DESTINY (Prolog) – by bebebaek_

image

By bebebaek_
Main cast : Park Chan Yeol (EXO), Nam Hye Jin (oc).

Addicional Cast : Oh Se Hun (EXO), Byun Baek Hyun (EXO), Song Ji Han (oc), Kim Jong Dae (EXO), Do Kyung Soo (EXO), Lee Yee Rim (oc).

Genre : romance, school life, drama.

Length : Chaptered | Rating : General.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Takdir… satu kata yang mempunyai banyak makna dan definisi juga keyakinan masing-masing bagi tiap individu tentunya.

Takdir jualah yang mempertemukan dua remaja dengan beda kepribadian dan latar belakang.

Adalah park chanyeol seorang namja berpostur tinggi tegap, wajah tampan dan anak seorang pengusaha kaya raya, membuat setiap gadis yang melihatnya pasti jatuh hati dengan sosok chanyeol. Namun tidak sesempurna tampilan luarnya chanyeol memiliki sifat keras, pemberontak dan suka membully orang-orang yang lemah.

Dulu chanyeol bukanlah seorang yang kasar dan suka berlaku semena-mena pada orang lain. Chanyeol berubah setelah suatu peristiwa teramat pahit yang begitu mengguncang jiwanya terjadi saat dirinya berada di bangku sekolah dasar.

Semenjak saat itu chanyeol sama sekali tidak pernah mempercayai seorangpun di hidupnya. Chanyeol selalu menjadi biang onar, menindas dan memukuli teman satu sekolahnya adalah hal yang biasa bagi chanyeol. Dan karena itulah chanyeol selalu di keluarkan dari sekolah-sekolahnya terdahulu.

Chanyeol tidak pernah takut akan akibat yang dia lakukan karena pada akhirnya anak buah ayahnya akan menyelesaikan semuanya. Yah dengan kekuasaan dan kekayaan seseorang memang bisa membeli apa saja. Namun bukan kekayaan ataupun kekuasaan itu yang diinginkan chanyeol, hal itu hanya membuat bebannya semakin berat dan terasa sesak di dadanya.

Kali ini chanyeol kembali harus pindah sekolah karena kasus yang sama yah pembullyan dan sering absen. Chanyeol memang tidak jarang keluar kelas dan pergi entah kemana.

Chanyeol memasuki gerbang Cheongju High School dengan wajah angkuhnya dan seragam yang urak-urakkan. Yah kemeja yang tidak dimasukkan dan tidak ada satupun dari kancing kemeja itu saling bertautan.

Setelah melewati gerbang utama chanyeol mendapati suasana hening, tidak ada siapapun yang berkeliaran. “Bukankah ini sudah begitu dekat dengan jam masuk ? Tidak mungkinkan jika aku datang terlalu pagi” gumam chanyeol.

Beberapa saat chanyeol diam ditempat, sampai akhirnya seorang penjaga sekolah menghampirinya dan berkata.
“Apakah kau ini siswa baru ?”

“Eoh” jawab chanyeol singkat tanpa rasa hormat sedikitpun kepada orang yang lebih tua darinya.

Ahjusshi itu tersenyum sebentar kemudian kembali berkata “Hari ini ada upacara peringatan berdirinya sekolah ini, semua siswa telah berkumpul dilapakan utama jadi kau bisa menyusul dan bergabung disana” ahjusshi tersebut menunjukkan jalan menuju lapangan utama dengan sebelah tangannya.

Chanyeol mendengus kasar kemudian berjalan menuju lapangan utama. Tepat saat baru memasuki lapangan tersebut sekali lagi chanyeol mendengus dan menghela nafasnya kasar. Bukan tanpa alasan, chanyeol kesal pasalnya dia harus maju kedepan mengisi barisan para siswa laki-laki, ya memang merupakan aturan di Cheonju High School dimana siswa laki-laki wajib mengisi barisan di depan.

Chanyeol masuk barisan di depannya asal, melewati beberapa siswa gadis yang menatapnya dengan tatapan kagum. Hingga chanyeol berdiri tepat dibarisan paling belakang untuk siswa laki-laki.

Upacara telah dilaksanakan lebih dari dua jam namun masih tidak ada tanda-tanda upacar akan berakhir. Matahari telah tinggi dan semakin terik. Peluh telah mengucur deras di dahi seluruh siswa Cheonju High School tidak terkecuali seorang gadis yang berdiri tepat dibelakang chanyeol. Gadis itu sesekali bergerak risih karena sinar matahari tepat menyinari wajahnya.

Menyadari hal itu chanyeol melirik dengan ekor matanya dan setelahnya menggeser sedikit posisi berdirinya menutup sinar matahari dengan tubuh jangkungnya agar tidak mengenai gadis di belakangnya.

Entah apa yang mendasari tindakan chanyeol tersebut, tidak biasanya dia peduli dengan orang disekitarnya.

Gadis yang terlihat pendek berdiri tepat dibelakang chanyeol dengan rambut hitam sebahu itu mendongak merasa sinar matahari tidak lagi mengenai dirinya dan menatap menjulangnya namja di depannya.

Tepat saat gadis itu mendongak chanyeol memalingan wajahnya dan tersenyum hangat kepada gadis tersebut.

.

.

.

Seluruh siswa telah masuk ke dalam kelas masing-masing. Suasana ribut menghiasi kelas di ujung koridor lantai tiga. Ya kelas tersebut ribut dengan berbagai suara dan kegiatan dari masing-masing siswa.

Suasana tiba-tiba hening setelah Yoo saem yang merupakan wali kelas dari kelas tersebut masuk ke dalam kelas dan berkata “yak, yak cepat duduk ketempat kalian masing-masing”

Seisi kelas bergegas duduk ditempatnya masing-masing, dan setelahnya Yoo saem melanjutkan “Baiklah, hari ini kalian akan mendapat teman baru. Chanyeol, silahkan masuk” suruh Yoo saem.

Chanyeol memasuki kelas dengan gayanya yang santai dan jangan lupakan wajah angkuhnya namun tetap sukses membuat para siswa gadis memekik dan saling berbisik menganguminya.

“Chanyeol-ah, kau boleh memperkenalkan dirimu”

“Anyeong, chanyeol imnida” suara chanyeol dengan ekspresi yang masih sama.

“Hanya itu ?” Tanya Yoo saem.

Chanyeol mendengus singkat kemudian menjawab “Ne”

“Baiklah kau boleh duduk, dikursi kosong itu” persilahkan Yoo saem.

Chanyeol segera berjalan menuju kursi yang dimaksud Yoo saem, chanyeol mendengar bisik-bisik para gadis saat dia berlalu. Chanyeol sudah terbiasa dengan hal itu sehingga dia sama sekali tidak menggubrisnya dan memilih menulikan telinganya.

Seorang gadis dikelas itu memiliki ekspresi yang berbeda dari siswa-siswa gadis lainnya, gadis tersebut terus menatap kearah chanyeol sejak namja itu memasuki kelas.

Ya, bagaimana tidak. Setelah beberapa menit yang lalu dia bingung siapa namja asing yang tidak pernah dia liat sebelumnya, namja yang telah melindunginya dari sinar matahari sewaktu upacara telah terjawab. Bahkan saat chanyeol melewati tempat duduknya gadis tersebut masih memandang chanyeol dengan ekor matanya.

Chanyeol duduk di kursi nomer dua dari belakang di samping seorang namja yang menggunakan kacamata dengan rambut kriting tebal. Menjijikkan benak chanyeol.

Chanyeol menoleh kearah belakang karena merasa seseorang menepuk pundaknya. Benar setelah dia memalingkan wajahnya dua namja tersenyum padanya.
“Yak, chanyeol ah kurasa kita akan berteman” kata seorang namja dengan wajah kecil dan namja yang disebelahnya hanya tersenyum tipis. Chanyeol tidak menjawab perkataan namja tersebut dan kembali berbalik setelahnya memperhatikan Yoo saem yang masih berbicara di depan sana.

“Ketua kelas” panggil Yoo saem.

Chanyeol terkejut, gadis yang baru saja dipanggil oleh Yoo saem adalah gadis yang dia lindungi pagi tadi sewaktu upacara.

Ketika gadis itu berdiri, chanyeol memperhatikannya lekat, memandang tajam dan mengiringi kemana gadis itu berjalan.

“Ambil ini dan bagikan untuk semuanya” perintah Yoo saem.

“Ne” jawab gadis itu.

Tepat saat Yoo saem akan meninggalkan kelas, dia berbalik dan berkata “Hyejin-ah, istirahat makan siang nanti temui aku dikantor guru ne ?”

Gadis yang baru saja mengambil beberapa kertas yang diserahkan Yoo saem tadi mendongak dan menjawab “Ne” kemudian tersenyum setelahnya.

Berbeda dengan ekpresi gadis itu yang tersenyum manis, chanyeol yang memperhatikannya sejak tadi seketika air wajahnya berubah.

Nama itu, nama yang sudah lama tidak dia dengar, nama yang sudah lama tidak dia sebutkan dan nama yang selama ini sangat dia benci namun juga sangat dia rindukan kembali terdengar ditelinga.

Lama chanyeol membeku dengan pemikirannya hingga akhirnya dia menyunggingkan sebelah sudut bibirnya, memandang gadis itu dengan ekpresi yang tidak bisa di artikan.

TBC

Advertisements

One thought on “DESTINY (Prolog) – by bebebaek_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s