Namjachingu ? (Cooking Team) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Namjachingu ? (Happy New Year) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Baekhyun, nana dan yunmi tengah berada di dalam bus yang akan membawa mereka menuju tempat perkemahan. Ya, kelas baekhyun, nana dan yunmi memang tengaj melakukan kegiatan berkemah untuk menuntaskan salah satu mata pelajaran.

Sedari tadi baekhyun hanya menekuk wajahnya. Bagaimana tidak, saat ini ketinganya duduk di kursi paling terakhir bus hanya agar mereka tidak terpisah, yunmipun sedari tadi terus saja memonopoli nana hingga gadisnya itu tidak memperhatikannya.

Kesal ? Tentu saja. Apalagi sepanjang perjalanan gadis itu terus saja menggerutu dan mengoceh sesukanya.

“Huahhh, mengapa jongdae tidak boleh ikut ?”

“Mengapa siswa dari kelas lain tidak di perbolehkan. Menyebalkan”

“Yak, mengapa jongdae harus berbeda kelas dengan kita”

“Kalian” yunmi menunjukkan jari telunjuknya kearah baekhyun dan nana bergantian “kalian tidak boleh bermesraan di depanku. Kalian tidak boleh membuatku iri dan merindukan jongdae” lanjut yunmi.

Nana hanya tersenyum menanggapi perkataan yunmi. Berbeda dengan baekhyun yang mendengus kesal kepada sahabatnya itu.

“Kalian juga tidak boleh meninggalkanku eoh ? Kalian harus menemaniku” yunmi kembali berkata yang jujur itu membuat telinga baekhyun terasa sakit.

“Eum arasseo” angguk nana.

“Hmmm gumawo nana-ya” yunmi tersenyum manis kemudian memeluk nana.

.

.

.

Setelah mereka tiba di tempat perkemahan, seluruh siswa menyebar membangun tenda masing-masing. Baekhyun yang telah selesai membangun tendanya berjalan menghampiri nana dan yunmi yang tengah kesulitan untuk membangun tenda mereka. Ya, yunmi dan nana memang kebetulan menjadi teman satu tenda.

“Mau ku bantu ?” Tawar baekhyun.

“Tentu saja kau harus membantu kami” sahut yunmi.

Baekhyun menatap tidak suka kepada yunmi namun tidak memberi efek apapun untu gadis itu. Setelahnya baekhyun melihat ke arah nana dan mendapati nana tersenyum manis kepadanya.

Baekhyun membantu mendirikan tenda keduanya. Saat baekhyun telah selesai mengikat pemberat di salah satu sudut tenda, namja itu berdiri dan menghampiri nana yang masih mengikat pemberat di sudut lainnya. Baekhyun berjongkok kemudian berniat membantu nana.

Saat tangan baekhyun hendak menyentuh tali pengikatnya tanpa sengaja tangannya bersentuhan dengan nana. Keduanya lantas saling berpandangan dan saling tersenyum.

“Kajja, saem menyuruh semuanya untuk berkumpul” suara yunmi menginterupsi kegiatan keduanya. Baekhyun dan nana segera bangkit.

“E-oh” suara nana tergagap.

“Eum, kajja!” Yunmi mengamit lengan nana kemudian melangkah meninggalkan baekhyun di belakang keduanya.

Baekhyun hanya menghela nafas berat kemudian ikut melangkah.

“Baiklah. Karena semuanya telah berkumpul, langsung saja. Untuk kelancaran dan kenyamanan perkemahan kita mari kita lakukan pembagian tugas. Sebelumnya apakh ada sukarelawan ?” Tanya lee saem memulai pembicaraan.

Banyak yang menawarkan diri menjadi sukarelawan dari mencari kayu bakar, mengambil air, mencuci dan lainnya. Saat sudah tidkk ada siswa yang mengangkat tangannya lagi, nana tiba-tiba mengangkat satu tangannya.

“Aku akan memasak untuk semuanya” suara nana setelahnya.

“Aku akan membantu” baekhyun turut mengangkat tangannya.

“Nado. Aku juga akan membantu” yunmi menimpali lalu tersenyum.

Baekhyun menatap jengah kepada yunmi. Gadis itu benar-benae, baekhyun hampir frustasi karenanya.

“Ya baiklah. Kalian bisa pergi berbelanja di market terdekat. Nanti kim saem akan mengantar kalian” kata lee saem kemudian.

“Nae” jawab nana pelan.

Setelah tiba di market terdekat nana, yunmi dan baekhyun segera turun dari mobil yang di kendarai oleh kim saem. Baekhyun mengambil keranjang dorong belanjaan kemudian berjalan di samping nana.

“Bagaimana kalau ini ?” Tanya baekhyun menunjukkan suatu bahan kepada nana.

“Aniya. Lebih baik yang ini. Kita ambil yang ini saja” yunmi meletakkan bahan yang sama namun berbeda merk ke dalam keranjang belanjaan mereka.

Baekhyun kembali mendengus kesal. Akhirnya namja itu hanya berdiri di belakang dan mendorong keranjang belanjaan tanpa berbicara, membiarkan nana dan yunmi memilih bahan sesuka mereka.

Selesai berbelanja ketiganya kembali ke perkemahab membawa bahan belanjaan mereka menhju dapur perkemahan.

Nana mengeluarkan setiap barang belanjaan dan menyusunnya di atas meja. Gadis itu menyiapkan beberapa alat dan bahan untuk di masaknya.

“Ada yang bisa aku bantu ?” Tanta baekhyun menghampiri nana.

“Eoh. Aku juga. Apa yang harus aku bantu ?” Tanya yunmi ikut menghampiri nana.

Baekhyun memutar bola matanya jengah sedangkan nana, gadis itu tersenyum lembut melihat keduanya.

“Kalian bisa membantuku mencuci beras dan beberapa sayuran ?”

“Tentu. Aku akan mencucinya” baekhyun mengambil beras dan sayuran di atas meja, namun saat namja itu berbalik tiba-tiba yunmi mengambil tempat sayuran di tangannya.

“Sayurnya biar aku saja yang mencuci” suara yunmi kemudian berjalan menuju belakang.

Saat berada di belakang, baekhyun dan yunmi mencuci beras dan sayuran bersebelahan. Yunmi terus saja bersenandung ceria kontras dengan namja di sebelahnya yang sedang menekuk wajahnya.

“Yunmi-ya” panggil baekhyun.

“Eum” sahut yunmi tanpa mengalihkan pandangannya.

“Apa kau akan terus melakukan hal ini ?”

“Eoh. Apa ?” Yunmi menghentikan kegiatan mencucinya kemudian menatap bingung baekhyun.

“Bagaimana jika aku adalah dirimu ? Apa kau terganggu setiap kau ingin dekat dengan jongdae aku selalu menghampirimu”

Yunmi diam sesaat, jika di pikir kembali benar apa yang di katakan baekhyun, bagaimanapun dia pasti ingin berdua dengan nana. Mungkin jika yunmi menjadi baekhyun, yunmi tidak akan diam bahkan akan mencaci maki baekhyun. Yunmi tersenyum setelahnya dan berkata.

“Ah. Mianhae. Kau pasti ingin berdua dan melakukan hal romantis bersama nana. Baiklah, aku tidak akan mengganggu” yunmi meletakkan tempat sayuran yang di pegangnya.

“Aku akan kembali ke tenda menemui yang lainnya. Kai selesaikan ini eoh. Dan figthing!” Lanjut yunmi kemudian pergi meninggalkan baekhyun.

“Ckckc, dia sama sekali tidak merasa bersalah” gumam baekhyun sembari melanjutkan pekerjaannya.

Baekhyun kembali ke dapur dengan membawa dua buah mangkuk di tangannya. Namja itu kemudian meletakkanya di depan meja nana.

Nana yang melihat baekhyun kembali hanya seorang diri lantas bertanya.
“Baek-ah, mana yunmi ?”

“Dia kembali ke tenda”

“Kau memarahinya ?”

“Tidak. Dia bilang ingin menemui teman lainnya dan dia juga bilang dia tidak pernah memasak karena biasanya jongdae yang selalu memasak untuknya” tutur baekhyun menjelaskan.

Nana hanya mengangguk mendengar penurutan baekhyun sembari mengambil beberapa sayuran yang tadi di cuci baekhyun kemudian memotongnya.

Lama nana memotong sayuran hingga tempatnya kosong. Sementara baekhyun sibuk mengaduk sosis yang telah di goreng nana.

“Ahh!” Pekik nana saat pisau yang di pegangnya tanpa sengaja mengenai jemarinya.

Baekhyun segera menghampiri nana “kenapa ? Yak, jarimu berdarah” kata baekhyun teedengar panik.

Namja itu segera menghisap jemari nana yang terluka untuk menghentikan perdarahannya. Baekhyun kemudian meraih tas yang sebelumnya di bawanya mencari sesuatu di dalamnya kemudian mengeluarkan kotak kecil panjang berwarna cokelat.

Baekhyun mengoleskan obat merah pada luka nana kemudian membalutnya dengan plester bermotif.

“Cha, sudah selesai. Berhati-hatilah” ucap baekhyun lembut.

“Eum” nana mengangguk kemudian berjalan kembali menuju meja untuk melanjutkan pekerjaannya.

Nana kembali memotong beberapa sayuran dan karena kemarinya yang terluka membuat nana kesulitan memegang pisaunya hingga potongan tiap potongan nana mengahasilkan suara yang lumayan nyaring membuat baekhyun bergidik mendengarnya.

Baekhyun kembali melangkah menghampiri nana kemudian berhenti tepat di belakang gadis itu. Baekhyun memegang kedua tangan nana menunutun gadis itu memotong sayur dengan lebih nyaman. Nana tersenyum di sela kegiatan mereka memotong sayut begitupun baekhyun, namja itu juga tersenyum lembut disisi kepala nana.

Lama keduanya terdim dalam posisi seperti itu, membiarkan hentakan pisau berbunyi bagai detak jantung keduanya. Baekhyun dan nana larut dalam suasana yang baekhyun ciptakan sampai ketika sebuah aroma menyengat indera penciuman keduanya.

“Astaga, sosisnya!” Pekik nana.

Baekhyun segera melepaskan tangannya, berjalan beberapa langkah kemudian mematikan kompor. Baekhyun meraih sebuah sendok lalu mengambil spotong sosis yang tadi di goreng nana dan memasukkannya ke dalam mulunya.

“Bagaimana ? Apa masih enak ?” Tanya nana ragu. Gadis itu mendekati baekhyun kemudian mengambil sendok dari tangan namjachingunya itu berniat ingin ikut mencicipi.

Baru saja nana berhasil mengambil sendok dari tangan baekhyin kemudian hendak berbalik  tiba-tiba baekhyun menangkup wajah nana dengan kedua tanganya. Baekhyun mengecup lembut bibir mungil nana kemudian melepaskannya kembali.

“Masih enak bukan ?” Suara baekhyun setelahnya.

Nana tidak menjawab pertanyaan baekhyun. Gadis itu masih terkejut dengan tindakan tiba-tiba baekhyun. Nana masih diam di tempat dengan pandangam kosong dan wajah yang memerah membuat baekhyun semakin gemas melihatnya.

.

.

.

“Sudah selesai!” Suara nana setelah selesai menata meja makan untuk teman-teman dan saem yang tentunya di bantu baekhyun.

Baekhyun mengelus pelan puncak kepala nana sembari tersenyum “kau sudah berkerja keras” puji baekhyun.

Nana menoleh, menatap baekhyun dan ikut tersenyum “eum. Gumawo telah membantimu” kata nana yang di jawab baekhyun dengan senyuman.

“Kau mau membantuku sekali lagi ?” Lanjut nana.

“Tentu saja. Apa ?”

“Toling panggilkan semuanya”

“Arasseo” kata baekhyun masih dwngan senyumnya kemudian namja itu beranjak dari tempatnua.

Setelah semuanya telah berkumpul, baekhyun kembali berdiri di samping nana.

“Silahkan dimakan” sopan nana mempersilahkan.

“Woahhh”

“Sepertinya enak”

“Ah, kita makan besar” suara dari beberapa siswa lainnya.

“Gumawo nana-ya, baekhyun-ah” kata lee saem setelah duduk di tempatnya.

“Gumawo!” Seru seisi kelas.

“Kami akan makan. Mari makan” ucap mereka serengak. Semuanya menikmati makan malam mereka tidak terkecuali nana dan baekhyun yang masih berdiri di tempat mereka. Keduanya kemudian menduduki kursi kosong yang memang untuk mereka kemudian ikut menikmati makan malam bersama mereka.

Fin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s