Namjachingu ? (Love Locks) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

| Namjachingu ? (Bicycle) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Begitu Lee saem yang mengisi jam pelajaran terakhir meninggalkan ruangan, yunmi langsung berdiri kemudian berbalik menatap kearah baekhyun dan na na bergantian.

“Yak, yak kajja kita berangkat” kata yunmi antusias.

“Tunggu dulu aku belum merapikan buku-buku ku” jawab na na sambil memasukkan satu persatu bukunya ke dalam tas rancelnya.

“Na na-ya, kau bisa memasukkan mereka sekaligus” yunmi kembali berkata karena gemas melihat cara na na memasukkan buku-bukunya.

“Yak, memangnya ada apa disana sampai kau begitu antusias ?” Tanya baekhyun.

“Tentu saja aku begitu antusias. Kau tau tempat itu adalah tempat terlarang bagi kita sewaktu hanya bersahabat ah ralat maksudku saat kau dan na na belum berkencan” jawab yunmi.

“Dan karena kalian telah berkencan kita jadi bisa berjalan-jalan kesana. Ah jongdae pasti sudah menunggu di gerbang utama” lanjut yunmi.

“Yak, kau mengajaknya ?” Tanya baekhyun lagi.

“Tentu saja, bukankah itu tempat untuk pasangan ? Jika aku tidak mengajak jongdae lalu untuk apa. Kau ini bagaimana” jawab yunmi ketus.

Baekhyun hanya diam, dia menyadari pertanyaan bodohnya dan kalau dipikir-pikir jika yunmi mengajak jongdae bukankah ada baiknya dia dapat bermesraan dengan na na dan tanpa dia sadari sudut bibir baekhyun membentuk lengkungan tipis.

Mereka memang berencana akan pergi ke namsan tower sore ini. Yah, ide itu tercetus saat mereka tengah asik membicarakan tempat wisata apa saja yang belum pernah mereka kunjungi di kota seoul pada waktu makan siang tadi.

Ketiganya memang belum pernah menjejakkan kaki mereka ke sana bersama-sama karena menurut mereka bukankah aneh jika mereka kesana sebagai tiga sahabat ? Dan akan sangat terlihat konyol jika diantara banyaknya pasangan yang saling bermesraan mereka bertiga bahkan bertengkar dan tertawa bersama.

.

.

.

Selesai memasukkan semua buku-bukunya na na akhirnya bangkit dari kursinya dan meletakkan rancel dipunggungnya.

“Kajja!” Ajak nana.

Ketiganya akhirnya keluar dari ruangan kelas mereka menuju koridor utama. Sesampainya di depan koridor ternyata disana jongdae telah menunggu berdiri dengan tas disampirkan di bahu sebelah kanannya.

Melihat jongdae telah menunggu, yunmi tersenyum dan dengan segera menghampiri namjachingunya itu lalu bergelayut manja di lengan jongdae.

“Apa kau sudah lama menunggu?” Tanya yunmi.

“Hmmm tidak juga” jawab jongdae dengan senyum lebarnya.

Melihat yunmi dan jongdae sudah memulai aksi mesra mereka oh mereka bahkan belum berangkat menuju namsan tower tetapi pemandangan memuakkan ini sudah tersaji di depan mata baekhyun. Baekhyun mendesah dengan pandangan tidak suka lalu berkata.

“Kajja!” Seru baekhyun merangkul bahu na na, lalu berjalan mendahului yunmi dan jongdae.

Mereka akhirnya menaiki bus khusus dengan tujuan namsan tower. Mereka duduk di kursi nomer dua dari belakang dengan baekhyun dan na na di sebalah kanan sedangkan yunmi dan jongdae di sebelah kiri.

Baekhyun melirik kearah na na yang kini duduk dengan tenangnya di sebalah baekhyun memandang ke luar jendela. Baekhyun tersenyum kemudian kepalanya berpaling menoleh keseberang kirinya dan mendapati jongdae dan yunmi yang sedang berbica entah apa, kedua terlihat begitu bahagia bahkan sesekali keduanya tertawa. Yunmi meletakkan kepalanya di bahu jongdae dan jangan lupakan tangan mereka yang saling bertautan bahkan sejak berjalan menuju terminal tadi.

Baekhyun kembali mendesah pelan kembali namja itu memandang gadis yang duduk di sebelahnya dan bertepatan saat baekhyun memandangnya, na na menolehkan kepalanya.

Mendapati baekhyun yang tengah memandangnya na na bingung dan berkata.

“Eoh ? Ada apa baek ?” Tanya na na.

“Ahh. Ani aku hanya. Hanya melihat pemandangan” jawab baekhyun dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ohhh” na na mengangguk dan kembali memandang keluar jendela “bukankah sangat indah ?” Lanjut na na kembali menoleh ke arah baekhyun namun baekhyun ternyata juga memandang ke arah luar dengan sedikit mencondongkan kepalanya kearah jendela sehingga saat na na memalingkan wajahnya wajah keduanya begitu dekat bahkan hembusan nafas baekhyun bisa na na rasakan.

Beberapa saat na na dan baekhyun saling menatap kemanik mata masing-masing. Merasa malu akhirnya na na kembali memalingkan wajahya kearah jendela dengan menahan senyum. Na na merasa wajahnya memanas saat ini.

.

.

.

Akhirnya mereka sampai di halaman depan namsan tower, namun untuk menuju namsan tower mereka harus menaiki kereta gantung terlebih dahulu. Saat akan menaiki kereta gantung jongdae dan yunmi masuk terlebih dahulu namun saat na na hendak masuk baekhyun terlebih dahulu mencegah gadis itu dengan menarik lengannya dan membiarkan kereta membawa yunmi dan jongdae hanya berdua.

Na na bingung dengan sikap baekhyun. Alisnya mengerut dan berkata.

“Baek-ah wae ?”

Baekhyun hanya tersenyum kemudian menarik kembali lengan na na yang kini digenggamnya dan memasuki kereta gantung selanjutnya dan berangkat dengan hanya berdua juga.

Di dalam kereta gantung baekhyun masih tersenyum kemudian berkata
“Bukankah begini lebih nyaman” baekhyun mempererat genggamannya pada tangan na na.

Na na tersenyum, menunduk sesaat kemudian kembali mendongak menatap baekhyun.
“Apa yunmi tidak akan marah ?”

“Tentu saja tidak. Dia pasti akan bahagia” jawab baekhyun kemudian kembali tersenyum.

.

.

.

Setelah keluar dari kereta gantung baekhyun dan na na, yunmi dan jongdae ternyata telah menunggu.

Masih dengan saling bergandengan jongdae terlebih dahulu tersenyum kearah baekhyun. Entahlah mungkin namja itu ingin menyampaikan rasa terima kasihnya karena baekhyun telah membiarkan mereka berduaan di dalam kereta gantung.

Mereka kembali harus berjalan kaki beberapa menit untuk mencapai menara. Sepanjang perjalanan mereka disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan yang sungguh sayang untuk tidak dinikmati.

Setibanya di sana banyak pasangan berfoto ria dan saling menggaitkan gembok cinta membuat mereka juga ingin melakukannya.

Namun karena kelelahan akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah cafe yang menyuguhi pemandangan kota seoul  dari atas.

Setelah memesan beberapa makanan dan minuman mereka menikmati pesanan hingga menciptakan suasana hening. Beberapa saat setelahnya yunmi memecah keheningan dan bersuara.

“Chingudeul, chagi aku permisi ketoilet sebentar ne ?” Kata yunmi kemudian beranjak bangkit.

“Oh, aku ikut yunmi-ya” na na segera bangkit dan mengikuti yunmi hingga meninggalkan baekhyun dan jongdae hanya berdua.

Selepas kepergian yunmi dan na na, hening kembali tercipta diantara baekhyun dan jongdae sampai akhirnya jongdae mencoba membuka suara.

“Ehem” jongdae berdehem membuat baekhyun yang sibuk dengan jusnya menatap namja itu.

“Apa kalian sudah bersahabat lama ?” Tanya jongdae.

“Eoh” baekhyun terkejut. “ya sejak kami berada di tahun kedua JHS” jawab baekhyun akhirnya.

Jongdae menggangguk dan kembali bersuara “pasti menyenangkan dikelilingi gadis seperti mereka”

“Maksudmu ?”

“Ahh, maksudku sahabat seperti mereka”

Baekhyun tertawa sejenak “menyengkan apanya mereka begitu cerewet apalagi seorang shim yunmi. Gadis itu benar-benar” baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kenapa dengan yunmi ?” Tanya jongdae penasaran.

“Entahlah, gadis itu selalu memukuliku baik dia sedang bahagia ataupun sedih. Dan dia juga begitu pemerintah” lanjut baekhyun.

Jongdae tersenyum “bukankah dia gadis yang unik ?”

Baekhyun melongo mendapati jongdae tersenyum setelah mendengarnya menceritakan hal buruk mengenai yunmi “kau juga benar-benar aneh” benak baekhyun.

Ada hening sejenak diantara keduanya sebelum akhirnya jongdae kembali bersuara.
“Ku lihat kalian begitu kaku”

“Eoh ?” Baekhyun tidak mengerti dengan perkataan jongdae.

“Apa karena kalian baru berkencan?” Jongdae kembali bersuara.

Baekhyun akhirnya mengerti apa yang dimaksud namja itu “ahhh.. b-benar itu karena kami baru berkencan” jawab baekhyun tergagap.

Jongdae kembali tersenyum “baek, kau tidak perlu menunggunya. Ku rasa kau tau siapa yang harus memulai” kata jongdae dengan menaikkan salah satu alisnya.

Baekhyun kembali melongo mendengar perkataan jongdae yang menurutnya sangat menyebalkan “namja bebek ini benar-benar” benak baekhyun lagi. Dan baru saja baekhyun akan bersuara tiba-tiba yunmi dan na na kembali dan duduk di kursi mereka tepat disisi baekhyun dan jongdae.

“Apa yang sedang kalian bicarakan” tanya yunmi setelah kembali duduk di kursinya.

“Hmmm aku senang kalian akhirnya berbicara satu sama lain” sambung na na.

Mendengar perkataan na na jongdae kembali tersenyum dan baekhyun ? Namja itu juga tersenyum namun terkesan dipaksakan.

Mereka akhirnya keluar dari cafe tersebut. Yunmi segera menyeret jongdae menuju beberapa toko souvenir yang menjual banyak gembok dengan berbagai jenis, ukuran dan warna.

Yah mereka memang masih berada di lantai dasar dimana banyak deretan gembok cinta yang terpasang membentuk seperti pohon.

Melihat jongdae dan yunmi yang memilih-milih gembok, na na akhirnya bersuara.

“Baek-ah, apa kita tidak membeli gembok itu ?” Tanya na na.

“Tidak” jawab baekhyun cepet kemudian kembali menarik lengan na na menuju ke lantai atas.

Ya dilantai atas juga memiliki pemandangan yang tidak kalah menakjubkan dan di sana gembok-gembok cinta itu dikaitkan di pinggir pagar sehingga menimbulkan kesan yang tak kalah indah.

“Apa yunmi tidak akan marah kita kembali meninggalkannya” tanya na na, setelah tiba dilantai atas namsan tower.

“Tidak akan” jawab baekhyun dengan senyum hangatnya.

“Baek-ah, orang-orang memasangkan gembok disini. Mereka juga menuliskan nama mereka di gembok itu. Apa kau tidak ingin melakukannya ?” Na na kembali bertanya setelah melihat beberapa orang memasangkan gembok mereka di pinggir pagar.

“Tidak, itu terlalu mainstream” kata baekhyun ” dan dari pada mengunci gembok di sini aku lebih memilih menguncimu disini” lanjut baekhyun.

Mendengar perkataan baekhyun na na menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah baekhyun dengan tatapan bingung.

Melihat gadisnya kebingungan. Baekhyun tersenyum dan memutar tubuhnya menghadap kepada na na. Baekhyun memegang kedua bahu na na dengan tangannya. Masih dengan senyuman baekhyun berkata.

“Hmmm, aku akan menguncimu seperti ini” baekhyun menarik tubuh na na membuat na na kini berada di dekapan namja itu.

Na na yang terkejut dengan perlakuan baekhyun hanya bisa terdiam di pelukan namja itu.

“Baek-ah, lepaskan aku. Ini tempat umum” na na mendorong dada baekhyun pelan.

“Wae? Semua orang disini berpasangan. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya” baekhyun menyeringai.

“Tetap saja” na na masih berusah lepas dari pelukan baekhyun

“Hmmm tunggu sebentar” kata baekhyun “aku belum menunjukkan jenis-jenis gembokku” lanjutnya dan kembali mengeratkan pelukannya kepada gadisnya.

“Jenis-jenis ?” Tanya na na dengan dahi berkerut.

“Ya, jenis-jenis. Seperti halnya gembok-gembok disini yang berwarna-warni dan memiliki banyak motif yang berbeda, gembokku juga berbeda-beda”

Na na masih bingung dengan rentetan penjelasan dari baekhyun.

Melihat ekspresi kebingungan na na baekhyun kembali merenggangkan pelukannya dan kembali memegang bahu na na dengan kedua tangannya.

Baekhyun tersenyum tipis, menatap teduh gadisnya yang juga menatapnya. Baekhyun menangkup wajah na na dengan kedua tangannya dan mendekat.

“Gembokku itu seperti ini” baekhyun mengecup singkat kening na na.

“Seperti ini” lanjut baekhyun mengecup pelan pipi kanan na na.

Na na yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja merona. Dia bahkan tidak bisa membayangkan wajahnya semerah apa sekarang.

Setelah mengecup pipi na na, baekhyun mengangkat wajahnya memberi sedikit ruang untuknya dapat melihat gadisnya merona. Entahlah baekhyun begitu meyukai setiap kali na na malu dan merona.

Masih dengan menatap na na, baekhyun kembali tersenyum dan mendekatkan wajahnya, menelengkan sedikit kepalanya dan berkata “dan ini gembok terakhirku” kemudian mengecup bibir na na.

Na na mengercap terkejut, refleks tangannya mencengkram erat sisi blezer seragam baekhyun dan perlahan menutup mata.

Baekhyun kembali tersenyum di sela ciumannya, mengeratkan pelukannya dengan melingkarkan lengannya di pinggang na na. Keduanya terlarut dalam gembok yang dipasangkan baekhyun ditengah-tengah ribuan gembok yang berjejer ditepi pagar.

Fin

image

image

image

image

image

Advertisements

5 thoughts on “Namjachingu ? (Love Locks) – by bebebaek_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s