Namjachingu ? (Let’s a start) – by bebebaek_

image

By bebebaek_

| Namjachingu? |

Main cast : Byun Baek Hyun (EXO), Kim Na Na (oc).

Addicional Cast : Shim Yun Mi (oc), Kim Jong Dae (EXO).

Genre : romance, school life

Length : Oneshoot | Rating : PG teen.

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Yunmi duduk di kursinya yang berderet disamping jendela kelas. Hari ini dia tiba disekolah lebih awal, yah karena kim jongdae kekasihnya akan melakukan pertandingan basket melawan Hanshin High School jadilah dia dijemput lebih pagi.

Yunmi menunduk menatap buku di atas mejanya dengan menopang dagunya menggunakan sebelah tangan.

Bosan.. yah yunmi bosan, dia juga kesal karena tidak bisa melihat langsung pertandingan kim jongdae, bukan apa-apa sebenarnya yunmi bisa saja keluar dari kelas hanya saja mengingat jam pertama adalah mata pelajaran Lee saem yang minggu lalu dia telah membuat kesalahan dan di hukum. Yunmi tidak mau mencari masalah dengan guru itu untuk kedua kalinya.

Setelah lama diliputi kesunyian. Beberapa siswa lain akhirnya berdatangan. Dan saat yunmi melihat kedua sahabatnya tiba di depan pintu kelas senyumnya pun mengembang.

“Heyy…” sapa yunmi dengan melambaikan sebelah tangannya.

Na Na tersenyum dan membalas lambaian tangan yunmi, kemudian kembali berjalan masuk ke dalam kelas. Sementara Baekhyun namja itu hanya tersenyum dan berjalan dengan kedua tangan terselip di kedua saku celananya.

Yunmi bingung. Ada apa dengan kedua sahabatnya. Mengapa terlihat kaku sekali.

“Yak, kau tidak membalas lambaian tanganku ?” Protes yunmi seketika setelah Baekhyun duduk dikursinya tepat dibelakang kursi Na Na.

“Kenapa harus ?” Tanya Baekhyun acuh.

“Isshhh kau semakin menyebalkan” desis yunmi.

“Yunmi-ya tidak biasanya kau datang pagi ?” Tanya Na Na.

“Eoh, itu. Aku dijemput jongdae lebih pagi karena dia ada pertandingan” jawab yunmi.

“Hmmmm” Na Na bergumam.

“Ngomong-ngomong kalian terlihat beda hari ini ?”

“Huh ?, B-berbeda bagaimana ?” Na Na balik bertanya dengan gugup yang tidak bisa disembunyikannya.

Yunmi mengelus dagunya dengan sebelah tangan, memandang Na Na dan Baekhyun secara bergantian.

“Hhmmm, anak ini tidak biasanya diam dan eoh.. mengapa kau gugup ?” Tanya yunmi lagi. Lalu bangkit dari tempat duduknya dan berdiri diantara meja Baekhyun dan kursi Na Na.

Na Na yang merasa seperti di introgasi oleh yunmi hanya diam dan menunduk menatap mejanya. Sedangkan Baekhyun, namja itu membalas tatapan yunmi.

“Yak, aku banyak bicara kau protes dan aku diam malah kau bilang aneh, ckck” decak Baekhyun.

“Tidak, tidak. Ini tidak biasanya.. suasananya juga berbeda. Hmmmm seperti ada sesu…” yunmi menggantung kalimatnya dan sejenak berpikir. “Ahhhh apa kalian berkencan ?” Lanjut yunmi sukses membuat Na Na terkejut. Namun Baekhyun sama sekali tidak, dia bahkan memasang wajah biasa saja.

“Benar, kalian seperti sedang berkencan” lagi yunmi bekata “yak, jawab aku… mengapa kalian hanya diam ?” Lanjut yunmi.

Baekhyun sama sekali tidak bergeming, dia hanya memandang sisi wajah Na Na yang menunduk. Bukan tidak ingin menjawab, hanya saja Baekhyun ingin tahu bagaimana jawaban Na Na, apakah Na Na menganggapnya sebagai namjachingunya dan mengakuinya atau… tidak.

Merasa Baekhyun juga tidak menjawab, Na Na yang gusar mendengar rentetan pertanyaan dari yunmi merasa jengah dan akhirnya bersuara.

“Benar yunmi-ya, kami berkencan” kata Na Na sembari menunduk dengan suara rendah namun dapat didengar dengan jelas ditelinga yunmi dan Baekhyun.

Mendengar perkataan Na Na, Baekhyun akhirnya menyunggingkan senyumnya. Yah Baekhyun merasa lega, Na Na benar-benar menganggapnya.

Berbeda dengan Baekhyun, yunmi terkejut hingga menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

“Benarkah ?” Kata yunmi akhirnya “wahhhh, akhirnya… kenapa baru sekarang ?” Tanya yunmi.

“Maksudmu ?” Na Na balik bertanya.

“Ahh ani, yak aku benar-benar bahagia mendengar kabar ini” kata yunmi “Uuuu… Baekhyun-ah, akhirnya kau berani juga” lanjut yunmi menggoda.

“Yak… berhenti” suruh Baekhyun.

“Eyyyy kau marah ? Akhirnya sahabatku yang pemarah kembali” yunmi menepuk pundak Baekhyun “kau benar-benar tidak cocok menjadi pendiam” lanjutnya kemudian duduk ke kursinya disamping Na Na.

Beberapa saar hening diantara ketiganya hingga yunmi kembali bersuara.

Yunmi menoleh, memandang Baekhyun dan Na Na bergantian “Yak, kalian baru berkencan ? Kapan kalian mulai berkencan ?” Tanya yunmi tidak bisa menahan rasa penasarannya.

“Eoh, it-itu” kata Na Na kembali tergagap.

“Jangan bilang kemarin malam ?” Yunmi tesenyum kemudian menatap Baekhyun dan dibalas Baekhyun dengan senyuman pula lalu mengangguk.

Mendapati anggukan dari Baekhyun, yunmi tidak tahan untuk tidak tertawa. “Eyyy jadi aku harus berkencan dulu agar kalian sadar kalau kalian saling menyukai” yunmi kembali menggoda “Yak” yunmi menunjuk kearah Baekhyun “Bukan kah semalam kau protes aku pulang dengan jongdae” lanjut yunmi yang dibalas Baekhyun dengan dengusan.

Yunmi tidak menanggapi ekspresi tidak suka Baekhyun, dia tetap tenggelam dalam euforia kegembiraan berkencannya dua sahabatnya itu.

“Ehem, karena kalian baru berkencan kita harus merayakannya” kata yunmi dengan mata berbinar.

“Merayakan apanya ?” Tanya Baekhyun.

“Ya merayakan berkencannya kalian, kalian harus mentraktirku. Kita akan makan-makan”

“Yunmi-ya mengapa kami harus mentraktimu ?” Tanya Na Na.

“Tentu saja, karena aku yang berkencan duluan kalian akhirnya berkencan” bangga yunmi. “Ahhhh, pokoknya kalian harus mentraktirku. Sepulang sekolah nanti kita merayakannya setuju ?” Lanjut yunmi.

Tidak ada yang menjawab yunmi, Baekhyun dan Na Na hanya diam memperhatikan tinggah sahabatnya itu.

“Baiklah, baiklah. Karena tidak ada yang protes itu tandanya setuju” yunmi kembali bersuara.

“Yak, memangnya aku mau mentraktirmu ?” Suara Baekhyun.

“Tentu saja, karena kau baru memliki yeojachingu. Dan kalau kau tidak mau maka Na Na yang akan membayar” jawab yunmi acuh yang sukses membuat Baekhyun kehabisan kata-kata.

“Tunggu, aku akan mengirim pesan kepada jongdae kalau sepulang sekolah kita akan makan-makan”

“Kau mengajaknya ?” Tanya Na Na

“Hmmm tentu, karena kalian pasangan bukankah akan aneh kalau kita datang bertiga”

“Heyy yunmi-ya itu hanya akal-akalanmu saja agar jongdae bisa ikut” kali ini Baekhyun kembali bersuara.

“Tidak, kau bayangkan saja jika aku tidak dengan jongdae. Aku tidak mau jadi pengganggu” yunmi bergidik diakhir ucapannya.

“Mentraktirmu saja kami belum tentu menyetujuinya. Dan sekarang kau mengajak jongdae ? Yang benar saja” Baekhyun tersenyum meremehkan.

“Kalian harus mau. Karena pesannya sudah ku kirim kepada jongdae” yunmi tersenyum

Mendengar itu, Baekhyun kembali kehabisan kata-kata dan Na Na ? Dia hanya tersenyum meliat keduanya.

.

.

.

Setelah bel pulang berdering nyaring, yunmi dengan sigap membereskan buku-bukunya dan berdiri.

“Na Na-ya, Baekhyun-ah, aku ke kelas jongdae dulu ne ? Kalian tunggulah diluar sekolah eoh. Aku tidak akan lama” kata yunmi dan setelahnya berlalu.

“Baekhyun-ah, yunmi sepertinya bahagia sekali”

“Eoh, benar. Gadis itu memang benar-benar” kata Baekhyun dengan senyum tipisnya.

Setelah selesai membereskan buku-bukunya Baekhyunpun berdiri dan mendekat ke arah Na Na. “Kau sudah selesai ?”

“Eoh, sebentar lagi. Aku lupa dimana meletakkan penghapusku”

“Apa kau tidak menjatuhkannya ?”

“Entahlah” jawab Na Na dan fokus mencari penghapusnya dengan memeriksa tas rancelnya.

Baekhyun yang melihatpun ikut membantu dengan melihat sekeliling di sekitar meja dan kursi Na Na. Tidak beberapa lama Baekhyun menemukan  benda hitam kecil itu disamping kaki kursi Na Na.

“Eoh ini dia” kata Baekhyun berjongkok dan mengambil penghapus itu.

Mendengar Baekhyun menemukan penghapusnya, Na Na memalingkan wajahnya kearah Baekhyun tepat saat namja itu mendongak. Wajah mereka begitu dekat, Na Na terkejut dan membatu ditempat. Dan Baekhyun namja itu memandang wajah gadisnya tepat dimanik matanya. Baekhyun tersenyum dan mengangkat tangannya tepat di depan wajah Na Na.

“Ini dia” kata Baekhyun dengan senyum mengembang di bibir tipisnya.

Na Na yang masih diam ditempat mengerjap pelan dan berkata “Eoh, kau menemukannya” Na Na lantas mengambil penghapus itu dan memasukkannya ke dalam kotak alat tulisnya.

Melihat Na Na yang gugup dengan pipi merah seperti itu membuat Baekhyun kembali menyunggingkan senyumnya.

“Baiklah ayo kita keluar” ajak Na Na.

“Kajja!” Seru Baekhyun dan melengkungkan lengan tangannya bermaksud agar Na Na mengamit dan berjalan bersama.

“Yak, kau apa-apan Baekhyun-ah” kata Na Na menepuk pundak Baekhyun dan berlalu mendahulu namja itu.

.

.

.

Setelah sebelumnya Baekhyun dan Na Na yang keluar kelas terlambat kembali harus menunggu yunmi dan jongdae di depan gedung sekolah membuat Baekhyun memasang ekspresi kekesalannya. Bukan apa-apa, yunmi yang keluar kelas terlebih dahulu nyatanya tetap terlambat karena jongdae yang harus mengganti pakaiannya dulu sukses membuat Baekhyun semakin tidak suka dengan namja bebek sahabatnya itu.

Tidak lama mereka berjalan, akhirnya mereka tiba dikawasan geondae yah pusatnya kedai-kedai yang menjual banyak makanan. Akhirnya mereka masuk ke kedai resto ayam khas korea atas desakan yunmi.

Mereka memesan beberapa jenis ayam goreng dan juga beberapa kaleng cola. Yah mereka hanya minum cola walaupun kata orang-orang ayam sangat cocok dengan bir, tapi karena mereka masih dibawah umur maka mereka hanya memesan cola sebagai ganti bir.

image

image

“Jongdae-ah bagaimana pertandinganmu ?” Tanya yunmi

“Eoh, kami menang ya walaupun dengan skor yang tipis” jawab jongdae “Tapi chagi, mereka sangat curang. Aku beberapa kali di dorong dan lihat pelipisku sampai sobek terkena bola” lanjut jongdae dengan menunjuk pelipisnya.

Mendengar jongdae berkata demikian membuat Baekhyun seakan ingin muntah dan bergumam “Yak, kau namja apa yeoja ?”

Na Na yang mendengar gumaman Baekhyun segera menepuk lengan namja yang duduk disampingnya itu.

Namun seolah tidak mendengar perkataan Baekhyun, yunmi berkata “Uuhhhh, kasian sekali uri jongdae” dan mengelus wajah namja itu.

Jongdae tersenyum dengan perlakuan yunmi dan Baekhyun ? Namja itu memandang keduanya dengan tatapan ‘ya ampun’

Yunmi sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya, setelah beberapa saat dia mengeluarkan kotak kecil dan membukanya. Ya bisa dibilang itu kotak P3K darurat.

Yunmi, membuka kotak itu dan mengoleskan sesuatu pada cutton buts dan mengoleskannya pelan kepelipis jongdae. Yunmi meniup-niup pelipis jongdae yang robek tersebut setelahnya.

“Yak, yak.. apa yang kalian lakukan di depan kami ?” Protes Baekhyun.

“Aku hanya mengobatinya” jawab yunmi cepat.

“Kalian benar-benar….” belum selesai Baekhyun berkata yunmi memotong terlebih dahulu.

“Jika kalian iri, kalian juga bisa melakukannya”

Lagi perkataan yunmi membuat Baekhyun kehabisan kata-kata. Mengapa hari ini dia selalu kalah dengan yunmi. Dan itu membuatnya kesal sementara yunmi, yeoja itu tersenyum mengejek.

Setelah selesai makan-makan mereka akhirnya akan pulang. Baekhyun dan Na Na berpisah dengan jongdae dan yunmi karena yah arah rumah mereka memang berbeda.

Baekhyun mengantarkan Na Na pulang, keduanya berjalan beriringan. Lama kesunyian menyelimuti keduanya. Sesekali Baekhyun melirik Na Na disampingnya dan memandang tangan Na Na di sisi tubuhnya. Ragu Baekhyun sebenarnya ingin sekali menggandeng tangan Na Na namun beberapa kali dia urungkan.

Setelah beberapa kali mengurungkan niatnya, Baekhyun akhirnya berani menggandeng tangan Na Na, perlahan Baekhyun menggenggam jari jemari Na Na dan menyelipkan jarinya diantara jari Na Na.

Menyadari hal itu Na Na menundukkan kepalanya dan tersenyum. Tidak berbeda dengan Baekhyun yang malu-malu dan memandang kearah lain sambil tersenyum lebar dan menggaruk tengkuknya.

Tiba di depan rumah Na Na, Baekhyun melepaskan gandengan tangannya ditangan gadisnya tersebut dan menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam rumah.

Na Na tersenyum dan mengangguk kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan membuka pagar rumah dan menutupnya kembali.

Tepat setelah Na Na menutup pagar rumahnya, Baekhyun memanggilnya.

“Na Na-ya..” panggil Baekhyun

Na Na mendongak dan menatap Baekhyun di depan sana.

“Aku bahagia memulainya denganmu” ungkap Baekhyun. Kemudian melambaikan tangannya, berpaling dan melangkah pergi.

Na Na memandang punggung Baekhyun yang semakin menjauh dan beujar di dalam hati dengan senyum yang tersungging diwajahnya “Aku juga bahagia memulainya denganmu”.

Fin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s