{Our Love} The Wedding – by bebebaek_

image

by bebebaek_

| My Answer |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Genre : romance, marriage life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Seorang gadis yang mengenakan gaun putih polos dengan lengan pendek selutut berlari menyusuri ruangan yang di dominasi warna putih tersebut, rambut sebahu dengan hiasan mahkota bunga yang membuatnya semakin manis itu nampak naik turun mengikuti ritme langkah sang gadis.

Krekk!

Gadis itu membuka sebuah pintu besar berbahan kayu cokelat tersebut, membukanya lebar kemudian masuk dengan senyum yang merekah.

“E-eoh, yunmi-ya. Kau dari mana saja” kata seseorang menginterupsi sang gadis yang masih melangkah mendekati yang empunya suara.

“Tentu saja dari kamar seberang. Bagaimanapun aku harus memeriksa keadaan mempelai pria. Ya, siapa tahu dia gugup dan akan melarikan diri” suara yunmi setelah berada di dekat gadis yang tengah duduk di atas kursi panjangnya.

“Ouhhhh… kau begitu cantik nana-ya, apa ini benar-benar kau ? Kim nana ? Sahabatku ?” Goda yunmi sembari duduk di sebelah gadis itu tidak memperdulikan panjang gaun yang di kenakan nana.

“Yak, berhenti menggodaku” kata nana tidak bisa menyembunyikan ronanya.

“Hemmm, arasseo. Byun nana-ssi” lanjut yunmi masih menggoda.

“Yakk!” Rajuk nana dan detik selanjut tawa keduanya pecah. Ya, bagaimanapun bercengkrama dengan yunmi benar-benar ampuh membuat gugup yang sedari tadi melanda nana mereda.

“Kalian sudah siap ?” Suara cempreng seorang namja menginterupsi tawa keduanya.

“Eoh, chagi-ya. Apa sudah saatnya ?” Tanya yunmi pada namja yang kini bertengger dengan pakaian rapi di depan pintu tersebut.

“Hmmm” sahut jongdae mengangguk.

“Kajja, nana-ya. Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu tiba” kata yunmi sumringah menuntun sahabatnya bangkit, mengurai gaun putih panjang tersebut kemudian membantu nana menutupi wajah gadis itu dengan tudung pengantin yang telah terpasang indah bersanding dengan mahkota kecil cantik di atas rambut hitam sang mempelai wanita yang di tatan rapi hingga menampilkan seluruh leher indahnya.

“Biar ku bantu” suara jongdae menyambut nana di ambang pintu lebar yang menghubungkan gadis itu menuju altar pernikahan yang akan mempertemukannya dengan namja yang bertahun-tahun telah memberinya banyak kasih sayang.

Nana melangkah perlahan dengan di dampingi dua sahabatnya -yunmi dan jongdae- di sisi kanan dan kiri belakangnya merajut langkah menuju altar suci. Ya, nana memang seorang gadis tanpa pendamping. Harapan dan impiannya akan di antarkan oleh sang ayah menuju namja yang akan menjalani hidup bersamanya pupus sejak gadis itu menginjak usia 9 tahun. Ayah nana meninggal karena kecalakaan lalu lintas saat sedang melakukan perjalanan di luar kota.

Tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan akan fakta tersebut nana meminta dua sahabat yang di harapkannya akan menyusul dirinya dan baekhyun menuju ikatan suci sebuah pernihakan menemaninya menjadi pengiring mempelai wanita yang di sambut antusias yunmi tanpa sedikitpun penolakan.

Nana masih merajut langkahnya, matanya menangkap sosok yang tengah berdiri menunggu untuk menyambut kedatangannya. Namja yang benar-benar tampan dengan setelan tuxedo hitam yang senada dengan dasi yang semakin menyempurnakan penampilannya.

Baekhyun mengulurkan lengannya menyambut nana yang telah tiba di depannya, menuntun gadis itu merangkulkan lengannya pada lengan baekhyun kemudian melangkah bersama menaiki altar suci.

Janji suci pernikahan telah di lewati, sumpah akan sehidup sematipun telah di utarakan keduanya. Baekhyun yang kini berdiri saling berhadapan dengan nana, perlahan mengulurkan kedua lengannya menyingkap tudung yang sedari tadi mengalangi pandangannya pada gadis yang kini sah menjadi isterinya.

Baekhyun menyingkap tudung pengantin nana dengan hati-hati, memandang dalam akan cantik gadis yang berdiri di depannya. Perlahan tapi pasti baekhyun mendekatkan wajahnya menutup kedua matanya mengecup lembut bibir isterinya sebagai ritual akhir pernihakan.

Tepuk tangan kebahagian mengiringi baekhyun mengakhiri kecupannya menjauhankan kembali wajahnya dan lagi menatap indah sosok di depannya. Tatapan penuh bahagia dan cinta.

“Ahhh! Aku sangat bahagia! Wahhh, aku merasa seolah-olah aku yang menikah” kata yunmi masih berdiri di posisinya di tengah-tengah ramainya suasana gereja Yeouido Full Gospel.

Jongdae yang juga masih berdiri di posisinya melirik yunmi dengan senyum tertahan. “Jadi apa aku harus menahan pendeta dan para undangan untuk kemudian memberkati kita menikah” kata jongdae dengan tatapan lurus ke depan.

Yunmi mendelik, menolehkan wajahnya kemudian mencibir kecil jongdae yang masih memandang lurus ke depan.
“Apa yang kau pikirkan kim jongdae-ssi ?” Pekik yunmi penuh intonasi kemudian kembali mengalihkan wajahnya.

“Ya. Seperti biasanya aku kembali di tolak. Hmmm, sepertinya aku benar-benar harus membuatnya hamil” gumam jongdae lagi yang kali ini tidak di hiraukan yunmi.

Seluruh para tamu undangan terdekat berkumpul di depan gereja untuk melepas kepergian kedua mempelai menuju hotel yang telah di siapkan oleh orang tua dari kedua belah pihak.

Baekhyun mengililingi mobil Audi  TT Silver miliknya yang telah di sulap dua sahabatnya menjadi sebuah mobil pengantin. Namja itu membuka pintu di sebelah kendalinya setelah sebelumnya membantu nana masuk.

Lambaian tangan penuh suka cita dan kebahagian mengiringi laju mobil yang telah di kendalikan baekhyun membawa keduanya menjauh dari tempat sakral lafaz sumpah keduanya.

Tidak ada percakapan sepanjang perjalanan keduanya menuju hotel, yang ada hanyalah dua lengan yang sedari tadi bertaut indah di atas pangkuan baekhyun dengan senyum yang tidak pernah hilang terukir di wajah keduanya.

Setelah tiba di dalam kamar hotel yang telah di sediakan untuknya dan baekhyun, nana yang sedari tadi duduk di atas kursi riasnya setalah membuka kunci kopernya beberapa saat yang lalu hanya bisa menatap takjub isi kamar yang benar-benar di tatan rapi dengan suasana romantis. Puluhan lilin kecil berjejer di sisi bawah tempat tidur dan taburan kelopak bunga mawar berbentuk hati di atas tempat tidur luas mereka benar-benar menarik perhatian nana.

Gadis itu memutar tubuhnya menghadap pada kaca besar di depannya menatap pantulan dirinya yang masih mengenakan gaun pengantinnya.

Suara gemericik air di dalam kamar mandi masuk mengganggu indera pendengeran nana membuat tubuhnya meremang dan detak jantung yang berdentum semakin cepat tanpa izin darinya saat menyadari di dalam sana baekhyun tengah membersihkan dirinya.

Berusaha menormalkan kembali detak jantungnya, nana mengalihkan fokusnya pada usaha membuka resliting gaunnya yang berada di belakang tubuhnya.
Dengan tertatih dua lengan nana berusaha keras meraih pengait tersebut namun, tiba-tiba nana tersentak saat merasakan sebuah tangan dingin menyentuh punggung terbukanya menurutkan resleting itu dengan mudahnya.

Repleks nana bangkit dengan memegang gaun di depan dadanya, menatap kaget baekhyun yang hanya mengenakan kimono handuk dengan senyum lembutnya.

“K-kau sudah sel-lesai ?” Gugup nana. “Ka-lau begitu ak-ku akan mandi” lanjut nana melangkah cepat menuju kamar mandi meninggalkan baekhyun yang masih menatap bingung gadisnya.

Setelah nana hilang di balik pintu kamar mandi, baekhyun mengukir tawa gelinya. Namja itu kemudian melangkah dan duduk di tepi tempat tidur luas mereka.

Lama baekhyun duduk di atas tempat tidur sembari menatap layar ponsel miliknya melihat banyaknya ucapan selamat dari berbagai kalangan yang mengenalnya.

Baekhyun meletakkan kembali ponselnya di atas meja nakas, menatap kembali pada pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat. Suara gemericik air sudah tidak lagi terdengar namun nana tidak juga keluar.

Takut sesuatu terjadi pada nana, baekhyun bangkit untuk kemudian beranjak mendekat. Setelah tiba di depan pintu kamar mandi lengan baekhyun terulur, mengetuk pintu yang masih tertutup tersebut.

“Nana-ya, kau baik-baik saja ?” Tanya baekhyun khawatir.

Tidak ada jawaban.

“Nana-ya, apa sesuatu terjadi ?” Tanya baekhyun lagi namun masih tidak ada jawaban dari dalam sana.

“Nana-ya” panggil baekhyun semakin khawatir.

Sementara itu di dalam sana, nana diam dengan raut wajah takut dan bingung. Bagaimana tidak ? Nana memang sudah selesai membersihkan diri bahkan sejak beberapa menit yang lalu namun gadis itu bingung dan tidak berani keluar karena sebelumnya nana benar-benar lupa untuk membawa handuk ataupun baju ganti.

“Nana-ya” baekhyun masih memanggil-manggil namanya di luar sana.

“Nana-ya, kau pingsan ? Jatuh ? Sakit ? Nana-ya..”

“Nana-ya, aku akan membuka paksa pintunya”

“Nana-ya”

“Baek-ah” suara nana akhirnya terdengar meski begitu pelan.

“Eoh, nana-ya kau baik-baik saja ? Apa sesuatu terjadi ?” sahut baekhyun.

“Aniya baek-ah, aku baik-baik saja” jawab nana berusaha mengurangi rasa khawatir baekhyun.

“Baek-ah” Panggil nana setelah diam sesaat.

“Hmmmm. Kau tidak keluar ?”

“Baek” bukannya menjawab nana memanggil baekhyun kembali.

“Ya”

“Aku tidak bisa keluar”

“Wae ? Apa kau terjatuh ? Apa pintunya rusak ?”

“Aniya”

“Lalu kenapa ?”

“Ak-ku. Aku lupa membawa handuk dan baju ganti” jawab nana dengan suara semakin pelan.

Baekhyun terdiam, tanpa di rasa bibirnya menyunggingkan seulas senyum. Rasa khawatir yang tadi menyelimutinya hilang sekejap tergantikan oleh kekehan geli darinya.

“Baek-ah, bisakah kau membantuku mengambil kimono handukku di dalam koper ?” Tanya nana masih dengan nada pelan, dapat baekhyun ketahui gadis itu pasti tengah menahan malunya.

“Tentu saja. Tunggu sebentar” kata baekhyun beranjak mendekati koper yang terletak di sisi kiri kamar mereka.

Baekhyun membuka koper berwarna biru itu mencari-cari handuk milik nana di dalamnya. Baekhyun menemukan handuk tersebut, lengannya meraih handuk itu untuk kemudian mengambilnya namun sesaat irisnya menangkap sebuah kotak merah maron yang terletak di bawah handuk tersebut.

Kotak itu dengan cepat menarik perhatian baekhyun karena tulisan di atasnya ‘pakailah baekhyun pasti menyukainya. sahabatmu (s.y.m)’.

Penasaran. Baekhyun membuka kotak tersebut pelan, dan betapa terkejutnya namja itu saat melihat isi dari kotak yang tidak lain adalah hadiah dari sahabatnya untuk isterinya.

Keterkejutan baekhyun tidak bertahan lama, detik berikutnya namja itu mengulum senyum penuh arti.

“Untuk pertama kalinya ku rasa kau berada di pihakku yunmi-ya” gumam baekhyun masih memandang isi kotak yang merupakan gaun tidur lingirie berwarna hitam dengan renda-renda yang begitu menggoda.

Baekhyun beranjak dari tempatnya kembali melangkah mendekati pintu kamar mandi yang masih tertutup. Baekhyun mengetuk (lagi) pintu tersebut.

“Nana-ya, aku membawanya untukmu. Bukalah pintunya” suara baekhyun lembut.

“E-eoh” jawab nana gugup.

Tidak lama kemudian suara kunci terbuka terdengar dan pintu sedikit terbuka memberi celah untuk kemudian lengan nana mengulur keluar.

“Berikan padaku baek-ah” suara nana menggerak-gerakkan telapak tangannya.

“Eoh, ini” baekhyun meletakkan benda tersebut di atas telapak tangan nana yang di sambut gadis itu dengan cepat dan kembali menutup pintu kamar mandi sementara baekhyun masih mengulas senyumnya.

Nana tersentak. Kedua bola mata gadis itu membulat sempurna saat melihat dengan jelas benda di lengannya. Bagaimana tidak ? bukan handuk yang di berikan baekhyun padanya melainkan sebuah lingirie yang di berikan yunmi kepadanya beberapa hari yang lalu.

“Astaga, betapa bodohnya aku. Pasti baekhyun melihatnya saat mencari handuk yang ku maksud. Akhh! Lagipula mengapa aku menuruti gadis itu memasukkan benda ini ke dalam koperku” rutuk nana untuk dirinya sendiri.

“Apa aku tidur di sini saja ?”

“Ouhh, aku bisa mati kedinginan. Bahkan sekarang aku sudah mulai menggigil” jawab nana sendiri.

“Apa aku pakai saja ?” Batin nana menilik dirinya pada pantulan cermin besar di dalam kamar mandi.

“Ouhh! Ini memalukan”

Pelan-pelan nana membuka sedikit celah pintu kamar mandi menelengkan kepalanya untuk mengetahui keadaan sekitar. Gadis itu dapat bernafas lega karena baekhyun tidak lagi berada di depan pintu.

Dengan menyilangkan kedua tangannya nana berjalan cepat sembari menundukkan kepalanya, gadis itu bahkan semakin menunduk saat mendapati baekhyun tengah bersandar pada kepala tempat tidur mereka. Langkah nana semakin cepat. Gadis itu menulusupkan tubuhnya segera di bawah selimut tepal, berbarik dan menarik selimut tersebut hingga batas hidungnya.

“Eoh. Apa aku menghancurkan bunganya ?” Tanya nana dengan binar khawatir saat baekhyun menoleh ke arahnya.

“Wae ?” tanya nana lagi bingung karena baekhyun hanya menatap dalam dirinya tanpa sepatah katapun.

Baekhyun tersenyum sesaat. Namja itu mendekatkan tubuhnya ke arah nana masih dengan tatapan dalamnya membuat nana tanpa sadar menahan nafasnya saat wajah baekhyun benar-benar dekat dengan wajahnya.

Nana mengeratkan genggamannya pada selimut yang menutupi tubuh hingga sebagian wajahnya saat baekhyun menelengkan kepalanya di depan wajah nana.

“Mengapa kau berjalan begitu cepat di saat kau menunduk dalam seperti itu ? Kau bisa saja menabrak sesuatu” kata baekhyun pelan.

“E-eoh i-tu”

“Apa aku salah mengambilkan pakaian gantimu ?” Tanya baekhyun lagi semakin memangkas jarak diantara keduanya.

“Ehh. An-“

“Ku rasa yunmi benar. Aku benar-benar menyukai kau mengenakan pakaian itu. Aku harus berterima kasih padanya nanti” potong baekhyun.

Nana terdiam, gadis itu tidak lagi dapat berkata otaknya seakan lumpuh karena kerja jantungnya yang kacau. Jantung nana berdetak begitu kencang memompa aliran darah begitu kencang ke seluruh tubuhnya.

“Karena-, aku menyukainya. Apa aku boleh melihatnya sekali lagi ? Dengan jelas” lanjut baekhyun mengulurkan lengannya berniat mengambil selimut yang masih di genggam nana erat.

“Baek-ah” suara nana terdengar berat.

“Hmmmm”

“Ak-ku. Malu” lanjut gadis itu sembari memejamkan kedua bola matanya rapat.

Baekhyun tersenyum geli kemudian mengulurkan lengannya pada sisi kiri tubuh nana, menekan tombol lampu yang menjadi penerangan kamar mereka membuatnya menjadi gelap yang hanya menyisakan cahaya dari lilin-lilin di sekeliling tempat tidur keduanya.

“Bagaimana jika seperti ini ?” Tanya baekhyun masih dengan senyum hangatnya.

“Nana-ya, bukalah matamu” pinta namja itu.

Perlahan nana membuka kedua matanya, melirikkannya kearah kanan dimana baekhyun masih menatapnya penuh harap.

“Ku harap tidak ada penolakan setelah ini” suara baekhyun kemudian menyingkap selimut tebal yang menjadi penghalangnya beberapa saat.

“Yak, baek-ah. Kau menghancurkan tatanan kelopak mawarnya” suara nana polos.

“Kelopak mawar itu akan semakin indah saat bertaburan tidak teratur” jawab baekhyun kemudian dengan secepat kilat namja itu bangkit dan berada di atas nana dengan menopangkan kedua lengannya di sisi tubuh gadis itu.

Nana mengerjap. Gadis itu menatap terkejut pada baekhyun yang kini menatap dalam pada maniknya.

“Isteriku benar-benar cantik” suara baekhyun sesaat sebelum mendaratkan sebuah kecupan hangat pada bibir mungil nana.

Baekhyun menyesap pelan benda lembut manis tersebut melumatnya beberapa kali. Baekhyun benar-benar tidak pernah bosan dengan benda berwarna pink tersebut. Baekhyun menyudahi ciumannya, membuat sedikit jarak di antara keduanya dan menatap nana dalam. Sebuah tatapan penuh harap.

“Nana-ya, apa. aku. boleh melakukan sesuatu yang selama ini tidak bisa ku lakukan ?” Tanya baekhyun dengan tatapan sendunya.

“Sekarang ?”

“Emmm, tidak ? apa aku tidak bisa ? apa kau belum siap ?” Tanya baekhyun lagi kali ini dengan raut kecewa yang begitu kentara di wajahnya.

“Aniya” jawab nana sembari tersenyum dan merangkulkan kedua lengannya di leher baekhyun.

Baekhyun kembali mengukir senyumnya. “Kau berhasil membuatku terkejut dan takut byun nana-ssi” kata baekhyun menyentil pelan ujung hidung nana.

Baekhyun kembali mendekatkan wajahnya mendaratkan sebuah ciuman dalam pada bibir lembut nana, kembali melumat dan menyesapnya bergantian. Ciuman hangat baekhyun semakin menuntut, namja itu menurunkan ciumannya pada leher indah nana berbarengan dengan satu lengan yang terangkat menurunkan satu tali kecil di pundak kiri nana.

Masih dengan saling bertaut. Entah sejak kapan lengan nana di tengkuk baekhyun baekhyun turun dan kini melingkar sempurna pada punggung baekhyun menelusup di balik baju handuk yang di kenakannya membuat sabagian tubuh baekhyun terbuka.

Keduanya melakukannya. Penyatuan cinta yang selama ini benar-benar di jaga baik oleh baekhyun ataupun nana. Keduanya melewati malam panjang pertama mereka dalam kehangatan membiarkan lilin-lilin menjadi saksi bisu akan tingginya perasaan yang membubuh di hati keduanya.

Fin

Okay okay ini gaje. Astagaaa gak bisa bikin yang ‘wah’ otak ini tak mampu membuat dua pasangan polos ini menjadi yah kalian tau lah. Jadi cukup sebatas ini aja gue udah tahan nafas ngapngapan gak sanggup lanjutin. *abaikan

Udah ah yang penting mereka udah nikah kan kan kan jadi sama cem itu tu, itu (yundae).

Harapan seperti biasanya moga ada yang suka. Ada yang baca. Terima kasih

bebebaek_ (^^)

Advertisements

2 thoughts on “{Our Love} The Wedding – by bebebaek_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s