Namjachingu ? (Jealous I) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Namjachingu ? (Cooking Team) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

“Yak, tidak bisakah kau tidak perlu melakukannya” kata baekhyun dengan wajah serius.

“Tidak bisa. Aku harus melakukannya”

“Tapi nana-ya, aku tidak memperbolehkannya, aku tidak ingin melihatnya. Tidak bisakah bagian itu di hapus ?” Lanjut baekhyun.

Nana menghela nafanya pelan “baek-ah, dimana-mana cerita, drama, pementasan teater atau apapun itu putri salju tetap harus di cium sang pangeran” jelas nana.

“Aku tahu. Tapi-“

“Baek-ah” potong nana “kau kan tahu, aku benar-benar senang dengan clubku. Kau juga tahu dari dulu aku selalu berharap bisa mendapat peran utama. Sekarang saat kesempatan itu di depanku, ku mohon dukung aku baek, lagi pula itu hanya sebuah kecupan”

“Sebuah kecupan ? Nana-ya aku tahu semuanya, aku mendukungmu tapi sebuah kecupan ? Yak, kau bilang hanya ? Nana-ya itu milikku. kecupan yang harusnya hanya aku yang boleh mendapatkannya. Aku tidak rela namja itu menciummu bahkan menyentuhmupun aku tidak rela” keluh baekhyun panjang.

Ya pembicaraan keduanya menjadi tengang sejak baekhyun mempermasalahkan adegan kiss scene yang harus di lakukannya bersama lawan mainnya.

Awalnya nana mengajak baekhyun ke cafee tempat mereka duduk saling berhadapan saat ini adalah untuk memberikan sebuah kabar bahagia, dengan wajah ceria nana bercerita berharap namjachingunya itu juga merasakan kebahagiaannya.

Namun, bukannya merasakan kebahagian yang di rasanya, namja itu sebaliknya memasang wajah masam dengan ekspresi resahnya.

Nana hanya diam, menunduk tanpa menjawab keluhan panjang baekhyun.

Melihat nana terdiam, baekhyun merasa tidak nyaman, namja itu benar-benar tidak tahan melihat gadisnya seperti itu. Baekhyun menghela nafas pelan kemudian meraih kedua tangan nana, menariknya perlahan hingga pertengahan meja. Baekhyun menggenggam tangan nana kemudian kembali bersuara.

“Baiklah. Aku akan mendukungmu” kata baekhyun tersenyum lembut.

Nana mendongak, menatap baekhyun dalam “benarkah ?” tanya gadis itu menyakinkan.

“Heum” angguk baekhyun yang membuat gadis di depannya itu akhirnya tersenyum cerah.

“Tapi aku memiliki satu syarat” kata baekhyun kemudian.

Nana berhenti tersenyum, gadis itu mengerutkan kedua alisnya bertanya.

Seolah mengerti baekhyun akhirnya bersuara “kau boleh di cium namja itu hanya pada saat pementasan”

Nana memutar bola matanya jengah “lalu bagaimana dengan latihan ?” Tanya nana.

“Saat latihan ? Ya latihan. Hanya berdekatan tidak bersentuhan dan aku akan menemanimu latihan. Bagaimana ?” Jelas baekhyun.

Nana nampak berpikir sesaat sebelum akhirnya mengangguk mengiyakan.

.

.

.

Baekhyun menepati janjinya, namja itu benar-benar ikut setiap kali nana berlatih untuk pementasan teater clubnya.

Seolah tidak kehabisan cara namja itu selalu membuat keributan di saat nana dan lawan mainnya melakukan adegan yang di takuti olehnya.

Sama seperti hari sebelumnya, hari ini baekhyun kembali melancarkan aksinya.

Bruk!

Baekhyun menjatuhkan botol minuman yang di pegangnya, menimbulkan suara yang nyaring saat botol minum berbahan aluminium itu berbenturan dengan lantai keramik ruangan hingga menginterupsi adegan yang tengah dilakoni nana.

“Byun baekhyun! Kau lagi-” teriak song saem yang merupakan guru pembina club teater.

“Hehehe, mian. Saya tidak sengaja saem” elak baekhyun sembari menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

“Apa kau selalu tidak sengaja di waktu yang sama ? Apa ketidak sengajaanmu itu selalu datang di waktu tertentu. Yak! Kau selalu mengganggu dan mengacaukan latihan kami, kau-“

Saat song saem tengah memarahi baekhyun dengan wajah kesalnya, tidak jauh dari sana dua pasang mata menyaksikan keduanya.

“Namjachingumu itu benar-benar aneh” kata seorang namja yang tengah memperhatikan baekhyun dan song saem.

“Hmmm. Maap karenanya-” kikuk nana.

“Gwenchana, kita lanjutkan besok saja. Kau sudah berkerja keras hari ini” kata namja itu kemudian menyambar tasnya di atas meja tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Sampai jumpa besok nana-ya” lanjut namja itu.

“Eoh. Anyeong sehun-ah” balas nana tersenyum.

Sesaat setelah sehun beranjak pergi, nana berbalik dan mendapati song saem yang juga telah menjauh dari baekhyun.

Nana melangkah menghampiri baekhyun. Tepat setelah berada di depan namja itu nana bersuara

“Kajja, kita pulang”

“Eoh. Kau sudah selesai ?”

“Eum. Berkatmu” kata nana pelan kemudian berjalan mendahului baekhyun.

Baekhyun berlari kecil menyusul nana dan menyamakan langkah dengan gadis itu tepat di sampingnya.

“Kau marah ?” Tanya baekhyun saat keduanya tengah berjalan bersama.

“Aniya” jawab nana lemah ” tapi baek-ah apa kau akan selalu seperti ini ? Pementasan bahkan tinggal beberapa hari lagi” lanjut nana.

“Eoh. Tentu saja. Kau juga telah berjanji padaku”

“Aku tidak enak dengan song saem dan sehun, baek-ah”

“Ah itu tidak perlu kau khawatirkan mereka hanya akan menyakahkanku” jawab baekhyun pasti.

“Aku tahu. Baek-ah, bisakah kau tidak perlu menemaniku di latihan terakhir besok ?” Tanya nana.

“Tidak, aku tetap akan menemanimu. Namja balok itu pasti akan mengambil kesempatan jika aku tidak mengawasinya” tolak baekhyun “nana-ya, aku benar-benar tidak suka kau dekat dengannya” lanjut namja itu.

“Wae ? Kenapa kau tidak menyukainya. Baek-ah, akhir-akhir ini kau benar-benar aneh. Kau bersikap berbeda dari biasanya.

Baekhyun terdiam sesaat, namja itu menunduk sembari terus melangkah di samping nana.

Nana menengok ke samping menatap namja yg diam disampingnya, “wae baek-ah ?” Tanya nana.

“Aku cemburu” jawab baekhyun lemah, masih dengan kepala menunduk.

Nana tersentak, mendapat jawaban yang kelewat jujur dari namjachingunya itu membuat hatinya terasa dikerumuni milyaran semut, ada rasa bahagia, malu namun canggung setelahnya.

Lama keduanya melangkah dalam diam sampai akhirnya nana memberanikan diri membuka suara.

“Emm kau tidak perlu cemburu baek-ah, kau hanya perlu percaya padaku”

Baekhyun menghentikan langkahnya yang kemudian diikuti nana, namja itu memiringkan tubuhnya menghadap pada gadis yang kini tepat berdiri di depannya.

“Kau percaya padaku kan ?” Tanya nana tersenyum.

Baekhyun masih menatap nana sesaat sebelum akhirnya bersuara

“Tapi namja itu begitu tampan, tinggi, dan keren. Aku-“

Chu~

Baekhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena terlebih dahulu bibir mungil nana mendarat di permukaan bibirnya.

Baekhyun terkesiap namja itu hanya bisa diam. Bukan karena mereka baru berciuman, mana mungkin ? Toh selama ini mereka sering melakukannya bahkan di beberapa menit setelah mereka resmi berkencan.

Baekhyun terkejut karena kali ini nana kembali menciumnya terlebih dahulu. Ada rasa tidak percaya di benak baekhyun namun namja itu bahagia. Ya yeojachingunya itu memang jarang sekali mengungkapkan kata sayang apalagi menciumnya terlebih dahulu. Bisa baekhyun pastikan ini kali kedua Gadis itu menciumnya.

Baekhyun masih terdiam saat nana menarik kembali wajahnya melepaskan bibirnya yang beberapa saat lalu menempel di bibir tipis baekhyun.

Nana kembali tersenyum, gadis itu menatap wajah baekhyun yang masih terdiam.

“Baek-ah, kau baik-baik saja ?” Tanya nana kemudian.

“A-ah, ya” jawab baekhyun terbata.

Nana kembali tersipu melihat namja yang sedang salah tingkah di depannya.

“mau makan tteok mandu-guk ?” Kata nana lagi.

“Eoh ?”

“Aku sudah begitu kedinginan, aku ingin makan sesuatu yang hangat Sepertinya enak menyantap mandu-guk yang hangat” jelas nana.

“Ahhh, tentu. Kajja! Kita terlalu lama diluar” kata baekhyun bersuara. Namja itu kemudian menarik tangan nana, menggenggamnya erat lalu keduanya berjalan beriringan sembari tersenyum.

.

.

.

Hari yang nana tunggu tunggu akhirnya tiba. Gadis itu tengah mondar mandir sembari menggigit kuku jemarinya di ruang tunggu belakang panggung untuk mengurangi rasa gugupnya.

Bip!

Sebuah chat masuk, nana segera mengambil ponselnya, membuka aplikasi chat tersebut

‘Semangatlah, dan jangan gugup. Yeojachinguku pasti bisa. Ohhh! jagan terus mengigiti kuku jemarimu’

Nana hanya tersenyum membaca chat yg di kirim baekhyun. Namjachingunya itu memang benar-benar tahu apa kebiasaannya.

Baru saja nana hendak membalas chat tersebut tiba-tiba seseorang masuk dan memberi tahunya untuk segera bersiap.

Nana meletakkan ponselnya di atas meja. Meninggalkannya kemudian melangkah keluar.

.

.

.

Ditempat duduk penonton jongdae, yunmi dan baekhyun tengah duduk menyaksikan pertujukan teater club nana.

Pertunjukan telah dimulai sejak 16 menit yang lalu.

“Yak, yak yak jadi itu lawan main nana ? Pangeran itu ?” Yunmi menepuk-nepuk kaki baekhyun dan jongdae bersamaan.

“Hmmm” jawab baekhyun hanya dengan gumaman.

“Woahhh nana benar-benar lucky, namja itu begitu tampan. Astaga jika dia adalah pangerannya berarti nana, nana akan melakukan kiss scene dengannya” cerocos yunmi sembari terus memandang sehun di atas panggung yang tengah melakoni adegannya. Gadis itu tidak menyadari namja yang duduk di samping kirinya tengah memasang wajah bertekuk karena tidak suka mendengar pujian yunmi kepada namja yang bermain peran berasa yeojachingunya.

“Ughh bagaimana rasanya berciuman dengan namja tinggi, tampan, cool dan sexy sepertinya. Ahh aku harus bertanya kepada nana nanti. Aku benar-benar iri dengan gadis itu” lanjut yunmi

“Yak, chagi-ya apa maksudmu ?” Tanya jongdae ikut tidak suka dengan perkataan yunmi.

“Apa kau juga ingin beradegan kiss scene dengan namja itu ? Yak, bukan kah kau bilang aku yang terbaik dalam hal itu ?” Lanjut jongdae.

“Ahhh ani chagi-ya bukan itu maksudku. Kau tetap good kisserku” jawab yunmi sembari mengamit lengan jongdae kemudian bersandar di sana.

“Apa aku perlu membuktikannya lagi ?” Kali ini jongdae berkata sembari menyeringai pada yunmi yang masih bersandar di lengannya.

“Yak, kau. Di sini banyak orang” kata yunmi tersipu sembari memainkan tangannya di atas dada jongdae.

“Tidak masalah bagiku” kata jongdae dan setelahnya namja itu menyambar bibir yunmi melumatnya pelan kemudian menarik kembali wajahnya. Jongdae tersenyum kearah yunmi yang mendapat pukulan pelan di lengannya.

Lama ketiganya terdiam fokus menyaksikan pementasan. Hingga akhirnya cerita mendekati puncaknya.

Ketiganya masih diam bahkan saat sehun kembali naik keatas panggung menghampiri nana yang tengah berbaring di atas tempat tidur indahnya.

Baekhyun menegang, wajahnya menatap serius ke depan panggung bahkan saat yunmi memekik girang saat menyaksikan sang pangeran tengah mencium putrinya, cinta sejatinya, baekhyun tetap diam rasanya namja itu benar-benar tidak sanggup menyaksikan pertunjukan di depannya. Saking baekhyun tidak sanggupnya namja itu bahkan tanpa mengedipkan matanya menatap dingin yeojachingu yang tengah di cium namja lain.

.

.

.

Baekhyun, yunmi dan jongdae berjalan bersama keluar dari gedung teater bersamaan dengan penonton lainnya setelah pementasan usai.

“Wahhh penampilan nana tadi benar-benar luar biasa. Dia begitu mendalami perannya. Dan aku benar-benar terbawa” kata yunmi sembari berjalan ditengah jongdae dan baekhyun.

“Bukankah begitu chagi-ya ?” Lanjut yunmi.

“Eum” angguk jongdae “nana benar-benar berbakat. Kau pasti bangga padanya baek ?” Tanya jongdae.

Baekhyun tidak menjawab pertanyaan jongdae membuat keduanya menoleh kearah namja imut itu.

“Yak, mengapa wajahmu bertekut seperti itu ?” Tanya yunmi melihat ekspresi baekhyun benar-benar kusut.

“Ah. Ani. Eum ? Kau bertanya apa tadi ?” Jawab baekhyun.

“Tidak. Aku hanya berkata kau pasti bangga pada nana. Dia tampil begitu keren hari ini” ujar jongdae.

“Ahh. Ya. Tentu saja” kikuk baekhyun. “Apa kalian langsung pulang ?” lanjut baekhyun berusaha menyembunyikan kerisauannya.

“Ya. Kau ingin bareng ?” tanya jongdae.

“Tidak. Kalian duluan saja. Aku akan menunggu nana”

“Baiklah kalau begitu” kata jongdae.

“Anyeong baekhyun!” seru yunmi kemudian meraih satu lengan jongdae dan keduanya melangkah meninggalkan baekhyun.

Baekhyun berjalan menuju ruang ganti nana, setelah sebelumnya mengirim pesan chat kepada gadis itu. Baekhyun menunggu gadianya di depan pintu ruangan itu.

Tidak lama baekhyun menunggu, nana keluar dari dalam ruangan menghampiri namja itu dengan wajah ceria.

“Kajja, kita pulang bersama” kata baekhyun setelah nana tiba di depannya. Baekhyun kemudian menarik satu tangan nana bermaksud menggandeng gadis itu melangkah mengikutinya.

“Baek-ah” suara nana menghentikan kegiatan baekhyun. Namja itu kemudian menoleh pada nana.

“Aku tidak bisa pulang denganmu. Mian. Anggota clubku akan mengadakan makan malam setelah ini dan yang boleh ikut hanya anggota” lanjut nana.

“Ahh begitu” kata baekhyun melepaskan tangan nana dari genggamannya. “Baiklah. kau bersenang-senanglah, kabari aku jika kau sudah tiba di rumah” lanjut baekhyun.

“Eum. Baiklah” angguk nana.

“Aku pergi” kata baekhyun.

“Ya. Berhati-hatilah”

.

.

.

Sejak beberapa jam yang lalu baekhyun yang berbaring diatas tempat tidurnya terus saja mergarak gusar.

Baekhyun terus saja teringat adegan saat sehun mencium nana. Bayangan akan adegan itu terus saja terlintas di pikirannya.

Baekhyun menghentakkan kedua kakinya gusar, namja itu semakin gelisah saat menatap ponselnya yang tergelatak di atas nakas tidak juga bersuara. Ya baekhyun menunggu pesan gadis itu. Jujur saja baekhyun khawatir gadisnya akan benar-benar direbut namja balok itu.

“Arghhh aku benar-benar tidak tahan” gerutu baekhyun.

Saat baekhyun terus bergerak gusar diatas tempat tidurnya tiba-tiba ponselnya bersuara menandakan sebuah pesan telah masuk.

Namja itu segera bangkit dari posisi tidurannya dengan cepat baekhyun mengambil ponselnya dan membuka aplikasi chat tersebut.

‘Aku sudah pulang baek-ah, aku sudah berada di rumah’

Setelah membaca chat nana, tanpa pikir panjang baekhyun segera beranjak dari tempatnya berdiri mengambil coatnya dan keluar dari kamarnya.

Baekhyun telah tiba di depan pagar rumah nana, membukanya kemudian masuk. Ya baekhyun memang tahu cara membuka pagar rumah nana. setelah masuk, namja itu kembali menutupnya kemudian berjalan menuju pintu rumah.

Baekhyun menekan bel rumah nana beberapa kali setelahnya namja itu berdiri disamping pintu menunggu seseorang membuka pintu untuknya.

Tidak lama pintu itu terbuka menampakkan nana di baliknya, nana yang bingung mengapa baekhyun tiba-tiba datang ke rumahnya bersuara “baek-ah, ada apa ?”

Baekhyun yang melihat nana melangkah mendekatinya segera berjalan menghampiri gadisnya dengan sedikit berlari kecil. Saat nana sudah berada dekat dengannya baekhyun segera menarik pinggang gadis itu, mendekapnya kemudian menyatukan bibirnya dengan bibir mungil nana.

Nana yang terkejut berusaha melepaskan tautan baekhyun dengan menepuk pelan punggung namja itu. Baekhyun tidak menghiraukannya. Namja itu bahkan melumat pelan dan menggigit lembut bibir gadisnya. Setelah merasa nana mulai kesusahan bernafas baekhyun akhirnya melepaskan tautannya.

Dengan masih di jarak yang begitu dekat dan lengan baekhyun yang masih melingkar di pinggang ramping nana, baekhyun menunduk memandang bibir nana yang memerah karenanya.

“Wae baek-ah ?” Tanya nana masih dengan nafas yang tidak teratur.

Baekhyun mendongak, menatap mata bening nana kemudian berkata. “Entahlah, aku selalu terbayang adegan dirimu tadi sore. Aku benar-benar tidak tahu. Aku terganggu olehnya dan aku. Aku ingin segera menghapus jejak bibir namja itu di bibirmu. Karena ini” baekhyun menyentuh permukaan bibir mungil yang lembut dan begitu manis bagi baekhyun “ini adalah milikku” lanjut namja itu.

Wajah nana memanas, hatinya meletupkan jutaan kembang api, semburat itu tidak bisa dia sembunyikan dan senyuman akhirnya terukir indah di bibirnya. Nana tidak bisa berkata apapun dan akhirnya gadis itu memeluk baekhyun erat meletakkan kepalanya di salah satu sisi pundak baekhyun.

Lama keduanya saling mendekap sampai akhirnya baekhyun melonggarkan pelukannya dan kembali menatap wajah nana yang masih tersenyum indah padanya.

Baekhyun kembali memandang bibir nana yang menjadi candu baginya, baekhyun mendekatkan wajahnya sembari memejamkan matanya. Saat hidung baekhyun bersentuhan dengan hidung nana, gadis itu ikut memejamkan matanya. Baekhyun kembali mengecup lembut bibir yang di proklamasikannya adalah miliknya itu.

Keduanya terlarut dalam ciuman manis yang mereka buat. Sampai tiba-tiba.

“Nana-ya, siapa yang dat-, omo! Apa yg kalian lakukan ?” Suara eomma nana yang baru saja keluar berniat ingin tahu siapa yang datang di malam hari.

Nana dan baekhyun terkejut, mata keduanya membola dan dengan segera keduanya melepaskan tautan mereka.

“E-om-mma” suara nana gugup.

“B-bi-bi” suara baekhyun tidak kalah gugup.

Keduanya menatap takut pada eomma nana yang terus memandang keduanya. Lama sunyi tercipta sampai akhirnya eomma nana mendekati mereka dan duduk di sofa ruang tamu.

“Kalian berlututlah” perintah eomma nana setelahnya.

Keduanya menurut kemudian duduk bersimpuh di depan eomma nana, tidak ada yang berani membuka suara. baik nana maupun baekhyun keduanya hanya menunduk dan sesekali saling melirik satu sama lain.

“Sejak kapan kalian berhubungan ?” Tanya eomma nana serius.

Ada jeda sunyi sesaat sampai akhirnya baekhyun memberanikan diri membuka suara.

“Itu, sebenarnya sejak. sejak beberapa bulan yang lalu”

“Mengapa kalian tidak memberitahu eomma ? Apa kalian berniat menjalin hubungan di belakang eomma ?”

“Ani. Tidak eomma. Itu kami hanya belum siap bercerita dan aku. Aku takut eomma tidak setuju jika aku berkencan” kali ini nana menjawab.

“Sudah sejauh apa hubungan kalian ? Apa ….. ?” Eomma nana sengaja menggantung pertanyaannya.

“Tidak bi. Tidak sejauh yg bibi pikirkan” sambar baekhyun.

“Apa eomma dan appamu juga tidak tahu ? Ahh mereka pasti tidak tahu, mereka masih di luar kota” eomma nana menjawab pertanyaannya sendiri. Ya eomma nana dan orang tua baekhyun juga bersahabat sejak mereka kuliah dulu.

“Bi, tolong jangan larang kami. Aku berjanji tidak akan menyakiti nana, aku. Aku akan menjaganya. Sungguh” baekhyun sekali lagi memberanikan diri.

“Benarkah ?”

“Eum” angguk baekhyun pasti “bibi boleh memukulku jika aku berbohong ataupun melanggar janjiku” lanjut namja itu.

Eomma nana hanya diam, nampak menimbang namun ekspresi eomma nana benar-benar tidak dapat di baca oleh keduanya.

“memangnya siapa yang melarang kalian berhubungan ?” Suara eomma nana setelahnya yang sukses membuat baekhyun dan nana mendongak dan saling menatap tidak percaya.

“Eomma sama sekali tidak melarang kalian. Hanya saja kalian harus menjaga dan menjalin hubungan yang sehat jgn buat eomma dan orang tuamu malu” lanjut eomma nana.

“Eum. Pasti” jawab baekhyun mantap. Setelahnya namja itu menatap nana dan tersenyum bersama. Baekhyun benar-benar bahagia dan berniat ingin memeluk nana.

Baru saja namja itu mendekat, eomma nana kembali bersuara.

“Sebaiknya kau segera pulang. sudah larut malam”

Suara eomma nana menghentikan niat baekhyun seketika. Namja itu menggaruk tengkuknya kemudian bangkit.

“Ah. Nae. Kalau begitu aku permisi. Maap mengganggu dan….. terimakasih bi” lanjut baekhyun mengecup pipi eomma nana, setelahnya namja itu segera berjalan keluar dengan senyum cerah.

Ya baekhyun benar-benar bahagia. Paling tidak keresahan hatinya hari ini benar-benar tebayarkan. Baekhyun benar-benar mantap menorehkan niat di hatinya untuk selalu melindungi dan membagiakan nana. Yeojachingunya.

Fin

Okay!!!! I am back. Eaaaa maksa maksa maksa ? Gak asik ya.. not feel ? Emang bikinnya gak kayak biasanya yg sehari jadi karena ide mengalir. Sekarang ini ide mandek bgt.

Btw yg penasaran gimana makanan hangat yg ingin di santap nana itu gini nih

image

bebebaek_

Kunjungi juga ig kita ( @bebebaek_ ) mksh^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s