suka dan tetap jatuh cinta sama yundae *eaaaaak

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Love You

bebebaek_ (^^)

Advertisements

One thought on “{Yun-Dae Couple} we are married – Love You Again

  1. Pingback: {Yun-Dae Couple} we are married – Kim Family | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s