Happy Birthday My Dear – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Main cast : Park Chan Yeol (EXO),  Nam Hye Jin (oc).

Genre : romance, campus life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

“Kau benar-benar akan pergi ?” Tanya chanyeol setelah melihat yeojachingunya berkemas memasukkan beberapa pakaian dan buku-bukunya ke dalam koper.

“Hmmmm. Tentu saja. Perlombaan ini salah satu impianku, kau tau sendiri dan lagi aku tidak mungkin menolaknya setelah profesor meminta secara langsung kepadaku untuk mengikutinya” jawab hyejin masih dengan kesibukannya.

“Aku tau, tapi-” chanyeol menggantungkan kalimatnya “apa kau lupa ? Perlombaan itu berlangsung tepat di hari ulang tahunku” lanjut chanyeol, setelahnya namja itu berjalan menghampiri hyejin dan meletakkan kedua lengannya di bahu gadis itu.

“Sayang. Busan itu memiliki jarak yang cukup jauh. Apa kau tidak ingin merayakan ulang tahunku bersama ?”

Hyejin menghela nafas berat, menatap chanyeol yang berdiri tepat di depannya dan berkata.

“Aku tahu. Karena itu aku akan membelikanmu hadiah spesial disana nantinya” hyejin tersenyum “chanyeol-ah, mengertilah. Ku mohon. Kita akan merayakan ulang tahunmu nanti setelah aku kembali bagaimana ? Hmmm ?” Lanjut hyejin.

Chanyeol tidak menjawab pertanyaan hyejin, namja itu hanya diam dan menatap hyejin dengan raut kecewa.

Menyadari perubahan ekspresi di wajah chanyeol, hyejin kembali menghela nafas dan beranjak maju memeluk chanyeol, melingkarkan lengannya di pinggang namja jangkung itu dan meletakkan kepalanya bersandar di permukaan dada chanyeol.

“Mianhae, tidak bisa merayakan ulang tahunmu bersa. Aku janji setelah aku pulang kita akan merayakannya. Berdua”

Chanyeol menghela nafas berat kemudian membalas pelukan hyejin erat.

“Kau janji hmm ?”

“Hmmm janji”

Ada hening sesaat. Keduanya diam tanpa suara, hanya memeluk tubuh masing-masing erat menyalurkan setiap perasaan keduanya.

“Besok kau berangkat jam berapa ?” Chanyeol membuka suara.

“Jam 11 siang”

“Baiklah. Ayo ku bantu berkemas” kata chanyeol dengan senyum hangatnya yang sempat hilang beberapa saat lalu.

“Eum. Kajja!” Hyejin melepas pelukannya kemudian menarik tangan chanyeol mendekati kopernya.

.

.

.

Chanyeol menarik koper di samping tubuhnya, berjalan di koridor utama kampusnya bersama dengan hyejin di sisi lain tubuhnya.

“Jangan lupa makan”

“Nae”

“Jangan berjalan sendirian”

“Nae”

“Jangan terlalu keras belajar”

“Nae”

“Kau harus jaga diri baik-baik”

“Yak, chanyeol-ah, kau sudah seperti seorang appa. Tidak perlu khawatir. Aku akan menjaga diri baik-baik, makan teratur dan tidak akan berjalan sendirian” kata hyejin dengan senyum di bibirnya yang di balas chanyeol dengan senyuman pula.

“Oh ya. Bagaimana ? Kau akan kemana di malam ulang tahunmu ?”

“Tidak ada. Aku hanya akan tidur”

“Yak! Mana boleh begitu”

“Mau bagaimana lagi kau tidak bersamaku”

“Setidaknya kau bisa bergi bersama teman-temanmu”

Chanyeol menghentikan langkahnya, menghadapkan tubuhnya ke arah hyejin

“Bolehkah ?” Tanya chanyeol.

“Tentu saja boleh. Bagaimanapun ulang tahun harus di rayakan tepat di harinya”

“Tapi-, akan terasa aneh tanpa adanya yeojachinguku”

“Gwenchana… bukankah kita akan merayakannya lagi nanti ?”

“Eum” angguk chanyeol.

“Ah. Sepertinya cafe minseok oppa cocok untuk acara makan-makan bersama kalian”

“Ya ku rasa cocok”

“Bagaimana kau ingin disana ? Aku akan menghubungi minseok oppa sekarang” hyejin berniat mengambil ponsel di dalam tasnya.

“Tidak perlu. Aku bisa menghubunginya nanti”

“Eoh benarkah ? Baiklah”

Keduanya kembali berjalan beriringan, melewati koridor utama hingga tiba di halaman depan kampus. Chanyeol memasukkan koper milik hyejin ke dalam bagasi bus yang akan membawa hyejin dengan rombongan menuju busan.

Hyejin menghampiri chanyeol di samping bus kemudian berkata.

“Aku pergi ne ?”

“Eum. Jangan lupa kau harus segera menghubungiku setelah tiba di sana”

“Ne” hyejin tersenyum cerah, memajukan sedikit tubuhnya mengecup pipi chanyeol kilat dan setelahnya naik ke dalam bus.

Chanyeol masih diam di samping bus hingga akhirnya bus bergerak. Chanyeol kembali tersenyum mendapati hyejin melambaikan tangan kearahnya.

“Aku pasti akan merindukanmu” gumam chanyeol.

.

.

.

Chanyeol baru saja tiba di depan pintu apartemennya setelah kembali dari acara makan-makan bersama teman-temannya.

Chanyeol membuka pintu apartemennya kemudian menekan sakelar untuk menyalakan lampu apartemennya. Beberapa kali chanyeol menekan-nekan benda kotak tersebut namun lampu apartemennya tidak menyala juga.

“Aneh, apa mungkin terputus ?” Gumam chanyeol. Namja itu akhirnya berjalan pelan memasuki apartemennya yang benar-benar gelap.

Setelah berjalan beberapa langkah, tepat di ruang tengah apartemennya chanyeol menghentikan langkahnya. Ekspresi terkejut terpampang jelas di wajahnya. Bagaimana tidak ? Hyejin yang setahu chanyeol sedang berada di busan kini berdiri di depannya dengan memegang sebuah kue yang penuh lilin-lilin kecil di atasnya. Tidak hanya itu kelopak bunga dan lilin-lilin dengan ukuran yang lebih besar juga tersusun indah di atas lantai keramik mengelilingo meja dan sofa.

Masih dengan wajah terkejutnya chanyeol akhirnya tersenyum ceria hingga menampakkan deretan gigi putihnya ketika hyejin melangkah mendekatinya dengan membawa sebuah kue dan menyanyikan lagu happy birthday.

Chanyeol masih tersenyum setelah lagu tersebut selesai di nyanyikan oleh hyejin. Matanya masih menatap hyejin tak percaya.

“Yak, bagaimana ? Bukankah seharusnya  kau berada di busan ? Bagaimanan dengan perlombaanmu ?”

“Sudah selesai” jawab hyejin pelan.

Mendengar jawaban hyejin alis chanyeol mengerut tidak mengerti.

“Sudahlah nantiku jelaskan, sekarang cepat tiup lilinnya. Lihat, lilinnya sudah meleleh mengenai kuenya” kata hyejin.

Chanyeol kembali tersenyum, namja itu meniup lilin dan setelahnya mengelus pelan puncak kepala hyejin.

Hyejin tersenyum kemudian menarik lengan chanyeol dan menuntun namja itu mengikutinya menuju sofa. Hyejin meletakkan kue di atas meja dan duduk di samping chanyeol.

“Mianhae. Aku sudah berbohong kepadamu” kata hyejin membuka suara.

“Sebenarnya perlombaan itu hanya berlangsung dua hari. Aku terpaksa membohongimu karena kau benar-benar mengingat hari ulang tahunmu. Aku jadi tidak bisa mengerjaimu”  lanjut hyejin.

Chanyeol tersenyum mendengarkan penuturan dari yeojachingunya dan bersuara.

“Gwenchana, setidaknya kau telah berjanji memberiku hadiah spesial”

“Cih. Kau tidak hanya ingat hari ulang tahunmu tapi kau juga mengingat hadiahmu”

“Tentu saja. Mana hadiahku ?” Kata chanyeol dengan mengangkat satu tangannya.

“Mianhae aku lupa membelinya” jawab hyejin dengan suara lemah.

“Jangan berbohong. Kau tidak mungkin melupakannya. Bukankah yeojachinguku selalu menepati janjinya ?” Ucap chanyeol dengan senyum lebarnya.

“Eum kau benar-benar” hyejin mencibir kemudian gadis itu berbalik dan mengambil sesuatu di samping sofa.

“Ini hadiahmu” kata hyejin menyerahkan sebuah bingkisan berwarna biru gelap.

“Lihat. Aku benarkan ? Kau tidak mungkin melupakannya” chanyeol mengambil bingkisan tersebut lalu membukanya semangat.

“Earpone ?” Gumam chanyeol.

“Ya. Karena kau suka mendengarkan musik, ku harap kau bisa mendengarkan musik dengan baik dan menyanyikannya untukku setelahnya” kata hyejin “bagaimana kau menyukainya ?” Lanjut gadis itu.

“Eoh, aku sangat menyukainya. Gumawo”

“Eum” hyejin tersenyum manis. “Kajja! Kita potong kuenya” lanjut hyejin setelahnya.

“Nanti saja. Aku masih kenyang dan lagi aku benar-benar merindukanmu” chanyeol memeluk tubuh hyejin yang duduk di sampingnya.

“Kau jahat sekali meninggalkanku berhari-hari, apa kau tidak merindukanku ?” Tanya chanyeol di tengah pelukannya.

“Tentu saja aku juga merindukanmu” hyejin membalas pelukan chanyeol.

“Benarkah ? Kalau begitu aku akan mengambil hadiahku yang lainnya”

“Hadiah ? Aku hanya membeli satu” jawab hyejin bingung.

“Ya hadiah. Kau tidak mengerti ?” Tanya chanyeol dengan senyum miring yang telah tersungging di bibirnya.

Hyejin tidak mengerti. Gadis itu hanya memandang chanyeol yang di berada di sampingnya setelah sebelumnya namja itu merenggangkan pelukannya dan mengarahkan wajahnya tepat di depan wajah hyejin.

“Maksudku hadiah seperti ini” chanyeol mengecup kening, kelopak mata kanan, ujung hidung dan terakhir bibir hyejin.

“Yya-ak!” Pekik hyejin setelahnya, namun saat gadis itu membuka matanya dan mendapati chanyeol menatapnya lekat membuat hyejit mengurungkan niatnya untuk melanjutkan kalimatnya.

Lama keduanya saling menatap dalam di tengah hening yang menghangatkan hingga akhirnya hyejin membuka suara.

“Saengil chukkae my dear” kata hyejin pelan dengan senyum manisnya.

Chanyeol ikut tersenyum kemudian namja itu kembali mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibir hyejin. Chanyeol melumat bibir atas dan bibir bawah gadis itu bergantian. Setelahnya chanyeol memisahkan tautannya dan beralih mengecup kening hyejin lama kemudian memeluk gadis itu. Chanyeol mengusap lembut surai hitam hyejin dan berkata.

“Gumawo chagi”

Fin

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Saengil chukkae namja jangkung tergagah tersekseh terhongkong, sehat-sehat terus, terus senyum cerah bak mentari menyinari planet dengan sejuta kehangatan. Sukses terus bareng exo, terus berkembang di bidang musik, sukses aktingnya, filmnya booming (eungh~ greget nunggu film sama tente mabel :*/ dibakar masa).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s