{Yun-Dae Couple} Good Man – by bebebaek_

image

by bebebaek_

Don’t Flirt |

Main cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance.

Length : Ficlet | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

“Ini untukmu” kata seorang gadis menyodorkan sebotol air mineral di depan wajah jongdae.

“Eoh, chagi-ya. Kau di sini ?” Tanya jongdae terkejut.

“Emmm, sedari tadi aku di sini. Kau saja yang terlalu fokus dan tidak melihatku” cibir yunmi dengan wajah bertekuk yang di buat-buat.

“Maafkan aku” kata jongdae sembari mengambil botol air mineral tersebut dan menarik lengan yunmi menuntun gadis itu untuk duduk di sebelahnya.

“Kau bilang kau sibuk hari ini. Jadi ku kira kau tidak akan melihat aku latihan”

“Aku memang selalu sibuk. Tapi aku tidak akan melewatkan menemanimu jika aku bisa” kata yunmi berbicara tanpa menatap jongdae.

“Kau takut ada yeoja-yeoja lain yang mendekatiku ?” Tanya jongdae menilik wajah kesal yunmi.

“Tentu saja” jawab yunmi lantang.

“Ahh lucunya” jongdae berkata sembari mencubit satu sisi pipi yunmi.

“Yak! Hentikan” marah yunmi melepaskan paksa lengan jongdae yang bersarang di sisi wajahnya.

“Jangan marah eum, kau semakin cantik jika marah begini” rayu jongdae namun yunmi tetap diam tidak merespon perkataannya.

“Chagi-ya, chagi…” panggil jongdae menggelitik sisi pinggang ramping yunmi membuat gadis itu mau tidak mau tertawa karenanya.

“Yak! Kim jongdae hentikan” teriak yunmi di sela kekehan tawa gelinya.

Jongdae tidak mengindahkan teriakan yunmi, namja itu tetap saja menghujani gadis itu dengan gelitikan-gelitikan gemasnya.

Sampai akhirnya suara tawa yunmi melemah karena begitu lelah tertawa begitupun dengan jongdae, gelitikan namja itu juga melemah dan kemudian berhenti kembali duduk dengan posisinya semula memandang yunmi dengan senyum khasnya dan nafasnya yang tidak kalah tersengkal.

Jongdae membuka air mineral yang tadi di berikan yunmi kepadanya, meminumnya kemudian menyodorkannya pada yunmi yang juga tengah terengah-engah karena ulahnya.

Bukannya menerima air mineral yang di sodorkan jongdae padanya gadis itu malah menghampur ke dalam pelukan jongdae melingkarkan kedua lengannya pada punggung jongdae.

“Eoh, chagi-ya. Wae ?”

“Tidak ada. Aku hanya ingin memelukmu”

“Tapi, aku penuh keringat chagi-ya” kata jongdae menilik wajah yunmi dan melihat keadaanya sendiri.

“Gwenchana, ku rasa sekarang aku juga menyukai keringatmu. Aku suka saat kau berkeringat seperti ini” suara yunmi dalam pelukan jongdae.

Jongdae tersenyum. Namja itu akhirnya membalas pelukan yeojachingunya itu, mengelus punggung yunmi lembut.

“Apa kau begitu menyukaiku ?” Tanya jongdae di sela pelukan keduanya.

“Emmmm” angguk yunmi “aku menyukai apapun itu asalkan berhubungan dengan jongdaeku” jawab gadis itu tanpa ragu.

“Bagaimana jika ternyata aku tidak mandi. Kau masih menyukaiku ?” goda jongdae.

“Aku masih menyukaimu. Aku hanya membencimu di saat yeoja-yeoja itu berusaha mendekatimu” balas yunmi penuh penekanan dan melepaskan pelukannya.

Jongdae memperhatikan yunmi yang kembali duduk di sisinya masih dengan senyum lembut yang setia terpatri di bibirnya, menatap gemas yunmi yang benar-benar terbakar api cemburu saat melihat ataupun menyinggung tentang fans yeojanya.

“Pakaikanmu jadi ikut basah karena keringatku”

Yunmi menilik pada pakaian yang dikenakannya dan mendapati bercak basah tidak beraturan di sana. Gadis itu kemudian mendongak menatap kembali jongdae dan membalas senyum namja itu.

“Gwenchana, aku tetap menyukaimu” kata yunmi tulus.

“Kajja! Sebentar lagi akan gelap, aku harus mengantarkanmu pulang” kata jongdae setelah memasukkan handuk di lehernya ke dalam tas dan menyampirkannya pada punggung lebarnya, namja itu kemudian mengambil lengan yunmi menuntun gadis itu bangkit kemudian melangkah bersama dengan kedua lengan yang saling bertaut.

“Mau berkencan denganku besok ?” Tanya jongdae di saat keduanya berjalan bersama.

“Tidak bisa. Aku sibuk” jawab yunmi acuh.

“Tadi kau bilang kau akan menemaniku sesibuk apapun dirimu” protos jongdae melirik penuh tanya gadis di sebelahnya.

“Benar. Tapi tidak besok. Aku benar-benar sibuk”

“Memangnya apa yang membuatmu benar-benar sibuk ?” Jongdae mengayunkan lengan keduanya yang masih saling bertaut.

“Aku harus belajar”

“Nae ?” Tanya jongdae terkejut.

“Kenapa ? Kau tidak percaya aku belajar ? Aku di paksa eomma untuk belajar, kau tau aku harus mempersiapkan segalanya seperti nana untuk ujian masuk universitas nanti” jelas yunmi dengan nada kesal.

“Emmmmm, ku rasa eomma mu benar. Kau memang harus belajar” kata jongdae sukses membuat yunmi mendelik kesal kepadanya.

Jongdae tersenyum “baiklah, jadi apa aku perlu menghubungi eomma-mu dan menculikmu setelah kau bosan belajar ?” kata jongdae terdengar menggoda.

“Ahh benar. Kau beritahu aku jika kau sudah bosan chagi-ya, aku akan menjemputmu setelahnya” lanjut namja itu lagi.

“Yak! Berhenti menggodaku!” Rajuk yunmi menghentikan langkahnya. Wajah gadis itu benar-benar tertekuk saat ini.

“Siapa yang menggodamu chagi ?” Tanya jongdae memasang wajah polosnya.

“Kau! Memangnya siapa lagi”

“Hey, aku tidak bercanda. Aku serius. Jika kau tidak percaya lihat saja besok. Hubungi aku jika kau bosan. Bagaimana ?” Kata jongdae kali ini terdengar serius.

“Memangnya kau mengenal eomma ? Bagaimana kau menghubungi eomma-ku dan menculikku ? Dengar kim jongdae-ssi eomma-ku sedang berada di pulau nami saat ini, jadi jika kau berniat datang ke rumah memperkenalkan diri dan mengajakku pergi, lupakan saja” jelas yunmi meremehkan.

Jongdae tidak bisa menahan senyumnya terlalu menyenangkan baginya menggoda gadisnya seperti ini.

“Apa aku harus menghubungi eomma-mu sekarang ?” Kata jongdae santai sembari meraih ponsel di saku celananya.

“Ckckc, berhenti bercanda chagi-ya”

“Apa aku harus menghubungi appa-mu juga” kata jongdae tidak mengindahkan perkataan yunmi dan sibuk menekan-nekan ponselnya.

“Chagi-ya” panggil jongdae lagi.

Yunmi menoleh, menatap jongdae yang tengah mengangkat ponsel di tangannya setara dengan wajahnya. Namja itu menunjukkan satu jemarinya pada daftar kontak dengan nama tuan dan nyonya shim di ponselnya lengakap dengan nomer yang tertera di bawahnya.

Yunmi menatap apa yang tertera di layar ponsel tersebut tanpa berkedip sedikitpun.

“Dari mana kau mendapatkannya ?” Tanya gadis itu setelah diam cukup lama.

“Apa kau menyalinnya dari ponselku ?” Tuduh yunmi.

Jongdae tergelak, namja itu kemudian melangkahkan kakinya satu langkah membuat jarak antara dirinya dan yunmi semakin dekat.

“Aku mendapatkannya sendiri. Secara langsung” suara jongdae penuh penekanan di depan wajah yunmi.

“Bagaimana bi-s” yunmi tidak melanjutkan kalimatnya, gadis itu terlalu bingung akan maksud perkataan jongdae.

Yunmi terdiam, membeku di tempatnya berfikir bagaimana bisa dan seperti apa namjachingunya itu mendapatkan nomer pribadi kedua orang tuanya. Secara langsung ?. Gadis itu benar-benar tidak habis pikir. Yunmi tidak percaya.

Jongdae tersenyum puas, namja itu menatap wajah bingung yunmi dan menikmati pemandangan di depannya itu.

“Chagi-ya” panggil jongdae.

“Kau benar-benar tidak peka” lanjut namja itu menatap geli yunmi.

Yunmi mengerutkan kedua alisnya semakin bingung.

“Kau tidak sadar bagaimana kau bisa bangun di kamarmu setelah kau tidur di bus sepulang nonton film denganku ?”

“Apa kau tidak bingung mengapa orang tuamu memberimu izin untuk pergi dan menginap di villa pada malam tahun baru dengan hanya mengatakan pergi bersama teman-temanmu ?”

“Kau juga tidak sadar mengapa kau tidak di tanya saat pulang terlambat setelah pergi denganku ?” Kata jongdae membuat yunmi berpikir dari setiap perkataan yang keluar dari mulut namja itu.

“Jadi itu semua-” yunmi kembali menghentikan kalimatnya, bola mata gadis itu menilik ke bawah nampak menemukan sebuah jawaban yang sebenarnya sulit di percayanya.

“Apa kau-” lanjut gadis itu dengan mata berbinar dan tidak percaya.

“Aku tidak tega membangunkanmu waktu itu, kau tertidur begitu pulas di dalam bus. Jadi setelah tiba di halte dekat rumahmu aku menggedongmu hingga ke rumah dan ke kamarmu.

“Kau-“

“Ya, aku mengetuk pintu rumahmu. Dan eomma-mu membukakan pintu itu untukku. Awalnya aku juga takut tapi entahlah, semuanya mengalir begitu saja” jelas jongdae tersenyum mengingat kembali hari itu.

“Apa eomma ku bertanya siapa kau ?”

“Tidak. Tapi appa-mu yang bertanya siapa aku”

“Lalu kau menjawab apa ?” Tanya yunmi terlihat panik.

“Tentu saja aku bilang aku adalah namjachingu-mu” ucap jongdae percaya diri.

“Apa ?”

“Kau tidak sedang bercandakan chagi ?”

“Tidak, untuk apa aku berbohong”

“Yak! Kenapa kau mengatakan hal itu, lalu aku harus bagaimana di rumah jika eomma dan appa tahu aku berkencan” panik yunmi.

“Heyy, chagi-ya. Mengapa kau panik seperti itu ? Bukankah selama ini mereka baik-baik saja”

“Eoh, memang baik-baik saja. Tapi aku malu. Aku bersikap seakan-, huaaaaa pasti mereka menertawakanku selama ini”

Jongdae tertawa. Namja itu benar-benar tidak dapat menahan gelinya melihat sikap yunmi yang terbilang seperti seorang anak kecil saat ini.

“Mengapa tertawa ? Kau menertawakan ku ?”

“Tidak” jawab jongdae berusaha menghentikan tawanya.

“Ini semua salahmu. Mengapa kau mengaku sebagai namjachinguku” rajuk yunmi kemudian.

“Aku tidak akan berbohong untuk itu, ya. Chagi-ya, aku tidak ingin di cap sebagai namja tidak baik oleh kedua orang tuamu. Karena itu aku memperkenalkan diriku dan meminta mereka mengizinkan kita untuk berkencan” jelas jongdae serius.

“Apa ?. Kau-“

“Chagi-ya, aku ingin menjadi seorang namja sejati. Namja baik yang memang ingin menjagamu dan menyayangimu sepenuhnya” lanjut jongdae, kali ini sukses membuat yunmi terdiam dan menatap namja itu dengan tatapan yang sulit di artikan.

Yunmi mengerjap beberapa kali, gadis itu mendongak menatap dalam manik tajam jongdae di depannya. Tanpa aba-aba gadis itu mengecup lembut belahan bibir jongdae yang masih setengah terbuka setelah menyelesaikan kalimatnya.

Jongdae mengerjap akan tindakan yunmi yang sungguh benar-benar tidak di duga olehnya, namun keterkejutan itu tidak berlangsung lama. Lengan jongdae meringsut naik bertengger indah di pinggang yunmi dan satu lengan bebasnya meraih tengkuk yunmi untuk membalas ciuman gadis itu.

Baru saja jongdae akan membalas ciumannya. Yunmi dengan kembali tiba-tiba menyudahi tautan keduanya.

“Kau benar-benar namja terbaik” suara yunmi di depan wajah jongdae.

Jongdae tersenyum hangat. Namja itu kembali meraih sisi wajah yunmi dan mendekatkan wajahnya. Saat jarak diantara keduanya tersisa hanya beberapa centi, yunmi dengan sengaja mendorong tubuh jongdae keras membuat rangkulan namja itu terlepas kemudian berlari menjauh.

“Yak! Yunmi-ya, kau curang eoh, aku belum mendapatkannya!” Seru jongdae dengan senyum tertahan.

“Kau tidak akan mendapatkannya hari ini namja terbaik!” Balas yunmi.

“Awas sampai aku menangkapmu chagi”

“Jika kau bisa!”

“Tangkap aku namja terbaik!” Seru yunmi semakin menjauh.

Jongdae menggelengkan kepalanya, tersenyum kemudian berlari kencang menyusul yunmi yang semakin menjauh darinya. Membuat gadis itu memekik histeris saat menyadari jongdae telah berhasil memangkas jarak yang di buatnya.

Suara tawa kembali terdengar saat jongdae berhasil meraih lengan yunmi dan memerangkap tubuh gadis itu dalam dekap hangatnya.

“Mau kemana kau shim yunmi. Kau tau kemanapun ku pergi kau tetap akan di dapatkan oleh seorang kim jongdae” kata jongdae setelahnya.

Yunmi yang masih memekikkan tawa kecilnya, menelan tawa itu saat mendengar deretan kalimat yang di lontarkan jongdae kepadanya. Gadis itu membalas tatapan jongdae kepadanya. Dan detik itulah jongdae kembali mempertemukan bibir keduanya, meraupnya lembut dan melumatnya perlahan.

Cukup lama keduanya saling bertaut hingga akhirnya jongdae menyudahinya dengan sedikit rasa tidak rela.

Jongdae kembali menatap yunmi hangat, memberikan senyum terbaiknya kepada gadis yang benar-benar membuatnya selalu merasa menjadi seorang namja yang di butuhkan.

“Aku memang akan selalu menjadi milik namja terbaik ini” suara yunmi bersemu kemudian kembali menghambur ke dalam dekap hangat jongdae.

Jongdae menyambutnya bahagia, senyum sumringah benar-benar mengambang di bibir lengkung namja itu. Jongdae mengelus lembut punggung yunmi menyalurkan bahagia yang meliputi keduanya.

Fin

Tararararawww! Bhaqqq ceritanya gaje ya… maaf deh gak tau kenapa kepikiran cerita kek gini. Basi banget gak sih.

Yaudah lah ya, kalau basi tinggal di jemur aja (lu kira apa beb ?).

Setelah bulan lalu mabok sama cerita baek-nana doank, kali ini bebeb hadir membawa yundae (yeyyyyy! Series terhitz saat ini, soalnya viewnya naik terus)

Okay! Sebenarnya kemaren bebeb udah cuapcuap sih di ffnya baek-nana, cuman takutnya ada yang kelewat dan gak ngikutin ff baek-nana jadi yaudah bebeb ulangin ya…

Sekali lagi terima kasih banyak buat temen-temen, adik-adik, kakak-kakak atau siapapun itu yang sudah bersedia menjelajah dan membaca karya abal-abal bebeb di wp yang sederhana ini.

Terima kasih banyak karena udah udah membuat statis series yundae couple ataupun we are married dan lainnya melambung. Meskipun bebeb gak bisa berinteraksi sama kalian tapi bebeb bisa melihatnya kok. Makasih banyak yaaa.

Semoga gak kapok and akan balik lagi (hehehe)

bebebaek_ (^^)

Advertisements

One thought on “{Yun-Dae Couple} Good Man – by bebebaek_

  1. Pingback: {Yun-Dae Couple} Naugty Fingers – by bebebaek_ | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s