MOVEON or THE FIRST HEARTBREAK ?

1427498038616

by bebebaek_

Main cast : Song Na Mi (oc), Do Kyung Soo (EXO)

Addicional Cast : Nam Woo Hyun (Infinite), Park Ae Yeon (oc)

Kim Ji Han (oc), Lee Seo Hyun (oc), Lim Shasa (oc), Park Soo Jin (Girl’s Day),

Byun Baek Hyun (EXO), Lee Sung Yeol (Infinite), Yook Sung Jae (BTOB), Gong GI Tae (oc),

Genre : Campus life, romance,

Length : Oneshoot| Rating : PG 15

Sorry Typo-.-

.

.

.

Siapa yang tidak mengenal Song Na Mi seorang gadis cerdas dengan kepribadian manis, sopan dan ramah. Seluruh siswa bahkan guru di Jaebin High School pasti mengenalinya. Song Na Mi tercatat sebagai juara umum tiap tahunnya, namun seperti kata pepatah tidak ada gading yang tak retak begitu juga dengan kehidupan Nami, meski memeliki prestasi yang cemerlang, jadi kebanggaan orang tua dan memiliki banyak teman, tidak. Catat hanya banyak teman wanita.

.

.

“Ya, Na mi-ya ireona…” seorang gadis berusaha membangunkan gadis lainnya yang sedang meringkuk damai di bawah selimut winnie the poohnya.

“Na mi-ya, cepat bangun.. kamu sudah janji sama kita akan ikut jalan hari ini” kata gadis lainnya disebelah gadis yang membangunkan seseorang yang di panggil Na mi itu.

“Bagaimana ini seo hyun, penyakit kebo Na mi kambuh lagi ?” Tanya gadis yang membangunkan Na mi kepada teman disebelahnya.

“Kita harus membangunkannya, bagaimanapun dia harus ikut ngumpul-ngumpul dengan teman lainnya hari ini, kan tidak seru liburan sekolah kalau Cuma dirumah saja.” Jawab Seo hyun kepada ji han.

Sebenarnya Na mi bukanlah tipe gadis yang hobby bangun siang, bahkan Na mi tidak pernah bangun siang kecuali tanpa alasan. Ya, alasan. Sebenarnya Na mi sudah bangun sejak ayam belum berkokok hanya saja dia pura-pura tidur kembali karena malas ikut jalan-jalan dengan teman-temannya.

Bukan apa-apa, teman-temannya tidak jalan-jalan ketempat yang jauh ataupun tempat yang tidak sewajarnya dikunjungi, namun bukan Na mi namaya jika tidak menolak diajak keluar rumah.

“Eungg~”, Na mi mengelung dan merentangkan kedua tangannya.

“Yak, akhirnya kau selesai hidernasi ?” kata Ji Han kesal.

Na mi masih mengerjap kedua mata indahnya

“Na mi-ya, cepat mandi, kami akan menunggumu diluar” kata Seo hyun.

“Emmmm, Seo hyunaa, Ji Han. Aku boleh tidak ikut yah ? akuuu…..”

“Stop Na mi, jangan banyak alasan, kali ini kau mau beralasan apalagi ? pokoknya mandi sekarang, kami menunggu” Ji han memotong kalimat Na mi dan mendorongnya ke kamar mandi.

.

.

.

30 menit berlalu, Na mi turun dari kamarnya, menghampiri dua sahabatnya di ruang tengah yang sibuk dengan majalah di tangan mereka, entah itu fashion atau berita idol kesukan mereka, entahlah yang jelas Na mi masih ragu untuk ikut keluar hari ini.

“Kau sudah siap ?” Tanya Seo hyun.

“Emmmm…” Na mi hanya bisa bergumam dengan wajah yang ragu.

“Kajja, kita berangkat, Shasa dan Ae yeon pasti sudah menunggu di café” samabar Ji han dengan mengamit lengan Na mi.

.

.

.

Sesampainya di café tempat mereka janjian Shasa dan Ae yeon sudah lebih dulu datang dan duduk di meja pojok cafe.

“Heyyy !” sapa shasa sambil melampaikan tangannya.

Ji han, Seo hyun dan Na mi berjalan kearah mereka dan menempatkan diri duduk dikursi kosong.

“Wahhhh, kau bisa diandalkan Ji han, akhirnya Na mi ikut bersama kita” kata Ae yeon dengan senyum menyindir.

“Yak.. kau tak tahu bagaimana beratnya perjuanganku hari ini, membangunkan dan memaksanya mandi hingga sampai ketempat ini” cerocos Ji han.

Na mi hanya diam dengan wajah polosnya

“Sudahlah, yang penting kita ngumpul sekarang” kata Seo hyun menyudahi karena merasa kasihan dengan Na mi.

“Oh, kalian mau pesan apa ?” potong Shasa.

Akhirnya setelah memesan minuman dan cemilan kesukan mereka, mereka kembali bercengkrama, bercerita, saling ejek dan lainnya.

“Guys.. bagaimana kalau setelah ini kita ketaman hiburan, aku mau bermain sepuasnya” kata shasa mengajukan ide dengan mata berbinar.

“Ahhh ide yang bangus sha, ayoo kita kesana, jarang-jarangkan kita bisa mengajak Na mi keluar” sahut Ae yeon.

Na mi hanya bisa tersenyum, bukan apa-apa dia tidak bisa marah ataupun menjawab semua yang dikatakan sahabat-sahabatnya memang benar dan lagi Na mi bukan lah orang yang banyak bicara seperti Ae yeon maupun Ji Han.

“Kajja, kita berangkat” ajak Ji Han

“Tunggu, aku lupa, aku harus menyampaikan pesan appa ku kepada pamanku” potong Ae yeon.

“Telepon saja” jawab Shasa.

“Ne, ahhh pulsaku ya ampun aku lupa mengisinya”

“ini pakai saja Handphoneku” tawar Na mi, seperti biasa urusan tolong menolong Na mi bisa di andalkan.

“ahhh gomawo Na mi-ya”

“…………………………..”

“Bagaimana Ae yeonaa ?” Tanya seo hyun.

“Tidak aktif, tunggu aku telepon sepupuku saja”

“tutt…………tutt………tutt…………….”

“yeoboseyo…” kata seorang namja diseberang sana.

“Ne, ini ae yeon . kyung soo-ya tolong sampaikan pada ahjussi hubungi appa nanti ne, tadi aku telepon tidak aktif” cerocos Ae yeon.

“Ahhh baiklah” jawab kyungsoo, sepupu ae yeon. “Tapi apa kau berganti nomer princess ?” ya jangan kaget, ae yeon memang sering dipanggil princess dikeluarganya, yah itu karena dia merupakan anak tunggal dan kesayangan kakek mereka, jadi wajar jika sifat ae yeon kadang-kadang egois dan suka ceplas ceplos.

“Tidak, ini nomer temanku, aku lupa mengisi nomerku” jawab Ae yeon

“Hahahaha, kau lupa mengisi nomermu ? yang benar saja. Ada apa denganmu princess ?” ejek kyung soo.

“Yakk !! sudah lah aku hanya ingin menyampaikan pesan appa, ku tutup ne ?”

“Tunggu… ini nomer teman perempuan mu?”

“Hahh ? yak ada apa dengan mu, itu sudah jelas”

“Siapa ? Ji Han, shasa, seo hyun atau……”

“Sudahhlah kyungsoo aku tidak enak dengan Na mi menggunakan Handponenya lama”

“Ohh jadi Na mi”

“Ohh, ku tutup ne ?”

(klik)

“Gomawo Na mi-ya, mian lama” kata Ae yeon.

“Ne, gwenchana” jawab Na mi

“Kajja !! “ kata Ji han dengan suara lantang. Dan merekapun pergi ketaman hiburan dan bersenang- senang. Ini merupakan liburan terakhir masa sekolah menengah mereka. Karena setelah ini mereka akan kuliah di universitas dengan jurusan berdeba-beda. Yahh walau ada beberapa yang satu jurusan toh belum tentu satu kelas dan bisa bersama bukan ?.

.

.

.

Seorang namja tengah memegang Handphone miliknya dan memandang nomer baru drai panggilan masuk beberapa hari yang lalu, entah apa rasanya kungsoo ingin sekali menekan tombol hijau untuk memanggil nomer itu, tapi dia urungkan karena memang dia bingung nantinya akan berkata apa.

Na mi, akhirnya nomer itu disimpan kedalam kontak kyungsoo dengan username Na mi. ya kyungsoo memang tahu siapa Na mi dan bagaimana Na mi, kenapa ? karena princess atau Ae yeon sepupu terdekatnya selalu bercerita tentang kisah persahabatannya bahkan sifat dan profil sahabtnya dengan detail dia jabarkan.

Kyungsoo penasaran, dia sangat ingin dekat dengan Na mi, entah perasaan dari mana dia tertarik dengan pribadi Na mi yang pendiam, cerdas, dan yang paling khusus tidak pernah mempunyai teman lelaki, bahkan kata ae yeon lelaki yang bicara dengan Na mi hanya ayahnya, adiknya, dan guru-guru disekolah.

Entah dorongan dari mana, setelah memberi tahu kepada Ae yeon dia ingin mengirim pesan untuk Na mi, dengan segera Kyungsoo mengetik pesan…

“Hai…”

“Maaf, siapa?”

Kyungsoo tersenyum membaca pesan balasan dari Na mi, ia sudah menduga, bahkan ini adalah respon terbaik dari dugaan yng bahkan bisa saja Na mi tidak membalas pesannya.

“Aku kyungsoo, sepupu Ae yeon”

“Oh iya, ada apa ?”

Kembali kyungsoo tersenyum dan melanjutkan mengetik pesan balasan “Tidak, hanya ingin berteman denganmu ^^”

Na mi terkesima melihat layar Handphonenya, pesan balasan dari kyungsoo dengan dua buah tanda mata yang tersenyum, bagaimana bisa dia membalas sms seseorang yang asing, dan berteman ? yang benar saja. Apakah aku bisa ? Entahlah.

.

.

.

Hampir setiap hari kyungsoo selalu mengiri Na mi pesan, dari selamat pagi sampai selamat malam dan entah kenapa Na mi mulai merasa nyaman dan tidak sungkan membalas pesan dari kyungsoo bahkan kadang Na mi menunggu pesan dari kyungsoo.

Hanya saja sekarang Na mi bingung dengan perasaannya dan bertanya-tanya bagaimana perasaan kyungsoo. Mereka hanya teman tetapi terkadang saling meminta izin, berbagi cerita dan saling memberi tahu kegiatan masing-masing seperti halnya orang berkencan bahkan kalimat-kalimat romantis sering kyungsoo utarakan.

Tidak hanya Na mi, hal yang sama terjadi juga pada kyungsoo, dia bingung apa statusnya dengan Na mi saat ini. Kyungsoo menyadari ada sebuah perasaan tumbuh di hatinya selama berteman dan saling mengirim pesan dengan Na mi, tetapi kyungsoo dilemma karena setiap dia mengutarakan perasaannya Na mi hanya memberi tanggapan ringan, bercanda, tidak pernah dijawab serius seperti

“Kamu kenapa kyungsoo ?”

“Bercanda kamu gak lucu”

“Masa sih, sudah ah jangan menggodaku terus”

Kyungsoo bingung apakah Na mi hanya menganggapnya sebagai teman, atau Na mi benar-benar tidak peka, berulang kali dia bertanya pada sepupunya tp jawab dari ae yeon tidak memberi solusi.

Malam ini kyungsoo memberanikan diri untuk menanyakannya langsung, meminta kepastian, kyungsoo siap menerima apapun hasilnya.

“Selamat malam…. Na mi”

“Malam Kyungsoo~”

“Hari ini ngapain aja ? gak dirumah ajakan ?”

“Hehehe, kamu tau aja hari ini aku emang dirumah aja”

“Gak bosen ?”

“Gak tuh”

“Yahh coba aja kamu bosen, kan kita bisa jalan. Ketemuan gitu”

Ada jeda saat Na mi membaca pesan bernada ajakan dari kyungsoo, dia bingung harus membalas apa, kembali perasaan bertanya-tanya itu muncul.

“Gak kok, kamu gimana seharian ini ngapain aja ?” Na mi berusaha mengalihkan pembicaraan.

Kyungsoo sudah menduga balasan dari Na mi akan seperti ini, kyungsoo kembali meyakinkan diri.

“Seharian ini aku Cuma mikirin kamu Na mi”

“Kamu ah bercanda mulu”

“Enggak, aku gak bercanda, aku jujur..”

Na mi merasa dijatuhi jutaan batu beton, jantung berdebar cepat, Na mi tidak tahu perasaan apa ini hanya saja dia merasa bahagia tp juga ada rasa takut dan ragu tentunya. Lama Na mi tertegun memegang Handphonenya sampai sebuah pesan kembali masuk.

“Na mi… kok gak di balas ? kamu gak suka ya sama aku ? iyasih kita gak pernah ketemu tapi aku bahagia saat saling berkirim pesan dengan kamu, Aku merasa udah dekat banget sama kamu. Bahkan rasanya kita sudah berteman lama dan sering ketemu. Aku suka saat kamu panjang lebar bercerita kesaharian kamu, aku juga suka menemani kamu belajar ya walau Cuma via pesan. Aku ikut sedih kalau kamu sedih dan aku ikut kesel kalau kamu kesel bahkan aku mau membalas orang yang sudah membuatmu sedih dan kesal, jadi Na mi ayo kita mulai dari awal lagi. “

Nami hanya tertegun membaca pesan panjang yang merupakan isi hati kyungsoo saat ini, kembali pesan baru masuk.

“Hai… aku Do Kyung Soo sepupu Park Ae Yeon”

“Aku ingin mengajakmu berkencan Na mi-ya”

.

.

.

Sore hari yang melelahkan, hari ini merupakan hari terakhir Na mi menjalani masa pengenalan kampus, ya Na mi akan memulai masa menjadi mahasiswa di Universitas Kedokteran Hwangjun. Na mi memegang ponselnya dan teringat kembali akan suatu hal, ya hal yang sangat menyenangkan tapi dengan sekejap hilang.

Setelah menerima pesan ajakan dari kyungsoo untuk berkencan, Na mi tidak bisa berpikir jernih. Jangankan untuk mengetik pesan merangkai katapun otak Na mi tidak mampu. Maka yang setelah itu Na mi tidak membalas pesan dari kyungsoo.

Pasca hari itu, kyungsoo tidak pernah mengirim pesan kepada Na mi lagi, Na mi tahu itu mungkin terjadi, sebenarnya Na mi selalu menunggu pesan masuk dan terkadang Na mi akan segera memeriksa Handphonenya saat mendengar nada tanda pesan masuk dan akan berakhir dengan kekecewaan saat melihat pesan yang masuk bukanlah pesan dari kyungsoo.

Na mi menyesal, kadang juga menyalahkan diri sendiri mengapa saat itu tidak membalas ataupun sekedar meminta waktu. Na mi bingung, ini perasaan pertama yang dia rasakan saat berteman dengan seorang lelaki, Na mi telat menyadari bahwa dia sebenarnya menyukai kyungsoo. Ahhh ani, bukan menyukai, mungkin mencintai…

.

.

.

Smester awal perkuliahan telah aktif dari satu minggu yang lalu, Na mi, Ae yeon dan Seo hyun beruntung diterima di universitas yang sama hanya saja untuk jurusan Ae yeon beda sendiri. Na mi dan Seo hyun sama-sama masuk jurusan bedah dan Ae yeon jurusan anastesi.

Na mi berubah sejak masuk kuliah, Na mi bukanlah Na mi yang tertutup, tidak bisa berteman dengan lelaki, pemalu, dll. Sekarang Na mi aktif di organisasi kampus sebagai bendahara Persatuan Mahasiswa Jurusan. Saat aktif di organisasi inilah Na mi bertemu dengan sesorang.

“Na mi-ya, bagaimana pendanaan untuk acara kejuaraan olah raga tahunan kampus” Tanya seorang namja yang sukses membuyarkan konsentrasi Na mi dari layar laptopnya.

“Ne, sunbae ? ahh ne cukup bahkan lebih, kita juga masih memiliki dana sisa kegiatan MT sebelumnya” jawab Na mi

“Ahh syukurlah, Na mi-ya ?”

“Eummmm..” Na mi menoleh.

“Sudah makan siang ?, jangan terlalu di paksakan pekerjaan bisa menyusul”

“Belum sunbae, heheh” Nami hanya bisa tersenyum karena pada kenyataanya dia memang melupakan ritual makan siangnya.

“Bagaimana kalau makan siang bersama ?” ajak namja itu.

“Ne ?” Na mi bengong.. sebenarnya ini bukan pertama kali woohyun mengajak Na mi makan siang bersama, beberapa kali bahkan hamper bisa dikatakan sering. Woohyun begitu perhatian dengan Na mi yang apabila sudah berhadapan dengan laptop, laporan dan kegiatan acara lupa segalanya.

“Sudahlah, ayoo makan siang bersama” woohyun mengambil lengan Na mi yang alhasil mampu membuat Na mi berdiri, bukannya melepaskan tangan Na mi setelah Na mi berdiri tegak, woohyun malah menarik lengan Na mi menuju kantin.

Na mi masih melongo dengan tindakan sunbaenimnya, bertanya-tanya di dalam hati yang berdebar, bergemuruh seakan akan meledak. Apa artinya ini ? kenapa woohyun sunbae begitu baik ?. Bukan maksud terlalu percaya diri, hanya saja Na mi tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.

Sesampainya dikantin, walau dilihat banyak mahasiswa lain dengan tatapan bingung dan adapula yang menatap dengan tatapan kagum. Woohyun memilih meja di pojok yang menghadap keluar gedung kampus mereka.

“Tunggu disini Na mi, aku akan memesankan untukmu, seperti biasa kan ?” kata woohyun

“Tidak usah sunbae, biar aku saja” tolak Na mi

“Sttttt, jangan menolak, kau duduk saja disini, aku tidak akan lama?” jawab woohyun dengan senyuman hangatnya.

Na mi duduk di kursinya dan memandang keluar jendela, melihat birunya langit musim panas, setelah beberapa saat melamun, Na mi disadarkan dengan kedatangan woohyun yang meletakkan nampan 2 porsi bibimbab dan dua jus orange, menu makan siang yang merupakan kesukaan Na mi.

“Apa yang kau pikirkan, sampai memandang langit seperti itu, langit akan roboh jika terus kau pandangi dengan tatapan itu” gurau woohyun, lagi dengan senyuman hangatnya yang menghilangkan dua bola matanya.

“eoo bukan apa-apa” elak Na mi

“Kajja, makan nanti keburu tidak enak lagi”

Na mi tersenyum “Ne, selamat makan”

.

.

.

“Na mi-yaaaaa…., sunbaenimmmm…” teriak baekhyun dengan suara melengking

“Baek.. pelankan suaramu, kau tau suaramu bisa merusak gendang telinga orang lain” Kata sungjae

“Iya baek, ini ruang Himpuanan, kau bisa merusak konsentrasi yang lainnya” Gongtae menimpali.

“Ahhh mian, mian. Soalnya ini sangat mendesak” baekhyun berkata dengan terengah engah.

“Memangnya ada apa baek ? “ Tanya woohyun.

“Anu, itu tadi perwakilan dari eksekutif mahasiswa datang dan menyampaikan, kalau kepanitiaan perayaan ulang tahun universitas akan dibentuk dan dari jurasan kita harus mengirimkan wakilnya sebanyak tiga orang, nama-nama perwakilan harus dikirim hari ini” jelas baekhyun.

“Ohh begitu, jadi siapa yang akan mewakili jurusan kita ?” Tanya Ha na

“Woohyun sunbae, Na mi, dan Seo hyun saja” sungjae berpendapat

“Ne, ne, ne” yang lain serempak setuju.

“Bagaimana kalian bisa ?” Tanya seungyeol selaku ketua himpunan

“Untuk kedepannya kami rasa tidak keberatan, hanya saja untuk mengantarkan nama-nama pewakilan hari ini kami rasa kami tidak bisa” kata seo hyun

“Oke baiklah, aku akan membuatkan daftar nama kalian, dank au baek bisa mengantarkannya kan ke rector ?” Tanya Seungyeol.

“Ne, bisa ! sekalian cuci mata sunbae. Hehehehe” kata baek cengengesan

.

.

.

Acara kejuaraan olah raga tahunan kampus berlangsung sudah dua hari dan dihari ketiga ini, merupakan acara puncak yaitu final, penyerahan hadiah kepada pemenang dan acara hiburan di malam hari. Semua panitia terlihat sibuk dan jangan lupakan wajah mereka yang kelelahan.

“Kau melihat Na mi ? “ Tanya Woohyun kepada Seohyun

“Tadi dia baru saja pergi ke kamar mandi, sepertinya berganti pakaian” jawab Seohyun

“Ahh ne, gomawo”

“Sunbae, kau tidak berganti pakaian ? acara sebentar lagi dimulai.” Seohyun balik bertanya.

“Sebentar lagi, masih ada yang harus aku urus” jawab Woohyun.

“Ohhh, baiklah aku duluan sunbae”

“Ne..”

Sepeninggal Seohyun, Woohyun tersenyum sendiri dan berkata di dalam hati “semoga ini akan berhasil” kemuadian berlalu kearah kamar mandi. Ya woohyun juga harus berganti pakaian karena diacara puncak ini, semua mahasiswa memakai pakaian formal.. ohh kalian pasti tahu ini pesta “PARTY”.

Acara sudah berlangsung sejak satu jam yang lalu, banyak acara yang sudah ditampilkan baik dari mahasiswa maupun idol yang diundang seperti drama musical, band, dan tentunya penyanyi solo. Tidak mau kalah dengan mahasiswa lain, panitia juga menyumbangkan satu penampilan khusus, Ya baekhyun si suara emas yang tersembunyi, menyadari asset berharga itu seungyeolpun mendaftarkannya sebagai pengisi acara untuk bernyanyi solo.

“Baiklah, selanjutnya aka nada penampilan dari salah satu panitia acara kita, Byun Baekhyun akan manyanyi solo.. semuanyaa !! ayooo kita sambut Byun Baekhyunn..” aba MC

Di iringi sorak sorai penonton baekhyun naik keatas panggung dan meluai melantunkan nyanyian merdunya, mala mini baekhyun menyanyikan lagu Beautiful yang merupakan ost sebuah drama.

.

.

.

Na mi sedang sibuk mencekles daftar penampil yang sudah tampil, sampai akhirnya dia dikejutkan dengan sebuah tangan yang mengamit tangannya dan membawa dirinya tepat kebelakang panggung saat Baekhyun mulai mengalunkan suara merdunya.

“Ada apa sunbae?” Na mi langsung bertanya sesaat setelah woohyun berhenti berjalan tepat dibelakang panggung dan menghapan kearah Na mi.

“Na mi-ya…” panggil woohyun lembut dan mengambil kedua tangan Na mi kearahnya. “Aku ingin bercerita sebuah rahasiaku kepadamu.” Lanjut woohyun.

Na mi terdiam tidak bisa berkata-kata dia terlalu terkejut dengan tindakan woohyun, perasaannya mulai tidak karuan apalagi saat berbicara woohyun menatap teduh mata sendu Na mi.

“Aku sangat menyukai seseorang bahkan sebelum mengenalnya, hanya saat melihat dia waktu masa pengenalan kampus hatiku sudah direbut olehnya” Woohyun berkata masih dengan memandang dan menggenggam kedua tangan Na mi.

“Bahkan saat mengetahui dia bergabung dihimpunan aku sangat bahagia. Bisa melihatnya setiap hari, mengingatkan makan dan bisa makan bersama itu sebuah keberuntungan bagiku, aku menyadari betul aku jatuh hati dengannya” Woohyun masih bercerita.

Na mi yang hanya mendengarkan merasa wajahnya memanas, detak jantungnya sudah tak tentu alunannya, ditambah suara nyanyian dari baekhyun membuat Na mi mengeluarkan keringat dingin.

Merasa tidak ada tanggapan, woohyun sadar betul Na mi pasti terkejut tapi woohyun senang setidaknya dia dapat melihat semburat merah dipipi Na mi.

“Na mi-ya, kau tidak penasaran siapa orangnya ?” Setelah sesaat hening woohyun kembali membuka suara.

Na mi terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari bibir woohyun, dia tidak mampu menjawab bahkan bibirnya terasa beku saat merusaha menjawab pertanyaan woohyun.

“Nuuu.. gu?” Hanya kata itu yang dapat lolos dari kedua bibir pink Na mi, itu pun dengan susah payah Na mi berusaha menjawab pertanyaan Woohyun.

Woohyun tersenyum sesaat “Orang itu tepat dihadapanku saat ini”

Na mi kembali tercengang untuk kesekian kalinya, jantungnya seakan terjun paying dari ketinggian Namsan tower.

“Aku selalu bahagia bisa bersamamu, memperhatiakanmu, aku ingin aku selalu bisa dekat denganmu, jadi Na mi-yaa mau berkencan denganku” Kali ini woohyun berkata dengan penuh penekanan dan mata yang serius.

Na mi masih terkejut, jantungnya belum berdetak dengan normal, dia tidak bisa berkata ataupun lainnya. Na mi tidak mau salah kedua kalinya maka dari itu dia berusaha menggerakkan kepalanya. Ya Na mi hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan woohyun.

Mendapat jawaban hanya dari anggukan kepala Na mi membuat woohyun luar biasa bahagia hingga senyum lebarnya lolos dari kedua bibirnya, woohyun menari dua tangan digenggamannya kearahnya dan memeluk Na mi hangat untuk beberapa saat dan setelahnya pelukan itu dilepas lantas Woohyun mengecup kening Na mi.

Na mi merasa dihantam petir merasakan tindakan dari woohyun, hanya saja Na mi tidak bisa menolak bahkan memberi respond hanya dengan kedua mata yang terbuka lebar.

Ya kecupan singkat itu berakhir berbarengan dengan berakhirnya lagu yang dilantunkan Baekhyun diatas panggung.

.

.

.

Dua minggu setelah acara kejuaraan olah raga tahunan kampus dimana kejadian yang mengubah status Na mi dan woohyun terjadi, selama dua minggu ini mereka menjalani hubungan layaknya orang lain berkencan. Woohyun tetap dengan sikap hangat dan perhatiannya yang selalu setia menemani Na mi kemanapun dan mengingatkan Na mi makan. Na mi bahagia, dia selalu merasakan jantungnya melompat dari tempatnya setiap kali woohyun melakukan hal-hal manis sekecil apapun.

Na mi dan woohyun sedang makan siang bersama dikantin, sampai saat seohyun dan seungyeol datang dan duduk didepan mereka.

“Yak ! dasar kalian berkencan tidak pandang tempat” gurau seungyeol.

“Eeyyyy kami hanya memanfaatkan waktu luang” sahut woohyun.

Na mi hanya tersenyum “Ada apa sunbae ? kau tidak mungkin kesini dengan seohyun jika tidak ada hal yang mendesak. Tanya Na mi.

“Ahh kau ini to the point sekali, aku masih ingin menggoda kalian” jawab seungyeol.

“Kita hari ini harus hadir dirapat panitia ulang tahun universitas” Kata seohyun memulai

“Iya, jadi begini kalian memang harus hadir pada rapat hari ini karena ini sudah rapat yang kesekian kalinya, sebenarnya mereka telah memulai kegiatan dari dua minggu yang lalu hanya saja karena kita tengah sibuk dengan acara kampus mereka memberiakan keringianan. Jadi nama-nama kalian sudah di daftarkan dimasing-masing kepanitian kalian hari ini langsung masuk saja ke bagian kepanitiaan apa kalian didaftarkan” jelas seungyeol panjang lebar.

“Begitu ? Bailklah” jawab woohyun singkat.

.

.

.

Woohyun, Na mi dan Seohyun sudah terlebih dahulu datang diruang rapat dengan panitia perayaan ulang tahun universitas, belum banyak yang datang karena memang belum menunnjukkan jam yang telah ditetapkan.

Na mi dan Seohyun duduk dikursi depan dan berbincang ini itu, sedangkan woohyun dipojok ruangan sedang bersenda gurau dengan teman lamanya dari jurusan lain. Sampai akhirnya sebuah suara yang tidak asing memanggil Na mi dan Seohyun.

“Na mi-yaaaa, Seohyunaaa..” suara itu sukses membuat kedua sahabat itu memalingkan wajah mereka kearah sumber suara.

“Ae Yeon..” kata Na mi dan Seohyun berbarengan

“Ahhh jadi kalian wakil dari jurusan ahli bedah, wahhh senangnya” kata Ae Yeon girang.

“Yak !! di mana sunbae namja chingu mu itu, apakah dia juga menjadi wakil seperti kalian” lanjut Ae yeon penasaran. Yah inilah diri ae yeon yang sebenarnya.

Bukannya Na mi yang menjawab pertanyaan Ae yeon malah Seohyun dengan sigap mengacungkan jari telunjuknya kearah Woohyun.

“Yaa, dia sangat tampan dan terlihat dewasa” puji Ae yeon sambil memegang bahu Na mi.

Merasa di bicarakan Woohyun menoleh kearah Na mi dan sahabat-sahabatnya, memberi senyuman dan menyapa ae yeon.

“Annyeong haseyo Ae yeon-shi” sapa woohyun.

“Ne, Annyeong haseyo..” jawab Ae yeon dan kemudian berbisik kearah Na mi dan Seohyun “Yak.. dia tau nama ku, ckckc”.

Na mi dan Seohyun hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan Ae yeon yang tidak sedikitpun berubah.

“Kyungsoo-ya, kau lama sekali” sekali lagi ae yeon membuka suara setelah melihat orang yang baru saja masuk dari balik pintu.

“Maaf aku tadi masih ada urusan” jawab kyungsoo ringan dan setelahnya tercengang mendapati orang yang ada disamping ae yeon. Kyungsoo memang belum bernah bertemu langsung dengan Na mi tapi jelas Kyungsoo tahu bagaimana muka dan penampilan Na mi, tentu saja dari foto-foto Na mi bersama sahabatnya yang terpampang besar dikamar ae yeon.

Tidak hanya Kyungsoo, hal yang sama terjadi pula pada Na mi, Na mi kaget mendengar Ae yeon menyebut nama yang hamper satu setengah tahun ini tidak dia dengar dan sebutkan lagi.

“Jangan bilang kau menjemput soojin dulu ?” tanya ae yeon bernada tidak suka. Yang hanya di diamkan oleh kyungsoo.

“Ne, kyungsoo menjemput ku dulu Ae yeon-shi” Suara seorang yeoja yang baru masuk menjawab pertanyaan Ae yeon.

“Ishhhhhhhhhh” desis Ae yeon dengan wajah tidak sukanya.

“Baiklah teman-teman mari kita mulai rapat kita sore ini” salah satu suara menginstrupsi kegiatan mereka masing-masing.

.

.

.

Rapat selesai, dan mereka keluar dari ruang rapat tersebut hanya saja Na mi, kyungsoo dan lainnya yang berada di bagian perlengkapan harus bertahan sebentar karena ada sedikit pengarahan dari ketua pelaksana. Ya, Na mi yang entah bagaimana bisa dengan atas nama takdir (eaaa alay) masuk ke bagian kepanitian divisi perlengkapan. Sedangkan Seohyun dengan senang hati bergabung dengan divisi dekorasi bersama Ae yeon dan Soojin yang terakhir diketahui sebagai yeoja chingunya kyungsoo, ada sedikit rasa kaget dan kecewa dihati Na mi mengetahui hal tersebut, namun Na mi tidak berhak untuk marah karena toh dia juga memeliki seseorang sekarang.

Woohyun ? dia bergabung dengan divisi teknik dan tadi sebelum dia keluar dari ruangan dia sempat berpamitan dengan Na mi terlebih dahulu.

“Na mi-yaa, aku duluan ya ?” kata Woohyun setelah berada di samping Na mi.

“Ne, sunbae duluan saja, tidak menungguku tidak apa-apa” jawab Na mi.

“Ani, aku akan menunggumu diluar, atau mungkin di ruang music” tolak Woohyun

“Kau akan bosan, sepertinya ini akan lama” Kata Na mi.

“Tidak ada kata bosan untuk menunggu gadis manisku” Jawab Woohyun dengan senyuman dan usapan dipuncak kepala Na mi.

Na mi hanya tersenyum dan mengangguk

“Baiklah, aku akan keluar. Dan fighting !!” Kata woohyun memberikan semangat dengan mengepalkn kedua tangan yang disambut senyuman manis oleh Na mi.

Berbeda dengan Na mi yang tersenyum manis, Kyungsoo yang menyaksikan hal itu secara diam-diam hanya memberi tatapan dingin tanpa ekspresi.

.

.

.

Dua hari berselang setelah rapat dilaksanakan, divisi Na mi kembali mengadakan rapat dan memindahkan perlengkapan dari gudang kelapangan karena hari H memang sudah sangat dekat.

“Na mi-ya bisa membantuku membawa ini kelapangan ?” Tanya kyungsoo

Na mi tercengang, dia tidak menyangka kyungsoo yang sejak bertemu dengannya bersifat dingin hari ini mengajaknya bicara bahkan meminta pertolongannya.

“Ne, tentu saja” jawab Na mi.

Di sepanjang perjalanan menuju lapangan hanya ada suasana hening menyelimuti keduanya sampai akhirnya kembali kyungsoo buka suara.

“Jadi, woohyun sunbae adalah namjachingu mu ?” Tanya kyungsoo

“Ne ? ahh iya” jawab Na mi kaget dengan pertanyaan kyungsoo

“Sepertinya dia sangat menyayangimu, dia jua baik” puji kyungsoo dengan senyuman manis berbentuk love dibibirnya. Yang jujur ini senyuman kyungsoo yang pertama dilihat Na mi.

“Soojin juga dia sangat manis” Na mi balas memuji.

Kyungsoo hanya tersenyum, dan tanpa terasa mereka sudah sampai dilapangan dan meletakkan perlengkapan tersebut di samping panggung.

“Sayang… kau disini” suara soojin mengintrupsi kegiatan Na mi dan Kyungsoo yang ingin kembali kegudang.

“Kebetulan sekali, kesini sebentar, ada yang ingin ku tunjukkan kepadamu” lanjut soojin dan menarik tangan kyungsoo mengikutinya menjauhi Na mi.

Melihat punggung Kyungsoo yang semakin menjauh darinya Na mi sadar mereka telah memiliki kisah masing-masing sekarang.

.

.

.

Acara ulang tahun universitas telah diselenggarakan dengan meriah dan sukses tentunya, begitu juga dengan bekunya hubungan Na mi dengan Kyungsoo yang akhirnya sedikit meleleh. Pada beberapa kesempatan kyungsoo akhirnya membuka diri dan berani mengajak Na mi berbicara, Na mi menyambut ajakan berbicara itu dengan sebisa mungkin agar rasa canggung ini sedikit berkurang, sukur-sukur jika mereka bisa berteman paling tidak. Sesekali kyungsoo bahkan berani mengungkin masa-masa mereka saling berkirim pesan yang yah ditanggapi hanya dengan senyuman oleh Na mi.

Na mi dan Kyungsoo merasa ada hal yang kembali muncul dihati mereka, perasan yang lama sudah mereka acuhkan. Hanya saja baik Na mi maupun Kyungsoo tidak cukup berani mengekspresikan perasaan mereka. Mereka menyadari hal itu sudah terlambat, ada perasaan orang lain yang harus mereka jaga, dan mereka juga tidak bisa melepaskan ataupun menyakiti orang-orang yang telah menemani mereka melalui masa-masa sakit yang mereka alami.

*Beberapa tahun kemudian*

“Dokter Na mi” Sapa ketua departemen bedah

“Ne…” Na mi tertegun melihat seorang namja disebelah ketua department bedah

“Perkenalkan ini dokter spesialis anastesi baru yang akan bertugas di department bedah”

“Ne ?” Na mi masih tidak bisa berfikir jernih.

Annyeong haseyo, Do Kyungsoo imnida bangapta

“……………………………………………………..”

FIN

Akhirnyaaaaaaaaaaaaa, janji setengah smester dilunasinnya dua hari ini. Wkwkw maapkan daku temanku membuatmu lama menunggu #eaaaaaaaaaa. Maap jika ini 99% beda jauh dari cerita pengalaman kamooh, semoga kamu suka. Endingnya jika tak puas boleh dilanjutin sendiri. hahahaha

Advertisements

One thought on “MOVEON or THE FIRST HEARTBREAK ?

  1. Pingback: Shouldn’t Have | misnaa26's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s