Namjachingu ? (Jealous II) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Namjachingu ? (Jealous I) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Nana tengah duduk di atas tempat tidurnya, menjulurkan kedua kakinya ke depan dan meletakkan sebuah bantal untuk menutupi kaki bagian atasnya.

Gadis itu memegang benda persegi miliknya, menyentuh layarnya hingga kembali menyala.

Nana kembali mendesah, menatap kosong layar ponselnya. Sebenarnya sejak beberapa jam yang lalu gadis itu memang selalu memegang ponselnya berharap baekhyun menghubunginya ataupun mengirim pesan chat kepadanya.

Namun hingga pukuk 23:07 ponsel gadis itu tidak juga berdering. Nana kembali menghembuskan nafas berat.

“Apa dia sudah pulang ?” Gumam nana sendiri.

“Apa aku saja yang menghubunginya terlebih dahulu ?” Lanjut nana kembali menyalakan layar ponselnya.

“Tapi, apa aku tidak mengganggunya ?” ragu nana.

“Tidak. Baek akan mengerti. Baiklah aku akan menghubunginya” nana akhirnya menekan-nekan layar sensitif ponselnya.

‘Baek-ah, kau sudah pulang ?’ Tulis nana kemudian gadis itu menekan send pada ponselnya.

Tidak lama ponsel nana berdering menandakan sebuah chat masuk. Dengan seger nana kembali menyalakan layar ponsel yang masih berada di tangannya.

‘Eoh. Aku sedang dalam perjalanan pulang’ balas baekhyun.

‘Kau sendirian’ tanya nana lagi.

‘Aniya. Aku bersama suzy. Wae ?’

Membaca balasan chat dari baekhyun membuat ekspresi di wajah nana berubah, senyumnya menghilang, wajah itu terlihat suram. Terasa aneh di dada nana.

‘Ah. Aku mengantuk. Aku akan tidur. Berhati-hatilah’ balas nana kemudian mematikan ponselnya.

Nana meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidurnya, gadis itu kemudian merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya yang berwarna biru muda. Sesaat nana kembali teringat bagaimana rupa gadis yang menjadi teman duet namjachingunya.

.

.

.

*falsback on*

Dua minggu yang lalu baekhyun tiba-tiba di panggil yang saem untuk menghadapnya. Nana yang tengah duduk bersama baekhyun hanya tersenyum dan mengangguk saat baekhyun meminta izin untuk pergi ke ruang guru sebentar.

Setelah jam istirahat selesai baekhyun kembali ke kelas dan duduk di samping nana.

“Ada apa baek-ah ?” Tanya nana.

“yang saem memintaku untuk mewakili sekolah dalam festival musik antar sekolah”

“Waaah bukankah itu bagus. Kau mendapat kepercayaan. Apa kau menerimanya ?” antusias nana.

“Belum”

“Wae ?”

“nana-ya, aku harus berduet”

“Memangnya mengapa kalau berduet ?” tanya nana polos.

“Ani. Teman duetku yeoja. Eum bagaimana ?”

“Bagaimana apanya ? Mengapa kau bertanya padaku ?”

“Apa kau tidak keberatan aku akan berduet dengan yeoja ? dan waktu latihannya begitu padat, apa kau tidak keberatan ?” Baekhyun bertanya lagi.

“Tidak. Mengapa aku harus keberatan ? Kau ikutlah bukankah menyanyi hobbymu ?”

“Eum baiklah. Karena yeojachingu yg menginginkannya” jawab baekhyun tersenyum manis hingga matanya kecilnya benar-benar hilang.

.

.

.

Setelah baekhyun menyetujui untuk ikut serta dalam festival musik antar sekolah sebagai perwakilan dari sekolah mereka namja itu benar-benar sibuk, hampir setiap hari dia memiliki jadwal latihan, hingga nana harus pulang sendiri setiap harinya.

Berulangkali baekhyun mengajak gadis itu untuk ikut menemaninya latihan tapi selalu nana tolak dengan lembut, bukan bermaksud tidak ingin melihatnya, nana ingin benar-benar ingin melihat baekhyun mengalunkan kata-kata dengan nada indah yang keluar dari bibir tipisnya. Hanya saja nana takut akan mengganggu kegiatan baekhyun dan selain itu nana juga risih jika harus duduk sendiri menunggu terlebih jika ada beberapa mata yg selalu memperhatikannya. Ugh nana tidak menyukai hal itu.

Satu minggu baekhyun menjalani aktivitasnya dengan latihan dan latihan. satu minggu pula waktunya dan nana berkurang tapi nana tetap tenang dan selalu mendukung namjachingunya, toh baekhyun selalu menghubunginya setelah latihannya selesai.

Namun semuanya mulai goyah saat nana yang kembali pulang sendiri berjalan melewati gerbang utama sekolahnya, tiba-tiba seseorang menghampirinya dari belakang dan menepuk pundaknya.

Bisa nana pastikan gadis itu telah berlari menyusulnya sebelumnya, dapat dilihat dari nafasnya yg masih terengah-engah.

“Eoh ? Yunmi-ya” kata nana setelah menoleh pada seseorang yang menepuk pundaknya.

Yunmi mengatur nafasnya sesaat “huhh, kau pulang sendiri ?” yunmi balik bertanya.

“Eum” angguk nana. “Kau juga pulang sendiri ? Di mana jongdae ?” lanjut gadis itu.

“Jongdae ? Dia pulang lebih cepat karena harus menemani eommanya pergi”

“Eum” angguk nana mengerti.

“Lalu, baekhyun ?”

“Kau lupa ? Dia ada latihan untuk festival musik beberapa hari lagi”

“Kau tidak menemaninya ?”

“Tidak. wae ?”

“Yak, kau bodoh apa gila eum ?” marah yunmi.

nana hanya mengerutkan kedua alisnya menanggapi perkataan yunmi yg terbilang kasar kepadanya.

Yunmi mendesah pelan menyaksikan tanggapan nana yang terlalu datar.

“Kau tau baekhyun berduet dengan siapa ?”

“Dengan yeoja” jawab nana cepat.

“Ouch, nana-ya aku tau yeoja. tapi apa kau tidak tau siapa yeoja itu ?” Gemas yunmi.

“Tidak. Baek hanya mengatakan dia akan berduet dengan yeoja, memangnya kenapa ?” Tanya nana lagi.

“Kau tidak khawatir ?”

“Khawatir kenapa ? Yak! Shim yunmi jangan membuatku bingung” marah nana.

“nana-ya, baekhyun itu berduet dengan suzy!”

“Lalu mengapa jika dia berduet dengan suzy ?”

“Kau tidak tahu siapa dia ?”

“Tidak. Memangnya siapa ?”

“Astaga, kau benar-benar tidak tahu ? Yak, kemana saja kau. Apa kau benar-benar siswa sekolah ini ?”

Nana tidak menjawab, gadis itu masih begitu kebingungan dengan apa yang dikatakan sahabatnya ini.

“suzy anak 11-1, yeoja cantik, manis, tinggi, ramah, pintar dan jago menyanyi yang menjadi incaran namja seisi sekolah kau tidak tahu ?”

“T-tidak” kali ini nana menjawab ragu.

“Ini lihatlah” yunmi menyodorkan ponselnya, memperlihatkan beberapa foto suzy dari akun sns pribadi gadis itu.

“Bagaimana sekarang kau khawatir ?” Suara yunmi lagi setelah keduanya diam memperhatikan setiap foto gadis itu.

Untuk beberapa saat nana masih terdiam, namun detik berikutnya gadis itu kembali menguasai dirinya.

“A-ah, m-mengapa aku harus khawatir” kata nana tergagap. Sebenarnya gadis itu berbohong karena pada dasarnya setelah melihat foto gadis yang berduet dengan namjachingunya muncul perasaan aneh di dalam dirinya, ada rasa takut, marah tanpa sebab namun nana tetap diam. Gadis itu tidak ingin terlihat lemah apalagi di depan seorang yunmi.

“Kau tidak takut baek akan…..” yunmi menggantung kalimatnya.

“Aku percaya padanya” jawab nana singkat sembari kembali melangkah meninggalkan yunmi di belakangnya. Jujur nana tidak yakin dengan kalimatnya sendiri.

.

.

.

Hari ini nana datang lebih pagi, dengan duduk di kursinya sembari membaca sebuah buku tebal tanpa gambar gadis itu terlihat fokus pada kegiatannya sendiri, bahkan saat baekhyun datang dan duduk di belakangnya gadis itu tetap tidak bergeming.

Setelah jam istirahat, gadis itu juga menghilang tanpa baekhyun tahu kemana perginya, nana meninggalkan ponselnya seolah tahu baekhyun pasti akan menghubunginya.

Saat jam pelajaran terakhir usai, baekhyun menghampiri meja nana, namja itu bingung mengapa seharian ini yeojachingunya terlihat aneh.

“Tadi malam aku menghubungimu” kata namja itu setelah berdiri di samping meja nana.

“Eoh, aku ketiduran. Mian” jawab nana bohong sebenarnya tadi malam gadis itu bahkan mengalami susah tidur. Kalimat-kalimat yang yunmi katakan terus saja berputar di kepalanya.

“Kau akan berlatih lagi hari ini ?”

“Eum” angguk baekhyun.

Nana tidak bersuara, gadis itu masih menunggu baekhyun melanjutkan kalimatnya berharap namja itu akan kembali mengajaknya seperti sebelumnya.

Lama nana diam, namun baekhyun tidak juga melanjutkan kalimatnya membuat nana akhirnya menghembuskan nafasnya pelan. Gadis itu berusaha tersenyum dan berkata.

“Baiklah aku akan pulang sendiri”

“Eum, hati-hati” kata baekhyun mengusap pelan sisi wajah nana.

“Nae” jawab nana pelan.

Baekhyun kemudian melangkah pergi meninggalkan nana yang masih duduk di kursinya menatap punggung baekhyun yang semakin menjauh dengan perasaan yang sulit di gambarkan.

.

.

.

Nana tengah berjalan di koridor sekolah lantai satu setelah sebelumnya gadis itu kembali dari toilet.

Tanpa sengaja gadis itu melewati ruang musik sekolahnya, samar-samar nana mendengar alunan musik yang tengah di mainkan.

Awalnya nana hanya melewati ruangan tersubut namun setelah beberapa langkah gadis itu menghentikan langkahnya.

Entah mendapat dorongan dari mana, nana membalikkan tubuhnya kemudian mendekati pintu ruang musik, dengan ragu-ragu nana memegang gagang pintu ruangan tersebut kemudian mendorongnya pelan.

Hati nana terasa di sambar petir di musim kering saat maniknya melihat di dalam sana baekhyun tengah beradu pandang dan saling tersenyum malu kepada gadis yang nana yakini adalah suzy.

Susah payah nana menahan agar tangisnya tidak pecah, ya nana berusaha keras menyakinkan hatinya jika apa yang dilihatnya adalah bagian dari latihan penjiwaan yang baekhyun lakoni.

Dengan pelan nana kembali menutup daun pintu itu kemudian beranjak dari sana dengan langkah gontai.

*flashback end*

.

.

.

Sinar matahari menyelinap masuk ke dalam sebuah kamar dengan nuansa biru muda, nana masih terlelap dalam tidurnya hingga kedua matanya mengerjap pelan merasakan cahaya yang mulai mengganggunya.

Gadis itu menggeliat kecil, seolah tidak ada suatu apapun gadis itu bangun memposisikan tubuhnya duduk di atas ranjang kecilnya.

Sekali lagi mata bengkak khas bangun tidurnya mengerjap pelan seolah memasukkan seluruh jiwa kedalam raganya.

Nana meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja nakas, ponsel itu masih dalam keadan mati hingga jemari gadis itu menekan tombol kecil di sampingnya membuat benda itu kembali menyala.

Tidak berapa lama ponsel nana berbunyi tanpa henti menandakan banyak chat yang masuk.

Nana membuka aplikasi chatnya dan menemukan puluhan pesan dari baekhyun

‘Nana-ya kau tidak bisa dihubungi ? Apa kau sakit ?’

‘Kau akan kefestival hari ini kan ?’

‘Aku menunggumu’

Deretan pesan terakhir dari baekhyun mengingatkan nana pada hari apa sekarang.

“Astaga mengapa aku bisa lupa” gumam nana sendiri.

Nana kembali menggerakkan jemarinya dan membuka pesan dari yunmi.

‘Nana-ya, kau ke festival hari ini ? Mian aku tidak bisa pergi bersamamu. Sampai jumpa di sana sahabatku^^’

Nana menggelengkan kepalanya, selalu saja sahabatnya itu membatalkan janjinya seenak jidatnya sendiri.

Kembali nana meletakkan ponselnya keatas meja nakas, sejenak gadis itu kembali terdiam mengingat apa yang dilihatnya kemarin

“Apa aku akan sanggup melihatnya hari ini ?” Nana kembali berkata sendiri

“Apa sebaiknya aku tidak perlu pergi”

“Ahh, aku terlalu jahat jika begitu. Bukankah aku yang menyuruhnya ikut” gumam nana lagi.

Cukup lama nana terdiam sampai akhirnya dia kembali bersuara “Eum, aku harus melihatnya” yakin nana kemudian bangkit menuju kamar mandi.

.

.

.

Nana telah memasuki lapangan terbuka tempat festival di adakan, gadis itu duduk sejajar bersama yunmi yang tentu saja bersama jongdae.

“Nana-ya, kau sudah bertemu baekhyun ?” Tanya yunmi.

“Belum”

“Eum” yunmi mengangguk.

Tiga setengah jam acara telah di mulai hingga akhirnya tiba saatnya sekolah mereka untuk menampilkan pertunjukkan.

Baekhyun dan suzy beranjak naik memasuki panggung, gemuruh sorak sorai dari pendukung dan teman-teman sesama siswa memenuhi lapangan.

Yunmi yang tidak kalah heboh melambai-lambaikan tangannya dan berteriak sekencang-kencangnya, membuat baekhyun yang sedari tadi mencari-cari keberadaan sahabat dan yeojachingunya itu akhirnya melihat kearah mereka.

Detik selanjutnya musik mulai mengalun indah, menghipnotis seluruh pengunjung bahkan sebelum baekhyun maupun suzy mengeluarkan suara mereka.

dream dasin kkuji moshaneun
Neomu gibun joheun kkum
Naneun niga kkok geureon geo gateunde

Dream jongil areungeorineun
Neomu gibun joheun kkum
Geuge baro neo

Uri dul neomu jal eoullindae
I know, she knows, sasil naega bwado geurae
Geunde gakkeum buranhan gibuni deul ttaen honjaseo uljeokhae

Hmm geojismal geureohge jasin issneun
Eolgureul hago isseumyeonseo
Hajiman deutgien cham johda geureohgin hane

~~~

Alunan musik terakhir seolah sebuah memberi instruksi untuk semua orang melayangkan tepuk tangan kepada baekhyun dan suzy yang masih duduk berdampingan di atas panggung.

Berbeda dari yang lainnya seseorang yang berada ditengah kerumunan penonton lainnya bahkan tanpa bergeming menatap kosong ke depan satu-satunya orang yang berada di maniknnya hanyalah baekhyun.

“luar biasa, wowww suara dan kemestri keduanya begitu menyatu” puji yunmi yang duduk di samping nana.

“Bukan begitu nana-ya ?” Lanjut yunmi.

“E-eoh ?” Jawab nana tergagap setelah sebelumnya hanya diam.

“Setelah melihatnya aku bahkan semakin tidak yakin kalau kau sama sekali tidak cemburu” kata yunmi lagi.

Deg!

Nana kembali tertegun, cemburu ? Hal itu sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya. Apa iya dia cemburu ? Hal itu benar-benar baru kali ini di dengarnya tapi rasa aneh yang beberapa hari ini menyiksanya juga merupakan rasa yang baru di rasakannya.

“Yak, nana-ya. Kau tidak mendengarku” yunmi menggoyang-goyang bahu nana.

“E-oh ?” Jawab nana setelah tersadar dari lamunanya.

“Kau mau menemui baekhyun kan setelah ini ? Aku dan jongdae akan pulang terlebih dahulu”

“E-eoh” jawab nana lagi masih belum menguasai dirinya.

“Baiklah, by” yunmi melaimbai kerah nana yang di balas nana dengan wajah menerawangnya.

Setelah yunmi pergi dari tempat duduknya dan pengunjung lain mulai berhamburan uu tempatnya, nana masih duduk ditempat. Gadis itu masing terngiang-ngiang kalimat yunmi. Cemburu ?, bagaimana itu cemburu ? Mengapa dia cemburu ? Apa dia benar-benar cemburu ?

Nana menghela nafasnya berat, gadis itu akhirnya bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju tenda tempat tunggu baekhyun.

Setelah tiba di depan tenda tunggu baekhyun, nana menghentikan langkahnya. Gadis itu benar-benar ragu. Dan kembali ingatan bagaimana baekhyun tersenyum manis kepada suzy di atas panggung beberapa waktu yang lalu kembali membuat hatinya mencelos, membuatnya mengurungkan niat untuk menemui namjachingunya itu.

Nana termakan perasaannya, gadis itu membalikkan tubuhnya kemudian melangkah pelan menjauh dari tenda tersebut.

Tepat saat gadis itu memalingkan tubuhnya baekhyun baru saja keluar, melihat nana yang masih berdiri ditempatnya, baru saja namja itu berniat memanggil yeojachingunya itu namun iya urungkan saat gadis itu melangkah menjauh.

Nana terus melangkah dengan perasaan gusar “cemburu ? Aku cemburu. Apa cemburu seperti ini ? cemburu” kata hati nana terus saja mengulang kata cemburu seolah mencari jawaban, hingga di depan jalan setapak di bawah rindangnya pohon gadis itu menghentikan langkahnya.

“Apa dulu baekhyun juga merasakan seperti apa yang ku rasakan sekarang ?” Nana kembali berujar di dalam hati.

Gadis itu kembali mengengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, dimana dengan begitu jujurnya baekhyun berujar dia cemburu pada lawan mainnya dalam sebuah pementasan teater. Nana juga ingat bagaimana baekhyun terus-terusan berusaha agar dia tidak bisa berdekatan dengan sehun melalu berbagai macam caranya mengacau.

Sejenak nana tersenyum mengingat kejadian itu. Gadis itu juga merona kala ingat tingkah baekhyun yang tiba-tiba datang ke rumahnya.

Nana menghembuskan nafasnya pelan, seolah hembusan itu membuatnya lega, nana bertekad dan memantapkan hatinya untuk kembali menemui baekhyun.

Baru saja nana memutar tubuhnya bermaksud berbalik dan kembali ke tenda baekhyun, tiba-tiba gadis itu membatalkan langkahnya karena saat ini tepat di depannya baekhyun telah berdiri menatapnya dalam.

Ya beberapa saat lalu, setelah melihat nana melangkah pergi bahkan sebelum menemuinya, baekhyun bingung, namja itu merasa ada yang aneh dari yeojachingunya itu hingga baekhyun memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.

Nana terdiam, terkunci dalam dalamnya tatapan baekhyun.

“Mengapa tidak menemuiku ?” Tanya baekhyun.

Nana mengerjap pelan sebelum akhirnya gadis itu menundukkan kepalanya dalam.

“Nana-ya ?” Baekhyun memanggil nana, bingung dengan sikap aneh gadisnya.

“Baek-ah” nana bersuara masih dengan kepala menunduknya “kurasa. Kurasa aku cemburu” lanjut gadis itu.

Sudut bibir baekhyun naik sendirinya, mengukir sebuah senyuman yang begitu indah walaupun baekhyun tahu nana tidak melihatnya karena gadis itu masih menunduk dalam.

Baekhyun bergerak maju, menyentuh sisi wajah nana dengan satu tangannya, membuat gadis itu akhirnya mendongak.

“kau cemburu pada suzy ?”

Nana hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Wae ?”

“Karena dia begitu manis dan kalian begitu cocok saat berdua diatas panggung” jawab nana lemah.

Baekhyun kembali tersenyum “nana-ya, kau tidak perlu cemburu. Kau tau suzy juga memiliki namjachingu. Namjachingunya bahkan tidak sebanding denganku”

Nana kembali mendongak menatap penuh tanya pada baekhyun.

“Namjachingunya memang bukan dari sekolah kita, dia bahkan bukan lagi siswa tapi seorang mahasiswa”

Nana terdiam sesaat, merutuki kebodohannya yang bisa di katakan cemburu buta.

“Mian” nana kembali berkata.

“Untuk ?”

“Karena telah cemburu” jawab nana.

Baekhyun kembali tidak bisa menahan senyumnya. Namja itu kemudian merentangkan kedua tangannya “tidak mau memelukku ?” Suara baekhyun kemudian.

Nana terdiam dan menatap baekhyun bingung.

“Namjachingumu ini tampil begitu keren hari ini. Dan kau tidak mau memeluknya ?”

Nana akhirnya tersenyum, senyum yang baru di lihat baru dilihat baekhyun untuk hari ini. Gadis itu melangkah pelan kemudian menghambur kedalam pelukan baekhyun.

“Hmmmm, rasanya sudah lama sekali aku tidak mendapat pelukan hangat seperti ini” kata baekhyun saat keduanya berpelukan.

Sementara nana melingkarkan kedua tangannya pada pinggang baekhyun, namja itu semakin mempererat pelukannya, menghirup harum surai hitam nana, dan mengecup lembut puncak kepala gadisnya itu.

setelah beberapa saat, baekhyun merenggangkan pelukannya. “Kajja, kita pulang” kata baekhyun kemudian merangkul pundak nana dan berjalan menuju halte.

Saat tengah dalam perjalanan menuju halte baekhyun kembali bersuara.

“Nana-ya, bagaimana kau cemburu ? bukankah sejak awal kau biasa saja”

“Eum, karena aku baru tahu tentang suzy” jawab nana.

“Baru tahu ? Lalu kau tau dari mana ?”

“Yunmi, yunmi yang memberitahuku semuanya”

“Ckckc, gadis itu memang selalu membuat masalah” gumam baekhyun pelan.

Tidak perlu menunggu, tepat saat keduanya tiba di depan halte bus yang akan membawa mereka tiba. Keduanya memasuki bus berjalan dan duduk di kursi nomer tiga dari belakang.

Berbeda dari biasanya, kali ini baekhyun duduk di samping jendela, namja itu masih menyampirkan lengannya di bahu nana, membuat nana bersandar di bahunya.

Baekhyun kembali tersenyum saat menatap nana yang masih bersandar dengan nyaman di bahunya. Entahlah berdekatan dengan gadisnya selalu terasa nyaman bagi baekhyun. Rasanya sudah begitu lama baekhyun berjauhan dengan nana dan tidak memeluk gadisnya. Merasa begitu merindukan nana, baekhyun dengan cepat mendekatkan wajahnya kearah nana dan secepat kilat namja itu mengecup bibir yang sudah begitu di rindukannya.

Nana membulatkan matanya terkejut, gadis itu kemudian memukul pelan pundak baekhyun saat namja itu menjauhkan jawahnya dari wajah nana.

Baekhyun tersenyum lagi untuk kesekian kalinya. “Nana-ya, ku pikir aku bahagia karena kau cemburu”

Nana mengerutkan alisnya tidak mengerti.

“Setelah kau bilang kau cemburu, aku jadi yakin kau benar-benar menyayangiku”
Lanjut namja itu.

“Jadi selama ini kau tidak percaya padaku ?” tanya nana membalas tatapan baekhyun.

“Ani. Aku percaya. Hanya saja setelah ini aku jadi ribuan kali lebih yakin” kata baekhyun kembali tersenyum dan mendekatkan wajahnya kembali.

Chu~

Baekhyun kembali mengecup singkat bibir manis nana. Dan

Chu~

Lagi, baekhyun seolah tidak bisa berhenti. Bibir lembut itu benar-benar magnet kuat baginya. Namja itu kembali tersenyum yang dibalas nana juga dengan senyum yang merona.

Dengan saling tersenyum keduanya saling menatap di manik masing-masing, perlahan baekhyun kembali mendekatkan wajahnya pada nana menyatukan kembali bibir keduanya yang di sambut gadis itu dengan melingkarkan kedua lengannya di leher namja itu.

Kali ini bukan kecupan singkat melainkan ciuman dalam yang penuh dengan perasaan.

Baekhyun melumat lembut bibir nana menciptakan kehangatan di tengah dinginnya udara yang menerpa tubuh keduanya.

Fin

Okayyy! Pertama-tama gue mau ngejelasin kenapa disini gue masukin suzy, yahh walaupun semua pasti udah pada tau. Oke. Gue suka suka suka banget sama itu mv, lagu n kolbor mereka, dari baru berita, teaser ampe mv nya keluar itu sukses bikin gue ukyaaa ukyaaa n guling2 di tengah malam.

Jujur gue pengen kapelin keduanya tp gue sadar bang minho terlalu tinggi untuk di tebang/? Dan gue jg udah telalu sayang sama oc gue. Wkwkwkw

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s