{Our Love} Same Hearts – by bebebaek_

image

by bebebaek_

| The Wedding |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Genre : romance, marriage life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Baekhyun menggeliat pelan di atas kasur lebarnya, masih dengan kedua mata yang terpejam namja itu berbalik. Satu lengannya mencari-cari seseorang di sisinya.

baekhyun mengerut saat lengan bebasnya meraba kosong tempat tidur di sisinya, tidak ada seseorang yang di carinya di sana membuat baekhyun dengan berat membuka kedua matanya dan mengerjap beberapa kali.

“Hmmmmm” gumam baekhyun saat mendapati nana tengah duduk di atas lantai sisi kiri tempat tidur mereka dengan satu koper dan lemari yang terbuka di depan dan sisi tubuhnya.

“Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini ?” Tanya baekhyun dengan suara khas bangun tidurnya.

Nana mengalihkan pandangannya dari lembaran kemeja di lengannya menoleh kearah baekhyun dan tersenyum.

“Kau lupa ? siang ini kau harus berangkat ke paris untuk showmu”

“Hmmmm, jadi hari ini” baekhyun kembali membanamkan wajahnya.

“Kau benar-benar tidak ingin ikut denganku ?” Kata baekhyun lagi sembari bangkit dari posisi berbaringnya.

“Eum, mungkin lain kali aku akan ikut” jawab nana masih dengan kegiatannya.

Baekhyun beranjak dari tempatnya mendekat menghampiri nana, memeluk istrinya dari belakang dan meletakkan wajahnya di sisi wajah nana.

“Kau tidak sedih aku akan pergi ? Apa kau tidak merindukanku ?” tanya baekhyun sembari menyandarkan dagunya di pundak nana.

Nana menilik wajah baekhyun di sisinya meletakkan satu lengannya di wajah namja manis tersebut sembari tersenyum.

“Aku akan merindukanmu” kata nana mengelus pelan wajah baekhyun.

“Hmmm. Karena itu ikutlah denganku, kau tau aku selalu ingin bersamamu dan aku akan merindukanmu jika kau tidak ada dalam pandanganku” kata baekhyun menggerakkan kepalanya senyaman mungkin.

Nana lagi-lagi tersenyum mendengar perkataan baekhyun yang terasa kelewat gombal di telinganya.

“Apa satu minggu bersama masih kurang untukmu ?”

“Emmm” baekhyun menggelengkan kepala. “Bukan satu minggu honey. Hanya tiga hari dan setelahnya kau kembali bekerja meninggalkanku sendiri di rumah” rengut baekhyun.

“Kita bahkan masih pengantin baru. Kau tidak ingin kita pergi berbulan madu ?” Lanjut baekhyun menghirup dalam leher sang istri.

“Mianhae” kata nana sembari menggeser posisinya menjadi berhadapan langsung dengan baekhyun yang membuat namja itu mau tidak mau harus melepas pelukannya.

“Lain kali di kesempatan berikutnya aku pasti akan ikut. Sekarang aku tidak bisa, aku tidak enak dengan orang-orang kantor karena bulan ini aku sudah banyak mengambil cuti untuk persiapan pernikahan kita kemarin” jelas nana.

“Arasseo. Tapi kau janji kita akan melakukan perjalanan bulan madu lain waktu”

“Hmmm, janji” jawab nana lembut. “Sekarang mandilah, aku akan menyiapkan sarapan” lanjut nana.

“Baiklah, tapi sebelumnya-, morning kiss” kata baekhyun menyunggingkan senyum  miliknya semanis mungkin.

CHU~

Nana mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi baekhyun, membuat namja itu tersenyum puas kemudian beranjak menuju kamar mandi.

Selesai membersihkan dirinya baekhyun keluar dengan handuk kecil di satu sisi lengannya yang bergerak naik turun mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah.

Baekhyun berjalan menuju dapur apartement kediamannya dengan nana. Baekhyun meletakkan handuk yang tadi di gunakannya menyampirkannya di atas sandaran kursi makan kemudian tersenyum pada nana yang masih sibuk menyajikan sarapan di atas meja.

Nana meletakkan sepotong roti, telur mata sapi dan secangkir kopi di depan baekhyun dan juga di depannya, gadis itu kemudian duduk di atas kursi tepat di depan baekhyun.

Baekhyun tersenyum mengamati kegiatan istrinya yang tengah memotong-motong roti di depannya, namja itu kemudian bangkit dan beranjak duduk di sisi nana.

Nana mendongak menatap bingung pada baekhyun di sampingnya.

“Kau tidak sarapan ?” Tanya nana membalas tatapan baekhyun.

“Aku akan sarapan, tapi di suapi oleh istriku” jawab baekhyun dengan senyum mengambang.

Nana mengulum senyumnya, selama lebih satu pekan tinggal bersama baekhyun selalu ada hal baru dari namja itu yang terkadang membuat nana terkejut dengan tingkah pola manisnya.

“Emmmm, baiklah. Aa-” nana mengulurkan roti di ujung garpunya yang di sambut baekhyun dengan antusias. Namja itu kemudian mengusap lembut puncak kepala nana sembari mengunyah rotinya.

“Kau mau lagi ?” Tanya nana setelah roti dan telur di atas piringnya kosong.

“Hmmmm” jawab baekhyun dengan anggukan antusias.

Nana mengambil piring berisi sarapan milik baekhyun di seberangnya, menyingkirkan piring kosong di depannya kemudian menggantinya dengan sarapan milik baekhyun.

“Bukan seperti itu honey, hari ini aku ingin makan dari piringmu. Jadi jangan di ganti”

“Astagaa baek, ini sama saja”

“Aniya. Itu beda. Ayolah aku hanya ingin makan dari piring itu” tunjuk baekhyun pada piring kosong di sisi meja lainnya.

“Mengapa kau cerewet sekali hari ini bee ?”

“Bee ?” Tanya baekhyun dengan kedua alis yang mengerut bingung.

“Wae ? Kau memanggilku honey. Apa aku tidak boleh memanggilmu sebagai pembuat madu itu ?” Nana balik bertanya.

Baekhyun tersenyum lebar menatap ke arah nana di sisinya.

“Tentu saja boleh honey. Aku sangat menyukainya”

“Ckckc, dasar” kata nana mengalihkan ronanya dengan kembali memotong roti di depannya.

Setelah menyuapkan potongan terakhir ke dalam mulut baekhyun, nana dengan terlatih menumpuk-numpukkan piring bekas sarapan mereka sementara baekhyun masih menyeruput kopinya.

Nana bangkit dari duduknya ingin memindahkan piring-piring tersebut ke dalam wastafel. Baru saja nana akan bergerak baekhyun menahannya.

“Eoh ?” Kata nana terkejut akan tindakan baekhyun yang menahannya tiba-tiba.

“Biar aku yang mencucinya. Kau siap-siaplah, jangan sampai terlambat ke kantor” kata baekhyun lembut.

“Baiklah. Gumawo. Bee” kata nana dengan senyum terbaiknya yang di balas baekhyun dengan senyum tidak kalah manisnya kemudian mengambil alih tumpukan piring di depan nana.

Baekhyun melangkah menuju kamarnya setelah selesai membersihkan piring-piring bekas sarapan dirinya dan nana di dapur. Dengan mengayunkan langkahnya ringan namja itu memasuki kamar dengan pintu berwarna cream itu.

Baekhyun mendapati nana tengah duduk di depan meja rias yang ada di dalam kamar mereka, gadis itu tengah mengoleskan lipstik miliknya di bibir mungil kesukaan baekhyun.

“Bukan ini, kau tidak boleh memakainya” kata baekhyun mengambil dengan tiba-tiba lipstik di tangan nana.

“E-eo-h, wae ?” Tanya nana terkejut.

“Semua lelaki di kantormu akan terpesona melihat bibirmu jika kau mengenakannya”

“Tapi kau menyukainya. Bukankah itu warna kesukaanmu ?”

“Eoh. Karena ini warna kesukaanku. Hanya aku yang boleh melihatnya” suara baekhyun terdengar lucu di telinga nana.

“Tapi aku sudah mengenakannya”

“Yang ini. Gunakan yang ini saja” kata baekhyun menyodorkan lipstik lain ke arah nana.

“Yang itu biar aku yang menghapusnya” lanjut baekhyun menunjuk bibir nana kemudian dengan gerakan secepat kilat namja itu menyambar bibir istrinya lembut, melumatnya sesaat kemudian melepaskannya kembali.

Baekhyun kembali menarik wajahnya, menatap nana yang masih terdiam karena perlukan baekhyun yang tiba-tiba. Namja itu tersenyum gemas kemudian mengusap puncak kepala nana lembut.

“Lipstikmu sudah terhapus” kata baekhyun setelah menjauhkan kembali wajahnya menatap tepat di bibirnya yang semakin memerah karena ulah baekhyun.

“Aku akan mengoleskannya untukmu” lanjut baekhyun mengoleskan lipstik di tangannya pada bibir nana sementara gadis itu mengerjap beberapa kali karena lagi-lagi terkejut akan perlakuan baekhyun padanya.

“Selesai. Ahhh, kau masih saja tampak cantik meski tidak dengan lipstik kesukaanku. Jika begini aku jadi selalu ingin ada di dekatmu” kata baekhyun menatap jeli istrinya.

“Yak!, cukup. Aku bisa terlambat jika kau terus bertingkah seperti ini” kata nana beranjak mengambil coat di atas tempat tidur mereka.

“Haruskah aku membuatmu tidak pergi berkerja hari ini ?” Kata baekhyun menyeringai sukses mendapat delikan kilat dari nana.

“Hentikan baek”

“Baek ?”

“Bee” nana tersenyum.

“Aku lebih suka itu” baekhyun tersenyum bahagia.

“Baiklah, aku akan berangakat. Ingat, kau harus bersiap-siap sebelum jam dua siang dan jangan lupa jemput aku. Hubungi aku jika kau sudah di depan kantor” tutur nana sembari berjalan menuju pintu apartemen yang dengan setia di dengar dan di ikuti oleh baekhyun di belakangnya.

“Aku pergi” kata nana berbalik menghadap baekhyun dengan sedikit menekuk tubuhnya.

Baekhyun yang melihat nana telah berada di diambang pintu apartemen mendekat dan dengan lembut mengecup kening istrinya.

“Aku akan merindukanmu” kata namja itu setelahnya.

“Aku juga” jawab nana singkat kemudian berbalik dan melangkah pergi.

.

.

.

“Apa kau sudah lama ?” Tanya nana berdiri di luar jendela mobil baekhyun yang sengaja namja itu turunkan saat melihat sosok nana melewati pintu kaca besar depan gedung station televisi tersebut.

Baekhyun menggeleng lembut “masuklah” suara namja itu setelahnya yang di anggukkan oleh nana dan dengan segera gadis itu membuka pintu mobil hitam tersebut dan duduk di sisi sang pengemudi.

“Kau sudah makan siang ?” tanya baekhyun membuat nana menolehkan wajahnya dan diam nampak berpikir hendak memberi jawaban apa pada sang suami.

“Ini untukmu, kau pasti belum makan siang” lanjut baekhyun tahu tanpa menunggu jawaban nana.

“Emmm, kau juga pasti belum makan siang”

“Aku ingin makan siang denganmu. Suapkan itu padaku honey” kata baekhyun sembari menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan depan gedung tersebut.

“Kau yakin tidak ingin ikut ?” suara baekhyun dengan mulut masih di penuhi gigitan burger terakhirnya.

“Hmmmm” nana mengiyakan dengan gumaman.

Satu lengan baekhyun meraih lengan nana mengambilnya dan membawanya dalam pangkuannya.

“Aku akan pergi lama, aku akan merindukanmu”

“Hmmm, aku juga akan merindukanku”

“Tidak bisakah kau ikut saja, aku tidak ingin merindukanmu”

“Baek-ah, aku juga tidak ingin merindukanmu. Tapi aku rindu untuk merindukanmu” kata nana menatap baekhyun lembut saat namja itu menolehnya sesaat.

“Aku rindu merindukanmu sama seperti saat dulu sebelum kita menikah” lanjut nana.

“Bukankah akan menyenangkan dan terasa sangat bahagia saat nanti kita bertemu ?”

“Tapi nana-ya, aku tidak yakin aku bisa berpisah begitu lama denganmu” ungkap baekhyun.

“Yak, itu hanya dua bulan. kau bisa menelponku, chatting atau videocall. Kita bisa bertemu kapan saja”

“Tapi-“

“Baek-ah, bukankah kita memiliki hati yang sama ?” Tanya nana membuat baekhyun lagi-lagi menoleh kearahnya kali ini dengan mengerutkan kedua alisnya.

Nana tersenyum “saat hatimu mengkhawatirkanku, aku juga tengah mengkhawatirkanmu, saat kau merindukanku, aku juga sama, dan sekarang hatiku yakin kau bisa melakukannya, jadi hatimu pasti juga begitu” tutur nana lembut.

Baekhyun tersenyum kepada nana, mengusap lembut punggung lengan gadis itu merasa nyaman akan ucapan yang di dengarnya dari mulut nana.

Setelah tiba di international incheon airport, baekhyun dan nana segera menuju terminal penerbangan yang akan membawa baekhyun meninggalkan negaranya.

Baekhyun bersiap memasuki ruang keberangkatan saat panggilan untuk menempati pesawatnya berkumandang. Namja itu menggeser sedikit tubuhnya menghadap nana.

“Aku akan pergi” suara baekhyun meletakkan kedua tangannya di atas pundak nana.

“Hmmm, hati-hati. Hubungi aku jika kau sudah tiba, jangan lupa beristirahat dan makan teratur” pesan nana.

Baekhyun menangguk “kau juga jangan melupakan makan siangmu” balas baekhyun mengingatkan.

“Hmmm” nana balas mengangguk dengan senyum tulusnya.

“Akhhh, aku akan sangat-sangat merindukanmu” kata baekhyun memeluk hangat nana.

“Aku juga akan merindukanmu” kata nana tidak kalah lembut.

Baekhyun melepaskan pelukannya, menatap nana dengan senyum kemudian menekuk kakinya membuatnya sejajar dengan tinggi nana.

Nana yang mengerti maksud baekhyun dengan segera mendaratkan kecupan hangat di kening namja manis itu membuatnya tersenyum bahagia dan kembali berdiri tegak.

“Aku pergi” suara baekhyun sebelum mengecup singkat bibir nana dan melangkah menunjukkan tiket miliknya pada petugas.

Nana menatap punggung baekhyun yang melangkah menjauhinya, gadis itu tersenyum, senyum yang terkesan berat untuk di sunggingkannya. Nana tahu dirinya akan sangat merindukan sosok itu, namun gadis itu membiarkannya pergi tidak ingin membuat rindunya mengambil alih keegoisan. Membiarkan hati keduanya untuk tetap sama, merasakan hal yang sama. Saling merindukan.

Fin

Yeyyyy! Happy may! Dalam rangka otw #happybaekhyunday bebeb mau eh niat deh niat awalnya pengen bikin cerita khusus ultah gitu tapi karena otak yang mandek ini jadinya malah ini.

Niat awalnya juga pengen full satu bulan ini publish ff baek doanks 5 biji/? Tapi gak tau juga bisa atau gak. Yang jelas utangnya sih sisa empat ya sama ini. Kalau lunas hamdalah. Gak ikhlaskan. Hahahahhaha

Makasih.

bebebaek_ (^^)

Advertisements

2 thoughts on “{Our Love} Same Hearts – by bebebaek_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s