Namjachingu ? (Want to protect you) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Namjachingu ? (Watching You) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Bel pulang berbunyi. Baekhyun menyambar ranselnya dan langsung berlari keluar kelas setelah sebelumnya berkata.

“Na na-ya mian aku tidak bisa mengantarmu pulang”

“Hmmmm” na na hanya bisa bergumam sembari mengangguk menjawab pertanyaan baekhyun.

Setelah mendapat jawaban dari na na, baekhyun segera berlalu kemudian menghilang setelah melewati pintu kelas.

Na na menghela nafas pelan kemudian gadis itu kembali memasukkan buku-bukunya ke dalam ransel.

“Ada apa dengan baekhyun ?” Tanya yunmi tiba-tiba.

“Hmmm, entahlah beberapa hari ini sepertinya dia sangat sibuk” jawab na na.

“Begitu. Yah anak itu belum berubah ternyata” kata yunmi. “Kajja! Kita pulang” Lanjutnya kemudian bangkit dari kursi yang di dudukinya.

“Eoh, kau tidak pulang dengan jongdae ?”

“Tidak. Dia ada latihan dan aku bosan menunggunya”

“Baiklah. Kajja!” Kata na na kemudian tersenyum yang dibalas yunmi dengan senyuman pula dan keduanya melangkah meninggalkan ruang kelas.

.

.

.

Beberapa hari setelahnya saat baekhyun, na na dan yunmi berjalan bersama melewati gerbang utama sekolah tiba-tiba baekhyun menghentikan langkahnya yang diikuti oleh na na dan yunmi setelahnya.

“Ahh aku harus pergi. Yunmi-ya aku titip na na ne ?”

“Eoh, yak. Yak! Kau mau keman….” kalimat yunmi terputus karena baekhyun telah melangkah menjauhi mereka kearah yang berlawanan. Baekhyun bahkan tidak menghiraukan teriakan yunmi.

“Na na-ya, dia masih seperti itu ?” Tanya yunmi kepada na na setelah baekhyun benar-benar menghilang dari pandangannya.

“Ne” jawab na na pelan.

“Sejak kapan dia seperti itu ?”

“Entahlah. Mungkin beberapa minggu yang lalu”

“Mwo ? Yak sebanarnya apa yang dia lakukan ?”

“Molla, dia tidak pernah bercerita kepadaku” jawab na na dengan suara pelan dan kepala yang menunduk.

Ya beberapa minggu belakangan baekhyun memang terlihat sibuk sendiri. Namja itu bahkan sering meninggalkan na na sendiri saat pulang. Ya na na sadar akhir-akhir ini mereka jarang bertemu, kecuali saat berada di sekolah.

Sebenarnya na na sangat ingin bertanya kepada baekhyun, apa yang membuat namja itu terlihat begitu sibuk namun na na urungkan. Na na tidak ingin membuat baekhyun merasa tidak nyaman. Ya na na berusaha untuk mempercayai baekhyun dan menunggunya bercerita dengan sendirinya tanpa na na harus bertanya.

“Apa dia menghubungimu ?” Tanya yunmi membuyarkan lamunana na na.

“Eoh. Ya dia menghubungiku”

“Kapan ?”

“Malam hari, saat akan tidur”

“Selain itu ?”

“Tidak ada. Hanya itu”

“Apa ? Hanya itu ? Yang benar saja. Apa kau tidak…..” kalimat yunmi tidak selesai karena sesaat sebuah pemikiran terlintas di kepala gadis itu.

“Yunmi-ya wae ?” Tanya na na mendapati sahabatnya itu diam beberapa saat.

“Eoh. Na na-ya apa kau tidak curiga kepada baekhyun ? Mungkin saja dia memiliki yeojachingu lain”

“Huh ? Tidak mungkin. Aku mempercayainya”

“Tidak mungkin bagaimana ? Itu bisa saja. Lihat dia benar-benar berubah sekarang. Mungkin ya mungkin baekhyun berselingkuh darimu”

“Tidak yunmi-ya, baekhyun tidak mungkin melakukan hal itu”

“Na na-ya dengarkan aku. Seorang namja jika berubah seperti itu apalagi dia jarang memberi kabar kepadamu dan apa ? Hanya menghubungimu sekali. Yang benar saja. Dia mungkin benar-benar selingkuh. Na na-ya walaupun dia adalah baekhyun dan sahabat kita itu tidak menutup kemungkinan. Namja tetaplah namja.

Na na hanya diam mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh sahabatnya.

.

.

.

Malamnya, na na sedang duduk terdiam di depan meja belajarnya. Masih memikirkan keanehan baekhyun akhir-akhir ini dan perkataan yunmi tadi siang.

Lama na na terdiam dengan berbagai pemikirannya. Ya bisa saja yang dikatakan yunmi benar. Bisa saja baekhyun memiliki yeojachingu lain dan sedang berkencan sekarang.

Na na menggelengkan kepalanya gusar. Banyaknya pemikiran tentang baekhyun membuat kepalanya terasa pening. Na na meraih ponselnya, memeriksa benda tipis itu hingga layarnya menyala. Na na kembali menghela nafas berat. Baekhyun tidak menghubunginya.

Dengan diselimuti perasaan yang gusar na na bangkit dari kursinya kemudian melangkah keluar. Gadis itu akhirnya memutuskan untuk pergi ke apartemen baekhyun. Entah namja itu ada ataupun tidak na na bertekad untuk bertanya, ya dia tidak ingin rasa gusar ini terus mengikutinya.

Setelah tiba di depan pintu apartemen baekhyun, na na kembali menghela nafas berat, kembali meyakinkan diri kemudian memecet bel beberapa kali. Tidak mendapati baekhyun membuak pintu untuknya, na na akhirnya memencet beberapa angka dan membuka pintu apartemen sendiri. Na na memang mengetahui password apartemen baekhyun karena sejak mereka hanya bersahabat mereka -na na dan yunmi- bebas keluar masuk apartemen baekhyun sesuka hati.

Na na melangkah masuk dengan ragu. Tidak mendapati baekhyun akhirnya na na memutuskan untuk menunggu namja itu dan duduk di sofa.

Tidak beberapa lama kemudian pintu apartemen berbunyi menandakan seseorang telah membukanya. Na na masih duduk di sofa di depan tv menatap kosong tv yang tidak menyala itu.

Baekhyun melangkah memasuki apartemenya melewati ruang tv berniat akan memasuki kamar. Baekhyun menghentikan langkahnya mendapati seseorang tengah duduk di sofa.

“Na na-ya, kenapa kau disini ?” Tanya baekhyun

Na na menoleh, mengarahkan tatapannya kepada baekhyun.

“Aku hanya ingin bertemu denganmu” jawab na na pelan kemudian menundukkan kepalanya.

Mendapati ekspresi na na seperti itu baekhyub tahu gadianya sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Baekhyun lantas mendekat berdiri di samping na na yang masih duduk di sofa.

“Mengapa tidak menelponku ? Jika kau ingin bertemu aku akan menemuimu” kata baekhyun pelan.

Masih duduk di sofa na na berkata dengan wajah menunduk dan kedua jari-jari tangannya yang bertaut gusar.

“Aku sudah menelponmu berkali-kali tapi kau sama sekali tidak menjawabnya”

Baekhyun tersentak. Namja itu kemudian sadar ya mungkin na na menelponnya saat latihan dan karena terlalu fokus baekhyun tidak mendengar ponselnya berdering. Baekhyun juga merasa bodoh karena tidak memeriksa sama sekali ponselnya setelah latihan.

“Apa kau memiliki yeojachingu baru ?” Tanya na na dan sukses membuat baekhyun kembali tersentak.

“Yak, apa yang kau katakan ? Aku tidak mungkin….” kalimat baekhyun terpotong karena na na tiba-tiba berdiri dan berkata.

“Kata yunmi jika seorang namjachingu sudah berubah dan tidak menghubungi bahkan memperhatikan yeojachingunya lagi mungkin saja dia…..”

“Ishhh dasar gadis itu” kali ini baekhyun memotong kalimat na na, namja itu kemudian mendekat kearah na na dan meletakkan kedua tangannya di bahu na na.

“Aku tidak memiliki yeojachingu baru dan semua yang dikatakan yunmi tidak benar. Aku hanya memilikimu” kata baekhyun.

“Kau lihat aku sedang mengenakan seragam apa ?” Tanya baekhyun setelahnya.

Na na mendongak kemudian menatap namja di depannya dari kepala hingga mata kaki.

“Eoh, ini”

“Ya, beberapa hari ini aku berlatih hapkido dan saking bersemangatnya tanpa sadar aku membuat yeojachinguku kesepian” jelas baekhyun.

Na na masih tertegun menatap baekhyun entahlah gadis itu hanya merasa bersalah setelah beranggapan yang tidak-tidak kepada baekhyun.

Melihat na na yang masih diam tanpa suara baekhyun lantas menarik gadis tersebut lebih kemudian memeluknya erat.

“Aku tidak ingin hanya menjadi namjachingu yang keren dan tampan untukmu, aku juga ingin menjadi namjachigu yang dapat melindungimu” kata baekhyun dengan masih memeluk na na.

Mendengar perkataan baekhyun membuat na na tersenyum di bahu namja itu dan kemudian berkata.

“Mianhae”

“Gwenchana” jawab baekhyun kemudian namja itu juga tersenyum.

“Kkeundae, na na-ya apa kau merasakannya ?” Lanjut baekhyun.

“Eoh ? Merasakan apa ?” Tanya na na polos.

Baekhyun merenggangkan pelukananya kemudian menatap na na dan berkata.

“Ototku mulai terbentuk dan aku sudah tidak begitu berlemak seperti biasanya”

“Benarkah ?” Tanya na na kemudian kembali memeluk baekhyun.

“Hmmmm, kau tidak merasakannya ?”

“Ku rasa aku merasakannya” kata na na masih dengan memeluk baekhyun “dan aku jadi rindu perut berlemakmu” lanjutnya.

“Eoh kau tidak menyukainya ?”

“Ani. Aku selalu menyukai apa yang ada padamu”

Mendengar perkataan na na, baekhyun kembali menyunggingkan senyumnya, mengeratkan pelukan mereka kemudian kembali menatap na na. “Aku juga menyukai apapun yang ada pada yeojachinguku” yang membuat na na juga tersenyum.

“Dan aku sangat menyukai bagian ini” lanjut baekhyun dengan menyentuh sudut bibir na na dengan jarinya dan kemudian mengecupnya singkat.

Na na tersipu. Dapat di rasakannya wajahnya memanas saat ini. Tidak ingin wajah merahnya di lihat baekhyun na na kembali memeluk baekhyun.

“Na na-ya sudah berapa lama aku tidak memelukmu ?” Tanya baekhyun di sela pelukan mereka.

“Entahlah”

“Dan sudah berapa lama aku tidak menciummu ?” Tanya baekhyun lagi.

“Molla”

“Hari ini aku akan membayar beberapa hari aku tidak memeluk dan menciummu” kata baekhyun kemudian kembali merenggangkan pelukannya dan setelahnya mendaratkan kecupan-kecupan ringan beberapa kali di bibir lembut na na.

“Yak hentikan” pekik na na.

Baekhyun berhenti. Menatap na na kembali dan berkata “Bukankah tadi kau bilang merindukanku ?” Kemudian namja itu kembali mendaratkan bibir tipisnya di permukaan bibir na na, mengecupnya pelan kemudian melumat bagian kesukaannya tersebut pelan.

Fin

image

image

Advertisements

2 thoughts on “Namjachingu ? (Want to protect you) – by bebebaek_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s