Namjachingu ? (My Medicine) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Namjachingu ? (Cony Boy) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Genre : romance, school life.

Length : Ficlet | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Pagi ini setelah bangun dari tidurnya, na na merasa ada yang berbeda dari tubuhnya. Gadis itu berusaha bangkit dari posisi tidurnya. Namun, baru saja na na berusaha bangkit kepalanya terasa pening. Ruang kamar dengan nuansa biru langit itu seperti berputar-putar mengelilinginya.

Mata na na mengerjap beberapa kali berusaha menetralkan pening di kepalanya. Tidak kunjung hilang akhirnya na na kembali berbaring di atas tempat tidurnya.

Dingin. Entah mengapa sekarang na na merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Sesekali gadis itu juga menarik nafas kasar meringsek hidungnya yang terasa sesak. Nafasnya juga terasa hangat.

Na na menarik selimutnya hingga batas batas dada, menutupi seluruh tubuhnya hingga tidak ada yang terlewatkan.

Na na kembali memejamkan matanya, membiarkan tubuhnya meringkuk dibawah selimut tebalnya mencari kehangatan di saat tubuhnya terasa tidak biasa, menggigil. Ya sepertinya na na tumbang, gadis itu sakit.

.

.

.

Di dalam kelas baekhyun terus saja menatap ke arah pintu berharap seseorang yang di tunggunya muncul dan tersenyum kearahnya.

Aneh. Baekhyun merasa aneh. Ya baekhyun tahu pasti yeojachingunya tidak mungkin telat datang ke sekolah. Gadis itu terlalu disiplin terhadap waktunya.

Baekhyun kembali memeriksa layar ponselnya. Masih tidak ada jawaban dari na na terhadap beberapa pesan yang dikirimnya.

Baekhyun membuang nafas panjang. Entahlah perasaan tidak enak sekarang, beberapa mata pelajaran pun seolah bagai angin lewat di telinga baekhyun, namja itu benar-benar tidak fokus.

Baekhyun masih berusaha mencari kabar na na, setelah saem keluar dari kelasnya. Baekhyun lagi mengambil ponsel di sakunya mencari-cari kontak eomma na na kemudian menekan tombol hijau.

Baekhyun kembali menghela nafas setelah panggilannya tidak diangkat oleh eomma na na. Dengan perasaan yang tidak berada di tempatnya saat ini baekhyun kembali mengikuti pelajaran.

.

.

.

Bel pulang berdering keras. Baekhyun segera menyambar tasnya kemudian melesat meninggalkan kelas bahkan di saat saem belum meninggalkan kelas.

Baekhyun berlari sepanjang koridor sekolah, pikirannya telah di penuhi oleh kekhawatiran terhadap yeojachingunya.

Sampai di depan rumah na na, baekhyun membuka pagar rumah na na dengan terlatih, ya baekhyun memang hapal betul caranya karena dia sering berkunjung ke rumah na na bahkan sejak keduanya belum berkencan.

Baekhyun tiba di depan pintu depan rumah na na, setelah memanggil-manggil na na dan eomma na na namun tidak mendapat jawaban baekhyun memegang gagang pintu bermaksud memeriksa apakah pintu terkunci atau tidak.

Terkunci. Baekhyun kembali memanggil-manggil na na, tetap tidak mendapat jawaban baekhyun kembali mengingat sesuatu. Ya dia ingat, dulu dia pernah menemani na na saat pulang dan tidak mendapati eommanya di rumah, waktu itu baekhyun ingat na na mengambil kunci rumahnya di balik tanaman di depan rumahnya.

Baekhyun memalingkan tubuhnya kemudian berjongkok mencari-cari kunci di balik tanaman.

Tidak lama setelahnya baekhyun menemukannya. Setelah membuka pintu, baekhyun segera masuk menuju kamar na na.

Baekhyun menghentikan langkahnya setelah melewati pintu kamar mendapati na na yang berbaring di atas tempat tidurnya dengan wajah pucat dan bibir yang kering.

“Na na-ya, apa yang terjadi padamu ? Kau sakit ?” Kata baekhyun sembari mendekati na na.

Na na menoleh kearah suara. Mendapati baekhyun telah berada di kamarnya na na tersenyum.

“Apa karena kehujanan kemarin malam ? Yak, apa kau tidak mandi setelah tiba di rumah ?” Tanya baekhyun lagi.

Ya kemarin malam setelah menonton pertunjukan live musikal drama keduanya memang terjebak hujan. Tidak ingin na na terlalu pulang larut malam saat hujan mereda dan menyisakan gerimis keduamya beranjak dari tempat mereka berteduh.

“Eum ku rasa karena kehujanan kemarin malam. Tapi aku mandi baek-ah, hanya saja sebelum aku bergi mandi, aku sudah beberapa kali bersin-bersin”

Baekhyun memasang raut wajah khawatir, namja itu merasa bersalah, karenanya na na sakit seperti saat ini. Baekhyun tidak tahu bagaimana bentuk hatinya mendapati na na terbaring lemah dengan wajah pucat pasi. Hatinya benar-benar terasa remuk.

Menyadari kekhawatiran baekhyun, na na tersenyum menenangkan dan berkata.

“Aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir, ini hanya demam”

“Yak, bagaimana aku tidak perlu khawatir. Lihar wajahmu, kau begitu pucat” kata baekhyun “ah lalu bibi dimana ?” Lanjut namja itu sembari mendudukkan dirinya di sisi tubuh na na.

“Eomma pergi ke toko. Tadi dia memang ingin menemaniku hanya saja aku memaksanya, bagaimanapun pekerjaan eomma tidak boleh terbengkalai”

“Lalu apa kau sudah minum obat ? Sudah makan ?”

Na na kembali tersenyum hangat mendapati perhatian baekhyun dengan deretan pertanyaannya.

“Sudah. Tadi eomma membuatkan ku bubur dan mengompresku”

“Syukurlah” kata baekhyun kemudian meletakkan satu tangannya diatas kening na na.

“Kau masih panas”

“Ya. Tapi sudah mendingan. Ku rasa panasnya sudah turun”

“Eum kalau begitu kemarilah. Aku akan memberikan sebuah obat padamu” kata baekhyun mendekatkan tubuhnya ke arah na na.

“Yak, apa yang mau kau lakukan ?” Kata na na melakukan antisipasi. Ya gadis itu sudah hapal betul dengan gerak-gerik namjachingunya itu sekarang.

“Tidak ada. Aku hanya akan memberimu sebuah pelukan. Ya obat pelukan”

Na na tersenyum mendengar perkataan baekhyun. Gadis itu kemudian memekik saat baekhyun merengkuh tubuhnya dan memeluknya erat.

“Yak, b-ba-aek-ah”

“Gwenchana. Aku hanya akan memelukmu” kata baekhyun mengelus pundak dan puncak kepala na na yang kini berada dalam dekapannya tepat di atas dada baekhyun.

“Kau tau sebuah pelukan itu dapat mengurangi rasa sakit bahkan penelitian menemukan bahwa berpelukan dengan orang yang kita cintai memiliki efek yang serupa dengan meminum obat penghilang rasa sakit” lanjut baekhyun.

“Benarkah ?”

“Eum” angguk baekhyun “na na-ya, mengapa kau tidak memberiku kabar ? Kau tau aku begitu mengkhawatirkanmu” lanjut baekhyun.

“Mian, aku lupa. Dan lagi ponselku berada di dalam laci dan sepertinya batrenya habis”

“Hmmm, kau tau aku berkali-kali menghubungimu, aku bahkan menelpon bibi dan beliau juga tidak mengangkatnya”

“Mungkin eomma sibuk”

“Ya”

Lama baekhyun memeluk na na di dalam dekapan hangatnya, menyalurkan seluruh rasa sayangnya kepada gadisnya.

“Baek-ah” panggil na na.

“Eum” baekhyun menundukkan kepalanya memandang na na.

“Ku rasa kau benar. Terasa lebih baik sekarang”

Baekhyun tersenyum kemudian berkata.
“Tentu saja. Karena itu aku akan memelukmu sampai kau benar-benar sembuh” baekhyun kemudian mempererat pelukannya.

Na na ter senyum. Gadis itu memejamkan matanya bersandar diatas dada baekhyun. Benar-benar hangat dan terasa nyaman.

Fin

#eaaaaa hadir lagi dadakan nih.
Terinspirasi dari cuaca hari ini yang terus hujan dan dingin tentunya.
Biasa aja maapin gaje egen 🙂
Btw kalau ada nih ya kalau… yang gak sengaja mampir dan baca karya abal-abal ini ninggalin jejak atau gak gomawo very very gomawo 🙂 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s