Namjachingu ? (Trouble Dating) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

Namjachingu ? (Love Locks) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Baekhyun dan na na sedang asik duduk berdua di kursi taman biasanya mereka berkumpul. Keduanya sedang menikmati pemandangan di sore hari, memandang langit yang telah berubah jingga dengan ice cream ditangan masing-masing.

Masih berbicara tentang rencana keduanya untuk berkencan nanti malam hanya berdua membuat keduanya menyunggingkan senyuman bahagia sampai tiba-tiba yunmi datang menghampiri baekhyun dan na na.

Dengan wajah suram dan pipi yang basah yunmi duduk ditengah-tengah baekhyun dan na na.

“Yunmi-ya wae ?” Tanya na na.

Yunmi tidak menjawab, gadis itu sesegukan kemudian memeluk na na dan kembali menangis.

“Yak mengapa kau begini ? Ceritalah ? Apa yang terjadi ?” Bujuk na na dengan membalas pelukan yunmi.

Baekhyun bingung, dia tidak tahu harus melakukan apa disaat seperti ini.
“Apa karena jongdae ?” Tanya baekhyun.

Bukannya menjawab pertanyaan baekhyun, tangis yunmi semakin pecah mendengar pertanyaan baekhyun.

“Sepertinya benar-benar karena Jongdae” baekhyun kembali berkata.

“Yak, baek-ah” panggik na na membuat baekhyun memandang kearahnya kemudian na na mengisyaratkan kepada namja itu untuk berhenti berkata.

Baekhyun menurut dia tidak lagi bertanya ataupun menyebut nama jongdae. Baekhyun hanya duduk memandang kedua sahabat itu.

“Wae yunmi-ya” tanya na na lagi.

“Aku benar-benar benci padanya” suara yunmi akhirnya dengan pelan disela tangisnya.

“Siapa ? Kau membenci siapa ?” Tanya na na lagi.

“Tentu saja jongdae” jawab baekhyun cepat yang kembali membuat tangis yunmi mengeras.

“Baek-ah” tegur na na lagi.

“Baiklah, aku diam”

Na na kembali mengelus punggung yunmi. Sebisa mungkin membuat gadis itu nyaman.

“Tadi seperti biasa aku menonton pertandingan basketnya” yunmi memulai cerita setelah tangisnya mereda.

“Hmmm lalu?” Tanya na na pelan.

“Saat pertandingan selesai dan tim jongdae menang aku melangkah menuju lapangan berencana mengucapkan selamat padanya dan memberikan minuman. Tapi…”

“Tapi kenapa hmm ?”

“Seorang yeoja tiba-tiba melewatiku dan menghampiri jongdae lalu memeluknya, yeoja itu seorang anggota cheers dari tim lawan jongdae tapi yang membuatku membencinya dia sama sekali tidak menolak pelukan itu na na-ya, dia… dia membalasnya dan tersenyum. Aku benar-benar membencinya” cerita yunmi.

“Woahh jongdae seperti itu? Apa dia begitu populer dikalangan yeoja?” Kata baekhyun.

“Yak! Bacon jelek kau tidak memihak padaku” bentak yunmi.

“Ahh tidak. Tentu saja aku memihakmu” jawab baekhyun.

“Na na-ya kau mau menemaniku malam ini ? Aku benar-benar tidak ingin pulang” kata yunmi

“Ne, tentu saja aku akan menemanimu” jawab na na dengan senyuman yang disambut yunmi dengan kembali memeluk gadis itu. Tapi berbeda dengan yunmi, baekhyun memandang kearah na na dengan pandangan seolah berkata “yak, apa yang kau katakan na na-ya bukankah kita akan berkencan” namun di jawab na na hanya dengan senyuman kemudian gadis itu memejamkan matanya sebentar.

“Tapi aku tidak ingin menginap di rumahmu. Bibi pasti akan bertanya macam-macam padaku” kata yunmi.

“Eoh, lalu kau mau menginap dimana ?” Tanya na na.

“Kita menginap di apartemen baekhyun saja”

“Yak apa kau bilang ? Tidak bisa” kata baekhyun.

“Yak! Kau tidak ingin menghibur sahabatmu ? Aku sedang patah hati baek-ya” kata yunmi.

“Aku tahu. Dan bukannya aku tidak mau tapi kalian berdua yeoja dan apartemenku kecil kau tau.”

“Aku tau, aku dan na na akan tidur dikamar dan kau di ruang tv”

“Yak, kau tidak bisa seenaknya”

“Apa kau tidak mau… a-aku…” yunmi kembali tidak dapat melanjutkan kalimatnya karena kembali menangis.

Melihat yunmi yang kembali menangis baekhyun digeluti perasaan serba salah.

“Sudahlah baek-ah, sekali saja” bujuk na na.

Baekhyun akhirnya menghela nafas berat lalu berkata “baiklah kalian boleh menginap di apartemenku”

“Benarkah ?”

“Hmmmm”

“Kajja, ku rasa mataku benar-benar sudah bengkak” kata yunmi.

.

.

.

Setibanya di apartemen baekhyun, na na menuntun yunmi duduk di sofa ruang tv baekhyun. Yunmi memang tidak lagi menangis seperti tadi hanya saja sesekali tangisan gadis itu kembali pecah jika mengingat hal yang baru saja dia alami.

“Aku akan mengambilkan minum untukmu sebentar ne?” Kata na na yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh yunmi.

Na na bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju dapur baekhyun, mengambil jus jeruk dari lemari es kemudian menuangkannya di dalam gelas diatas nampan.

Baru saja na na akan mengangkat nampan berisi jus jeruk tersebut tiba-tiba na na merasakan sepasang lengan melingkar di depan perut ratanya.

“Baek-ah” tegur na na mengetahui jelas pemilik lengan tersebut.

“Hmmm”

“Lepaskan, aku ingin membawa minuman ke depan untuk yunmi. Dia benar-benar sedang sedih, apa kau tidak kasihan ?”

“Apa kau juga tidak kasihan padaku ? Bukankah kita sudah berencana akan berkencan”

Na na mendesah pelah, meletakkan kembali nampan di atas meja kemudian melepaskan pelukan baekhyun dan berputar.
“Yunmi sedang membutuhkan kita” kata na na dengan memegang kedua lengan baekhyun.

“Hmmm arra”

“Kau harus mengalah, bukankah kau juga menyayanginya ?”

“Ini semua karena namja bebek itu. Kencan kita jadi gagal”

“Baek-ah..” tegur na na dan gadis itu kembali menghela nafas “apa kencan kita begitu penting untukmu ?” Lanjut na na.

“Tentu saja” jawab baekhyun dengan wajah cemberut.

“Arraseo, nanti kita bisa merencanakannya kembali”

“Kau yakin ?” Tanya baekhyun masih dengan wajah cemberut.

“Ne, aku janji” jawab na na kemudian tersenyum hangat.

“Baiklah” baekhyun akhirnya tersenyum kemudian CHU~ namja itu mengecup ringat bibir na na.

Na na tersentak “yak, baek-ah!” Pekik na na kemudian gadis itu berbalik mengambil kembali nampan dan membawanya keruang tv dimana yunmi berada meninggalkan baekhyun yang masih tersenyum.

Masih berdiri di tempat baekhyun mengambil handphone di saku jaketnya memencet benda sensitif itu beberapa kali kemudian kembali memasukkannya kedalam saku jaket.

.

.

.

“Aku benar-benar membenci namja jelek itu na na-ya, dia benar-benar jahat” kata yunmi.

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, kau kan belum mendapat penje…” kalimat na na terputus karena yunmi kembali berkata.

“Tidak. Aku benar-benar membenci namja jelek dan pendek,itu” lanjut yunmi.

Baekhyun kembali masuk ke ruang tengah setelah beberapa saat yang lalu dia masih di dapur apartemennya. Baekhyun duduk disamping na na dan berkata.

“Kau yakin dia jelek ? Bukankah kau benar-benar mencintainya”

“Yak! Bacon. Aku membencinya”

“Eoh benarkah ?”

“Ya.. aku ben-” kali ini kalimat yunmi terputus karena bel apartemen baekhyun tiba-tiba berbunyi.

“Ahh sepertinya namja jelekmu telah tiba” kata baekhyun kemudian bangkit menuju pintu.

“Yak, apa maksudmu…” teriak yunmi.

Tidak lama setelahnya baekhyun kembali masuk ke ruang tv dengan jongdae yang kini berjalan di sampingnya.

Melihat yunmi yang kembali menangis dipelukan na na, jongdae mendekat kearah yunmi dan berkata.

“Yunmi-ya, mianhae”

“Yak! Untuk apa kau kesini, urus saja yeoja yang memelukmu”

“Yunmi-ya aku bisa menjelaskannya, jebal dengarkan penjelasanku”

“Penjelasan apa eoh ? Kau memeluknya tepat di depan mataku dan kau, k-kau membalasnya dengan tersenyum. Aku membencimu jongdae-ya”

“Chagi~ ku mohon dengarkan aku. Dia hanya temanku semasa JHS dan tadi pertemuan pertama kami, aku tidak tahu dia akan memelukku, aku juga kaget dan aku melepaskannya. Aku berencana akan mengenalkanmu sebagai yeojachinguku tapi kau pergi begitu saja”

“Bohong! Kau pikir aku percaya. Yak kim jongdae pergi.. aku membencimu, benar-benar membencimu”

“Tidak. Aku tidak berbohong, ku mohon yunmi-ya percayalah.. jangan membenciku karena aku benar-benar mencintaimu”

Masih dalam suasana yang begitu sulit di artikan baekhyun mendekat kearah na na, menarik lengan gadis itu kemudian membawa na na menjauh dari ruang tv membiarkan yunmi dan jongdae menyelesaikan masalah mereka.

Na na menurut, mengiringi langkah baekhyun menuju kamarnya. Dan setelah memasuki kamar tersebut na na menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.

“Kenapa ?” Tanya baekhyun.

“Mengapa kita masuk ke kamarmu ?” Na na balik bertanya.

Baekhyun tersenyum kemudian menghadap gadis itu dan berkata.
“Lalu mau kemana lagi ? Apartemenku hanya memiliki kamar, dapur dan ruang tv. Kau tenang saja aku tidak akan melakukan apa-apa. Aku hanya ingin membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya”

“Jadi kau yang menghubungi jongdae dan mengatakan yunmi disini”

“Hmmm, aku tidak yakin yunmi membencinya” kata baekhyun kemudian melangkah menuju tempat tidurnya dan duduk ditepi kasurnya.

“Aku juga, yang ku tau yunmi benar-benar menyukai jongdae”

“Ya, namja bebek itu benar-benar membuat yunmi jatuh cinta”

“Yak mengapa menyebut jongdae seperti itu lagi”

“Aku hanya suka menyebutnya namja bebek”

“Ckcck dasar, tapi aku bangga padamu kau bisa berinisiatif memanggil jongdae. Kau benar-benar sahabat yang baik”

“Tentu saja” kata baekhyun dengan senyum hangatnya “karena kau bangga padaku apa kau tidak ingin memberi hadiah padaku ?” Lanjut baekhyun.

“Hadiah ?” Tanya na na.

“Ya hadiah, seperti ini misalhnya” baekhyun memanyunkan bibirnya membuat na na mengerti apa yang di maksud namjachingunya itu.

“Kau benar-benar, ayo kita keluar sepertinya sudah sepi aku penasaran apa mereka sudah baikan” kata na na mengalihkan pembicaraan kemudian menarik lengan baekhyun dan beranjak keluar.

Setelah memasuki ruangan tv baekhyun dan na na sama sekali tidak mendengar adanya suara. Begitu hening hingga akhirnya beberapa langkah dari sofa baekhyun dan na na mendengar suara-suara decapan. Baekhyun terus melangkah di iringi na na satu langkah dibelakangnya dengan masih memegang lengan baekhyun.

Tepat di samping sofa baekhyun menghentikan langkahnya menatap tajam kearah sumber suara. Merasa penasaran na na mengintip di balik lengan baekhyun dan terbelalak menyaksikan yunmi dan jongdae tengah bergelut yah dengan bibir saling bertaut dan tangan yang saling memeluk. Lengan jongdae melingkar sempurna dipinggang yunmi yang beberapa saat lalu menyebut namja yang menciumnya saat ini sebagai namja yang di bencinya. Tidak berbeda dari jongdae, yunmi juga mengeratkan pelukannya di punggung jongdae hingga tubuh mereka benar-benar tidak berjarak.

“Ehem!” Baekhyun berdehem menginterupsi kegiatan jongdae dan yunmi.

Sadar akan kehadiran baekhyun dan na na, jongdae melepaskan pagutan bibirnya dengan yunmi.

“Mianhae” kata jongdae akhirnya dengan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Dapat dilihat jelas namja itu sedang malu sekarang.

“Gwenchana” jawab baekhyun

“Ahhh baekhyun-ah, kami akan permisi. Aku akan mengantarkan yunmi pulang” kata jongdae lagi setelah beberapa saat hening.

“Oh baiklah”

Jongdae dan yunmi akhirnya bangkit dari duduk mereka.
“Gomawo telah memberitahuku” kata jongdae lagi yang dijawab baekhyun dengan senyum.

Keduanya akhirnya berjalan menuju pintu lalu keluar dan tepat disaat pintu akan tertutup yunmi bersuara. “Gomawo, kalian berdua benar-benar sahabatku” lalu meghilang dibalik pintu.

“Ckckc dia sama sekali telah melupakan kejadian beberapa saat yang lalu” kata baekhyun.

“Mungkin itu hanya emosi sesaat yunmi, baek-ah”

“Arraseo. Padahal dia bilang benci namja itu tapi. Ckck” baekhyun kembali berdecak.

“Cha.. baiklah karena masalah sudah selesai aku akan pulang ne” kata na na.

Baru saja na na akan berjalan menuju meja untuk mengambil tasnya, baekhyun terlebih dahulu mencegat lengan na na, menariknya kemudian memeluk pinggang gadis tersebut.

“Ya, kau mau kemana ?”

“A-aku akan pulang” jawab na na yang entah mengapa menjadi gugup.

“Bukankah kau telah menelpon ibu mertua untuk menginap di sini ?” Kata baekhyun semakin mengeratkan pelukannya.

“Y-ya, tapi yunmi telah pulang. Jadi aku seharusnya juga pulang” jawab na na berusaha melepaskan pelukan baekhyun.

“Kita akan berkencan malam ini”

“Ini sudah malam baek-ah, kita akan berkencan kemana ?”

“Tidak perlu pergi kemanapun. Kita bisa berkencan disini” kata baekhyun dengan senyuman miring tercipta diwajahnya.

Baekhyun terus mendesak tubuh na na, dan na na menghindarinya dengan melangkah mundur namun kali ini kaki na na membentur ujung sofa membuat tubuh gadis tersebut oleng dan terjatuh keatas sofa di iringi baekhyun yang menindihnya.

“Baek-ah” na na masih berusaha bangkit.

Baekhyun tidak memperdulikan perlawanan na na, namja itu meletakkan sebelah tangannya diantara pundak na na dan sebelah tangan bebasnya mengelus pipi mulus na na. Baekhyun kemudian merapikan anak-anak rambut na na dan menyelipkannya diantara telinga na na, kemudian tangan baekhyun menyentuh tengkuk na na menariknya mendekat memangkas jarak diantara keduanya.

Jantung na na kembali berdetak cepat, bahkan saat menatap baekhyun dengan dekat. Saat nafas hanhat baekhyun bisa dirasakannya jantung na na benar-benar akan melompat.

Baekhyun terus mendekat, menelengkan sedikit kepalanya. Merasa na na sudah tidak memberikan perlawanan baekhyun kembali tersenyum dan mendaratkan bibirnya di permukaan bibir lembut na na, mengecupnya singkat kemudian kembali melumat bibir na na pelan.

Na na mengerjap pelan merasakan perlakuan baekhyun kepadanya. Setelahnya na na memejamkan mata dan membalas perlakuan baekhyun kepadanya sama. Melingkarkan lengannya dileher baekhyun dan melewati acara kencan mereka.

Fin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s