{Yun-Dae Couple} Yours – by bebebaek_

image

By bebebaek_

1st Anniversary |

Main cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Ficlet | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Yunmi kembali duduk di kursi favoritnya saat menyaksikan pertandingan basket tim jongdae dengan lawannya. Yunmi duduk di kursi penonton paling pojok.

Jongdae memang menjadi bintang lapangan di pertandingan kali ini. Bagaimana tidak ? Setelah sebelumnya timnya ketinggalan skor begitu jauh, saat namja itu memasuki lapangan menggantikan rekannya keadaan menjadi berbalik. Sedikit demi sedikit jongdae terus mencetak skor hingga membawa timnya kembali meraih kemenangan walaupun dengan jarak perolehan skor yang begitu tipis.

Setelah pertandingan usai, merayakan kemenangan dengan saling berbagi hi five dengan rekan satu timnya, jongdae melangkah menuju tepi lapangan tepat di bawah kursi penonton.

Jongdae berniat mengambil tas, handuk dan botol minumannya. Namun, tiba-tiba segerombolan yeoja datang menghampirinya, mengelilinginya hingga membuat jongdae tidak dapat melanjutkan langkahnya.

Segerombolan yeoja yang merupakan fans jongdae tersebut menarik-narik lengan, baju hingga beberapa diantaranya mencubit, mencakar bahkan menjambak namja itu.

Kericuhan masih berlangsung sampai saat tanpa sengaja tarikan keras seoranv yeoja pada seragam basket yang dikenakan jongdae sobek. Membuat bagian atas tubuh namja itu terekspos sempurna .

Gerombolan itu diam ditempat mendapati tubuh atletis idola mereka terpampang jelas di depan mata.

Jongdae berlalu setelah semua yang tadi menghalangi langkahnya terdiam, dengan sisa sobekan bajunya jongdae berjalan dengan menutupi dadanya melewati kerumunan tersebut.

Kerumunan itu kembali memekik saat jongdae telah berlalu memperlihatkan punggungnya menjauhi tepi lapangan.

Jauh dari kerumunan itu, seseorang di kursi penonton paling pojok menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi di tepi lapangan itu dengan sorot mata yang sulit di artikan.

.

.

.

Sepanjang perjalanan pulang, yunmi hanya diam bahkan saat jongdae berbicara kepadanya yunmi hanya menjawab sekenanya. Yunmi juga tetap memandang lurus saat jongdae memandang kearahnya.

Sampai di depan apartemen jongdae, yunmi berniat langsung pulang ke rumahnya namun ditahan oleh jongdae.

“Masuklah sebentar, aku akan memasakkan sesuatu untukmu” kata jongdae.

Yunmi masuk kemudian duduk di sofa ruang tengah apartemen jongdae. Jongdae meletakkan tasnya diatas sofa tepat di samping tubuh yunmi.

Jongdae bingung dengan sikap yunmi yang mendiamkannya tiba-tiba sedangkan sebelumnya sikap yunmi baik-baik saja kepadanya.

Merasa penasaraan akhirnya jongdae bertanya.

“Yunmi-ya ada apa ?”

“Tidak ada apa-apa” ketus yunmi.

Jongdae menghela nafas berat, namja itu benar-benar lelah saat ini. Akhirnya jongdae melangkah menuju kamarnya berniat mandi dan mengganti pakaiannya meninggalkan yunmi yang masih diam di tempat.

Masih duduk di sofa, mata yunmi memandang lurus ke depan meja dengan tatapan seolah akan memecahkan meja kaca tersebut.

Yunmi bergelut dengan berbagai pemikirannya tentang kejadian yang baru saja di lihatnya. Akhirnya gadis itu sudah tidak tahan. Yunmi bangkit beranjak meninggalkan tempatnya kemudian berhenti di depan kamar jongdae dan bersuara.

“Yak! Jongdae-ya, apa kau sengaja ? Kau tidak peka. Apa kau senang memiliki banyak fans yeoja yang mengelilingimu ? Kau bangga memperlihatkan tubuhmu di depan mereka ? Yak! Kim jongdae aku benar-benar kesal kepadamu…” marah yunmi.

Dari dalam kamarnya jongdae baru saja melepas sweaternya ketika tiba-tiba dia mendengar suara yunmi di depan kamarnya.

Jongdae diam mendengarkan setiap ocehan dari gadisnya. Sesaat jongdae tersenyum. Jadi karena kejadian dilapangan tadi yang membuat gadisnya itu kesal dan mendiamkannya.

Jongdae membuang sweaternya asal kemudian melangkah mendekati pintu dan membukanya.

“Jadi karena itu ?” Tanya jongdae

Yunmi melonjak kaget mendapati pintu kamar jongdae terbuka tiba-tiba menampakkan seseorang di baliknya muncul tanpa mengenakan sehelai benangpun menutupi tubuh bagian atasnya.

“Y-ak.. me-ngapa kau tidak mengenakan bajumu ?” Kata yunmi tiba-tiba gugup.

Jongdae menyeringai, mendekati yunmi dan berkata.

“Jadi karena seragamku yang sobek membuat tubuhku terekspos itu yang membuatmu kesal kepadaku”

“Eoh. Aku kesal kepadamu. Aku benar-benar tidak suka saat orang lain melihat tubuhmu dan memekik karenanya”

“Jadi aku harus bagaimana ?” Tanya jongdae kemudian meletakkan lengannya di kedua sisi pinggang ramping yunmi.

“M-mak-sudmu ?”

“Apa semua orang tidak boleh melihat tubuhku ?”

“Eoh. Semua orang tidak boleh melihat tubuhmu apalagi para fans yeojamu itu”

“Bagaimana denganmu ? Apa kau juga tidak boleh melihat tubuhku ?” Tanya jongdae dengan mendekatkan wajahnya.

“It-tu, tidak. Ma-ksudku. Yak! Kim jongdae” pekik yunmi saat tiba-tiba namja itu memeluk tubuhnya.

Tubuh yunmi menegang saat merasakan hangat dada jongdae memeluk tubuhnya. Dada bidang yang tanpa tertutup sehelai benangpun itu mendekap yunmi erat menimbulkan sensasi yang berbeda. Ya berbeda dari pelukan biasa keduanya.

“Aku juga tidak menyukai saat orang lain melihat tubuhku. Tapi yunmi-ya kau tau ? Di saat aku tidak ingin orang laib melihat tubuhku, aku begitu ingin kau melihatnya, ya hanya kau” kata jongdae masih dengan memeluk yunmi.

Yunmi merasakan panas menjalar di kedua pipinya. Entahlah mendengar perkataan jongdae barusan membuat gadis itu merona.

“Jongdae-ya, lepaskan aku. Yak! Kau harus mandi, tubuhmu benar-benar lengket”

Jongdae merenggangkan pelukannya, mensejajarkan kembali wajahnya kepada yunmi

“Mau mandi bersama ?” Tanya jongdae dengan senyuman miring tercetak diwajahnya.

“Yak!” Pekik yunmi kemudian gadis itu mencubit nipple cokelat jongdae dengan lengannya.

“Aww! Yak! Apa yang kau lakukan ?” Refleks jongdae menutup dadanya dengan kedua lengannya “eoohhh…. yunmi-ya kau benar-benar nakal” lanjut namja itu kemudian kembali memerangkap tubuh yunmi dalam pelukannya.

Yunmi tertawa lepas saat jongdae memeluknya erat dan sesekali menggelitik pinggangnya.

“Jadi kau sudah tidak kesal lagi ?” Tanya jongdae.

“Siapa bilang ?”

“Eoh. Baiklah. Kalau begitu aku akan tetap memelukmu sampai kesalmu hilang”

“Baiklah. Baiklah aku sudah tidak kesal lagi. Jadi cepat, mandilah”

Jongdae kembali merenggangkan pelukannya, menegakkan tubuhnya kemudian mengecup lembut kening yunmi.

Jongdae menarik kembali wajahnya manatap manik teduh yunmi kemudian kembali mendekatkan wajahnua dan berkata tepat di depab daun telinga gadis itu.

“Yunmi-ya, kau harus ingat aku, tubuhku dan seluruh jiwaku adalah milikmu. I’m yours” kata jongdae tersenyum kemudian berbalik masuk kedalam kamarnya meninggalkan yunmi yang memerah di tempat.

Fin

image

image

Muehehehehe 🙂 🙂
Masih dalam rangka gelonjotan/(?) gara-gara chen tadi malam.
Maap jika gaje segaje gajenya.
Apapun ini cuma khayalan liar seorang fangirl.
Semoga ada yg baca, ninggalin jejak ataupun tidak gumawoyeo….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s