{Yun-Dae Couple} we are married – Little Jongdae

image

By bebebaek_

Main cast : Kim Jong Dae (EXO), Shim Yun Mi (oc), Kim Da Eul (Lee Daeul).

Genre : romance, marriage life, family.

Length : Ficlet | Rating : 17

Hasil dari mimpi dan imajinasi murni dari diri sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Jongdae terus saja menggenggam tangan yunmi yang sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit, gadis itu meringis pelan mempererat genggaman tangan jongdae saat merasakan sakit pada perut buncitnya.

“Apa terasa begitu sakit chagi-ya ?” Tanya jongdae tidak tega melihat raut kesakitan istrinya.

“Eum, sepertinya anak kita memiliki bakat atletmu. Dia menendangku begitu kuat” jawab yunmi berhasil mencetak sebuah senyuman tulus di bibir jongdae.

Keduanya kembali terdiam, yunmi tidak dapat mengalihkan rasa sakitnya untuk berbicara sama halnya dengan jongdae yang hanya bisa memberi dukungan melalui genggaman hangatnya.

Tap. Tap. Tap. Tap.

Deru langkah nyaring mengusik pendengaran sepasang suami istri yang tengah menanti buah hati mereka, saat suara langkah itu semakin mendekat pintu kamar itupun terbuka lebar menampakkan kedua orang tua jongdae beserta sang kaka dan kaka iparnya yang tengah menggendong junie.

Tidak hanya mereka yang datang karena tidak berselang lama kedua orang tua yunmi juga hadir di ruangan itu menanti cucu mereka lahir ke dunia.

Kedua keluarga itu lantas mendekat kearah yunmi yang berbaring lemah di atas bangsal putihnya.

“Apa begitu sakit nak ?” Tanya nyonya shim pada putri tunggalnya.

“eum eomma” jawab yunmi pelan.

“Bersabarlah, sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu dan kau pasti merasakan kebahagiaan yang luar biasa yang akan membayar semua rasa sakitmu” ucap nyonya shim berkaca-kaca membuat tuan shim mengelus pelan pundak wanita paruh baya itu lembut untuk memanangkannya.

“Tenanglah, kau harus tenang. Jangan membuat yunmi takut” suara tuan shim pelan.

“eum” nyonya shim mengangguk “aku hanya ingat hari ketika aku melahirkannya yeobo” suara nyonya shim tercekat menahan air mata harunya kemudian menghambur kepelukan sang suami.

“Ya. Aku juga mengingatnya. Terasa begitu singkat sekarang kita bahkan menantikan kelahiran cucu dari anak kita” lagi suara tuan shim menenangkan.

Yunmi yang menyaksikan percakapan singkat kedua orang tuanya, tanpa sadar ikut meneteskan air matanya. terharu akan betapa besarnya kasih sayang yang kedua orang tuanya berikan kepadanya selama ini. Besarnya sang ibu berusaha melahirkannya menahan sakit seperti apa yang di rasakannya saat ini.

“Yunmi-ya, kau harus kuat nae” suara seseorang membuyarkan pemikiran gadis itu.

“Eum, eommoni” kata yunmi tersenyum kepada ibu mertua yang begitu menyayanginya.

“Jongdae-ya, kau harus menemani istrimu di dalam. Kau harus memberinya dukungan dan kekuatan” lanjut wanita paruh baya itu.

“Nae eomma”

“Ahh. Jangan lupa bawa ponselmu. Kau harus merekam semuanya dari proses awal hingga akhir” lanjut nyonya kim.

“Nde ?” Tanya yunmi bingung.

“Merekam proses persalinanmu sayang. Nanti akan menjadi sebuah kenang-kenangan yang begitu berharga” jawab nyonya kim sembari mengelus sisi wajah lembut yunmi.

“Aniya eommoni. Itu memalukan”

“Wae ? Memalukan apanya jungmyeon juga melakukannya saat persalinan junie” sangkal nyonya kim.

“Benar begitu hyung ?” Tanya jongdae pada kakaknya.

“Eum. Akan begitu membahagian dan mengharukan setiap kali kalian melihatnya” jungmyeon membenarkan.

seorang wanita dengan pakaian serba putih tiba-tiba membuka pintu ruangan itu kembali menghentikan pembicaraan mereka.

“Permisi. Nyonya kim yunmi sudah waktunya untuk memasuki ruang operasi” kata wanita yang merupakan seorang perawat tersebut.

“Ah. nae. Silahkan sus” kata jongdae setelah namja itu bangkit dari duduknya.

Perawat itu melangkah mendekat ke arah yunmi, melakukan beberapa kegiatan yang jongdae tidak mengerti namun namja itu terus saja memperhatikannya.

Perawat itu mendorong bangsal putih yunmi keluar dari ruangan dan dengan sigap sebagai suami siaga jongdae terus saja menemani yunmi dengan berjalan di samping bangsal dan masih menggenggam tangan yunmi. Seluruh anggota keluarga juga mengikuti bangsal tersebut menuju ruang operasi.

Setelah tiba di ruangan dengan dua pintu lebar itu sang perawat berhenti dan berkata.

“Maaf tidak semua keluarga boleh masuk. Hanya satu yang boleh menemani”

“Ya. Saya yang akan menemani istri saya sus” jawab jongdae pasti.

“Ah. Ya. Baiklah, silahkan masuk tuan” persilah perawat tersebut.

“Eomma, eommoni, semuanya. Aku masuk dulu” pamit jongdae pada seluruh keluarga.

“Nae, jaga yunmi baik-baik dae-ya” jawab nyonya kim tulus yang hanya mendapat jawaban sebuah anggukan dari sang putra kemudian masuk dan hilang di balik dua pintu yang kembali tertutup itu.

2 jam berlalu begitu lambat, seluruh keluarga yang menanti kedatangan seorang anggota baru dalam keluarga mereka menunggu dengan raut cemas di ruang tunggu operasi.

Hingga akhirnya terdengar suara tangisan kencang bayi dari dalam ruangan membuat semuanya bangkit tersenyum lega dan bahagia kemudian saling memeluk satu sama lain.

Sekarang yunmi telah kembali berada di ruangan kamar perawatannya, masih menutup matanya terbaring di atas tempat tidur. Ya pengaruh obat biusnya belum hilang hingga kesadarannya belum juga kembali.

Sementara itu dua nenek yang baru saja mendapat seorang cucu tengah sibuk saling bergantian menggendong cucu baru mereka, nampak jelas kebahagian di akan kehadiran sang cucu di tengah-tengah keluarga mereka.

Jemari tangan yunmi bergerak pelan menandakan kesadaran ibu baru itu telah kembali. Jongdae yang sedari tadi duduk dengan menulungkupkan wajahnya di samping tubuh yunmi menyadari akan pergerakan jemari istrinya itu lantas bangkit dan menatap wajah yunmi.

“Yunmi-ya, kau sudah bangun ?” Tanya namja itu saat melihat dua mata yunmi mengerjap sayu.

“Emmm. Chagi-ya, di mana anak kita ?”

“Dia sedang bersama nenek-neneknya” kata jongdae sembari tersenyum.

“Gumawo. Kau sudah berusaha keras hari ini” lanjut namja itu sembari mengecup hangat kening yunmi membuat gadis itu tersenyum karenanya.

“Apa kau sudah memberinya nama ?” Tanya yunmi lagi setelah jongdae menjauhkan wajahnya.

“Tentu saja”

“Siapa ?”

“Kim Daeul”

“Kim Daeul ?”

“Ya. nama yang keren bukan ? keren seperti appanya”

“Ckckc, apa anakku mirip denganmu ?”

“Ya. Kau hanya belum melihatnya. Dia benar-benar mirip denganku. Kau pasti terkejut saat melihatnya” yakin jongdae.

“Mana dia, aku ingin melihatnya”

“Eomma, bawa daeul kemari. yunmi ingin melihatnya” suara jongdae memanggil nyonya kim yang sedang menggendong daeul.

Wanita paruh baya itu melangkah mendekati yunmi dan jongdae kemudian mengulurkan daeul dan meletakkannya di samping yunmi.

“Lihatlah, anak kalian benar-benar mirip dengan jongdae, bahkan aku ingat betul jongdae kecil juga seperti dia” ungkap nyonya kim.

Yunmi memandang pada bayi yang kini berbaring di sampingnya, anaknya. Buah hatinya bersama jongdae suami tercintanya. Tanpa sadar yunmi mengulas senyum memandangi wajah tidur putranya.

“Bagaimana ? Benarkan dia mirip denganku ?” Bangga jongdae.

“Eum” jawab yunmi tanpa mengalihkan pandangannya dari daeul.

Satu minggu berselang, yunmi telah di perbolehkan pulang karena kondisinya yang sudah di anggap berangsur membaik. Dan di sinilah keduanya kembali ke apartement milik jongdae tempat tinggal mereka. Apartemant ini tidak banyak berubah hanya beberapa diantaranya di ganti jongdae agar lebih aman bagi yunmi sewaktu gadis itu mengandung anak mereka.

Di dalam kamar mereka pun tidak ada yang berubah, hanya kini satu kotak bayi berada di sisi kiri tempat tidur keduanya. Ya kotak bayi untuk tempat daeul tidur.

“Chagi-ya, lihatlah daeul benar-benar sepertimu. wajah, alis, mata, hidung, kuping bahkan bibirnya semuanya mirip denganmu aku tidak kebagian satupun” kata yunmi sembari memperhatikan daeul yang tengah tertidur di kotak bayinya.

“Ya. Dia memang mirip denganku. Bukankah aku hebat ?”

“Cih, apa hebatnya tuan kim ?”

“Tentu saja hebat, itu karena aku bermain dominan” kata jongdae sukses membuat wajah yunmi memerah.

“Yak, apa yang kau katakan ?” elak yunmi berusaha menyembunyikan ronanya yang sama sekali tidak berhasil.

“Yak, kim yunmi. Kau melupakannya ?” Goda namja itu.

Yunmi beranjak dari kotak bayi daeul kemudian mengambil posisi berbaring di atas tempat tidurnya di ikuti jongdae yang kini sudah berbaring nyaman di sampingnya.

“Itu salahmu. Kau melakukannya di masa suburku dan kau tidak menggunakan pengaman” tekan yunmi mengingat hari itu kembali membuat namja di sampingnya hanya tersenyum-senyum kearahnya.

Yunmi mendelik, mengubah posisinya miring kearah jongdae kemudian memicingkan matanya tajam.

“Yak, kim jongdae. Apa saat itu kau menjebakku ?” Tanya yunmi tajam sedangkan orang yang di tanya tidak menjawab dan kembali hanya tersenyum lebar.

“jadi benar ?” Tuntut yunmi.

“Eoh. Aku menjebakmu kerena aku sudah begitu putus asa. Kau selalu menolak saat aku mengajakmu menikah” jujur jongdae.

“Yak, yak! Yak! Kau benar-benar licik. Kau menyebalkan” rajuk yunmi sembari memukuk pelan dada  jongdae dan menghentak-hentakkan kedua kakinya.

“Chagi-ya, berhenti. Kau harus berhati-hati luka bekas operasimu belum kering betul” peringat jongdae sembari memegang perut yunmi yang kembali datar.

“Ah, nae. Mianhae. Aku lupa” kata yunmi menatap jongdae yang hanya di balas namja itu dengan sebuah tatapan penuh sayang.

Cukup lama keduanya terdiam dengan posisi saling menatap sampai akhirnya jongdae kembali bersuara.

“Apa kau menginginkan seorang anak yang mirip denganmu ?” Kata jongdae membuat yunmi kini menatap bingung kepadanya.

“Bagaimana kalau kita membuat adik untuk daeul, seorang adik perempuan yang begitu cantik seperti eommanya” lanjut namja itu membuat yunmi tahu mengarah kemana pembicaraan suaminya itu.

“Kau bercanda ? Luka operasiku bahkan belum kering” suara yunmi di buat sekesal mungkin.

“Gwenchana, aku akan hati-hati. Bagaimana kita buat satu heum ?” Lanjut namja  itu tidak berhenti.

“Yak! kau pikir hamil dan melahirkan itu gampang ? Menjadi ibu hamil begitu berat dan saat-saat akan melahirkan begitu menyakitkan. Kau tidak merasakannya” kesal yunmi.

Jongdae terkekeh geli saat yunmi mengutarakan kekesalan kepadanya.

“Arasseo. Aku tahu. Karena itu gumawo sudah menjaga dan melahirkan anakku” kata jongdae lembut sembari memeluk sayang istrinya membuat yunmi menarik sudut bibirnya.

“Akhh!” Pekik yunmi saat keduanya masih berpelukan hangat.

“Wae ? Apa lukamu sakit ?” Tanya jongdae sedikit panik.

“Eum” angguk yunmi.

“Apa begitu sakit ?” Tanya jongdae sembari kembali meletakkan satu tangannya di perut rata yunmi

“Aniya. tidak lagi”

Tidak ada sahutan dari jongdae. Namja itu hanya diam kembali menatap yunmi yang di balas gadis itu dengan tatapan yang sama. Sampai akhirnya yunmi merasakan tangan jongdae berangsur turun perlahan dari perutnya.

“chagi-ya” panggil yunmi memperingat sang suami.

“Jongdae-ya”

“Kim jongdae”

“Yak, jongdae-ya. jauhkan tanganmu dari sana” kata yunmi lagi namun hanya mendapat sebuah cengiran dari suaminya.

“Jongdae!”

“Kim jongdae!”

“Yak, chen!”

Fin

image

image

image

image

image

Tarararara! Bebeb hadir dengan series yundae baru. Kaget ? Yundae tiba-tiba punya anak padahal di series sebelumnya masih anak SMA yg jauh dari rencana menikah.

Ini semua karena imajinasi liar bebeb waktu salah satu sumber yang begitu kesengsem sama jongdae ngomongin daeul yang mirip jongdae *orangnya pasti baca deh. (hahahahha) dan abracadabra jadilah daeul gue nobatkan sebagai anak yundae, buat bapak wang hou (nama karakter appa benerannya daeul di moorim school, maap marganya daeul saya ganti jangan di tuntut “V”).

Tapi tenang-tenang, series ini bakal di lanjutin semampunya, ntar bebeb kasih tau gimana proses mereka ampe punya anak/(?) Dari ngelamar, nikah, malam pertama(?), dll. Muehehehhh

Jangan bosan nunggu ya ^^

Advertisements

One thought on “{Yun-Dae Couple} we are married – Little Jongdae

  1. Pingback: {Yun-Dae Couple} we are married – First Day | bebebaek_'s world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s