{Yun-Dae Couple} we are married – First Night

image

By bebebaek_

First Day |

Main cast : Kim Jong Dae (EXO), Shim Yun Mi (oc), Kim Da Eul (Lee Daeul).

Genre : romance, marriage life, family.

Length : Ficlet | Rating : 17

Hasil dari mimpi dan imajinasi murni dari diri sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Yunmi melangkah keluar dari kamar mandi kediaman keluarga jongdae yang juga telah menjadi keluarganya. Dengan mengenakan piama tidurnya gadis itu melangkah sembari melepaskan lilitan handuk di kepalanya mendekati jongdae -suaminya- yang tengah duduk di sisi tempat tidur.

Bukan tidak ingin mengenakan lingerie seksi dengan bahan tipis dan transparan itu. Yunmi ingin. Sangat. Namun, gadis itu harus menahan keinginannya mengingat sebuah kehidupan baru berada di dalam dirinya. Terlebih fakta mengenai suaminya yang tengah melepas tautan kancing kemejanya satu persatu benar-benar tidak bisa di goda sama sekali.

“Mandilah, aku menyisakan air hangat untukmu” kata yunmi setelah tiba di depan jongdae.

Jongdae mendongak melepaskan kemejanya kemudian bangkit mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh yunmi menatap gadis itu tepat di manik beningnya.

“Mengapa kau mandi terlebih dahulu. Harusnya kita mandi bersama” kata jongdae dengan raut kesal yang di buat-buat.

“Y-ya,-“

“Baiklah yeobo” potong jongdae kemudian berlari menuju kamar mandi setelah sebelumnya mencium kilat bibir yunmi.

“Ckckc, dasar tukang ambil kesempatan” gumam yunmi pelan merasakan panas kini menjalar di kedua pipinya.

Tidak memerlukan waktu lama bagi jongdae untuk menyelesaikan kegiatan membersihkan tubuhnya, namja itu keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan celana pendek rumahan tanpa penutup di bagian atas tubuhnya.

Jongdae mendekati yunmi yang telah berbaring memunggunginya di salah satu sisi tempat tidur besar mereka. Jongdae duduk di sisi kosong tempat tidur menatap punggung yunmi dengan senyum tertahan, namja itu kemudian ikut merebahkan dirinya melingkarkan lengan kekarnya di pinggang yunmi dan meletakkan kepalanya di cerukan leher gadis itu menghirup aroma bunga yang mengeluar dari kulit mulusnya.

“Jangan berpura-pura tidur chagi-ya, aku tahu kau belum tidur” bisik jongdae di depan telinga yunmi, meniup telinga  gadis itu membuatnya serta merta membuka mata  menatap kesal pada jongdae.

Bukannya takut namja itu terkekeh geli, jongdae bangkit duduk bersandar pada kepala tempat tidur menatap penuh senyum ke arah yunmi.

“Y-yak. Kemana pakaianmu ? Mengapa tidak mengenakan kaos ?” tanya yunmi sedikit gugup melihat tubuh bagian atas jongdae yang begitu jelas di lihatnya. Ya, meski sering melihat jongdae tanpa tertutupi sehelai benang di bagian atas tubuhnya tetap saja membuat yunmi memerah saat melihatnya kembali.

Jongdae semakin merekahkan senyumnya, namja itu kemudian kembali mendekat, berbaring mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh yunmi. Jongdae menarik pelan tubuh gadis itu membuat yunmi memiringkan tubuhnya menghadap jongdae.

Jongdae sama sekali tidak menghiraukan perkataan yunmi, namja itu sibuk memilin-milin kancing piama yunmi.

“Chagi-ya, bukankah ini malam pertama kita ? Apa aku boleh-“

“Tidak” tegas yunmi.

“Wae ?”

“Chagi-ya, di sini ada seseorang yang baru tumbuh kau mau mengganggunya ?” kata yunmi sembari mengelus perutnya yang sedikit membesar.

“Apa aku tidak boleh menjenguknya ? Bukankah boleh ? Kata dokter boleh”

“Boleh. Tapi setelah dia kuat chagi-ya”

“Jadi aku tidak bisa meminta jatahku di malam pertama kita ?” Suara jongdae dengan nada yang terdengar kecewa.

“Ishhh, yak! Malam pertama kita bahkan jauh dua tahun sebelumnya” kata yunmi sembari memukul pelan lengan jongdae.

“Kau mengingatnya ?” Tanya jongdae antusias berbanding terbalik dengan ekpresinya sebelumnya.

“Tentu saja, hanya karena proyek sialanmu itu aku harus-“

“Eyyy bukan proyekku tapi alam yang mendukung kita” seringai jongdae sembari mengingat kejadian dua tahun yang lalu.

*flashback on*

Yunmi duduk di depan meja ruang tv, mata gadis itu menatap tekun pada layar laptop yang sejak beberapa jam yang lalu di nyalakannya. Yunmi sedang membuat video dokumenter mengedit dan menggabungkan beberapa video menjadi sebuah video yang mengesankan. ya, yunmi berbakat di bidang itu dan jongdae memanfaatkan gadis itu mengedit video untuk proyek perekrutan anggota baru tim basker kampus.

“Ahhh! Selesai!” Seru yunmi menegakkan tubuhnya dan merentangkan kedua lengannya sebatas mengusir sedikit lelahnya.

“Mengapa menatapku seperti itu ?” Tanya yunmi setelah gadis itu menolehkan kepalanya dan mendapati jongdae yang duduk di atas sofa memandangnya dalam diam.

“Karena kau sangat cantik saat serius melakukan pekerjaanmu” jawab jongdae tersenyum membuat gadis itu berdecih kecil.

“Kau ingin makan ?” Tanya jongdae.

“Tidak. Aku sudah terlalu banyak memakan cemilan. Aku ingin pulang saja” jelas yunmi sembari melirik singkat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 22:03 malam.

“Sepertinya kau tidak bisa pulang sekarang” kata jongdae datar membuat kedua alis yunmi mengerut.

“Lihat” jongdae mendongakkan kepalanya ke arah jendela kaca di sisi kiri keduanya.

Yunmi menoleh dan mendapati di luar sana salju turun dengan derasnya.

“Apa akan terjadi badai salju ?” Tanya yunmi tidak mengalihkan pandangannya dari luar jendela.

“Hmmm sepertinya” jongdae bangkit dari duduknya melangkah mendekati yunmi dan duduk di sebelah gadis itu.

“Kau mau melihat hasilnya ?”

“Tidak. Aku percaya padamu, hasilnya pasti luar biasa” kata jongdae teduh menantap yunmi di sisinya.

Keduanya kembali terdiam membiarkan sunyi menyelimuti mereka. Yunmi kembali memandang ke luar jendela melihat salju yang turun semakin deras di sertai dengan kencangnya hembusan angin.

“Benar-benar turun badai salju” gumam yunmi tanpa mengalihkan pandangannya, satu lengan gadis itu menyentuh lengan satunya nampak berusaha mencari kehangatan.

“Kau kedinginan ?” Tanya jongdae yang melihat yunmi.

“Hmmm. Penghangat ruanganmu sepertinya sudah tidak lagi mempan karenanya”

“Kemarilah” kata jongdae dengan senyum lembutnya.

Yunmi mengerutkan alisnya. Namun, saat jongdae meraih lengannya dan menuntun tubuh gadis itu untuk bersandar di atas dada bidangnya membuat yunmi akhirnya mengerti.

Yunmi hanya diam tanpa sepatahpun kata keluar dari bibir tipisnya, gadis itu merasakan hangatnya pelukan jongdae menjalar di sekujur tubuhnya. Lengan namja itu kini melingkar indah mengelilingi tubuh yunmi sementara gadis itu masih nyaman bersandar di permukaan dada jongdae.

Waktu menunjukkan hampir tengah malam saat jongdae mendongakkan kepalanya menatap jam dinding di ruangan tersebut. Namja yang sedari tadi menahan gejolak di dalam hatinya saat melihat yunmi yang bersandar nyaman dan membalas pelukannya memberanikan diri meraih kedua pundak yunmi kemudian mensejajarkan tubuh keduanya.

Jongdae menatap yunmi dalam. Perlahan namja itu mendekatkan wajahnya menyentuh bibir dingin yunmi dengan lembut memberinya sebuah lumatan kecil yang mampu memberikan rasa hangat pada tubuh keduanya. Yunmi membalas pagutan yang jongdae berikan. Tanpa ragu gadis itu melingkarkan kedua lengannya di leher namja itu. Yunmi membiarkan jongdae memperdalam ciumannya.

Ciuman lembut itu lama-lama berubah menjadi ciuman panas, keduanya terbuai akan hangat yang tercipta karenanya membuat mereka menginginkan rasa itu lebih dan lebih.

Entah setan apa yang merasuk pada diri jongdae setelah namja itu melepaskan tautannya jongdae menatap dalam manik bening yunmi kemudian merengkuh tubuh gadis itu dalam gendonganya menuju kamar tidur.

Tidak ada suara yang keluar dari bibir keduanya. Jongdae membaringkan lembut tubuh yunmi ketika keduanya telah berada di kamar namja itu. Jongdae meringsut di atas tubuh yunmi dengan bertopang pada kedua lengannya namja itu kembali mencium bibir pink yunmi, sebuah ciuman dalam.

Jongdae kembali melepas tautannya saat di rasa pasukan oksigen keduannya telah menipis. Namja itu sedikit menarik wajahnya membuat jarak agar dapat melihat wajah yunmi. Jongdae menatap penuh harap pada gadis di bawahnya tatapan seolah meminta izin akan sesuatu dan seakan terhipnotis yunmi hanya diam membungkam saat jongdae membuka helai demi helai kain di tubuhnya.

Dua lengan indah yunmi kembali bertengger melingkar sempurna di leher jongdae saat namja itu kembali menyapu lembut bibir yunmi. Keduanya menyatukan cinta mereka, perasaan yang begitu membubuh tinggi, perasaan saling menginginkan dan saling melengkapi melupakan beku yang menyelimuti keduanya membiarkan perasaan hangat itu terus menyengat kulit keduanya.

*flashback end*

“Mengapa kau tersenyum seperti itu ?” Tanya yunmi mendapati jongdae yang tengah tersenyum aneh di sampingnya “kau lupa bagaimana aku begitu ketakutan keesokan harinya ?”Lanjut yunmi masih mengingat kejadian beberapa tahun silam.

“aku mengingatnya, sangat. Aku sampai harus kembali menciummu berkali-kali hanya untuk membuatmu tenang” jawab jongdae masih dengan cengirannya.

“Yunmi-ya” panggil jongdae.

“Hmmmm” jawab yunmi menoleh menatap jongdae.

“Hanya dengan mengingat hari itu kembali membuat sesuatu di tubuhku bergejolak” kata jongdae yang membuat yunmi mengerutkan kedua alisnya tidak mengerti.

“Kau tidak merasakannya ?” Tanya jongdae sembari memiringkan tubuhnya lebih dekat pada yunmi

“Kau merasakannya ?”

Yunmi mengerti saat sesuatu itu menyentuh tubuhnya. Gadis itu berontak mendorong pelan tubuh jongdae agar menjauh darinya.

“Yak, berhenti mendesakku. Kau tau ? Kau menekan anakmu” kata yunmi memperingati.

“Ahh, mianhae aku lupa” kata jongdae kemudian bangkit dan beringsut di depan perut yunmi yang mulai membesar.

“Maafkan appa jagoanku” lanjut jongdae kemudian memberi kecupan beberapa kali pada perut yunmi membuat gadis itu terkekeh geli.

Yunmi menghentikan tawanya kemudian mengulurkan kedua lengannya menarik wajah jongdae sejajar dengan wajahnya tepat di bawah namja itu.

“Mianhae tidak bisa memberi apa yang kau inginkan” kata yunmi tepat di depan manik tajam suaminya.

“Gwenchana, di sini sudah ada satu pemberian darimu yang begitu berharga” jawab jongdae sembari mengelus lembut perut yunmi di balik piamanya dan memberikan sebuah kecupan hangat di permukaan bibir istrinya.

Jongdae menatap teduh wajah yunmi dengan senyum hangatnya. Namja itu kemudian kembali mendekatkan wajahnya membenamkannya pada cerukan indah leher yunmi.

Jongdae mengecup hangat leher mulus yang selalu menjadi tempat favorit keduanya untuk mendaratkan ciuman-ciuman pada gadisnya. Masih menciumi leher yunmi dan bahkan sesekali namja itu menggigit kecil kulit mulus gadis itu memberikan tanda kepemilikan dari dirinya. Saat namja itu semakin terbakar hasrat aroma memabukkan yunmi, jongdae merasakan pelukan gadis itu melonggar pada tengkuknya dan nafas yunmi yang terdengar teratur membuat jongdae mengangkat kembali wajahnya dan mendapati yunmi telah terlelap.

Jongdae tersenyum tidak dapat menahan kekehannya, namja itu memandang lama wajah polos gadis di bawahnya, mengecup penuh sayang kening yunmi yang kini menjadi isterinya.

“Jaljayo-yeobo” kata jongdae setelahnya. Namja itu kemudian merebahkan dirinya di sisi yunmi merengkuh gadis itu dalam dekapnya, ikut memejamkan matanya menyusul sang isteri yang telah larut dalam alam mimpinya.

Fin

Advertisements

One thought on “{Yun-Dae Couple} we are married – First Night

  1. Pingback: {Yun-Dae Couple} we are married – Memories | BABY BEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s