Namjachingu ? (Bicycle) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

| Namjachingu ? (Let’s a start) |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life.

Length : Oneshoot | Rating : General

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Baekhyun kini tengah berdiri di depan pagar rumah Na Na dengan sebuah sepeda disampingnya.

Ya, di hari minggu ini keduanya berencana akan berjalan-jalan di taman kota dan Baekhyun sudah berjanji akan mengajari Na Na mengendarai sepeda.

Tidak mendapati Na Na keluar dari rumahnya, Baekhyun mengambil benda persegi dari saku jaketnya dan mengetik beberapa kata lalu mengirimnya dan memasukkan kembali benda itu ke dalam saku jaketnya.

Sesaat kemudian Na Na muncul dibalik jendela kamarnya dan berkata tanpa suara “Tunggu sebentar” yang dijawab Baekhyun dengan anggukan dan senyuman yang melenggkung indah di bibir tipisnya.

Tidak berapa lama kemudian Na Na keluar dari rumahnya berjalan lalu membuka pagar dan segera menghampiri Baekhyun dengan senyum cerahnya.

Melihat Na Na kini ada di depannya dengan menggunakan t-shirt putih polos yang dipadu dengan blue hotpans, dan rambut di kuncir satu dengan membiarkan anak-anak rambutnya bebas Baekhyun merasa gadisnya sangat manis.

Baekhyun membalas senyum Na Na kemudian berkata.

“Kau sudah siap ?”

“Hhmmm” Na Na mengangguk antusias.

“Kajja!” Ajak Baekhyun kemudian bersiap mengendari sepedanya.

Mendapati Na Na sama sekali tidak beranjak dari tempatnya Baekhyun mendongak dan menoleh kearah Na Na.

“Naiklah”

“Apa kau yakin ?”

“Tentu saja. Apa kau meragukanku ? Bukankah kau mengetahuinya sendiri kalau aku benar-benar jago dalam mengendarai sepeda”

“Ya, aku tahu” jawab Na Na

“Naiklah, nanti akan terlanjur siang belajarnya” desak Baekhyun.

Akhirnya Na Na berjalan kearah belakang sepeda memposisikan duduknya dengan menyamping lalu naik.

“Baiklah aku siap” kata Na Na setelahnya.

Baekhyun kembali menoleh kearah belakang kemudian kembali berkata “Berpeganganlah”

Mendengar perkataan baekhyun, Na Na merasa malu kemudian menundukkan kepalanya dan meletakkan dua tangannya di samping tubuh baekhyun dan berpegangan pada ujung jaket baekhyun.

Merasa tidak puas baekhyun akhirnya menegakkan badannya dan meraih kedua tangan Na Na lalu melingkarkan tangan Na Na di pinggangnya.

“Begini  baru yang dikatakan siap” kata baekhyun setelahnya.

Na Na benar-benar malu setelahnya wajahnya terasa panas karena perlakuan baekyun. Akhirnya Na Na memberanikan diri menyandarkan kepalanya pada punggung baekhyun.

Mendapati Na Na tidak mengalihkan tangannya dari pinggang baekhyun bahkan menyandarkan kepala di punggungnya, baekhyun merasa bahagia, senyumnya benar-benar tidak bisa ditahannya hingga tersungging indah dibibir baekhyun.

Lama baekhyun telah mengayuh sepedanya hingga Na Na berkata
“Baek-ah, sebaiknya kita beristirahat sebentar”

“Tidak, nanti saja. Sebentar lagi kita akan sampai” jawab baekhyun “kita beistirahat disana saja” lanjutnya.

“Apa kau tidak capek ?”

“Tidak” jawab baekhyun kemudian memiringkan sedikit kepalanya hingga membentur pelan kepala Na Na.

Na Na kembali tersenyum mendapati perlakuan baekhyun yang entah kenapa Na Na benar-benar merasa berbeda dari sebelumnya yah sewaktu mereka hanya bersahabat.

.

.

.

Baekhyun dan Na Na akhirnya tiba di taman kota, Baekhyun berhenti tepat di depan kursi dibawah sebatang pohon. Na Na turun dari duduknya dan baekhyun memarkirkan sepedanya tepat di samping batang pohon tersebut.

Baekhyun kemudian melangkah menuju kursi dan duduk dengan kepala bersandar pada punggung kursi dan merentangkan kedua tangannya.

Menyadari baekhyun yang kelelahan akhirnya Na Na membuka suara.
“Baek-ah, tunggu sebentar ne, aku akan membeli minuman dingin untuk kita”

Baekhyun mengangkat kepalanya, menatap Na Na kemudian mengangguk dengan senyuman tipisnya.

Tidak lama setelahnya Na Na kembali dengan membawa dua botol sedang minuman dingin. Na Na menghampiri baekhyun dan duduk disebelahnya kemudian menyerahkan satu botol minuman dingin tersebut kepada baekhyun.

Baekhyun menerima minuman dingin tersebut lalu berkata “Gomawo” baekhyun lantas membuka dan meminumnya setengah.

Na Na hanya menjawab dengan senyuman kemudian juga membuka dan meminum minumannya.

“Baek-ah, tadi aku hampir saja membeli tiga botol minuman” kata Na Na “Aku lupa jika yunmi tidak sedang bersama kita”

Baekhyun menatap Na Na kemudian tersenyum dan berkata.
“Kau hanya belum terbiasa”

“Hmmm, kurasa kau benar” Na Na berkata sambil memandang botol minuman ditangannya.

“Jadi, mulai sekarang kau harus membiasakan diri berjalan hanya berdua denganku”

Na Na kembali tersenyum mendengar perkataan dari baekhyun hingga menciptakan hening sesaat sampai akhirnya Na Na kembali bersuara.

“Baek-ah, kurasa aku merindukan yunmi sekarang” lanjut Na Na.

“Yak, ini bahkan belum sehari kau tidak bertemu dengannya dan kau sudah merindukannya. Apa kau juga akan seperti itu jika tidak bertemu denganku?” Tanya baekhyun.

Na Na tersenyum “Hmmm mungkin saja”

“Sudahlah, yunmi juga pasti sedang bersenang-senang bersama namja bebeknya”

“Baek-ah, mengapa kau menyebut namjachingu yunmi seperti itu ?”

“Tidak mengapa, bukan kah bibirnya benar-benar seperti paruh bebek” baekhyun menirukan bibir bebek yang dianggapnya mirip dengan bibir jongdae.

“Yak, kau tidak boleh seperti itu” kata Na Na memandang baekhyun.

“Arasseo, arasseo. Kajja bukankah kau akan belajar naik sepeda. Sebaiknya kita mulai sebelum semakin terik” ajak baekhyun.

“Haruskah ? Ku rasa aku…” Na Na berkata dengan menggantungkan kalimatnya.

“Tidak perlu takut. Aku akan menjagamu”

“Jeongmal ? Aku takut akan terjatuh baek-ah”

“Gwenchana. Percaya padaku eoh” baekhyun menenangkan.

.

.

.

Akhirnya Na Na bersiap mengendarai sepeda baekhyun dan baekhyun berdiri disamping kanan Na Na untuk berjaga-jaga kalau-kalau Na Na kehilangan keseimbangan.

“Baek-ah, kau akan memegangiku dari belakang kan ?” Tanya Na Na, raut wajahnya nampak benar-benar takut.

“Tentu saja” jawab baekhyun “chaaa, ayo dayung sepedanya”

Na Na mulai mengayuh sepedanya pelan, sesekali bahkan dia berteriak karena kehilangan keseimbangan. Namun, baekhyun benar-benar sigap menjaganya.

Na Na kembali mencoba mengendarai sepeda untuk kesekian kalinya.

“Baek-ah, kau masih memegangnya kan ?”

“Ne”

“Baek…. yak! Aku benar-benar takut”

“Terus dayung Na Na-ya, gwenchana”

“Baek-ah kau tidak melepaskannya bukan ?”

“Tidak”

“Baek-ah….” akhirnya Na Na menghentikan dayungannya pada sepeda dan berdiri lalu menatap baekhyun dibelakangnya.

“Mengapa berhenti ?” Tanya baekhyun.

“Aku capek…” jawab Na Na yang terdengar seperti rengekan.

“Aigooo…” baekhyun mengusap puncak kepala Na Na dan tersenyum setelahnya.

Na Na masih dengan ekspresi lelahnya “Baek-ah kurasa aku akan menyerah” kata Na Na.

“Yak, mengapa kau mudah sekali menyerah. Ini tidak seperti Na Na yang ku kenal”

“Aku takut. Aku merasa aku tidak akan bisa”

“Jangan menyerah kita coba sekali lagi ne?” Bujuk baekhyun.

Na Na hanya mengangguk menyetujui perkataan baekhyun dan kemudian kembali mengayuh sepedanya.

“Baek-ah..” panggil Na Na.

“Tenanglah, aku tidak akan melepaskannya”

Ada hening beberapa saat diantara keduanya karena Na Na benar-benar fokus mengendarai sepeda dan baekhyun sama sekali tidak berniat mengganggu fokus Na Na.

“Baek-ah, apa kau membenci jongdae ?” Tanya Na Na kali ini berbeda dari sebelumnya.

“Tidak” jawab baekhyun cepat.

“Tapi mengapa setiap kali bertemu kau seperti tidak menyukainya”

“Entahlah, aku hanya tidak suka mereka begitu mesra” jawab baekhyun jujur.

“Eyyy jadi kau cemburu”

“Tidak, untuk apa aku cemburu. Bukankah aku memilikimu” jawab baekhyun yang sukses membuat Na Na tersenyum malu.

Diam-diam baekhyun melepaskan tangannya dari sepeda yang dikendarai Na Na.

“Ku harap nantinya kau tidak memperlakukan jongdae seperti itu. Aku takun yunmi akan kecewa” lanjut Na Na masih tidak menyadari baekhyun tidak lagi memeganginya.

“Aku tidak janji, semua tergantung namja bebek itu” jawab baekhyun dengan suara terdengar jauh.

Merasa suara baekhyun begitu jauh Na Na menoleh pelan dan terkejut mendapati baekhyun tengah berdiri agak jauh dibelakangnya.

“Baek.. kau melepaskannya ?” Na Na kembali menghadap kedepan dan berkata dengan sedikit berteriak.

“Baek !, yak aku bisa bersepeda” kata Na Na lagi setelah menyadari dia tidak terjatuh bahkan saat baekhyun melepaskannya.

Na Na masih mengayuh sepedanya dan baekhyun yang merasa khawatir akhirnya mengejar Na Na dengan sedikit berlari.

Na Na berhenti setelah beberapa saat kemudian kembali menoleh kearah belakang. Setelah baekhyun dapat menyusulnya dan berdiri disampingnya Na Na tersenyum cerah.

“Baek-ah aku bisa bersepada” kata Na Na lagi dengan ekspresi senang.

Baekhyun tersenyum “benarkan aku bilang kau pasti bisa”

“Hmmmm, kapan kau melepaskannya ?” Tanya Na Na.

“Sudah lama, saat kau mulai terlarut mengobrol tentang namja bebek itu” jawab baekhyun.

“Benarkah ?”

Baekhyun hanya mengangguk dan kembali berkata “Na Na-ya, kau ternyata sangat berbeda saat takut dan bahagia seperti ini”

“Berbeda ?” Tanya Na Na bingung.

“Eoh, kau begitu cerewet dan banyak bicara, tidak seperti Na Na biasanya. Na Na yang pendiam” lanjut baekhyun.

Mendengar kalimat baekhyun sukses membuat Na Na kembali malu dan menundukkan pandangannya. Dan melihat hal itu membuat baekhyun gemas dan kembali mengusap puncak kepala Na Na.

“Baek-ah,….” Na Na menepuk sepeda bagian belakangnya tepatnya di tempat duduk penumpang.

Baekhyun bingung dan hanya mengerutkan alisnya tidak mengerti dengan apa yang di maksud Na Na.

“Naiklah, aku akan memboncengmu” kata Na Na setelahnya.

“Apa kau yakin ?”

“Tentu saja, bukankah aku sudah berjanji akan memboncengmu jika aku bisa bersepeda” kata Na Na “kajja!” Lanjut Na Na.

Akhirnya dengan sedikit rasa ragu baekhyun naik dibagian belakang sepeda dengan posisi menghadap depan.

“Kau sudah siap” Tanya Na Na

“Tunggu” Kata baekhyun dan setelahnya namja itu melingkarkan kedua tangannya dipinggang Na Na hingga punggung tangannya berada di depan perut gadis itu.

“Baiklah, aku sudah siap” kata baekhyun setelahnya.

Na Na hanya tersipu mendapati lengan baekhyun kini melingkar sempurna di pinggangnya kemudian Na Na mengayuh sepedanya.

“Kajja!” Seru baekhyun.

Setelah beberapa saat Na Na membonceng baekhyun bersepeda tiba-tiba Na Na kehilangan keseimbangannya membuat sepeda oleng dan tepat saat membentur sebuah batu Na Na benar-benar kehilangan keseimbangannya membuat Na Na, baekhyun beserta sepeda terjatuh.

Baekhyun dan Na Na terjatuh lebih dahulu secara bersamaan. Baekhyun yang cekatan menyadari sepeda akan jatuh kearah Na Na dengan cepat bangkit dan menindih Na Na hingga sepeda jatuh tepat di punggungnya.

“Buqkk!” Baekhyun hanya meringis mendapati rasa sakit dipunggungnya.

“Baek-ah, apa kau tidak apa-apa ?” Tanya Na Na panik melihat ekspresi baekhyun yang kesakitan.

Baekhyun membuka matanya dan menatap Na Na yang kini begitu dekat dengannya.

Merasa posisi mereka saat ini benar-benar begitu dekat, Na Na merasa tidak nyaman dan berusaha bangkit. Namun, baekhyun menahannya. Baekhyun kini meletakkan salah satu tangannya diantara leher Na Na dan kembali menatap Na Na intens.

Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya memangkas jarak antara dirinya dan Na Na.

Na Na terkesiap mendapati benda halus dan lembut menempel dibibirnya. Na Na meremas kaos di dada baekhyun dan akhirnya memejamkan mata setelah namja itu menggerakkan bibirnya perlahan diatas bibir Na Na.

Setelah beberapa saat baekhyun memisahkan bibirnya pelan dan kembali menatap nana kemudian tersenyum dan berkata.

“Jika akhirnya seperti ini, aku pasti selalu mau dibonceng olehmu”

Fin

image

image

image

image

Advertisements

2 thoughts on “Namjachingu ? (Bicycle) – by bebebaek_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s