Oh My! #prolog

image

by bebebaek_

Main cast :  Oh Se Hun (EXO),
Park Ae Yeon (oc).

Addicional Cast : Xi Lu Han, Park Chan Yeol (EXO), Bae Irene (Red Velvet), Kim Ra Ra (oc), Kim Jong In (EXO).

Genre : comedi, school life, romance.

Length : Chaptered | Rating : PG 15.

Hasil khayalan murni, don’t plagiat. Hargailah karya orang lain jika ingin karyamu di hargai.

Sorry Typo-.-

.

.

.

Seorang lelaki tengah duduk bosan di kursi belakang mobil mewah yang selalu membawanya melalui hari-hari aktivitas beratnya. Pemotretan telah selesai namun sang manager belum juga masuk ke dalam mobil dimana namja itu duduk bersandar dengan menatap lelah ke arah luar jendela sembari menggerutu pelan.

“Kau lama sekali” suara namja itu dingin saat sang manager masuk di depan kursi pengendara.

“Emmm, maaf sehun-ah. Ada beberapa tawaran untukmu membintangi berbagai iklan kembali. Aku telah memilah beberapa di antaranya. Sesampainya di apartemen aku akan memperlihatkannya padamu” tutur sang manager.

Sehun, namja yang di maksud oleh sang manager menatap keluar jendela tanpa minat mendengarkan kalimat yang keluar dari sang manager. Sehun diam tidak menggubris sepatah katapun membuat sang manager tersenyum hambar kemudian menyalakan mesin mobil dan melaju memecah jalanan di pagi buta.

Sehun pemuda tampan yang merupakan seorang model terkenal yang tengah di gandrungi banyak remaja saat ini memang sedang berada di puncak karirnya. Membintangi banyak iklan menjadikan predikat sebagai raja iklan tersemat di belakang namanya. Tidak hanya iklan, baru-baru ini namja dengan kulit putih pucat itu bahkan di beri kesempatan untuk melebarkan kiprahnya terjun di dunia film. Tercatat satu judul film telah namja itu kantongi dimana dirinya di percayai untuk menjadi aktor utamanya.

Namun popularitas, materi dan sukses yang di raihnya tidak serta merta merubah sifat angkuh dan dinginnya yang seolah telah mendarah daging bersama sehun. Sikap dingin dan seenaknya itulah yang membuat sang manager hanya mampu tersenyum hambar saat sang model tidak menggubris apa yang telah dia katakan panjang lebar. Ya, chansung sudah begitu banyak mengenal model yang di tanganinya tersebut.

Sehun yang terlahir dari keluarga yang terbilang cukup kaya di Busan membuat sifat dinginnya terbentuk dengan sendirinya sejak namja itu kecil.

Kini saat sukses dengan karir yang meroket di raihnya membuat namja itu harus menanggung konsekuensi untuk pindah dari kota kelahirannya menuju seoul dimana tawaran pekerjaan menggunung menginginkan untuk dapat berkerja sama dengan dirinya.

—————

Langkah besar seorang namja memasuki sebuah kamar dimana pintu kamar tersebut tidak tertutup sempurna. Pelan-pelan dengan mengendap-endap namja janggung tersebut mendakati seorang gadis yang tengah duduk dengan menelungkupkan kepalanya di atas meja belajar kamar tersebut.

“Yakkk!” suara bass namja itu keras cukup mengejutkan untuk gadis yang tadi tengah terlelap dengan segera menegakkan kepalanya.

“Logaritma adalah operasi matematika yang merupakan kebalikan atau invers dari eksponen atau pemangkatan,
dengan rumus jika x = a
n maka alog x = n” racau gadis tersebut refleks tanpa sadar.

“Yahhh, park ae yeon. Kau benar-benar pintar bahkan saat terkejutpun kau mengeja rumus yang begitu sulit untuk di ingat dan di mengerti kebanyakan siswa” puji namja di sisi gadis tersebut.

Ae yeon mendengus kesal, dengan mata yang masih terasa berat gadis itu menatap berang pada namja yang telah membangunkannya.

“Yak! Park chanyeol. Apa kau kurang kerjaan ? Mengapa membangunkanku!” Marah gadis itu sembari membenarkan letak kaca mata baca yang membingkai kedua bola matanya.

“Kau tertidur dengan posisi duduk bodoh” kata chanyeol menarik pelan rambut ekor kuda ae yeon yang sudah begitu berantakan.

“Auuu, yak! Park chanyeol!” Pekik ae yeon kesal.

“Apa ? Kau bilang apa ? Kau memanggilku apa dongsaeng kecilku ?” Tanya chanyeol tanpa melepas tangannya dari rambut ae yeon.

“Auuu, eoh, yak. Oppa. Mianhae” kata ae yeon memelas.

“Eoh, jadi siapa aku ?” Kesal chanyeol kemudian melepaskan tangannya membuat ae yeon berkali-kali mengelus kepalanya yang terasa nyeri.

“Kenapa oppa ke kamarku ?” Tanya ae yeon masih dengan satu tangan mengelus kepalanya sendiri.

“Apa yang kau lakukan ?” Tanya chanyeol tanpa mengindahkan pertanyaan sang adik.

“Tentu saja belajar untuk ujian bulananku besok” jawab ae yeon bangkit dari duduknya kemudian beranjak menuju tempat tidur.

“Ckckc, kau masih harus belajar ?”

“Eoh! Tentu saja. Kau pikir aku seperti oppa yang tidak terlihat pernah belajar namun tiba-tiba memiliki nilai sempurna” ae yeon terpancing oleh kekesalan yang di buat sang kakak.

“Oppa, sebenarnya kapan kau belajar ? Tangah malam ? Pagi buta ? Atau saat di kamar mandi” lanjut ae yeon sukses mengukir senyum geli terpatri di bibir chanyeol.

“Ae yeon-ah, kau tidak menonton acara musik minggu ini ?” Tanya chanyeol mengalihkan pembicaran.

“Eoh ?” Ae yeon mengerut.

“Acara musik yang biasanya kau lihat sudah mulai sejak 20 menit yang lalu” lanjut chanyeol menahan tawa.

“Hhaaa! Mengapa kau tidak mengatakannya sejak tadi ? Ishhhhh kau benar-benar menyebalkan. Aku akan memukulmu jika aku terlewatkan menonton EXO, Infinite dan 2PM minggu ini” cecar ae yeon sembari melangkah cepat meninggalkan chanyeol yang kini tergelak lepas.

Ae yeon mendudukan dirinya di sofa ruang tengah menyaksikan layar lebar yang tengah menampilkan sang pemandu acara musik saling berbincang.

Fokus pada layar di depannya ae yeon bahkan tidak menghiraukan saat chanyeol ikut mendudukkan diri disisinya.

“Mengapa kau begitu menyukai acara ini ?” Kata chanyeol kembali memulai perbincangan.

“Kau tidak menyukai musik ?” Ae yeon balik bertanya.

“Maksudku mengapa kau menyukai gerombolan lelaki yang pandai menari itu”

“Ahhh! Entahlah aku hanya menyukai mereka dengan segala bakat, sifat dan kekurangannya” kata ae yeon berbinar dengan jawabnnya sendiri.

“Cih, kau benar-benar seperti-“

“Oppa. Kau tau aku benar-benar menunggu hari ini, ketiga idol grup kesukaanku melakukan promosi bersama. Ugh! Aku bahkan bingung menentukan siapa yang akan menang” kata ae yeon memotong perkataan chanyeol.

“Ckckck, yak! ae yeon-ah. Apa kau merasa mereka tampan ?”

“Eum” angguk ae yeon antusias.

“Aku bahkan lebih tampan dari mereka” percaya diri chanyeol membuat ae yeon mendelik dan menatap ngeri sang kakak.

“Lihat! bukankah aku juga tampan” kata chanyeol meyakinkan.

“Eoh. Oppa terlihat tampan jika ekpresi idiot itu kau buang” kata ae yeon dengan wajah mencibir. “Tapi oppa saat di sekolah kau benar-benar tampan. Bagaimana bisa kau menghilangkan wajah idiot itu ? Kau mungkin lebih berbakat di bidang akting oppa” lanjut ae yeon semakin menjadi.

Chanyeol tersenyum mendapati cibiran beruntun dari ae yeon yang tidak sama sekali memberikan efek berarti. Namja itu justru terkekeh melihat tingkah sang adik yang terlihat begitu lucu di matanya.

“Ae yeon-ah apa kau melihat sekotak kecil susu di dalam lemari es siang ini ?” Tanya chanyeol kemudian.

“Eoh, aku meminumnya. Wae ?” jawab ae yeon santai.

“Yak! Dasar bodoh. Kau tidak membacanya ? Itu susu untuk pembentukan masa otat lelaki bodoh!” Kata chanyeol dengan mata membola, tidak habis pikir dengan sifat ae yeon yang mengidap ceroboh tingkat kronis.

“Apa ?” Kaget ae yeon tidak kalah membola “Lalu aku harus bagaimana ? Apa lenganku akan berotot atau perutku akan memunculkan abs. Eyyyy aku tidak ingin memiliki tubuh kekar seperti lelaki” khawatir ae yeon.

“Oppa, apa yang harus aku lakukan ? Apa aku harus memuntahkannya ? Tapi aku sudah meminumnya berjam-jam yang lalu. Yak! Ini salahmu mengapa meletakkannya sembarangan” lanjut ae yeon menyalahkan.

“Kau berisik sekali. Itu salahmu karena bertingkah bodoh” jawab chanyeol santai kemudian melenggang meninggalkan ae yeon dengan wajah yang masih terlihat panik.

“Oppa!”

“Oppa, kau mau kemana ?”

“Yak! Kau harus bertanggung jawab”

“Yak!” Teriak ae yeon kesal karena panggilannya tidak juga di gubris sang kakak.

Chanyeol dan ae yeon memang sering terlibat pertengkaran kecil karena kejahilan masing-masing. Terlahir sebagai saudara dari keluarga yang terbilang berkecukupan namun tetap hidup sederhana. Keluarga park selalu mengutamakan kehangatan keluarga, karena itu keduanya sangat dekat meski sering saling menjahili keduanya tetaplah saudara yang saling menyayangi, melindungi dan memperhatikan satu sama lain.

—————

Ruang kelas 2 IV nampak hening, seluruh siswa terlihat fokus pada lembar kertas di depan mereka masing-masing. Adalah ae yeon yang menjadi salah satu di antaranya duduk di deratan kursi nomer tiga samping jendela nampak begitu serius menggoreskan mata pensil di lengannya pada lembar kertas yang di berikan oleh seo saem di awal sebelum ujian di laksanakan.

“Baiklah, waktu kalian sudah habis. Kumpulkan pekerjaan kalian sekarang” kata seo saem yang tengah berdiri di depan kelas menginterupsi seluruh siswa untuk menghentikan aktivitas mereka dan menyerahkan lembaran kertas tersebut kepadanya.

“Saem memiliki kabar gembira untuk kalian semua. Mulai hari ini kalian akan memiliki teman baru”  seo saem kembali bersuara setelah semua kertas terkumpul di depannya membuat seluruh isi kelas diam menunggu siapa seseorang yang akan menjadi anggota baru mereka di dalam kelas.

“Baiklah, kau siswa pindahan silahkan masuk” lanjut seo saem mempersilahkan.

Namja tinggi dengan kulit putih pucat itu memasuki ruang kelas dengan santainya, wajah tampan namja itu sukses menghipnotis para siswa khususnya kalangan yeoja, bahkan beberapa diantara mereka memekik tertahan saat namja itu berbalik setelah berdiri di depan seo saem dan menunduk hormat.

“Silahkan perkenalkan dirimu”

“Annyeonghaseo, oh sehun imnida” suara sehun dingin dengan ekpresi datarnya namun masih mampu membuat para gadis di kelas tersebut tidak dapat menahan senyum dan rona mereka.

“…..”

Seo saem melirik ke arah sehun yang tidak lagi melanjutkan kalimatnya. “Ehem!” Namja itu berdehem pelan “Hanya itu ?” Lanjutnya setelahnya yang hanya mendapat anggukan kecil dari sehun.

“Hemmmm, baiklah. Kau bisa duduk di kursi kosong tersebut. Tunjuk seo saem pada kursi kosong di deretan nomer empat tepat di belakang ae yeon.

Sehun melenggang angkuh menuju kursi yang di maksud dengan iringan suara-suara kecil dari bisik-bisik siswa lain yang dapat di pastikan tengah membicarakan namja dengan iris cokelat tersebut.

Ae yeon mendelik pelan sesaat ketika siswa pindahan baru tersebut melewati mejanya dan duduk tepat di belakangnya. Wajah gadis itu mencibir dengan mengerutkan bibirnya.

“Benar-benar sombong. Baru kali ini aku melihat seseorang memperkenakan diri seperti dia. Aku bisa jamin dia tidak akan memiliki teman jika tetap bersikap seperti itu” kata ae yeon dalam benaknya.

TBC

Hai hai hai… bebeb datang lagi kali ini membawa ff baru dengan cast utama sehun.

Ya berhubung SH bentar lagi bakalan tamat (semoga bisa di rampungin secepatnya).

Kali ini genrenya mungkin agak lebih ringan dari SH, lelah dengab banyak konflik yang bikin bebeb sendiri galau gimana endingnya.

Semoga ada yang suka ya…

bebebaek_ (^^)

Advertisements

6 thoughts on “Oh My! #prolog

  1. Pingback: Oh My! #1 | BABY BEE

  2. aq suka ceritanya 🙂
    apalagi yg bergenre school life gini, suka bgt pokoknya….
    jadi sehun itu seorang model ya?
    ae yeon kelihatan gk suka ma sehun, sedih deh 😥
    tp aq seneng bgt lihat sifat sehun yg dingin kyk gitu….
    keren dan cool abiz ^_^
    lanjut ya…

    Like

  3. Pingback: Oh My! #2 | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s