Namjachingu ? (Happy New Year) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Namjachingu ? (Friend ?) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Yunmi bergegas melangkah melewati kerumunan siswa lainnya di sepanjang lorong menuju kelasnya. Saat kini pintu kelasnya telah terlihat, gadis itu semakin tidak sabar hingga tanpa sadar semakin mempercepat langkahnya menjadi berlari.

Dengan bafas terengah-engah yunmi menghentikan langkahnya di depan mejanya dimana di sebelahnya nana telah duduk manis di kursinya. Oh dan jangan lupakan baekhyun yang duduk di belakang nana tengah menatap aneh padanya.

“Yunmi-ya wae ?” Tanya nana.

“Hoshhh… ak-ku pun-nya kabar ba-gus. Ka-lian a-pa-”

“Yak, atur dulu nafasmu” suara baekhyun merasa kasihan.

Yunmipun pelan-pelan mengatur nafasnya kemudian duduk di samping nana.

“Apa sudah lebih enak ?” Tanya nana lagi.

“Eoh” angguk yunmi. Gadis itu kemudian memiringkan posisi duduknya, meletakkan satu tangannya di meja baekhyun dan kembali berkata ” malam pergantian tahun nanti kalian apa sudah memiliki rencana ?”

“Belum. Lagipula itu masih satu minggu lagi” jawab nana.

“Yak, satu minggu itu singkat dan lagi setelah hari esok kita sudah libur sekolah. Baekhyun, apa kau sudah merencanakan sesuatu atau surprice untuk nana ?” Tanya yunmi.

“Ahh.. itu. Anu. Tidak ada” jawab baekhyun gelagapan.

“Cih, kau ini bagaimana. Benar-benar tidak romantis” ejek yunmi yang mendapat tatapan membunuh dari baekhyun.

“Jadi begini. Tadi jongdae mengajakku untuk merayakan pergantian rahun di villa milik keluarga ya di myeondong, karena kami merasa akan sepi jika hanya berdua jadi aku ingin mengajak kalian. Bagaimana ?”

“Apa itu tidak terlalu jauh ?”

“Tidak. Yak, nana-ya daerah itu masih di seoul. Lagipula ini libur, kita kesana naik kereta api. Eummm pasti seru” antusias yunmi.

“Kalau begitu aku terserah baekhyun saja”

Yunmi memandang ke arah baekhyun “bagaiman ?” Tanya yunmi memastikan.

“Kau yakin hanya ada kita ? Bukankah itu villa keluarga jongdae lalu bagaiman dengan ayah dan ibunya ? Akan terasa aneh jika kita mengganggu acara keluarga” tutur baekhyun.

“Kau tenang saja. Keluarga jongdae sedang berada di london menyusuk hyung jongdae yang kuliah di sana dan mereka akan melewati pergantian tahun di sana. Ya, seharusnya jongdae juga ikut. Hanya saja karena dia tidak tega meninggalkanku melewati malam pergantian tahun sendiri dia menolak dan memilih menemaniku. euhhh manis bukan ?”

Nana hanya tersenyum mengiyakan perkataan yunmi.

“Jadi bagaimana baekhyun ?” Tanya yunmi lagi.

“Baiklah”

“Assa!” Seru yunmi senang, gadis itu tersenyum lebar yang di balas nana dengan senyum pula.

“Baiklah. kita akan pergi kamis pagi. Lusa aku akan memesan tiket terlebig dahulu agar tidak kehabisan. Ingat jangan telat” lanjut yunmi.

“Ckck, memangnya yang biasa telat siapa ?” Sindir baekhyun.

Seolah tidak mendengar sindiran baekhyun, yunmi kembali berkata.
“Oh ya karena kita pergi lumayan jauh jadi kita belanja di sana saja nanti. Jadi hanya bawa perlengkapan pribadi kalian saja okay ?”

“Nae” jawab nana.

.

.

.

Tidak terasa hari itu telah tiba, pergantian tahun kini hanya tinggal menghitung jam. Baekhyun dan nana telah tiba di statisiun kereta api kembali menunggu jongdae dan yunmi.

“Lihat siapa yang kembali terlambat” gerutu baekhyun.

“Hmmm itu memang kebiasaan yunmi, baek-ah” bela nana.

“Padahal lagaknya seakan tidak pernah telat, ckck” cibir baekhyun.

Nana tersenyum manis kemudian menghadapkan tubuhnya kepada baekhyun. Tangan gadis itu terulur membenarkan letak beanie di kepala namjachingunya membuat baekhyun juga menyunggingkan senyum di bibir tipisnya.

“Anyeong!” Sebuah suara yang begitu familiar menginterupsi kegiatan mereka.

“Hai” sapa jongdae tersenyum cerah.

Baekhyun berhenti tersenyum kemudian memandang kearah sumber suara.

“Yak, kau ingat siapa yang mengatakan jangan telat ?” Suara baekhyun penuh penekanan di akhir kalimatnya.

“Mian” jawab yunmi tanpa dosa “lagipula baguskan aku terlambat, kalian bisa bermesraan pagi-pagi” lanjut gadis itu.

“Yak, kau-” pekik baekhyun.

“Sudahlah baek-ah” potong nana.

“Ah, ayo kita naik. Kereta yang kita tumpangi akan berangkat” kata jongdae mengalihkan.

“Ya. Kajja!” Jawab yunmi kembali mengamit lengan jongdae dan berjalan setelahnya di ikuti baekhyun dan nana yang berjalan berdampingan di belakang.

Setelah berada di dalam kereta, baekhyun dan nana duduk di kursi belakang dan tepat di depan mereka jongdae dan yunmi duduk.

“Hushhh” desis nana merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Gadis itu menggosokkan kedua tangannya.

“Kau kedinginan ?” Tanya baekhyun.

“Eum” angguk nana.

“Mana sarung tanganmu ?”

“Aku lupa membawanya. Tadi aku terlalu terburu-buru” jelas yunmi. Pantas saja sepanjang jalan menuju stasiun kereta tadi gadis itu selalu menyelipkan kedua tangannya di saku jaket tebalnya.

“Bahkan benda sepenting itu kau melupakannya” kata baekhyun mengusap pelan puncak kepala nana. Namja itu kemudian melepas sarung tangan di sebelah kanan tangannya dan memasangnya pada tangan kanan nana. Tangannya yang kini tidak di lindungi sarung tangan meraih dan menggenggam eray tangan nana yang juga tidak di lindungi sarung tangan.

Baekhyun menarik lengan keduanya yang saling bertautan ke dalam saku jaketnya. Rasa hangat menjalar di sekujur tubuh keduanya saling menghantarkan satu sama lain.

Baekhyun tersenyum tipis begitupub nana, gadis itu merona dan berusaha menutupinya dengan memandang keluar jendela.

“Apa masih dingin ?” Tanya baekhyun masih dengan senyumnya.

“Tidak” jawab nana pelan.

“Dae-ya, aku kedinginan” suara yunmi merangkul lengan jongdae yang duduk di sampingnya.

Jongdae menatap gadisnya, tersenyum dan berkata “aigoo.. saat kedinginanpun kau begitu menggemaskan. Lihat hidungmu memerah chagi”

“Yak, kau-” rajuk yunmi.

“Aku hanya bercanda, kemarilah” jongdae menarik tubuh yunmi ke dalam dekapan hangatnya. Gadis itu kemudian meletakkan kepalanya di bahu jongdae.

Keempatnya tersenyum bahagia, keretapun bergerak membawa mereka menuju tempat tujuan.

Setelah beberapa jam perjalanan mereka akhirnya tiba di daerah myeondong.

“Yak, kalian bangunlah” suara baekhyun membangunkan jongdae dan yunmi yang tengah terlelap sambil berpelukan.

“Heyy bagunlah. Kita sudah sampai” lanjut baekhyun menggoyang tubuh jongdae.

Jongdae mengerjap “eungh…” gumam namja itu.

“Kita sudah sampai ?” Tanya jongdae.

“Sejak beberapa saat yang lalu jawab baekhyun cepat.

Jongdae tersenyum kemudian menundukkan kepalanya menatap gadis yang masih terlelap di bahunya.

“Kalian turunlah terlebih dahulu. Nanti supir lee akan menjemput kita. Biar aku membangunkan yunmi dulu” kata jongdae lagi.

“Baiklah” setuju baekhyun. “kajja nana-ya” lanjut baekhyun menggandeng tangan nana.

Sepentinggal baekhyun dan nana, jongdae kembali memandang yunmi dan tersenyum.

“Chagi” panggil jongdae pelan.

“Chagi-ya, bangunlah. Kita sudah sampai di myeongdo” lanjut jongdae mengusap pelan pipi mulus yunmi.

“Hey, yunmi-ya bangun atau aku akan menciummu”

Masih tidak ada respon dari yunmi. Jongdae semakin mendekatkan wajahnya. Saat wajah keduanya hampir tidak berjarak jongdae kembali tersenyum. Bagaimana tidak, dia melihat jelas bagaimana kedua mata yunmi mengerjap namun masih tertutup. Jongdae kemudian meniup pelan bibir manis yunmi membuat gadis itu tidak tahan untuk tidak membuka matanya.

“Kau benar-benar nakal ya” kata jongdae kemudian menyentil pelan ujung hidung yunmi.

“Kajja! Kita harus keluar sebelum kereta ini kembali melaju” lanjut jongdae.

“Nae” jawab yunmi sembari bangkit dari duduknya.

“Maap membuat kalian menunggu” kata jongdae setelah berhenti melangkah di depan baekhyun dan nana.

“Gwenchana” jawab nana.

“Kalian tunggu disini aku akan menghubungi supir lee dahulu”

“Baiklah chagi” jawab yunmi, jongdae kemudian berlalu menjauh.

Tidak berapa lama kemudian jongdae kembali dan berkata. “Ayo. Ikuti aku. Supir lee telah menunggu”

“Eum” jawab nana dan yunmi berbarengan. Ketiganyapun berjalan mengikuti jongdae. setelah menunduk kepada supir lee mereka masuk ke dalam mobil dan melaju menuju villa.

.

.

.

Setelah tiba di villa jongdae mereka masuk, baekhyun segera pergi ke kamar mandi yang sebelumnya di tujukan jongdae.

Yunmi dan nana tengah melihat-lihat sekeliling villa.

“Woahhh indah sekali” suara yunmi.

“Eum ya benar-benar indah” sahut nana.

“Nana-ya lihatlah halaman dan pepehonan itu semuanya di tutupi salju”

“Eum” angguk nana.

“Kalian tidak ke kamar kalian dan membersihkan diri ?” Tanya jongdae.

“Sebentar lagi, chagi” jawab yunmi “kajja! Nana-ya” gadis itu menarik lengan nana dan melangkah menuju kamar mereka.

Selesai membersihkan diri yunmi keluar dari kamar menuju ruang tengah dan mendapati baekhyun yang sedang duduk di atas sofa menatap layar tv di depannya.

Yunmi menolehkan kepalanya dan mendapati jongdae tengah mengangkat beberapa peralatan barbeque mereka. gadis itu kemudian berjalan dan menghampirinya.

“Mengapa membawanya seorang diri chagi ?” Tanya yunmi membuat jongdae menatap kearahnya.

“Gwenchana chagi, ini memang tugasku”

“Yak, kau hanya diam menonton tanpa berniat membantu ? Cemm” marah yunmi kepada baekhyun.

“Apa ? Dia tidak meminta bantuanku” ketus baekhyun.

“Dasar. Yak, kau tidak bergegas berbelanja ? Bukankah itu tugasmu ?” Marah yunmi lagi.

“Aku sedang menunggu nana”

“Nana ada di kamar, kau susul lah” suruh yunmi lagi.

Baekhyun yang sedang malas mendengar ocehan yunmi segera bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar nana.

Saat tiba di depan pintu kamar. Baru saja baekhyun hendak membuka pintu kamar tersebut tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampakkan sosok nana di belakangnya.

“Eoh ?” Kejut nana “kau lama menungguku ? Mian” lanjutnya.

“Aniya. Aku hanya malas mendengar ocehan yunmi” aku baekhyun. “Kajja kita pergi, sebelum dia kembali mengoceh” lanjut baekhyun berbalik dan berjalan terlebih dulu.

“Ahhh” baekhyun berhenti melangkah dan kembali berbalik “ini pakailah nanti kau kedinginan” baekhyun menyerahkan sepasang sarung tangan kepada nana.

“Kau bagaimana ?”

“Aku” baekhyun mengangkat kedua tangannya yang sudah berbalut sarung tangan “aku membawa lebih. Jadi pakailah” lanjut namja itu.

“Gumawo” ucap nana kemudian melangkah di samping baekhyun, keduanya diantar supir lee menuju market di daerah sekitar untuk membeli beberapa bahan makanan yang mereka butuhkan.

Setelah tiba di market, baekhyun mengambil keranjang dorong dan berjalan di samping nana.

“Daging, sosis, paprika, bawang dan… apalagi baek ?” Gumam nana menyebut beberapa bahan yang mereka butuhkan.

“Minyak sayur, saos” baekhyun memasukkan bahan yg di sebutnya kedalam keranjang belanjaan mereka.

“Hemm untunglah aku hampir saja lupa” kata nana tersenyum.

Baekhyunpun ikut tersenyum “kajja kita kebagian lain. Kita juga harus membeli beberapa jus, minuman soda dan beberapa snack” lanjut baekhyun.

“Baiklah”

Setelah merasa belanjaan mereka sudah cukup, keduanya segera menuju kasir dan membawa barang belanjaan kedalam mobil di bantu supir lee.

Saat mereka tiba di villa baekhyun dan nana membawa barang belanjaan kedapur dan meliat jongdae dan yunmi sedang-

“Chagi-ya, apa kau tidak kedinginan hanya mengenakan sweater tipis itu ?”

“Tidak, lagipula kita di dalam ruangan dan jika aku kedinginan ada kau yang selalu menghangatkan” jawab yunmi sembari memeluk jongdae yang tengah merapikan alat panggangan dari belakang.

“Yak, jika kau seperti ini terus aku bisa-”

“Ehem!” Suara baekhyun menghentikan gerak jongdae yang hendak berbalik menghadap yunmi.

“Maap mengganggu, kami tidak bermaksud. Ya hanya ingin meletakkan barang-barang ini” kata baekhyun setelahnya.

“Dae-ya, bagaimana kita akan barbeque jika tiba-tiba angin deras ?” Tanya yunmi tanpa memperdulikan kalimat baekhyun dan masih memeluk jongdae.

“Tenang saja di teras belakang ada tembok besar yang jika badaipun tidak akan memadamkan panggangan.

“Benarkah ? Baguslah kalau begitu” lega yunmi.

“Kajja! Kita bersiap-siap. Dan yunmi-ya tadi aku membeli ini” kata nana

“Woahhh nana-ya syukurlah kau membelinya tadi aku lupa berpesan untuk membeli kempang api” senang yunmi.

“Kajja! Kajja!” Seru jongdae mengangkat panggangan ke teras belakang.

Setelah semuanya siap yunmi dan nana segera membakar beberapa daging, sosis, paprika dan bawang. Sedangkan baekhyun dan jongdae tengah sibuk membuka kaleng soda dan memotong daging agar lebih kecil dan tipis.

“Sudah selesai…. ayo makan” seru yunmi membawa sepiring hasil panggangannya. Dan di susul nana di belakangnya yang juga membawa sebuah piring ditangannya.

Keempatnya pun duduk di kursi yang telah mereka siapkan dan meletakkan piring tersebut di atas meja.

“Baek-ah, cobalah” nana menyodorkan sepotong daging kepada baekhyun.

Baekhyun membuka mulutnya dan menerima kemudian tersenyum gumawo.

“Eumm so sweet.. dae-ya aaa..” yunmi tidak mau kalah, jongdaepun membuka mulutnya dan tersenyum kemudian mengusap pelan puncak kepala yunmi.

Merasa cukup kenyang, yunmi dan nana pun menghabur berjalan ke depan halaman ingin menyalakan kembang api mereka.

“Yak, sini aku bantu menyalakannya berbahaya” cegah baekhyun kemudian ikut berlari.

Saat tengah asik bermain kembang api tertawa bahagia jongdae menghampiri ketinganya kemudian mengarahkan cameranya dan meng’klik’ sebuah foto tercipta.

“Yahh sudah habis” kata yunmi saat kembang api terakhir mereka padam.

“Hmmm nanti lihat di langit, pasti jauh lebih indah saat pukul 00” ucap jongdae sembari mengajak yunmi kembali duduk di meja mereka.

Nana ikut mendekati meja dan mengambil segelas orange jus, tidak mendapati baekhyun di sana, nana kembali mengarahkan pandangannya ke halaman depan dan benar baekhyun tengah duduk dihamparan salju.

Nana bergerak menghampiri namja itu kemudian duduk di sampingnya.

“Mengapa masih disini ? Apa tidak dingin ?” Suara nana.

Baekhyun tersenyum “Tidak, hanya langit terlihat indah dari sini” jawab baekhyun sembari menoleh kepada nana yang tengah meminum orange jusnya. Baekhyun kembali tersenyum.

“Kau mau ?” Tanya nana polos dan di jawab baekhyun hanya dengan anggukan.

“Tunggu sebentar akan aku ambilkan” jawab nana hendak bangkit namun dicegah oleh lengan baekhyun.

Nana menatap baekhyun bingung “yang ini saja” namja itu mengambil orange jus ditangan nana dan meminumnya.

“Tapi itu sisa dariku”

“Gwencahana. rasanya bahkan lebih manis, apa karena bekas bibirmu ?”

Nana tersipu “ya kurasa, rasanya benar-benar mirip dengan bibirmu. Dan lagipula jika kau kesana kau akan mengganggu mereka” baekhyun menunjukkan jarinya kearah meja mereka, nana menoleh dan mendapati jongdae dan yunmi yang entah sejak kapan tengah saling berbagi kecupan dan saling bertautan.

“Aku tidak ingin kita kembali mengganggu mereka. Cukup tadi sore” lanjut baekhyun.

Nana kembali memandang baekhyun dan tersenyum. Baekhyun mendekatkan wajahnya kearah nana, matanya menatap sendu bibir nana dan nana terkesiap saat tangan lentik baekhyun mengancing satu kancing jaketnya yang terbuka.

“Kau bisa kedinginan lagi” kata namja itu setelahnya.

Nana berusah mengalihkan rasa malunya telah salah mengira akan tindakan baekhyun dengan mengalihkan pandangannya. Namun, baru beberapa detik dia memandang kearah lain tangan baekhyun kini merangkul pundaknya dan membuat tubuhnya terjembab dalam pelukan namja itu.

“Gumawo telah berada di sisiku dan menemaniku. Ku harap tahun depan dan di tahun tahun berikutnya akan tetap seperti ini” ucap baekhyun setelahnya banyak kembang api menyala di atas langit, indah. Membentuk beberapa pola dan berwarna warni menandakan pergantian tahun telah tiba.

Keduanya menatap indah keatas langit dengan tangan baekhyub yang merangkul bahu nana, dan nana yang memeluk erat pinggang baekhyun.

Fin

Okay, selesai. Mian gaje di buatnya buru-buru. Moga ada yang suka. And happy new year gayss moga tahun depan lebih baik. Dan semoga exo tetap cetar, keche, keren, menggoda, ganteng, cantik (?). Udah-ah mau pulang. Bybyby~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s