Namjachingu ? (Choco Kiss) – by bebebaek_

image

by bebebaek_

Namjachingu ? (Feel) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Baekhyun terus saja melirik seseorang yang tengah duduk di sampingnya, memandangnya lekat meski sang objek tidak menyadarinya.

Objek itu tidak lain adalah kim nana, yeojachingunya yang tetap tampak tersenyum cerah berbicara dengan yunmi di depannya tanpa mengetahui seseorang tengah memperhatikannya.

Ruang kelas mereka memang penuh dengan hingar bingar dari banyaknya suara setiap siswa yang seolah saling berlomba melantunkan perkataan. Ya, pasca ujian akhir sekolah suasana kelas memang selalu seperti itu karena tidak ada lagi pelajaran yang harus mereka ikuti.

Hanya menikmati sisa-sisa masa sekolah menengah mereka sebelum pengumuman kelulusan akan di keluarkan satu bulan setelahnya.

“Yak! Mengapa menatap nana seperti itu ?” Suara cempreng yunmi menginterupsi kegiatan yang menyenangkan bagi baekhyun.

Baekhyun memutuskan pandangannya menatap sejenak pada yunmi yang berbicara padanya.

“Wae ?” Tanya yunmi tidak suka baekhyun menatapnya diam seperti yang saat ini namja itu lakukan.

“Lupakan” suara baekhyun setelahnya, namja itu kemudian menelungkupkan wajahnya di atas meja.

“Ckckc, dasar” gerutu yunmi tidak suka. “Oh iya, nana ya kau punya rencana malam ini ?” Suara yunmi lagi mengembalikan tatapannya pada nana di depannya.

Baekhyun mengerjap pelan masih dalam posisi telungkupnya menajamkan  pendengarannya penasaran akan jawaban nana.

“Tidak ada. Memangnya kenapa ?” Jawab gadis itu polos yang secara tidak langsung membuat seorang yang mendengarnya mengernyit kecewa.

“Yak! Ada apa ?” Tuntut nana penasaran. Lagi-lagi membuat baekhyun memetik harap jika yunmi akan mengingat hal yang di harapkannya.

“Aku hanya ingin meminta ku untuk menemaniku shopping” suara yunmi seadanya membuat baekhyun menghela nafas berat dalam posisinya.

“Maaf, aku tidak bisa menemanimu. Ada banyak buku yang harus ku cari dan ku pelajari”

“Huhh!” Yunmi menghela nafasnya kasar. “Aku tahu jawabanmu pasti seperti ini, yak. Nana-ya, aku juga akan mengikuti tes itu mengapa kau begitu serius ? Hey waktunya masih panjang” kata yunmi dengan nada khasnya.

“Aku tahu tapi aku ingin mempersiapkan segalanya, kau tau aku benar-benar ingin masuk universitas dan jurusan itu”

“Aku tahu. Ya aku tahu, kau memang selalu keras kepala” cibir yunmi.

“Tidak sekeras kepala kau” elak nana membuat yunmi berdecak geli.

“Mengapa tidak minta temani jongdae saja, kalian bisa berkencan” usul nana.

“Benar. Tapi kau tahu beda rasanya shopping dengan seorang perempuan dan laki-laki” suara yunmi mendelik kearah baekhyun yang masih betah dengan posisinya.

“Hmmmm aku tahu” jawab nana tersenyum menatap kearah yang sama.

.

.

.

Baekhyun terus saja memindah-mindahkan channel tv dengan menekan-nekan remote di tangannya menatap layar persegi itu tanpa minat.

Tidak juga menemukan acara yang mampu menarik perhatiannya. Baekhyun menghentikan kegiatannya melempar asal remote di sisi tubuhnya kemudian menghela nafasnya berat.

Baekhyun bangkit dari duduknya dan berjalan gontai menuju kamarnya.

Baekhyun menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya, membenamkan wajahnya pada kasur empuk itu. Namja itu kembali menghela nafasnya, menarik wajahnya menatap pada bingkai foto di atas nakas sisi kanan tempat tidurnya. Foto itu. Foto dirinya dengan dua gadis cantik yang selalu mengisi hari-harinya berada di kedua sisi tubuhnya, tersenyum bahagia seolah kebahagian selalu mengelilingi ketinganya. Baekhyun, yeojachingunya dan sahabatnya.

Manik baekhyun terfokus pada satu sosok di dalam foto tersebut. Pikiran namja itu melayang. Berbagai kemungkinan kini terbersit di benaknya. Apa nana lupa jika hari ini adalah hari spesial untuknya ?. Apa nana lupa jika hari ini namjachingunya berulang tahun ?. Kenapa gadis itu tidak memberinya satu ucapanpun ?. Mengapa gadis itu bersikap biasa saja sepanjang hari ini ?. Apa dia lupa ?. Tapi kapan nana pernah lupa ?, gadis itu tidak pernah seperti ini, lupa akan ulang tahun baekhyun. Sekalipun nana terkadang bertingkah seolah dia lupa, baekhyun selalu menyadarinya, namja itu bahkan sadar akan usaha dan kejutan yang akan di dapatnya.

Tapi kali ini tidak. Nana benar-benar bersikap biasa saja, tidak ada gerak-gerik canggung yang selalu di dapat baekhyun untuk menyadarkannya bahwa nana ingat.

Sepanjang hari ini gadis itu bertingkah seperti biasanya, berbicara jika seseorang mengajaknya bicara dan menjawab jika seseorang bertanya padanya. Bahkan saat pulang sekolah bersamapun nana hanya diam melangkah ringan di sisi baekhyun tanpa ada sesuatu yang berbeda.

Tapi… apa yunmi juga melupakan hari spesial sahabatnya ?

Baekhyun meraih ponsel miliknya yang tergeletak tidak jauh dari posisinya, menekan-nekan layar benda sensitif itu untuk kemudian mengirim pesan chat pada sahabatnya.

‘Yunmi-ya, kau di mana ?’

‘Aku ? Aku berada di apartemen jongdae. Wae ? Tumben sekali kau menanyakan keberadakanku’

Baekhyun kembali mengeha nafasnya. Bagaimana dia bisa bertanya pada seorang shim yunmi yang benar-benar seorang pelupa. Gadis itu hanya akan mengingat hal-hal penting untuk dirinya sendiri saja.

“Ckckc, bodoh. Mengapa aku bertanya padanya yang jelas-jelas selalu lupa hari ulang tahunku. Setiap tahun gadis itu lupa dan akan dengan antusias saat mengetahuinya dari nana” gerutu baekhyun untuk dirinya sendiri.

‘Tidak. Tidak ada apa-apa’ balas baekhyun pada yunmi. Namja itu kemudian kembali melepas asal ponselnya.

Baekhyun kembali membenamkan wajahnya, menghentakkan kedua kakinya gusar. Apa nana benar-benar larut dengan persiapan ujian masuk universitas hingga matahari telah di gantikan oleh bulan gadis itu tidak juga memberinya ucapan selamat dan sebagainya.

Baekhyun berbalik mengubah posisinya menjadi telentang. Namja itu menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong untuk beberapa saat hingga akhirnya baekhyun mengambil nafasnya dalam, meraih kembali ponselnya dan menekan-nekan benda itu mengirim pesan untuk seseorang yang saat ini tengah memenuhi hati dan pikirannya.

‘Nana-ya’ tulis baekhyun kemudian menekan kata send di layar ponsel miliknya. Namja itu menggenggam ponselnya penuh harap menunggu balasan dari nana.

Bipbip! Ponsel baekhyun berdering. Tanda sebuah pesan chat masuk. Dengan antusias namja itu segera menyalakan kembali layar ponsel yang semula telah menggelap itu.

‘Ya. Wae baek-ah’

‘Apa kau sibuk ?’

‘Emmm, aku sedang memilah beberapa buku untuk mempersiapkan diri. Wae ?’

‘Tidak. Hanya ingin tahu. Baiklah kalau begitu, maaf mengganggu dan semangatlah’

‘Eoh, gumawo baek-ah’

‘Hmmmm, jika kau selesai dan akan tidur beritahu aku’

‘Hmmm, arasseo’

Baekhyun menurunkan ponsel di lengannya lemah. Sepertinya gadisnya benar-benar tenggelam dalam kesibukannya dan lupa dengan hari namjachingunya.

Mencoba menerima apa yang terjadi baekhyun menutup kedua bola matanya, menutupnya dengan satu lengan yang bertumpu di kepalanya. Sejenak baekhyun terlelap dalam hening yang di ciptakannya.

Baekhyun menggerakkan kepalanya risih saat mendengar dering ponsel memasuki indera pendengarannya memanggilnya kembali dari alam heningnya.

Baekhyun mengerjap pelan, memicingkan bola mata kecilnya menatap bingung pada nama yang tertera di layar ponselnya.

Baekhyun mengambil ponsel tersebut menggeser tanda hijau di salah satu tampilannya kemudian meletakkannya di depan satu telinganya.

“Hmmm, wae nana-ya” suara baekhyun terdengar serak karena terlelap beberapa saat.

“B-ba-aek-ah” suara nana bergetar di seberang sana.

“Nana-ya, ada apa ? Mengapa suaramu-“

“Baek, tolong aku-” potong nana terdengar ketakukan.

“Apa terjadi sesuatu padamu ? Kau di mana ? Nana-ya” suara baekhyun meninggi, namja itu benar-benar kembali sadar saat ini.

“Aku di dekat jalan persimpangan depan market di depan gang”

“Yak! Mengapa kau berada di sana di jam seperti ini ?”

“A-aku kembali dari market untuk membeli sekotak susu. Persediaan susu di rumah habis dan aku baru mengetahuinya”

“Baiklah, lalu apa yang membuatmu takut nana-ya ?” Baekhyun berusaha menekan ke khawatirannya.

“Saat pulang tadi aku tidak sengaja menginjak ekor anjing yang selalu duduk di bawah semak-semak dekat lampu jalanan yang tidak menyala itu. Anjing itu mengejarku. Aku takut baek-ah, dia masih berada di sana menunggu dan mencariku” tutur nana ketakutan.

“Bagaimana bis-. lalu sekarang kau berada di mana ?”

“Aku berada di balik pohon besar di sisi trotoar”

“Apa ? Yak! Nana-ya, di sana gelap. Dan bagaimana kau bisa berlari ke sana. Di sana kawasan sepi nana-ya. Ahh baiklah. Kau diam di sana. Jangan kemana-mana. Aku akan segera kesana eoh ?” Suara baekhyun penuh penekanan. Namja itu kemudian bangkit mengambil jaketnya asal kemudian berlari keluar.

Baekhyun menghentikan langkahnya tepat di trotoar yang namja itu yakini tempat yang di sebutkan nana beberapa saat yang lalu.

Kondisi jalanan benar-benar sepi seperti biasanya gelap karena tidak menyalanya lampu penerangan di sisi jalan semakin menambah tidak adanya seorangpun yang melintas di jalan ini pada malam hari.

Baekhyun mengedarkan pandangannya mencari-cari sosok nana dan anjing yang mengejarnya. Tidak ada penampakan dari hewan berbulu hitam dan ekor panjang itu membuat baekhyun kembali di landa ke khawatiran.

“Nana-ya” panggil baekhyun menekan rasa khawatirnya.

Tidak ada jawaban. Baekhyun melangkah melewati tepi trotoar mendekat pada pohon besar yang tadi sempat di sebut nana.

Baekhyun melangkah pelan, menelusup gelap dan menginjakkan kakinya pada rerumputan yang juga terlihat berwarna hitam itu.

Dan saat baekhyun melangkahkan kakinya pada langkah ketiga tiba-tiba gelap itu sirna teralihkan karena lampu-lampu kecil yang menyala di atas rumput tepat membuatnya berada di dalam lingkaran cahaya itu. Detik selanjutnya lampu yang sama juga menyala mengelilingi batang pohon besar di sisi tubuhnya menampakkan seseorang yang tengah di khawatirkannya berdiri di balik pohon itu dengan memegang sebuah nampan kecil berisikan tumpukan chocopie dengan tiga buah lilin kecil yang menyala di atasnya.

Baekhyun mematung di tempatnya, bahkan saat gadis itu mendekat ke arahnya baekhyun tetap diam tidak bergerak.

“Nana-ya, ka-” suara baekhyun terputus saat nana kini berada di depannya dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.

~Saengil chukkae hamnida
Saengil chukkae hamnida
Saranghaneun uri baekhyun
Saengil chukkae hamnida~.

Nana tersenyum manis menyudahi alunan lagunya. “Maaf, membuatmu khawatir” suara nana setelahnya.

“Kau tidak apa-apa ?” Tanya baekhyun masih mematung.

“Hmmmm” nana masih mempertahankan senyumnya. “Tiuplah lilinnya dan ucapkan harapanmu” suruh nana lembut.

Baekhyun mendekat menatap lilin-lilin di depannya sesaat dan kembali mendongak menatap lembut nana kemudian tersenyum dan meniup lilin tersebut dalam satu kali tiupan.

“Saengil chukkae” suara nana lembut.

Baekhyun kembali mengukir senyumnya, mengulurkan satu lengannya mengusap lembut puncak kepala gadis di depannya.

“Bagaimana bisa kau membuat hal seperti ini di sini ?”

“Eoh, aku hanya ingin menciptakan suasana yang nyaman denganmu” ungkap nana malu-malu. “Emmm aku membawanya dan menyalakannya menggunakan batre” lanjut gadis itu salah tingkah saat baekhyun memandangnya dengan senyum sumringah.

“Mengapa tidak ada yunmi” tanya baekhyun meneliti sekitar, tidak ada tanda-tanda gadis berisik itu.

“Aku sengaja tidak memberitahunya, dia selalu mengagalnya semua rencanaku tiap tahunnya” ungkap nana lagi-lagi membuat baekhyun tersenyum.

“Ckckc, jadi gadis itu benar-benar lupa”

“Baek-ah, cobalah choco pie paling atas milikmu, anggap saja sebagai potongan pertama. Maaf aku tidak sempat membuat ataupun membeli kue untukmu” nana kembali bersuara.

“Gwenchana” kata baekhyun meraih satu choco pie yang berada di puncak tumpukkan choco pie itu.

“Ini untukmu. Potongan pertama untuk yeojachinguku” kata baekhyun lagi menyodorkan choco pie yang baru saja di ambilnya.

“Untukku ? Lalu kau ?” Tanya nana bingung.

“Aku akan mengambilnya setelahmu” jawab baekhyun. “Eumm, makanlah” lanjut baekhyun menyodorkan choco pie di tangannya lebih dekat.

Nana menurut, gadis itu mendekatkan wajahnya menggigit kecil choco pie yang di suapkan baekhyun kepadanya.

Belum juga nana berhasil mengambil gigitannya gadis itu terkesiap saat mendapati wajah baekhyun kini benar-benar dekat dengan wajahnya, menggigit choco pie yang sama dengannya.

Nana berniat menarik kembali wajahnya, namun baru saja gadis itu memundurkan pelan wajahnya satu lengan bebas baekhyun menarik lembut sisi rahang nana, mempertahankan posisi keduanya.

Baekhyun terus saja mempertahankan posisinya memegang choco pie dengan satu tangannya dan satu tangan lainnya memegang lembut sisi wajah nana. Namja itu perlahan semakin memangkas jarak antara dirinya dan nana dengan menggigit dan memakan choco pie di antara dirinya dan nana.

Sama halnya dengan baekhyun, perlahan nana juga mengikuti apa yang dilakukan namja itu, memangkas jarak diantara keduanya hingga choco pie tersebut habis dan mempertemukan bibir keduanya.

Baekhyun mengecup pelan bibir mungil itu untuk kesekian kalinya, menyapunya lembut melumat bibir yang kali ini terasa cokelat itu.

Baekhyun melepaskan tautannya, menarik kembali wajahnya menatap nana di depannya dengan tatapan dalam. Namja itu kemudian tersenyum mengulurkan kembali satu lengannya di sisi wajah nana mengusap lembut permukaan bibir gadis itu membersihkan sisa cream cokelat di sana.

“Gumawo” kata baekhyun. Namja itu kemudian merengkuh tubuh mungil nana dalam dekapnya.

“Aku kira kau lupa dengan hari ini” lanjut namja itu mengeratkan pelukannya.

Nana tersenyum “Aku tidak mungkin melupakan harimu. Hari di mana namja yang selalu menemaniku menatap dunia untuk pertama kalinya” kata nana lembut membalas pelukan baekhyun.

Baekhyun kembali mengukir senyumnya mengelus lembut punggung gadis itu dengan rasa bahagia yang membuncah, hilang sudah kegelisan yang seharian ini menyelimutinya. Gadisnya memang tidak akan pernah melupakannya seperti apa yang di yakininya.

Fin

Assaaaaaa! #happybaekhyunday (yeyeyeyeyeye) saengil chukkae uri bebeb, my baby bee, sehat terus ya… tetap jadi cabe yang pedas tetap cantik pada tempatnya, imut pada saatnya dan tamvan hanya di depan gue *plakk! (Hahahaha).

Moga baby beenya bebeb tetap meroket bareng exo, bisa kolbor sama cecan lagi (uhuk! Suzy uhuk!), sukses dramanya (ughhh! Gak sabar) dan no scandal (egois nih egois huhuhu).

Okay! Cerita bebeb yang abal-abal ini kembali lagi, maaf jika gaje dan gak suit-suit amat. Yahhh beginilah hasilnya. Moga ada yang suka ya.

Makasih.

bebebaek_ (^^)

Advertisements

One thought on “Namjachingu ? (Choco Kiss) – by bebebaek_

  1. Pingback: Namjachingu ? (Kiss. Kiss. Kiss) – by bebebaek_ | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s